NovelToon NovelToon
Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Militer
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Ini adalah novel ringan yang terkadang terjadi di kalangan anggota militer, soal kehidupan rumah tangga, percintaan dan pekerjaan dari seorang abdi negara.

Di dalamnya tidak hanya mengisahkan satu cerita rumah tangga, tapi ada beberapa percintaan beberapa orang anggota dan bagaimana penyelesaian pelik saat mereka harus bertatap muka dalam satu lingkungan kerja padahal mereka sedang memiliki masalah pribadi di luar pekerjaan.

Story 1. Tak bisa kita menolak datangnya cinta dan menjatuhkan pada siapa. Saat R. Ranggi Tanuja tiba di Batalyon baru.. hatinya tergerak pada wanita yang salah, tapi takdir Tuhan sungguh tak bisa di tebak. Perasaan sayang itu sungguh semakin besar dan tidak dapat di kendalikan.

Story 2. Berawal dari pertemuan di sebuah angkot.. mereka berkenalan dan Dinar salah menebak pria yang berkenalan dengannya.

Sang om tentara yang awalnya hanya ingin kenal.. akhirnya pun punya benih cinta untuk Dinar.

Tidak ada yang menyangka jalannya cinta om baju loreng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Geger.

Hana tak sanggup melihat semuanya. Ia berlari keluar ikut memisahkan Bang Ranggi dan Bang Hasdin.

"Abaang..!!" pekik Hana saat melihat Bang Ares ikut terhantam tangan Bang Ranggi.

"Hana minggir..!!" teriak Bang Ares.

Hana berusaha menarik tangan Bang Ranggi tapi pria itu sama sekali tidak bergeming bahkan berhenti pun tidak sampai akhirnya ia memeluk Bang Ranggi.

"Cukup Bang..!! Jangan sakiti ayahnya Cherry" pinta Hana sesenggukan.

Bang Ranggi tertegun mendapatkan pelukan hangat dari Hana. Refleks ia mengangkat kedua tangannya karena Hana adalah istri orang. Tapi saat itu terlihat Bang Hasdin begitu terbakar emosi dan hendak melayangkan tamparannya untuk Hana.. Bang Ranggi memutar badannya dan memeluk Hana melindungi wanita itu dari amukan Bang Hasdin.

Tau Bang Ranggi melindungi istrinya.. Bang Hasdin mengambil pisau lipat di tangannya dan mengayunkannya membabi buta.

Paham kondisinya sangat tidak baik untuk Hana.. Bang Ranggi menjauhkan Hana dan......

...

Bang Ranggi menggigit bibirnya dengan kuat menahan sakit akibat tusukan pisau dari Bang Hasdin.

"Sakit ya Bang?" tanya Hana semakin sesenggukan.

Bang Ranggi tersenyum di hadapan Hana.

"Nggak kok, seperti di cakar gorila aja" jawab Bang Ranggi.

"Berarti nggak sakit Bang?" tanya Hana lagi.

Bang Ranggi ingin tertawa tapi luka sobek di perutnya terasa begitu nyeri. Darah mengucur dari sela jarinya.

"Di jahit dulu ya pak..!!" kata seorang perawat wanita.

Dengan cekatan perawat itu menyiapkan jarum untuk Bang Ranggi.

"Saya bisa di rawat disini saja nggak mbak? kalau perawatnya cantik begini.. saya betah di rawat disini" goda Bang Ranggi.

Perawat tersebut tersenyum malu-malu mendapat perhatian kecil dari Bang Ranggi.

"Bapak bisa saja. Nanti ibu marah lho" kata perawat tersebut kemudian menjahit luka Bang Ranggi.

"Saya ini perjaka ting-ting. Suci tanpa noda.. bisanya menodai"

"Huusshh.. nggak aturan omonganmu..!!!!" Bang Ares menegur ucapan Bang Ranggi yang selalu onar.

"Mumpung belum ada istri, nggak apa-apa lah seleksi sedikit cari mamanya anak-anak. Kalau sudah menikah khan cintaku hanya untuk mamanya anak-anak. Benar nggak dek?" tanya Bang Ranggi sembari melirik Hana yang tanpa sadar sejak tadi menatap wajahnya.

"Iya Bang. Eehh.. itu maksud Hana.. iya lebih baik begitu" jawab Hana malu-malu.

"Kau ini..!!" geram sekali rasanya Bang Ares melihat tingkah Bang Ranggi dan Hana.

"Cepat kembali ke kamar. Cherry mencarimu. Biar si kadal belang ini ku tumbuk dulu jadi perkedel..!!"

"Iya Bang" Hana pun pergi dari ruang tindakan tapi matanya masih sempat mencuri pandang ke arah Bang Ranggi dan pria itu sempat melempar senyum tipis untuk Hana.

"Ku colok juga matamu ya..!! Hana masih istrinya Hasdin" tegur Bang Ares.

"Kau itu paham atau tidak sudah hampir membuat Hasdin mati. Dimana pikiranmu itu??"

"Yang penting dia masih nafas, itu sudah cukup" jawab Bang Ranggi enteng.

"Kau gila Ranggi. Kalau dia mati.. kau bisa berkasus" kata Bang Ares.

Perawat sudah selesai merawat Bang Ranggi dan segera berpamitan meninggalkan tempat. Tak lupa Bang Ranggi menebar senyum termanisnya.

"Terima kasih"

Wajah Bang Ranggi kembali berubah kaku.

"Lalu apa dia akan baik-baik saja setelah menduakan adikmu? Status pengajuan nikah Hasdin baru kulihat tapi dia sudah menikah dengan putri seorang perwira. Kau pikir nantinya status siapa yang akan naik ke permukaan??" ucap Bang Ranggi.

"Putri siapa dia?" tanya Bang Ares mulai geram.

"Pak Ganda" jawab Bang Ranggi.

"B*****t, apa dia tidak tau Hasdin sudah beristri????"

"Pak Ganda tau, tapi Citra tidak.. dia hanya tau papanya menjodohkan dirinya dengan seorang anggota." Jawab Bang Ranggi jujur.

"Setelah kau tau.. apa kau tidak ingin membunuh Hasdin?? Ini pistol ku nganggur"

"Ya Tuhan, benar-benar syaiton kau ya..!!"

Bang Ranggi hanya tersenyum getir.

"Aku tidak tega melihat Hana dan Cherry. Aku akan bertanggung jawab atas masalah yang aku timbulkan karena pengakuanku"

"Dengan cara apa?" tanya Bang Ares.

"Itu rahasia ku. Untuk apa kau mau tau saja???" jawaban Bang Ranggi itu sungguh membuat gemas.

"Hmm.. ngomong-ngomong.. Itu donor kornea mata dari siapa?" Bang Ares berhati-hati bertanya, takut Bang Ranggi akan tersinggung.

"Itu mata salah satu adik kembarku. Gadisku yang berharga" jawab Bang Ranggi menahan getir dalam hati.

"Aku ingin selalu melihat dirinya.. walau hanya dalam mata Cherry"

"Tak tau aku harus berkata apa. Maaf.. dan terima kasih banyak. Entah bagaimana harus membalas segalanya" ucap Bang Ares.

"Kau tidak iri dengki dengan ketampanan ku saja itu sudah cukup" jawab Bang Ranggi.

"Semprul tenan kok kowe iki" umpat Bang Ares sambil menepak bahu Bang Ranggi.

"Aaawwhh.. sakiit mas" pekik Bang Ranggi.

"Astaga.. jijik Ranggiiiiiii..!!!!!!!!"

***

Plaaaaakkk.. buuugghhh...

Danyon menghajar Bang Ranggi dan Bang Hasdin berkali-kali hingga keduanya terjungkal.

"Saya mendapat teguran dari Pak Ganda.. kenapa kamu salah menulis nama istri Hasdin? Nama istri Hasdin itu Citra.. bukan Hana. Siapa Hana??" bentak Danyon.

"Man_tan istri saya Dan. Jawab Bang Hasdin lantang karena terbawa emosi.

"Dan Hana calon istri saya Dan. Ini hanya salah paham" jawab Bang Ranggi.

Bang Hasdin melirik Bang Ranggi, tangannya mengepal kuat.

"Kamu mau bekasnya Hasdin????? Mantan istri Hasdin???????" tanya Danyon tidak percaya.

"Tidak ada yang salah dengan statusnya dan saya yakin tidak ada satupun wanita yang menginginkan predikat itu. Jika memang pernikahan Hasdin dan Hana adalah suatu kesalahan.. biar saya yang akan berusaha memperbaiki semuanya" jawab Bang Ranggi. Kata-kata itu tak dapat ia cegah hingga saat Bang Ares datang mengantarkan Hana ke ruang Danyon.

"Ambilah Hana untukmu. Aku juga tidak butuh wanita yang lebih membela orang lain dari pada suaminya sendiri" ucap Bang Hasdin.

"Lalu Abang mau apa?" tanya Hana.

"Mulai detik ini.. saya talak kamu Retna Hana Auliani Baiz" terlepas sudah kata tidak pantas dari bibir Bang Hasdin.

Dada Bang Ares rasanya meradang. Ia sungguh tidak terima adiknya di perlakukan tidak manusiawi.

Tapi tak menyangka Hana seakan tegar.

"Baiklah Bang, keputusan itu memang ada di tangan Abang. Jika memang Abang lebih bahagia bersama wanita pilihan Abang.. Hana harus bilang apa. Hana sadari pernikahan kita hanya untuk menyelamatkan Cherry.

"Pergilah.. kamu bukan istriku lagi"

Bang Ares hendak menghantamnya tapi kaki Bang Ranggi sudah lebih dulu menghantam Bang Hasdin hingga tidak sadarkan diri.

"Sudah Bang..!! Hana nggak apa-apa" Hana menarik tangan Bang Ranggi.

"Kamu nggak apa-apa. Tapi hati Abang sakit. Abang mau punya spesies macam dia. Abang ini laki-laki tulen, nggak jadi-jadian" bentak Bang Ranggi tapi sesaat kemudian ekspresi wajahnya berubah melihat mata Hana berkaca-kaca.

"Eeehh.. jangan nangis..!!" Bang Ranggi kelabakan melihat Hana menangis.

"Aduuuhh.. piye to iki?? Abang belikan es krim ya dek" bujuk Bang Ranggi.

"Memangnya Hana anak kecil" protes Hana.

"Lah.. kalau minta kawin jangan sekarang donk. Abang belum persiapan" jawab Bang Ranggi memasang wajah nakal.

"Heeeeehh.. pengen mati kau rupanya" tegur keras Bang Ares.

.

.

.

.

1
Sofia VV
nikah siri kah kok kilat....bukane ribet ya nikah am tentara...
kok pd disembunyiin jujur donk dinar sm bang hasdin kasihan....bang ares jg sm shabat hrus jujur
Nuraisyah
seruuu.. tp pngn taun gimana mama Dinar dan papa Ares beserta anak anak nya..
Yukavi Tata
suka sekali alur ceritanya thor bikin greget gemes semangat terus Thor
werdi kaboel
semoga bang Ranggi selalu dalam lindungan Nya. Siap menjalankan tugas Negara.
Fiani Arifin Arifin
🤣🤣🤣🤣
Fiani Arifin Arifin
karyamu bener2 amejing Thor, bikin nangis dan tawa koyo wong edan aku 😄
Al Fatih
alur ceritanya kayak permen nano2....,, manis asem pedas,, kadang ngakak,, kadang nangis,, kadang greget,, campur aduk,, menghibur bngt ka Nara ...,, makasih utk karyanya
Al Fatih
opa Rico 😭😭😭😭,, aq sudah baca kisahmu dgn Oma Jihan....
Al Fatih
opa Garin sudah berpulang ya...😭
Al Fatih
jadi serba salah faham kan....
Al Fatih
iya betul,, ternyata bang ranggi anakx papa Rico dan mama Jihan....,, barusan baca kisah mrk,, ngambil acak,, ternyata kisah anaknya 🤭
Al Fatih
aku suka tiap karya ka Nara ...,,
Al Fatih
ternyata bukan bukan suaminya Hana yg jadi penerus papa Garin...,, tapi bang ranggi....
Al Fatih
ka Nara. ,, nanti ga ad scene dmn bang hasdin donorx matanya utk Cherryl kan? ga ap2 sih,, tp kan itu berarti....😭😭😭
Al Fatih
apakah nanti bang hasdin seperti papa Garin....,, juaranya bikin ngakak tanpa liat sikon 😅
Al Fatih
jangan bosan ya ka Nara,, aq mampir lagi nih....
Risma Riskita
Luar biasa
Sunarti Mantingan
bagud
Nina Maryanie
asem kecut nya rumah tangga yo mas ranggi...
Nina Maryanie
jadi kangen somplak nya opa sanca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!