“Aku tempat kamu pulang.”
Rianti yuliani
cinta pada suami yg tidak mencintainya,hingga akhirnya dia lelah dan memilih pergi.. Dan disaat itu suaminya aditya erlangga kusuma sadar bahwa dia kehilangan istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Hampir tengah malam saat mereka sampai di rumah.
Aditya turun dan membukakan pintu mobil untuk Rianti.
"Selamat pulang kembali ke rumah." Aditya menyunggingkan seulas senyum.
Rianti menatap Aditya kagum kenapa kamu jarang sekali tersenyum padahal jika tersenyum wajah tampan mu semakin memukau wanita yang melihatmu. begitu pikir Rianti.
"Sayang kok malah ngeliatin aku?" Aditya menepuk bahu Rianti yang membuat Rianti kembali dari lamunannya.
"Nggak apa-apa hehe." Rianti tertawa.
"Ya udah ayo masuk, udah malem kamu juga pasti udah ngantuk kan?" Aditya menggandeng tangan Rianti, membuka pintu dan mengajaknya masuk.
Rianti pasrah mengikuti Aditya.
"Aku lupa Tas kamu." Aditya menepuk jidatnya melupakan Tas besar milik Rianti yang di lupakannya.
"Ya udah aku ambil." Rianti berjalan ingin mengambil Tas nya yang masih di dalam mobil tapi Aditya menghentikannya.
"Nggak usah sayang aku aja yang ambil kamu masuk kamar aja duluan terus langsung tidur, lihat matamu juga udah keliatan ngantuk." Aditya berjalan keluar.
Rianti menatap punggung Aditya yang menghilang di balik pintu. matanya berkeliling melihat isi rumah yang masih sama, foto pernikahannya dan Aditya pun masih menghiasi dinding ruang tamu,
bibirnya tersenyum, ternyata Aditya tidak menurunkan foto itu.
Rianti berjalan menaiki tangga perlahan langkahnya terhenti di depan kamar Aditya, tampak ragu untuk masuk, namun akhirnya dia memilih masuk ke kamar tamu tempat terakhir kali dia dan Aditya bertengkar sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Aditya waktu itu.
Dia menatap pintu yang sempat rusak karena di tendang oleh Aditya namun kini kembali pintu itusudah utuh seperti semula.
Setelah puas mengamati semuanya Rianti masuk dan merebah kan tubuhnya di atas ranjang menarik selimut sampai ke pinggangnya.
Wanita itu sudah hampir terlelap saat di dengarnya Aditya memanggil namanya.
"Riantiii."
"Iiya aku disini Dit, kamar tamu." jawabnya.
"Kenapa tidur di sini?"
"Nggak apa Dit, aku takut ganggu kamu." sahut Rianti.
"Kamu masih marah sama aku?" Aditya menunjukkan wajah sendunya Membuat Rianti merasa bersalah.
"Maafkan aku." ujar Aditya seraya meraih tangan Rianti.
"Dit, aku udah maafin kamu, kamu jangan kayak gini."
"Tidur di kamar kita kalau gitu, jangan di sini."
"Iyaa, ya udah ayo pindah ke kamar kamu."
"Kita, itu kamar kita." Aditya meralat ucapan Rianti.
"Iyaa kita."
Aditya berjalan menggandeng tangan Rianti untuk memasuki kamar mereka.
Sekali lagi mata Rianti berkeliling menatap isi kamar.
Gorden kamar dan juga seprei ranjang berwarna ungu, warna kesukaan Rianti, padahal dia tau Aditya tidak menyukai warna itu, tapi kenapa sekarang warna itu malah sangat dominan di kamarnya
"Dit."
"Hhmm."
"Kenapa warna ungu?"
"Karena kamu suka warna itu." ujar Aditya sambil memeluk bahu Rianti dari belakang.
"Tapi kamu tidak suka." mata Rianti masih terus berkeliling.
"Aku akan belajar menyukai apa yang istriku suka mulai sekarang, Aditya memutar tubuh Rianti menghadapnya, keduamata mereka pun bertemu.
Rianti merasa malu lalu menundukkan wajahnya tapi Aditya memegang dagunya lembut dan mengangkatnya membuat Rianti kembali menatapnya.
"Aku sayang kamu." bisik nya kemudian dan nafas mereka pun saling beradu. bulu kuduk Rianti berdiri merinding begitu Aditya mendekatkan wajahnya di leher Rianti.
"Ki kita tidur, aku ngantuk." Rianti berkata gugup sambil berjalan menuju ranjang meninggalkan Aditya dengan posisi kepala miring ketika hendak mencium leher Rianti.
"Oke kita tidur malam ini. tapi tidak besok." ucapnya kemudian sambil menaiki ranjang mengambil posisi di samping Rianti yang sudah menenggelamkan seluruh badannya di balik selimut.
****