Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mision 1, Berburu.
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
Satu minggu setelah kembali ke Singapore. Queen benar-benar menghindari Aorion. Ia benar-benar tak ingin lagi terlibat, atau lebih tepatnya melibatkan orang lain dalam kisah tragedi keluarganya.
Selama satu minggu ini juga, sudah beberapa kali Queen mengabaikan kedatangan Aorion, mungkin yang benar melarikan diri setiap laki-laki itu menemuinya dimana saja, di kantor, di hotel, maupun dirumahnya.
Pengecut memang. Tapi inilah pilihan Queen. Ia tak ingin tragedi lama terulang kembali, dengan mengekspos dirinya ke media.
Karena keberadaan Aorion di sampingnya, sudah pasti akan membuat kisah lama menjadi terungkap.
Orang-orang akan mengetahui dirinya adalah putri dari Abraham Hanzel, putri yang selama ini di sembunyikan rapat-rapat, jauh dari pemberitaan media, bahkan tak terekspos sedikitpun.
Queen tak pernah melabeli dirinya dengan nama keluarga Hanzel, itulah yang ia lakukan sejak ia ada di dunia ini, dan begitulah harusnya sampai selamanya.
Tak penting baginya nama keluarga, asalkan orang-orang yang ia cintai tak pernah di sakiti karena dirinya.
Jika selama ini, Kevin tak pernah sekalipun mendapat gangguan dari pihak musuh, itu karena Kevin di lindungi oleh penjagaan yang tak bisa di tembus meskipun ia berada di tempat terbuka, karena di manapun Kevin berada, maka akan ada pengawal-pengawal elite yang melindunginya.
Alasannya, karena Kevin menyandang nama besar keluarga Hanzel, seorang pewaris tunggal, tak ada yang berani menyentuhnya sedikitpun, atau mereka akan di basmi sampai ke akar-akarnya.
RED milik Keluarga Hanzel sama kejamnya dengan mafia gelap lainnya, terlebih jika hal itu untuk melindungi keluarga.
Abraham Hanzel tak akan mengampuni siapapun yang menyakiti keluarganya, namun itu hanya berlaku di wilayah kekuasaan ayahnya, Singapore dan London, di luar itu, Queen tak pernah tau.
Mungkin karena itulah, selama hidupnya, Queen tak pernah menggunakan embel-embel nama Hanzel. Namun sekarang, karena pertunangannya orang-orang menjadi tau siapa dirinya.
Meskipun ia tak menggunakan nama Hanzel secara langsung, tapi ia yakin sebentar lagi semua orang akan mengetahuinya, dan menurut Queen hal itu akan sangat berbahaya bagi orang-orang yang ia sayangi.
Kevin, Ayahnya, Keluarga Aorion, Jesy, bahkan Aorion sendiri. Mengetahui hal itu membuat dada Queen semakin sesak.
"Apa yang kau pikirkan my Lady?" David menyentak Queen dari lamunannya. "Kau masih menghindarinya?" Queen menghela nafasnya, menatap lelah pada David.
"Entahlah Dav, aku hanya tak ingin menemuinya saat ini. Bertemu dengannya pasti akan menggoyahkan keputusanku."
"Aku tak tau kalau dirimu akan mudah digoyahkan seperti ini. Ini seperti bukan dirimu saja." David menggeser kursi lalu duduk di depan Queen. "Aku sudah menyiapkan semuanya, apa kau yakin tak ingin aku ikut bersama mu?"
"Akan lebih baik jika kau tetap disini, dan menjaga hotel untuk ku, Dav." tatapan Queen tak bisa di hindari, mata itu menjelaskan semuanya.
"Dengar Alona," David mengubah posisinya berbicara lebih dekat dengan Queen. "Aku bukan seorang manager hotel, aku tak bisa mengambil alih pengurusan hotel mu, dan juga, aku seorang pengawal," tekan nya lambat-lambat.
"Sudah tugasku untuk melindungi mu dan bersama dengan mu kapanpun dan di manapun. Bagaimana bisa kau memintaku,--
"Tapi aku ingin sendiri Dav, aku benar-benar butuh waktu untuk sendiri. Aku akan bicara pada Kevin secepatnya, dan aku harap, kau bisa melakukan ini untuk ku. Aku janji akan menjaga diriku dengan baik saat di sana." ucapnya bersungguh-sungguh.
Meskipun sedikit kecewa, dan juga berat hati, namun David tak bisa menentang Queen. Permintaan Queen adalah perintah mutlak baginya. Selain ini ia harus mencari jawaban yang tepat bagi Aorion, jika laki-laki itu mendesaknya lagi.
Akhirnya, David hanya bisa menghembuskan nafas tak berdaya. "Baiklah. Apapun yang kau mau, tapi ingat, kau harus selalu mengabariku, karena aku akan mengkhawatirkan mu jika kau tidak melakukan itu." tekan David lagi.
"Hmm. Akan ku lakukan. Kapan pesawat ku berangkat?" Queen menyusun semua berkas-berkas dan merapikannya.
Ia harus meninggalkan Singapore, dan mencari tau lebih banyak tentang Migguel dan jaringannya, kekuasaan lelaki itu, dan dimana saja wilayahnya, serta dengan siapa saja mereka bekerja sama, sebelum Migguel yang melacaknya lebih dulu.
"Pesawat mu akan berangkat, tepat pukul 7 malam ini, sebelumnya, aku sudah menyiapkan pasport dan Visa lain untukmu. Aku sudah mengatur semuanya, dan semuanya ada disini." David menyerahkan dokumen identitas baru untuk Queen, yang akan ia gunakan untuk penyamaran selama bepergian.
"Thanks Dav. Aku sangat menghargai semua yang kau lakukan untuk ku." Queen bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Keberadaan David disisinya, membuatnya merasa lebih baik.
Selain Kevin, David-lah orang yang sangat memahami dirinya. "Apapun untukmu my Lady. Sebaiknya kau bersiap-siap. Penyamaran mu kali ini tidak akan mudah."
David mengingatkan Queen, dan wanita itu tau benar apa yang akan ia hadapi setelah ini, kecuali kemarahan Aorion tentunya, yang membuat Queen sedikit bergidik.
''Kau ingin menemui anak-anak sebelum pergi? kau sudah melewat satu kali kunjungan.'' ujar David mengingatkan Queen.
''Ah,- kau benar Dav. Setidaknya, aku harus mengatakan pada mereka jika aku akan pergi untuk sementara.'' sahut Queen.
''Aku akan menyiapkan mobil.''
...❄️❄️...
...Airport, 6pm...
Tiga puluh menit sebelum keberangkatan, Queen sudah sampai di Airport. Ia sudah berada diruang tunggu VIP di temani David.
Sebelumnya, Queen sudah mengatakan pada Kevin akan pergi beberapa waktu dengan alasan pekerjaan, karena ia tak mungkin mengatakan alasan sebenarnya.
Sekedar untuk diketahui, agar Kevin tak membuat kehebohan dengan mencari keberadaannya, Queen tau betul bagaimana kakak laki-lakinya.
Keberangkatan Queen kali ini tak lain adalah misi penggalian informasi tentang Migguel, dan tujuan utamanya adalah Mexico, tempat dimana kejayaan dan pengaruh Ote Ramouse tak perlu diragukan.
"Jaga dirimu di sana. Jangan lupa untuk terus mengabariku." pesan David lalu memeluk Queen. David enggan membiarkan Queen pergi seorang diri, terlalu berbahaya bagi wanita itu memasuki wilayah musuh.
Hanya saja, David tak bisa menahan Queen, dan membuat wanita itu lebih tak berdaya dengan ketakutan yang selalu membayang-bayanginya.
David harus membiarkan Queen pergi dan menemukan jawabannya sendiri. "Aku akan melakukannya, aku percayakan semuanya padamu." Queen membalas pelukan David.
Dengan perasaannya saat ini, Queen berharap ia bisa mengubur kembali apa yang sudah Aorion ukir dalam dirinya.
Waktu yang mereka habiskan beberapa saat terakhir membuat Queen merasa terikat dengan Aorion. Saat ini, hati kecilnya pun berharap dapat melihat Aorion dan memeluknya, meskipun sesaat. Tapi sungguh, ia tidak bisa melakukan itu.
Mereka berada di dunia yang sama. Dan tidak akan ada kebahagian di dunia yang mereka miliki. Yang ada hanyalah, ketakutan dan juga rasa cemas akibat dari permusuhan yang tak pernah berakhir.
"Aku akan pergi sekarang, kabari aku tepat setelah kau tiba di sana, karena aku akan selalu menunggu untuk itu." sekali lagi David mengingatkan, dan Queen hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
''Sampai bertemu lagi Dav,- Queen melambaikan tangan.
Dengan raut wajah sedih dan juga cemas, David mencoba untuk tersenyum. "Pastikan kau kembali dengan selamat.'' seru David dan benar-benar pergi setelahnya.
Ini adalah misi penting baginya, dan ia akan kembali setelah memastikan sendiri, bahwa dendam di antara keluarganya tak lagi berlanjut, atau ia akan menyelesaikan semuanya, meskipun harus mengorbankan dirinya.
Itulah rencana Queen sebenarnya, dan hanya ia lah yang tau kebenaran dibalik misi itu.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...