Apa tujuan dari kehidupan?
Kekayaan?
Kekuasaan?
Kejayaan?
Tidak, tujuan dari kehidupan hanyalah kesenangan.
Ketika mereka mendapatkan kekayaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kekuasaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kejayaan, mereka senang.
Tujuan hidup sesimpel itu, pada akhirnya ketika mereka meraih tujuan, mereka akan senang.
Dan aku bereinkarnasi kedua kalinya untuk kesenangan.
Menggunakan segudang harta kekayaan dan pengetahuan, aku akan mencari kesenangan di kehidupanku yang ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hermit of Imagination, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
026. Bertemu lagi
Akhirnya aku keluar dari markas ordo Stella. Tak lama kemudian aku berada dijalan penuh keramaian.
Aku melihat mesin penjual otomatis di pinggir jalan yang menjual rokok. Aku langsung pergi ke benda itu.
"Beli yang apa ya? Biasanya yang mahal itu yang yang enak."
Aku tidak mengenal merek rokok didunia ini. Jadi hanya bisa pilih sembarangan.
"100 kristal? mahal." itu cukup mahal untuk satu bungkus rokok berisi 20 batang.
Sekalian aku juga beli korek.
Setelah itu menemukan tempat yang diizinkan merokok, sebelum menyalakan rokok.
"Fiuh." Aku menghembuskan asap sambil melihat pemandangan gemerlap kota. Meskipun itu sudah malam, kota itu masih ramai. pejalan kaki kesana-kemari tiada henti. Aku melihat keatas dan sebuah inspirasi datang.
Lagit malam yang penuh bintang.
Kota yang penuh dengan gemilang.
Kehidupan malam yang penuh gairah.
Memberi kesenangan yang begitu megah.
Aku sendirian berada di lautan kehidupan.
Tanpa ada cinta atau pertemanan.
"Sungguh menyedihkan." Aku berpikir. "Apa yang harus aku lakukan mulai sekarang."
Meskipun aku ingin mendirikan perusahaan, idenya tidak begitu menjanjikan kesuksesan. Aku bisa saja Menganti ide itu menjadi sesuatu yang brilian, yang bahkan jika aku ingin aku bisa menjadi raja dunia bisnis. Tapi, itu hanya akan membuat hidupku penuh dengan pekerjaan.
Mendirikan rumah makan juga bukan ide yang buruk, Pekerjaannya tidak begitu ketat, penghasilannya lumayan. Tapi tetap saja bagiku itu kurang kebebasan.
Yang paling enak itu jadi investor saham. Tapi itu memang pekerjaan dna nuga itu terlihat tidak menyenangkan.
Menjadi pemburu bukan pilihan yang buruk, tapi aku sudah bosan dengan monster.
Ide pertama mungkin adalah yang terbaik bagiku, meskipun itu kurang menjanjikan kesuksesan. Mendirikan perusahaan pekerja serabutan.
Aku akan menjadi penguasa perusahaanku sendiri, aku juga bisa mengumpulkan bawahan ku sendiri. Aku juga memiliki banyak waktu. Dan yang lebih menariknya lagi aku bisa mengumpulkan jenius untuk aku didik dan permainkan.
"Lagipula aku adalah penyihir. Fiuh." Aku menghembuskan asap rokok.
Alasan kenapa sihir bisa berkembang sampai sekarang, dikarenakan para pendahulu yang selalu mewariskan pengetahuannya. Mereka yang sudah matang, mereka yang akan mati, mereka yang memiliki murid, mereka yang ingin meninggalkan nama akan selalu mewariskan pengetahuan ke generasi selanjutnya.
Aku sebenarnya juga sudah pada tahap untuk mewariskan sesuatu. Tapi, sampai sekarang, aku belum pernah melakukannya. Itu dikarenakan, pertama, aku orang yang pelit, kedua, aku malas melakukannya.
Meskipun begitu, setelah aku pikir-pikir, melakukan itu adalah hal yang menarik, karena aku bisa merasakan rasa superior. Meski pada akhirnya aku tetap tidak akan mewariskan pengetahuan utamaku.
"Ayo lihat dulu distrik ini untuk cari tempat dimana memulai bisnis."
Aku membuang puntung rokok ku sebelum berjalan di jalan yang ramai itu.
Distrik Bricray, meskipun disebut sebagai distrik sunyi di kota Elenava, nyatanya ini sangat ramai. Mungkin itu dikarenakan pemerintah mulai mengolah distrik ini dengan benar.
Distrik ini sebenarnya diapit oleh distrik perbelanjaan dan juga distrik merah, selain itu ini juga dekat dengan distrik pusat dan juga distrik perumahan. Ini sebenarnya adalah lokasi yang cukup bagus.
Kebanyakan orang yang datang kesini adalah orang yang habis ngantor. Mereka yang ingin minum-minum sepulang kerja. Ada juga yang mungkin kesini karena tren bahwa ini adalah distrik baru.
Ketika aku berjalan-jalan, aku sama sekali tidak menemukan lokasi kosong yang bagus. Tentu saja lokasi yang bagus pasti sudah diamankan duluan oleh orang lain.
Justru aku menemukan toko benda sihir.
"Mampir dulu."
Itu adalah toko yang cukup besar, tapi ketika aku masuk itu hanya ada benda-benda sihir peringkat 1 dan kebanyakan tidak berguna untuk bertarung. Itu mungkin lantai satu ditujukan untuk orang biasa. Mungkin di lantai 2 dan seterusnya akan ada benda sihir yang berguna dipertarungkan, tapi apakah aku bisa masuk atau tidak adalah masalahnya.
Aku menghampiri pegawai toko terdekat.
"Permisi, apakah ada ada syarat untuk masuk ke lantai atas?"
"Untuk ke lantai atas hanya untuk pemburu atau yang sudah mempunyai izin." pegawai itu menjawab dengan sopan.
"Begitu, terimakasih."
Sialan. Haruskah aku menjual relik saja? Sejujurnya, stone flesh tidak begitu berguna untukku yang bertarung jarak jauh. Tapi, aku juga tidak begitu membutuhkan uang.
Hadiah yang aku dapat dari Stella itu 100.000 kristal, setelah digunakan untuk biaya masuk kota, beli koin kereta api, dan juga rokok, itu tersisa 99.820 kristal. Itu masih cukup banyak.
Lebih baik menyimpannya saja, lagipula untuk bertarung jarak dekat dan juga untuk pertahanan itu masih cukup berguna.
Aku tidak langsung keluar dari tempat itu, melihat-lihat disekitar juga tidak ada salahnya.
mungkin saja aku menemukan benda berharga yang dinilai sebagai peringkat 1.
tatapi setelah berkeliling selama 15 menit aku tidak menemukan juga. Kebetulan seperti itu memang bisa terjadi, tapi itu sangat jarang.
"Ini bagian terakhir." Jika tidak ada, aku akan keluar.
Di bagian ini cuma ada sekumpulan topeng dari berbagai jenis desain. Disana juga ada pengunjung toko seperti aku. Tapi, wanita ini sangat mencolok dibandingkan pengunjung lainnya.
Wanita ini memiliki tinggi sekitar 180 cm. Kulitnya sangat putih pucat dan tanpa cela sehalus genangan air. Dia tampak sangat langsing dengan tubuh yang proporsional. Dadanya tidak begitu besar ataupun kecil begitu juga dengan area lainnya, itu semua tampak sangat pas bagi ukuran seorang penyihir.
Dia mengenakan pakaian serba hitam. Celana jeans hitam panjang yang pas dengan kakinya, memperlihatkan lekukan kaki yang indah. Sabuk hitam yang terhubung dengan dua sarung pedang di kanan kiri yang masing-masing terisi pedang. Sepatu boots hitam bergaya militer. Sarung tangan yang menutupi keseluruhan jari. Mengenakan kemeja hitam polos yang longgar ditutupi oleh mantel hitam panjang yang bagin bawahnya terpisah menjadi tiga bagian. Wanita ini sangat mencolok dengan pakaian serba hitam.
Tapi, yang paling menonjol adalah rambutnya yang panjang lurus sepinggang memiliki warna hitam gelap yang sempurna, mampu menyerap cahaya secara keseluruhan tanpa memantulkannya, itu jelas bukan rambut yang biasa dimiliki manusia. Dan juga, dia memiliki mata yang sangat hitam legam yang mana seperti ada jurang kegelapan di dalamnya.
Suasana disekitar wanita ini sangat tenang, tapi bukannya mengandung keanggunan, itu memancarkan rasa arogan. Membuat orang disekitarnya mereka rendahan dan menjadi tidak nyaman.
Ini wanita jelas berasal dari sebuah keluarga spesial, mungkin keluarga kuno yang memiliki garis darah makhluk abadi. Naga mungkin. Suasana yang disekitarnya tampak seperti suasana yang dimiliki naga.
Aku tidak peduli, secantik cantiknya dia, sekuat-kuatnya dia, aku tidak peduli. Tujuanku adalah hidup tenang dan nyaman, jika aku berurusan dengan orang seperti ini, entah kenapa aku merasa akan ada banyak masalah yang datang. Ini bukan hanya berasal dari perasaanku saja, pengalamanku membuktikan bahwa orang seperti ini dicintai masalah.
Tapi, entah kenapa aku merasa pernah ketemu?
Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, itu cuma perasaanku.
Pada akhirnya aku mengalihkan perhatianku ke topeng-topeng ini. Itu memiliki berbagai bentuk warna dan juga variasi. Tapi, semuanya hanya benda sihir peringkat 1.
Ada berbagai macam desain, seperti kucing, anjing kelinci, ada juga yang seperti wajah manusia dengan berbagai ekspresi.
"Oh."
Akhirnya aku menemukannya setelah berkeliling ke toko ini, benda tersembunyi yang salah dinilai peringkatnya.
Itu adalah topeng warna putih dengan desain kucing. Aku mengulurkan tangan meraih topeng ini, tapi, ada juga yang meraihnya sehingga tangan kami bersentuhan. Aku dibawah, dan tangannya di atas.
Tanpa sadar, aku menoleh ke samping. Itu ternyata adalah tangan wanita dengan rambut hitam gelap sempurna.
Karena kami saling menoleh, mata kami berpapasan. Iris matanya benar-benar gelap tanpa ada cahaya yang dipantulkan.
Ketika wanita itu melihatku, dia tersenyum dan berkata.
"Bukankah ini adalah yang membunuh minotaur yang ada di hutan itu."
"Eh.".
Aku berharap bahwa aku salah dengar.
pakai nama aja Thor
saudaraku mohon ini yg sering baca novel saya gk enak baca pakai pihak pertama
Salam Permata Elemen.
🔥SEMANGAT TERUS THOR NGETIKNYA👏👏👏🔥
'setelah meminumnya' yang bener thor