Rika harus menanggung bebannya yang bertubi-tubi didalam rumah tangganya. Ia harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, karena suami yang dinikahinya notabennya seorang pengangguran.
Tak disangka, setelah sekian lama berumah tangga, akhirnya Rika mengetahui kebenaran tentang suaminya, bahwa suaminya bukanlah orang biasa. Dan pada saat itu juga guncangan hebat melanda rumah tangganya setelah suaminya membeberkan kebenarannya. Kebenaran alasannya menikahi Rika dan kebenaran alasannya menyembunyikan statusnya dihadapan Rika.
Langkah apa yang selanjutnya akan diambil Rika dalam menempuh hidupnya setelah ia tahu kebenarannya dan juga setelah ia mendapat cobaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Lalu bagaimana kisah selanjutnya, langkah apa yang akan dilakukan oleh suaminya saat semua terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Orang yang benar-benar miskin akan diam karena paham bahwa mereka ditakdirkan miskin. Orang yang bermental miskin akan teriak bahwa mereka miskin. Orang serakah akan pura-pura miskin walau paham mereka tidak miskin. Dan orang-orang yang hebat akan selalu berusaha memberi dan berbagi walau sebenarnya mereka miskin.
______________________________________
Rika menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, seorang lelaki yang baru saja melintas tidak jauh dari tempatnya berdiri. Orang itu begitu familiar bahkan hampir sama persis dengan suaminya. Tapi ia kembali ragu setelah melihat penampilan Angga yang terkesan mewah dan juga sangat dingin. Tidak mungkin suaminya bisa berpenampilan seperti itu, seorang yang sangat kaya dan juga berkuasa dengan jas mahal dan sepatu pantofel mahal yang melekat ditubuhnya. Sedangkan suaminya, mungkin saja hanya sebagai karyawan biasa, itupun kalau ia pasti mendapatkan pekerjaannya. Hati Rika tergerak ingin mengejarnya untuk memastikan semua penglihatannya, namun kakinya terpaku seolah menancap pada lantai tempatnya berdiri, begitu enggan untuk melangkah seirama hatinya.
"Ka, sana kedapur lagi ambil pesanan, jangan bengong disini nanti Pak Andika bisa menegurmu, pelanggan sedang ramai loh," bisik Caca yang sudah melewati Rika begitu saja.
Rika terhenyak, ia kembali kealam sadarnya setelah mengalami mimpi yang hampir nyata. Ia berdehem sesaat untuk meminimalisir rasa bersalahnya, karena melamun dan teledor saat dihari pertamanya bekerja. Ia menatap kekanan dan kirinya, ternyata ia masih berdiri ditengah-tengah restoran. Ia melirik kearah Andika, beruntungnya Andika terlihat sibuk dengan pelanggan penting restoran ini sehingga ia merasa aman sekarang. Rika kembali mengalihkan pandangannya kearah lelaki yang menyerupai suaminya tersebut, namun yang dimaksud tidak terlihat pada tempatnya, ia juga menatap kearah luar jendela, tetapi nihil.
"Mungkin aku salah lihat," gumam Rika sambil menggelengkan kepalanya, ia merasa berhalusinasi sekarang. Sebaiknya ia segera bergegas kedapur dan kembali bekerja. Ia tahu kalau ia sangat mengkhawatirkan suaminya diluar sana, namun ia juga tidak mungkin asal menebak dengan seseorang yang nyata-nyata sangat berbeda dengan suaminya. Lelaki tadi terlihat sangat berkelas dan penampilannya luar biasa elegantnya. Bahkan dia juga dikawal beberapa bodyguardnya dikanan dan kirinya, bahkan belakangnya. Dari gambaran itu saja terlihat kalau dia pastilah bukan orang sembarangan. Hanya wajahnya sajalah yang mirip dengan suaminya. Mimpi apa kalau benar itu adalah Angga, pastilah dirinya tidak akan bekerja sekeras ini untuk banting tulang. Rika terkekeh sendiri mentertawakan dirinya yang berpikir tidak masuk akal begitu. Rika melangkah kearah dapur dan berusaha untuk memfokuskan dirinya.
"Rika, apa kamu sakit?" Rika menatap tidak percaya pada Andika yang menghampirinya. Andika menatap lekat kearah Rika yang terlihat pucat dan sedikit tidak fokus.
"Tidak pak," jawab Rika cepat, ia tidak mau merusak kinerjanya dihari pertamanya bekerja.
"Sebaiknya kamu fokus dengan pekerjaanmu saja dan singkirkan semua yang ada didalam benakmu itu. Kalau tidak, itu akan merusak kinerjamu sendiri. Dan fatal bagi pelanggan apabila kamu melakukan kesalahan yang terkecil sekalipun. Mereka pasti akan komplain pada restoran kita ini. Dan saya tidak mau itu terjadi. Kuharap kamu paham dengan yang saya ucapkan," peringat Andika padanya.
"Baik pak, saya minta ma'af," Rika menuduk dan ia benar-benar menyesal karena tidak fokus.
"Tidak apa-apa, sekarang lanjutkan pekerjaanmu!"
***
Angga menatap pada klien yang ada didepannya ini. Ia benar-benar tidak suka saat melihat ada seseorang yang terlihat ingin sempurna didepannya, padahal mereka mempunyai kekurangan yang banyak. Ia hanya diam saja saat pria tua tersebut menjelaskan proposal yang diajukannya tersebut. Tanpa mengomentari sedikitpun proposal tersebut, Angga justru mengawasi setiap sudut restoran tersebut. Matanya begitu awas memperhatikan seseorang yang sedang bekerja melayani semua orang yang ada disana dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya.
Angga terpaku pada wanita itu, wanita yang justru sudah lama dihindarinya, wanita yang selalu mengukir senyum yang sangat dibenci olehnya. Hingga Angga tidak perduli lagi dengan penjelasan proposal oleh klien didepannya ini, karena perhatian Angga jatuh pada wanita yang berjalan hilir mudik dengan nampan dan juga buku catatan menu ditangannya. Siapa lagi kalau bukan Rika. Wanita yang dihindarinya dan dipersulit olehnya beberapa hari ini. Wanita itu terlihat biasa saja, bahkan ia selalu menampakan senyum yang terlihat riang dimata orang lain. Senyum yang teramat dibencinya. Senyum yang sudah menghancurkan kebahagiaan dan juga dunianya. Ia mencengkram tangannya dan mengetatkan rahangnya tanpa ia sadari.
"Bos, bagaimana dengan proposal yang sudah diajukan oleh tuan Zainal?" bisik Asra ditelinga Angga karena ia melihat Angga yang tidak fokus dengan yang ada dihadapannya. Ia tahu kalau pikiran bosnya sedang tidak ada ditempatnya. Sejak tadi Asra ikut memperhatikan objek yang menjadi perhatian Angga.
Angga sedikit terperanjat dengan bisikan asistennya tersebut. Ia melirik kearah Asra dan juga kearah Zainal. "Akan saya pertimbangkan nanti dan juga akan saya pelajari ulang proposalnya," sahut Angga.
Ia kembali mengubah mimiknya seperti biasa, dingin dan tidak tersentuh. Angga akui kalau ia memang tidak fokus dengan penjelasan kliennya yang menjelaskan proposal yang diajukannya, namun ia tidak menyesal akan itu. Angga akan kembali mempelajarinya nanti dikantornya.
Zainal hanya mengangguk saja, ia menutup raut kecewanya dihadapan Angga. Ia merasa kalau Angga sejak tadi tidak memperhatikannya dan malah asyik bergelut dengan pikirannya sendiri. Namun, ia tidak punya hak untuk marah karena perusahaannya yang kecil perlu naungan dibawah perusahaan besar milik Angga. Tapi apapun yang diminta oleh Angga, ia akan berusaha dan rela melakukan apa saja asalkan proposalnya diterima oleh perusahaan besar milik Angga.
"Baiklah kalau begitu, mari kita santap hidangan yang ada dimeja," ucapnya dengan muka yang sangat manis dan sedikit berlebihan.
"Ma'af tuan Zainal, kami tidak bisa melanjutkan acara makan bersama, karena bos saya sedang ada pertemuan ditempat lain." Tolak Asra secara halus ajakan Zainal tersebut untuk menikmati hidangan yang sudah dipesannya. Ia tahu kalau bosnya tidak merasa betah disini, mungkin juga karena ia melihat orang yang dibencinya sehingga ia tidak fokus dan selera makannya menghilang.
"Ya, baiklah. Silahkan tuan Angga," Zainal mengulurkan tangannya yang justru hanya disambut oleh Asra. Ia sedikit membungkukkan badannya setelah Angga berdiri dan berlalu dari hadapannya. Angga memang sangat arogan memang.
Angga berjalan dengan langkah tegap, bahkan kepalanya juga tegak. Dengan pandangan yang lurus kedepan. Ia tahu kalau ia sekarang sedang menjadi pusat perhatian disana. Karena memang selalu seperti itu dimanapun ia berada. Siapa sih yang tidak mengenal Angga, orang yang terkenal dalam dunia bisnis.
"Asra! Laporkan padaku semua kegiatan Rika pada hari ini!" Perintah Angga saat ia berada didalam mobil mewahnya.
"Rika sedang bekerja direstoran ini bos sebagai pelayan dan hari ini adalah hari pertamanya bekerja," jawab Asra yang juga sudah mendapat laporan dari orang suruhannya yang memata-matai Rika.
Angga mengangguk-anggukan kepalanya, jadi benar apa yang dilihatnya tadi. Kalau wanita yang berprofesi sebagai pelayan tadi adalah Rika.
"Biarkan saja ia menikmati hari kerjanya beberapa hari kedepan, setelahnya maka persulit kembali dirinya," ucap Angga dengan rahangnya yang sedikit mengeras. Ia benar-benar benci pada wanita itu, yang selalu memperlihatkan senyumnya pada siapapun juga, termasuk dirinya. Senyum palsu menurutnya untuk menutupi kebusukannya, ia benar-benar membencinya.
"Baik bos," Asra mengangguk mendengar perintah dari bosnya. Ia harus mematuhinya karena apapun keinginan Angga akan selalu terpenuhi walau bagaimanapun sulitnya. Karena ia tidak suka dengan yang namanya kegagalan apalagi dengan orang yang suka membangkang.
"Lalu, bagaimana dengan Helena, apa sudah kamu selidiki tentang dirinya?"
"Sudah Bos. Uang yang bos berikan padanya sebenarnya separuhnya diberikannya pada orang tuanya, mereka sedang mengalami masa sulit terlebih lagi kalau ibunya selalu keluar masuk rumah sakit."
Angga kembali mengangguk tapi anggukan kali ini terlihat berbeda, ada sedikit rasa senang yang terselip dari raut wajahnya. Berbeda saat ia membicarakan tentang Rika, aura gelapnya langsung menguar kemana-mana. Ia yakin kalau Helena adalah wanita baik-baik dan sangat dikenalnya sejak beberapa tahun lalu. Ia sebenarnya juga tidak mencurigai Helena sama sekali, hanya ingin tahu saja karena baru kali ini Helena meminta uangnya lebih sering dari biasanya. Tapi itu bukan masalah sama sekali baginya, bahkan ia juga tidak akan ikut campur mengenai uang yang diberikannya pada Helena. Baginya, apapun yang dilakukan oleh Helena pada uang tersebut setelah berada ditangan Helena, maka Angga lepas tangan. Karena itu bukan menjadi haknya lagi. Bukankah ia bekerja keras selama ini juga untuk kebahagiaan kekasihnya. Jadi ia sangat ikhlas melakukannya.
•
•
•
*********
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
karakter utama mleyot kayak gubug reot