NovelToon NovelToon
Cinta Belum Usai (Hamil Diluar Nikah)

Cinta Belum Usai (Hamil Diluar Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: ila akbar

Tolong bijak dalam membaca.!

Novel ini mengandung 21+ dengan tingkatan level neraka jahanam.! 😂 Jadi untuk para bocil-bocil yang mau baca novel ini tolong skip dibagian tertentu 👍

Renata Raharja, seorang Dokter kandungan yang terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya. Ia cerdas, cantik, baik dan sangat berprestasi.

Namun sayang, semuanya itu hancur ketika ia bertemu dengan Diki, seorang pria yang terlahir dari keluarga biasa saja, yang sudah berhasil mencuri hatinya, dan juga keperawanannya, hingga akhirnya ia pun hamil diluar nikah.

Kira-kira seperti apakah kelanjutan ceritanya.?
Baca terus novel ku ini.!

######

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ila akbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26.

"Om, Om kenapa.? Kok dari tadi Om diem aja.?" Ucap Laura yang sekarang ini sudah berada di gendongannya.

"Oh e, e, enggak, Om enggak papa." Ucap Diki lagi-lagi gugup.

"Ya udah ayo kita kesana.!" Ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah tukang balon tersebut, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah sambil terus menggendongnya, namun selama berada di gendongannya, Laura itu tidak bisa diem, dengan bawelnya ia pun terus dan terus mengajaknya ngobrol.

"Om, Om, Om baik deh.! Ganteng lagi. Boleh enggak kalau mulai sekarang, Laura panggil Om itu, Om ganteng.?" Ucap Laura yang masih berada di gendongannya sambil terus memandangi wajah tampannya, dengan polosnya ia berbicara seperti itu, sehingga membuat Diki pun lagi-lagi tersenyum karena lucu mendengarnya.

"Om, kok Om dari tadi senyum-senyum mulu.? Boleh enggak kalau mulai sekarang Laura panggil Om itu, Om ganteng.?" Ucap Laura mencoba untuk meminta izin lagi kepadanya.

"Oh enggaaaak, Om enggak papa.! Om cuma lucu aja dengernya. Ya udah kalau Laura mau panggil kayak gitu sama Om, Om enggak papa kok.!" Ucap Diki sambil terus tersenyum.

"Oh iya.! Tapi ngomong-ngomong, emang Om ini ganteng yah.?" Ucapnya lagi merasa tak percaya diri.

"Iya, Om ini ganteeeeng banget, baik lagi." Ucap Laura sambil tersenyum, namun dengan secara tiba-tiba ia pun langsung terdiam sambil cemberut.

"Coba aja kalau papah Laura udah pulang, pasti papah Laura juga sama deh ganteng nya kayak Om.!" Ucapnya lagi sedih sambil terus cemberut, sehingga membuat Diki pun penasaran.

"Udah pulang, emang papah Laura kemana.?" Ucapnya.

"Laura juga enggak tau Om, soalnya Laura juga belum pernah ketemu sama papah Laura.! Tapi kata mommy, papah Laura itu lagi kerja, lagi cari uang buat Laura sekolah. Tapi kok kalau papah Laura lagi kerja, papah Laura enggak pulang-pulang sih sampai sekarang.?" Ucap Laura semakin sedih, sehingga membuat Diki pun semakin kasihan dan tak tega melihatnya.

"Ya udah, ya udah.! Laura jangan sedih lagi yaaaaah.?" Ucapnya dengan penuh perhatiannya sambil mengusap-usap rambutnya.

"Tuh tukang balonnya udah deket.! Kita beli yuk sekarang.?" Ucapnya lagi sambil tersenyum dan menunjuk kearah tukang balon tersebut yang sekarang ini sudah berada tepat di hadapannya.

"Om, Om, Laura mau turun Om.! Laura mau pilih balon sendiri aja." Ucap Laura meminta buru-buru turun dari gendongannya dengan tergesa-gesa karena saking senang dan tak sabarnya.

"Ya udah, iya, iya.! Laura Om turunin yaaaah sekarang." Ucap Diki sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru menurunkannya dari gendongannya itu.

"Horeeee.! Laura beli balon, horeeee.!" Teriak Laura sambil tersenyum kegirangan karena saking senangnya, sehingga membuat Diki pun lagi-lagi tersenyum melihatnya.

"Ternyata bikin bahagia anak kecil itu gampang yah.? Tinggal dikasih balon aja, langsung bahagia kayak gitu.!" Ucapnya dalam hati, sambil terus tersenyum dan terus menatapnya yang sekarang ini sedang sibuk memilih-milih balon kesukaannya itu.

"Sekarang Laura mau beli balon yang mana yah.? Balon yang ini lucu, tapi balon yang ini juga bagus, kalau yang ini.! Laura juga suka. Eeemmm, Laura pilih yang mana yah.?" Ucapnya bingung, karena balon yang ia suka itu terlalu banyak.

"Lihat Laura sebahagia ini, gw jadi inget sama anak gw.! Kira-kira anak gw sekarang ini dimana yah.? Dan kira-kira juga, anak gw itu bahagia apa enggak yah sekarang.?" Ucap Diki lagi dalam hati sedih, karena memikirkan bagaimana dengan nasib anaknya sekarang ini. Kemudian ia pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar sambil melihat jam di tangannya.

"Aduuuuh.! Enggak terasa udah sing juga nih.!" Ucapnya.

"Laura, udah belum pilih balonnya.?" Ucapnya lagi, ia bertanya seperti itu karena sekarang ini ia harus buru-buru berangkat ke kantor.

"Belum Om, soalnya semuanya bagus.! Jadinya Laura bingung deh.!" Ucap Laura masih kebingungan.

"Ya udah, Laura beli aja semua balon yang Laura suka.!" Ucap Diki serius, sehingga membuat Laura pun kaget dan tak percaya.

"A, a, apa.! Om serius.? Laura boleh beli semua balon yang Laura suka.?" Ucapnya gugup karena saking senangnya.

"Iyaaaa, boleh." Ucap Diki mencoba untuk meyakinkannya lagi sambil tersenyum, hingga akhirnya Laura pun langsung membeli semua balon-balon kesukaannya itu.

"Asyiiik.! Laura punya balon banyak Asyiiiiik.!" Ucap Laura sambil tersenyum kegirangan memandangi balon-balon kesukaannya itu yang sudah Diki, Om gantengnya itu belikan untuknya.

"Oh iya Laura, rumah Laura dimana.? Ayo sekarang pulang, biar Om anter.!" Ucap Diki serius mau mengantarkannya pulang.

"R, r, rumah Laura.? R, r rumah Laura dimana yah.? Sekarang Laura ada dimana.?" Ucap Laura gugup dan bingung dengan raut wajah yang sangat ketakutan, karena sepertinya sekarang ini ia sedang tersesat karena tadi itu ia mengejar-ngejar balonnya itu yang terbang entah kemana dari rumahnya dan tak terasa sampai dipinggiran jalan tersebut. Kemudian ia pun langsung menangis.

"Hiks,, hiks,, momyyyyy, hiks,, hiks,, sekarang Laura dimana.? Hiks,, hiks,, Laura takut, hiks,, hiks,, Laura takut enggak bisa ketemu mommy lagiiiii." Ucapnya sambil menangis histeris, sehingga membuat Diki pun sedikit panik karena melihatnya menangis seperti itu dipinggiran jalan.

"Ssstttttt.! Udah, udah, udah, Laura jangan nangis yaaah.? A, a, ayo sekarang biar Om anter.! K, k, kita cari rumah Laura bareng-bareng." Ucapnya gugup, karena ia tidak tau bagaimana caranya untuk membuatnya berhenti menangis.

"Hiks,, hiks,, tapi Laura enggak tau hiks,, hiks,, rumah Laura diman,,,,,," Seketika ucapan Laura itu pun terpotong.

"Ya ampun non Lauraaaa.! Non Laura ini dari mana aja.? Dari tadi kita semua itu panik nyari-nyari non Laura.!" Ucap baby sitter Laura yang sedang berdiri tepat di hadapan mereka berdua, dengan raut wajah yang sangat panik karena ia sudah dari tadi mencari-carinya.

"Hiks,, hiks,, Mba Atuuuun.?" Ucap Laura kaget, kemudian ia pun langsung buru-buru memeluknya dengan sangat erat karena saking leganya.

"Ya ampun pak, makasih yah pak.? Bapak udah mau nolongin Laura.? Makasih yah pak.?" Ucap Mba Atun bener-bener merasa berterima kasih kepada Diki yang sekarang ini masih berdiri di hadapannya itu.

"Iya enggak papa." Ucap Diki sambil tersenyum.

"Lain kali Laura enggak boleh kayak gini lagi yah.! Laura ini kan masih baru tinggal disin,,,,,," Seketika ucapan Atun terpotong, karena tiba-tiba Laura melihat mobil mommy nya yang sedang berhenti tepat di persimpangan jalan tersebut.

"Mba Atun, Mba Atun.! Itu mobil mommy.! Ayo Mba Atun, kita cepet-cepet kesana.!" Ucapnya dengan sangat tergesa-gesa karena saking senangnya akhirnya ia tidak jadi tersesat dan bisa bertemu lagi dengan mommy tersayangnya itu.

"Om ganteng, Om ganteng.! Ayo Om ganteng sekarang ikut Laura.! Biar Laura kenalin Om ganteng sama mommy Laura." Ucapnya lagi masih tergesa-gesa sambil menarik-narik tangannya untuk ikut dengannya karena ia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat mengenalkannya dengan mommy nya itu.

"S, s, sorry Laura.! Kayaknya Om enggak bisa deh, soalnya sekarang ini Om harus cepat-cepat berangkat ke kantor.! Soalnya dari tadi bos Om itu udah teleponin Om terus." Ucap Diki serius, kalau ternyata dari tadi pak Erik sudah berkali-kali meneleponnya.

"Yaaaah, kok Om ganteng gitu sih.? Om ganteng jahat sama Laura.!" Ucap Laura ngambek sambil cemberut.

"Non Lauraaa, non Laura enggak boleh kayak gitu.! Kan Om ganteng nya sekarang mau kerja dulu, nanti Om gantengnya dimarahin loh sama bos nya Om ganteng di kantor, karena telat masuk kerjanya gara-gara nganterin non Laura.! Emang non Laura mau.?" Ucap Mba Atun mencoba untuk menasehatinya dengan sangat pelan.

"Tapi kan Laura pengin kenalin Om ganteng sama mommy Lau,,,,," Seketika ucapan Laura itu pun terpotong, karena tiba-tiba Diki langsung jongkok tepat dihadapannya.

"Laura sayaaaang, bener apa kata Mba Atun.! Om ini harus ke kantor sekarang, nanti kalau Om ini sampai dipecat sama bos Om, gimana.?" Ucap Diki mencoba untuk menasehatinya seperti itu.

"Om janji deh sama Laura.! Kapan-kapan kalau kita ketemu lagi, Om janji.! Om bakalan kenalan sama Mommy Laura, yaaaah.?" Ucapnya lagi dengan sangat pelan, sambil mengusap-ngusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.

"Tapi beneran yah, Om janji.! Om enggak boleh bohong sama Laura.!" Ucap Laura masih cemberut.

"Iyaaaa." Ucap Diki sambil tersenyum.

"Ya udah, kalau gitu sekarang Laura senyum dong.! Jangan cemberut terus kayak gini, nanti cantiknya ilang loh." Ucapnya lagi mencoba untuk merayunya, hingga akhirnya Laura pun tersenyum.

"Nah gitu dooong.! Kalau senyum kayak gini kan Laura cantik." Ucap Diki.

"Ya udah yah pak.! Saya sama non Laura pamit dulu." Ucap Mba Atun dengan sopan, kemudian ia pun langsung mengandeng tangan Laura dan langsung melangkah menuju mobil mommy Laura yang sekarang ini masih berhenti tepat di persimpangan jalan tersebut.

"Dadah Om ganteeeeng.?" Teriak Laura sambil tersenyum menatap ke arahnya.

"Dadah Lauraaaa." Teriak Diki sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung terdiam.

"Kenapa hati gw ini terasa berat banget yah pisah sama Laura.?" Ucapnya dalam hati bingung, dengan raut wajah yang sangat sedih, sambil terus menatap ke arahnya yang sekarang ini sudah sampai di tempat tersebut.

"Ya ampun Lauraaaa.! Kamu ini dari mana aja.? Dari tadi itu mommy panik banget tau nyari-nyari kamu.! Sekarang ini kamu baik-baik aja kan.? Kamu enggak papa kan.? Enggak ada sesuatu hal buruk yang terjadi sama kamu kan.?" Ucap seorang perempuan dari balik mobil tersebut yang pastinya adalah mommy Laura, dengan suara tergesa-gesa karena saking paniknya sambil menangis, akan tetapi Diki tidak bisa melihatnya karena kehalangan mobil tersebut.

"Hemmm, ternyata mommy Laura baik juga. Syukur deh kalau gitu.!" Ucap Diki sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru masuk lagi ke dalam mobilnya dan mengendarainya dengan sangat tinggi menuju kantornya.

1
Airhujan
semangat ka. mampir iya😊
Phinoethz
jdi penasaran aku nya
jadi degdeg an thor
Phinoethz
Lanjut donk thor
Wawa Balqis
kpn up thor
adera14
?
bening
lanjut thor
Desi Forever
bunuh aja tuh diki
Wawa Balqis
up tiap hari thor biar tahu ceritanya sampai end thor
Viaa
lanjut kak, suka ceritanya
Devi Ana Safara
Jangan terlalu lama ngantung gini ceritanya...plis update tiap hari donk
Wawa Balqis
lanjut
Wawa Balqis
lannjut
adera14
semangat thorr💪💪💪
Wawa Balqis
bukan nya marcell adik renata thor ,dan dia yg mencelakai istri devano
Ila Akbar 🇮🇩: Iya bener kak. Tapi dicerita ini sengaja author edit supaya pembaca baru bisa paham dengan alur ceritanya 🙏 dan untuk kakak pembaca lama, nanti langsung baca aja episode lanjutan dari novel DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU di novel ini, tapi untuk sekarang belum author tulis lanjutannya, karena author belum selesai memindahkan semua episode Renata dan Diki ke novel ini. Sekali lagi maaf kalau ceritanya jadi bikin ruwet 🙏 Tapi endingnya nanti akan tetap sama kok 🙏
total 1 replies
Viaa
semoga hidupnya diki sengsara dan renata bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari diki dan menerima anaknya tenata
adera14
kenapa nggak up lgii
hmm
thor semangat terus ya
Dewi Khanza
buat Renata pergi Thor biar Diki nyesel
Dewi Khanza
buat Renata tinggalin Diki Thor biar nyesel si diki
adera14
YA HAJAARRR SEPUASNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!