NovelToon NovelToon
Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:439k
Nilai: 4.7
Nama Author: Danie A

Hai hai semua pembaca yang Budiman, ini hanyalah cerita cinta picisan yang nggak jelas sebenarnya siapa MC cowok cewek nya.

Novel ini bercerita tentang dua wanita, yang saling bersahabat.

part awal menceritakan tentang Jeni gadis yang di hianati oleh kekasih dan sahabatnya, bahkan di usir oleh keluarganya yang kaya. Oleh karena putus asa, Jeni mabuk-mabukan dan memperkotak seorang CEO Bernama Suga Di toilet yang awalnya Jeni kira seorang Giggolo. Lalu berlanjutlah cinta segitiga antara Jeni, Suga, dan sang adik lelaki Vi.

Di part ke dua,

Perjalanan Cinta Lia sahabat Jeni yang terus di rong-rong oleh keluarganya yang mata duwitan. Bagai sapi perah yang terus di sedot hingga kering... Akankah Lia mendapatkan kebahagian yang akan membawanya keluar dari keluarga yang toxic itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Kau!!" Suga yang sudah membersihkan diri dan berganti baju menunjuk kesal pada Jeni. "Wanita macam apa kau ini? Bisa-bisa nya mudah pada calon suamimu!"

"Maaf.." lirih Jeni yang sedikit merasa bersalah pada Suga ikut keruangan khusus milik Suga.

"Nona Jeni, sepertinya anda dan tuan Suga sudah semakin akrab Saja. Tentu ini akan sangat bagus untuk citra kedepannya." Ucap Kenzo dengan senyum di wajahnya.

"Apa kau sedang meledek kami Kenzo?" Suga mendelik pada sang asisten sembari memakai kemeja dan memasang dasinya.

"Hei! Wanita! Cepat pasangkan!"

Jeni menunjuk wajahnya sendiri. "Aku?"

"Iya! Karena kau aku jadi harus mandi dan berganti baju. Jadi setidaknya kau harus membantuku memakai ini."

Jeni bersungut mendekat dengan rasa kesal. Yah, mau bagaimana lagi, ini memang salahnya . Tapi Jeni sendiri juga tak tau kenapa tiba-tiba mual dan asal muntah di tubuh Suga.

'ada yang tidak beres dengan tubuhku.' pikir Jeni sedikit berjinjit memasang dasi Suga. 'Bau menjijikkan apa ini?'

Jeni mengendus-endus, melirik Suga yang masih tampak angkuh tak melihat padanya. Jeni mendekatkan wajahnya mengendus tubuh Suga.

'bau nggak enak ini datang dari tubuhnya. Apa benar dia udah mandi?' Jeni sedikit menjauhkan tubuh dan kepalanya, sekuat tenaga menahan agar tak muntah walau perutnya terus merasa mual dan bergejolak.

"Kenapa wajahmu begitu?" Suga merasa tersinggung dengan sikap Jeni yang seperti jijik padanya.

"Apa kau beneran udah mandi?"

"Aku mandi berkali-kali sampai habis sabun satu botol."

"Tapi, kenapa baunya sampai seperti ini?"

"Baunya kenapa? Ini sangat wangi." Suga jadi terpengaruh dan membaui tubuhnya sendiri. Ia lalu melirik Kenzo.

"Yahh, dari sini memang tercium aroma wangi dari sabun mandi tuan Suga yang segar." Sahut Kenzo yang mengerti isyarat tatapan Suga.

Suga mengangkat jarinya setuju.

Jeni masih mengernyit dan terpaksa menyelesaikan pekerjaannya ambil menahan nafas.

'sabar Jeni, sebentar lagi selesai. Tahan dulu.'

"Sudah." Jeni langsung menjauh beberapa langkah kebelakang dengan gerakan tangan seperti nutup hidung. Tentu itu membuat Suga jengkel. Pria itu iseng mendekat, Jeni menjauh. Senyum nakal Suga mengembang di wajah tampannya. Dia terus mendekat, sementara Jeni terus menjauh dan menghindar.

Kenzo memutar matanya malas. "Kenapa aku seperti melihat dua anak kecil disini?" Gumam Kenzo

"Kenapa kau terus mendekat?" Jeni yang jengah dengan tingkah Suga ikut memutari meja kerja pria itu.

"Kenapa kau terus menghindar?"

"Kau bau?"

"Bau? Haaa... Jadi kau tidak suka dengan bau ku Haahh? Tunggu saja setelah kau jadi istriku, aku peluk kau di bawah kekekku." Suga menyeringai jahat. Sementara Jeni bergidik. Ia berlari, namun Suga bergerak lebih cepat menangkapnya.

"Uuugggghhhh..." Jeni merasakan mual yang luar biasa membekap mulutnya dalam pelukan Suga yang mengunci tubuh dari belakang.

"Mau berekting hahh?"

"Uggghhh... Uuugggghhhh..." Wajah Jeni yang hendak muntah dan terlihat sangat tersiksa itu membuat Suga tersadar, mungkin saja wanita di dekapannya ini akan menyiramnya lagi dengan cairan muntahan yang menjijikan.

Gegas Suga melepaskan Jeni, gadis itu langsung berlari ke kamar mandi dan mundah habis-habisan. Kenzo dan Suga saling berpandangan.

"Kau, sungguh sakit? Bagaimana kalau kita kedokter saja?" Tawar Suga dengan raut wajah khawatir.

###

Dirumah sakit.

"Apa?"

"Hamil?"

Baik Jeni maupun Suga sama-sama terbelalak.

"Ha-ha-ha...." Hanya tawa tak percaya yang keluar dari mulut Jeni. "Bagaimana bisa aku hamil jika tak pernah..."

Jeni menutup mulutnya sendiri. Ia ingat dulu pernah bercinta dengan Suga. Membuatnya lemas seketika.

"Berapa usia kandungan nya dok?" Tanya Suga dengan wajah datar, walau tadi sempat terkejut juga.

"Enam Minggu."

Setelah keluar dari ruang obgyn Jeni berjalan dengan gontai. Suga berjalan mengiringinya dengan santai.

"Waaaaaaa......" Teriak Jeni frustasi, memikirkan nasib nya yang begitu, ah, entahlah, baginya ini kesialan. Ia melirik kesal pada Suga.

"Sekarang bagaimana? Kau harus bertanggung jawab."

"Bukankah, kita memang berencana menikah. Dua hari lagi." Jawab Suga enteng mengangkat dua jarinya.

Mulut Jeni membola sempurna.

####

Dua hari berlalu, kedua keluarga kembali bertemu, papa Roman menyambut dengn gembira kedatangan mama Susi yang tak pernah lupa membawa banyak barang bawaan. Apa lagi ia sudah mendapatkan foto Suga dan Jeni saat di ruangan Jeni kala itu. Tentu saja papa Roman langsung berasumsi, Jeni pun menyambut baik meski awalnya menolak.

Tentu saja ciuman itu memang iga rencanakan untuk di perlihatkan pada calon papa mertua, agar percaya jika mereka memang memiliki hubungan khusus tanpa paksaan.

"Jadi, jawaban anda dan putri Jeni adalah..."

"Tentu saja kami menerimanya." Ucap Roman cepat.

"Itu melegakan sekali. Baiklah, untuk acara pernikahannya..."

"Dua hari lagi." Sela Suga di tengah pembicaraan para orang tua itu.

"Suga!" Mama susi mendelik pada putranya. "Apa-apaan kau ini? Itu tak mungkin kamu pikir apa yang bisa di lakukan dalam waktu dua hari?"

"Kalau begitu satu Minggu." Jeni ikut menimpali.

Gadis yang sedari tadi hanya menguping dan mengintip dari ruang sebelah tiba-tiba muncul dan duduk di sisi sang ayah.

"Yah, satu Minggu kurasa cukup untuk mempersiapkan semuanya." Ucap Jeni canggung."Benarkan CEO Suga?"

"Yaa, jika dua hari tak cukup kita bisa menambahnya jadi lima hari." Sahut Suga yang tentu membuat mama Susi dan papa Roman merasa heran dan saling tatap. Mereka juga memandang Jeni dan Suga bergantian.

"Yaahh, untuk apa menunda-nunda hal yang bagus."

"Yaahh, baiklah, kami akan mempersiapkan segalanya. Jika kedua mempelai sepertinya sudah tidak sabar. Hahahah..."

Setelah pertemuan itu, mama Susi dan Suga pamit. Didalam mobil mama Susy melirik tajam pada sang putra yang terlihat terbatuk salah tingkah.

"Sekarang, katakan pada mama."

"Katakan apa?" Jawab Suga pura-pura tak tau.

"Apa mama harus membuatmu berlari disamping mobil Suga biar kamu mengaku?"

"Memang apa yang kulakukan?"

"Apa kau pikir mama bodoh hah? Bagaimana bisa kalian tiba-tiba kompak begitu?"

"Sungguh mama, tidak ada yang terjadi. Kami hanya sepakat. Itu saja." Suga mengangkat kedua jarinya.

Disisi lain, di kediaman Roman.

"Katakan!" Papa Roman duduk menyilangkan kaki dan melipat tangannya di dada. Menginterogasi sang anak yang mendadak berubah drastis itu.

"Apa?"

"Kenapa tiba-tiba kau ingin mempercepat, padahal sebelum nya sangat menentang?" Tukas papa Roman tersenyum licik."Terjadi sesuatu kan?"

"Tidak, tidak ada. Papa tau sendirilah, kami sudah saling menyukai. Itu saja. Dia pria yang, tampan dan berkarakter. Juga... Mmmm.. seorang yang kaya... Kenapa aku harus menolak." Akhirnya Jeni hanya mencari-cari alasan yang masuk akal saja.

"Huuh, bagus jika memang hanya karena itu."

"Huuff.. kalau begitu, Jeni ke kamar dulu."

"Oke."

Sesampainya di kamar. Jeni mengusap perutnya.

"Jika bukan karena kamu, mana mau mama sampai begini. Kenapa kamu harus ada di perut mama sih? Haahh,, papa kan marah besar jika tau aku melakukan hal itu gara-gara kesal pada Verel. Dan sekarang hamil. Haaahh . Dasar sial."

bersambung..

1
ahyuun.e
Lah kok udahan thor? bkin epsde anak" mereka dong thor? terus adeknya lia sama jeni dong
ahyuun.e
makanya jngan lamban v
ahyuun.e
hahahha suga sumpah lawak banget 😂
ahyuun.e
muka tembok si yovie ada ya mnusia bgtu
ahyuun.e
kasian anak gak berdosa blum apa" msih sebiji jagung udah di omeli kenapa hadir di dunia, heh kau jeni mulut rombeng kau kira siapa yg buat dia hadir kedunia klo bukan krn ulah mu yg sembrono itu
ahyuun.e
ngakak sih ini
ahyuun.e
astaga ampe sakit perut ku kalimat suga buat si cicak malang 😂
ahyuun.e
ngakak ya Allah dasar suga
ahyuun.e
ekekeke ngakak bacanya
" sarmila"
hahahahaha.aku sampe ngakakakak.
krna merasa d kerjain🤣🤣🤣
" sarmila"
dasar sialan mati kau
nah ini yg membuat.ku tertawa d atas.mndritanya suga🤣🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
hahshahahaha.psti jantungan ken jen
🤣🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
lnjut lgi ke sini selalu top setiap epidod2 nya
Ran Aulia
terimakasih author , ceritanya manis 😍😍😍😍👍👍👍👍👍
Muji Mbakyu
kok. jeni menghilang
@"siti waluya"🏞
suka
@"siti waluya"🏞
hamil...ya
Rizka Bawel
y ampun thor ngakak q tuh
Samaniah
bolone henry🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bengek wsss
Samaniah
yovie lg ngimpi,harap maklum 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!