Abhi Athaillah. Seorang lelaki yang sedari kecil merawat ibu nya yang mengalami gangguan jiwa harus menikah dengan wanita yang juga mengalami gangguan jiwa. Siapakah wanita itu? Akankah Abhi mencintai wanita gila itu? Dan akankah wanita itu menerima Abhi sebagai suami nya setelah kembali sehat? Mohon like, and koment nya. Serta dukungannya ya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 Merahasiakan Kesembuhan Tania
"Tut... Tut.... Tut.... "
Suara telpon yang tak terhubung. Suryo dari tadi menghubungi Abhi namun usahanya sia-sia karena sahabat nya itu sedang berada di danau yang dimana sulitnya sinyal disana.
"Kemana Abhi!"
Suryo memijat keningnya yang tak sakit. Ia ingin memberi tahu Abhi agar berhati-hati berbicara dan bersikap karena pesan masuk dari temannya yang ia utus untuk memeriksa kondisi Tania.
Suryo terpikirkan untuk menghubungi dokter yang ia minta untuk memeriksa Tania tadi.
📱 "Halo."
📱"Halo. Ya ada apa dokter?"
📱"Berikan ponsel mu pada Abhi."
📱 " Maaf dokter Abhi tidak ada. Dia lagi keluar kemungkinan setengah jam lagi kembali."
📱"..... "
📱"Halo.... Halo...."
📱"Dimana kamu? cepat ganti dengan video call."
📱 "Tan-Tania."
Suryo seketika menutup panggilan nya dengan tiba-tiba.
Lalu ia menghubungi lagi Tania dengan saluran video.
📱"Jangan tersenyum. Senyum mu tidak aku butuhkan! Cepat kemari. aku butuh penjelasan mu!"
📱"Ta-Tapi...."
📱"Tidak ada tapi-tapian. Besok aku butuh melihat batang hidung mu yang pesek itu. Satu lagi. Rahasiakan kesembuhan ku dari lelaki yang kau jadikan suami ku itu!"
📱"Ba-Baik." (Suara Suryo terdengar gentar dan Mimi wajahnya pun terlihat takut dan cemas)
Tania memutuskan sambungan telpon nya. Ia menyerahkan kepada dokter yang sedikit lebih muda dari Suryo. Tania berjalan dengan mode Maharani nya.
"Rahasiakan tentang kesembuhan ku dari suami ku!"
"Baik"
Dokter tadi meninggalkan Tania yang sedang menikmati sebuah jus jeruk sambil memikirkan sesuatu yang mulai mengganggu pikirannya.
"Kamu mau bermain-main dengan aku Tante Mirna. Tega kau masukan keponakan mu ke dalam rumah sakit jiwa hanya demi harta. Kita lihat pembalasan ku. Kamu akan menyesal telah memulai genderang perang dengan ku!"
Saat Tania sibuk dengan pikirannya, Abhi masih menikmati es teh nya bersama dua perempuan berkerudung.
"Bang, Kok Abang bisa sabar banget sih. dulu ngerawat ibunya Abang. Sekarang istri Abang juga sama kayak ibunya Abang."
"Kita hidup di dunia ini tidak bisa memilih takdir yang harus kita jalani Mah."
"Lah terus gimana sih bang bisa itu ngerawat maaf orang yang ga sehat pikiran nya."
"Sabar sama kasih sayang. Plus obat-obat yang mendukung untuk penyakit mereka Mah"
Tina melirik Abhi. Abhi yang sadar salah kata tentang kasih sayang pun mengusap lehernya yang tidak sakit.
"Udah ah ayo pulang. Sudah siang ini."
Imah sudah beranjak dari tempat nya dan menaiki motor maticnya.
"Tina biar Aku yang antar ma daripada kamu mondar mandir ngantar Tina."
"Ya wes Ndak apa-apa. Tapi siapin headset bang. Klo Emaknya Tina ngomel udah Soak kuping kita bang hahaha....."
"Markonah...."
Tina melotot ke arah Imah yang telah melajukan motornya sambil mengelak dari cubitan Tina.
"Da Tinaaa.... Jangan lupa RPP ku besok di Bawak ya jeng."
Suara melengking khas Imah terdengar nyaring.
Tina terpaku ketika Abhi yang telah menghidupkan motornya berhenti disamping dirinya.
"Ayo Tin.
"Apa ga jadi omongan orang bang? dulu aja kita sering diomongin orang kalau berboncengan."
"Mulai sekarang bukan tentang orang. Tapi tentang kita ok. Ayo buk Guru hari mulai mendung."
Tina akhirnya naik ke atas motor Abhi. Ia berpegangan pada jok belakang. Tak butuh waktu lama untuk tiba di rumah Tina. Cukup 20 menit akhirnya Abhi telah memarkir kan motornya didepan teras sebuah rumah yang sangat asri karena banyaknya tanaman di teras rumah tersebut.
Tina turun dari motor. Namun seorang wanita yang duduk di teras cepat menghampiri Tina dan Abhi yang sedang saling pandang.
"Tinaaaa!"
kka sebutir debu.. maa syaaAlloh rindu akan ilmumu.. kak /Sob/ gmna kbarnya kka?? sejak tahu novel yg kka belum up sya gak buka noteltoon lagi.. tp sekarng bbrpa hri tiba2 mau buka lagi ternyata kka bkin karya baru..
makasih kak../Rose/
alhamdulillah ibu kinan bener" sdh sembuh