NovelToon NovelToon
Menikahi Perawan Tua

Menikahi Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Romansa / Dosen / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: dtyas

Spin Off Menikahi Pamanmu

Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen di kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.

Namun, kembalinya mantan Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka. “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.

Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai kondisi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara.

Follow medsos Author
instagram : dtyas_dtyas
facebook : dtyas auliah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma Bucin

“Aku boleh menyusul ke cafe?” tanya Nara.

Reka tersenyum sambil mengangguk, lalu melambaikan tangan sebelum bergegas meninggalkan Nara karena ada jadwal bertemu dengan dospemnya.

Nara membuka ponselnya yang tertinggal, beberapa panggilan tak terjawab dari Reka juga nomor yang tak dikenal yang Nara yakin itu adalah nomor Reno.

Mengabaikan Reno yang masih terus mengganggunya dan berencana menyampaikan hal ini pada Reka nanti sore. Memilih kembali larut dengan kesibukannya agar tidak terlalu khawatir dengan gangguan yang disebabkan oleh Reno.

Saat sore menjelang, Nara bersiap pulang. “Nara, kamu ikut pergi?” tanya Ardi.

“Pergi ke mana?”

“Ada yang ultah, terus mau traktir makan dan kemana gitu. Aku juga belum jelas,” sahut Ardi.

Nara terdiam, “Aku sepertinya nggak ikut, sudah ada janji.”

“Dengan suami kamu?” Nara mengangguk.

“Aku penasaran, siapa pria yang berhasil meluluhkan hati seorang Nara.” Nara tertawa, “Nanti juga kamu tau,” ucapnya.

Nara sudah tiba di cafe yang alamatnya sudah Reka share sejak tadi siang. Setelah memarkirkan mobilnya Nara melangkah masuk sambil mengamati situasi dan kondisi cafe. Cukup ramai dan lumayan luas. Ada beberapa area peruntukan pengunjung. Seperti di halaman samping dan beranda dengan konsep outdoor dan di dalam ruangan ber AC juga di lantai dua dengan konsep indoor.

Bahkan ada beberapa titik untuk spot berfoto. Di tengah area ada stage dan yang membuat Nara agak terkejut adalah Reka sedang berada di stage tersebut. Lebih tepatnya sedang mengisi acara, Reka bernyanyi. Salah satu informasi yang Nara baru tau.

Nara mengambil posisi meja yang berada di sudut ruangan, Reka melambaikan tangan saat melihat Nara di sela dia bernyanyi diiringi akustikan.

...

Lambaian tangan mengiringi langkahku

Terasa berat kau melepas diriku

Tiada terniat kita untuk berpisah

Jangan kau ragu, sayangku

Dermaga biru saksi bisu

Walaupun ku terlanjur, sayang

Meninggalkan dia yang ku cinta

Namun hatiku terasa berat

Pahit manisnya ku telan jua

...

(Dermaga Biru, Thomas Arya)

“Oke, berikutnya akan diisi oleh yang lain. Atau mungkin ada yang mau menyumbang suara, silahkan. Ahhh, selamat datang untuk Ibu Nara kesayangannya Reka,” ujar Reka membuat beberapa pengunjung bersorak dan bertepuk tangan.

Wajah Nara merona, apalagi saat atensi cafe menoleh padanya karena Reka menunjuk keberadaan Nara. 

“Kamu apaan sih, aku jadi malu,” ucap Nara sambil memukul lengan Reka saat bergabung di meja yang Nara pilih.

“Biar nggak ada yang berani goda kamu,” ucap Reka lalu meminta buku menu pada waiters.

“Kamu bisa nyanyi?”

“Hmm. Mau minum apa? Makan?” tanya Reka.

“Aku baru tau,” sahut Nara. “Jadi kamu kerja disini?” tanya Nara pada Reka yang masih asyik dengan buku menu.

“Lebih tepatnya pemilik tempat ini,” ujar seorang pria yang baru saja bergabung duduk di salah satu kursi kosong. Reka berdecak. “Kenalkan saya, Dion. Yang mengelola tempat ini, tapi pemiliknya ya Reka.”

“Wow, kejutan sekali,” ujar Nara.

“Oke, salam kenal Ibu Nara. Silahkan dinikmati suasananya, saya permisi dulu,” pamit Dion yang dibalas Reka dengan anggukan.

“Mau minum apa?”

“Apa aja, ternyata kamu penuh kejutan ya,” sahut Nara.

Reka hanya tersenyum. “Aku sudah beristri, jadi harus kerja keras untuk menafkahi istriku.”

Nara akan mencubit lengan Reka, tapi tangannya segera digenggam Reka. “Jangan cubit-cubit, yang lain aja,” ucapnya sambil mengerlingkan mata pada Nara.

Reka memanggil waitress, “Capucinno ice, Lemon tea ice, Chicken cordon bleu, kamu makan apa?”

“Nanti aja, belum lapar.”

“Itu aja,” ujar Reka sambil menyerahkan buku menu.

Reka menggeser kursinya di samping Nara.

“Reka.”

“Ra.”

Ucap keduanya berbarengan. “Kamu dulu,” titah Nara.

“Kamu aja dulu,” ujar Reka.

Nara menghela nafasnya sebelum bicara, “Ada kegiatan kemahasiswaan, acaranya sekitar dua minggu lagi. Kamu tau aku terlibat ‘kan?” tanya Nara.

“Hmm,” ujar Reka yang menyandarkan punggungnya pada kursi dengan wajah menghadap Nara menatap lekat pada istrinya.

“Kegiatannya tiga hari di daerah pegunungan, aku lupa nama tempatnya.”

“Lalu?”

“Aku sedang minta ijin kamu?”

“Hmm.”

“Reka, aku serius.”

“Aku juga,” ujar Reka mulai memainkan rambut Nara yang masih dicepol rapi.

Nara berdecak, “Ini artinya kamu mengijinkan aku berangkat ‘kan?”

“Tergantung,” ucap Reka.

“Maksudnya?”

“Tergantung cara kamu meyakinkan aku untuk mengijinkan kamu ikut kegiatan.”

“Caranya?”

“Kita bahas nanti,” ucap Reka karena waitress datang mengantarkan pesanan. Reka mulai menikmati hidangannya.

“Giliran kamu,” ucap Nara.

“Bunda minta kita pulang weekend ini.”

“Berarti besok dong.”

“Hmm. Kamu nggak ada acara ‘kan?”

Nara menggelengkan kepalanya.

“Dicariin di kampus taunya jadi bucin di sini,” ucap Yasa yang baru saja tiba.

 

1
Lastoyo Titik
👍👍👍
Mini Amora
udah baca... 👍👍👍
Repi ganz
🤭😄ketauan rekaaaa🤣🤣
Fat Imah
👍👍
Shee_👚
nikah sama Cindy juga boleh sama-sama g tau malu
Maya Mawardi
ternyata reka butuh kepastian cinta....hahay nggak nyangka banget
Maya Mawardi
ini lagi sapa coba
Maya Mawardi
bolehlah asal aman nggak diganggu oleh Reno
Maya Mawardi
ah sedikit kecewa
Maya Mawardi
ah reka ternyata kamu nggak sebrengsek gitu
Maya Mawardi
nah emang dah jodoh
Maya Mawardi
waduh untung reka cepat datang, kalo nggak masuk jurang si nara
Maya Mawardi
inilah yg Kusuka dari semua novel MBK author
Maya Mawardi
mulai salah paham
Maya Mawardi
harusnya Nara berterus terang agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari
Maya Mawardi
duh reka ....kok kamu kelewatan sih
Maya Mawardi
si reka kena batunya
Maya Mawardi
waduh reka...nggak punya akhlak
Maya Mawardi
kok reka gitu sih
echa purin
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!