Sebuah kecelakaan tragis telah merenggut nyawa adiknya. Zion pria yang tengah bertekad membalaskan dendam atas kematian adiknya. Butuh bertahun tahun lama baginya hingga akhirnya ia menemukan orang itu.
Rasa benci yang amat membara di hatinya menjadikan adik dari sang musuh menjadi korban atas kekejaman nya. Aluna, gadis yang tidak tahu apapun itu selalu tersiksa dengan semua perlakuan kejam Zion. Terlebih, ia harus ikut terikat dalam sebuah pernikahan yang membuatnya semakin tersiksa.
"Ini saja belum cukup untuk membalas perbuatan kakakmu itu!." Tekan pria itu dengan mata dingin serta senyum devil nya.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aluna sanggup untuk bertahan dengan sikap kasar pria kejam itu?
Simple Story...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caramelyouuu3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
"Kau sudah bangun?"
tanya Zion yang melihat istrinya itu telah sadarkan diri dari pingsan nya..
"Tuan.. kepalaku pusing sekali.."
Rintih Luna dengan memegang kepalanya yang masih terasa sangat pusing dan berat..
Zion menghampiri Luna dengan wajah dinginnya, meraih segelas air putih dan memberikan nya kepada istrinya itu.. "Minum.........
Luna dengan ragu menerima gelas dari tangan Zion, lalu meminum nya sampai habis.. "Apa tuan sedang marah kepadaku?" Tanya Luna yang melihat dengan jelas wajah suaminya itu yang tampak dingin kepadanya,
Huuffffffttt.........
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Aku menyuruhmu untuk beristirahat di kamar, bukannya bermain seperti anak kecil yang bisanya hanya menyusahkan orang dewasa saja.." Marah Zion kepada Luna..
Luna tampak menatap wajah Zion dengan mata yang berkaca-kaca, "Tuan menganggapku seperti anak kecil yang selalu menyusahkan orang dewasa, berarti selama ini aku selalu menyusahkan tuan bukan? lalu kenapa tuan tidak membiarkan ku pergi saja?" jawab Luna tidak mau kalah,
"Kau ini benar-benar keras kepala!! Aku mengkhawatirkan mu, kenapa kau malah marah kepadaku? Dengarkan aku, aku menyuruhmu beristirahat agar kau bisa cepat sembuh.........
"Apa gunanya aku sembuh atau tidak, tuan juga tidak akan perduli kepadaku.. toh juga aku tetap berada disini terkurung dan tidak bisa kemana-mana," Potong Luna, ia berpikir bahwa tidak ada gunanya ia hanya diam selalu mendengar Zion yang terus menyalahkan nya..
"Aku tidak ingin berdebat denganmu karena kondisimu saat ini, tapi aku minta jangan sampai kau merasa kelelahan dan akhirnya kau harus di rawat di rumah sakit.. aku tidak mau kehilangan orang yang ku sayang lagi,"
Zion menatap wajah istrinya itu,
"Maksud tuan?........
"Dulu, aku pernah kehilangan sesuatu yang aku sayangi karena seseorang......" Ucap Zion merasa kalau Luna tidak akan memahami ucapannya, "karena kakakmu lah aku kehilangan dia..... orang yang sangat berarti di dalam hidupku." Batin Zion,
Luna menundukkan kepalanya, merasa kalau Zion marah karena menfkhawatirkan nya.. memang salah Luna, seharusnya ia tidak keluar dari mansion meskipun hanya bermain di taman belakang.. "Tuan aku minta maaf.. aku yang mengajak tuan Dallas dan Jack untuk bermain di taman belakang, karena aku merasa bosan berada di kamar terus. Aku benar-benar minta maaf tuan, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi....." Ucap Luna dengan memasang wajah polosnya yang membuatnya semakin bertambah imut,
"Ya... aku akan pegang janjimu itu....."
Luna tersenyum manis, lalu seketika terkesiap saat melihat Zion mencampakkan kotak persegi panjang di hadapannya...
Luna pun terlihat bingung,
"Apa ini tuan?"
"Buka saja, jangan banyak bicara...."
Luna pun akhirnya membuka kotak tersebut, lalu terpana saat melihat benda berkilau berwarna hijau.. sebuah kalung dengan liontin batu berlian hijau, terlihat sangat indah bagi Luna...
"Kalung? Untuk siapa kalung ini tuan?"
"Untukmu.. aku membelikan nya khusus untukmu, sekarang pakailah di lehermu..." Perintah Zion, ia ingin melihat istrinya apakah istrinya itu sangat cocom memakai kalung tersebut...
"tapi untuk apa tuan membelikan nya padaku? Aku sedang tidak berulang tahun tuan..." Muncul banyak pertanyaan di benak Luna tentang kalung pemberian Zion ini..
"Jangan banyak bertanya, pakai saja...."
"Tapi tuan... aku sudah memiliki sebuah kalung pemberian Aaron, kalung ini adalah kenangan terakhirnya. Aku tidak ingin melepasnya, meskipun harganya tidak mahal seperti kalung yang tuan berikan padaku tapi kalung ini di berikan Aaron dengan penuh rasa cinta.. aku tidak bisa menggantikan nya dengan kalung yang tuan berikan padaku."
Luna mengingat akan Aaron, sambil memegang kalung pemberian Aaron dengan mata berkaca-kaca..
Zion melirik kalung yang melingkar di leher Luna.. entah mengapa ia tidak pernah melihat kalung itu sebelumnya di leher Luna.. "Jika kau tidak mau memakainya, maka lihat apa yang akan aku lakukan padamu besok, akan ku jadikan kau santapan buaya-buaya kelaparan itu.." Ancam Zion,
"Tidak tuan, aku akan memakainya sekarang..." Panik Luna, lalu segera melepas kalung pemberian Aaron dan di ganti dengan kalung dari Zion.
"Cantik..."
Batin Zion..
"Aku sudah memakainya, tuan ijinkan aku untuk menyimpan kalung Aaron.. ini kenangan terakhirnya, aku tidak ingin membuangnya..."
"Hmmmmm...........
Luna tersenyum, lalu Zion pun beralih dari hadapan istrinya itu ingin pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.. namun tiba-tiba sebuah pelukan datang dari belakang dan memeluk hangat tubuh Zion.. "Hangattt....." Gumam Luna..
"Terima kasih tuan,"
tiga kata namun beribu makna bagi Zion, baru pertama kali bagi Luna memeluk seorang Zion.. namun rasanya sangat nyaman bagi Luna saat memeluk tubuh kekar Zion..
***
Flashback on........
Setelah beberapa menit menunggu, dokter pribadi Zion yang sebelumnya juga merawat Luna akhirnya datang..
Dokter itu terlihat menghelas nafasnya kasar, setelah selesai memeriksa keadaan Luna yang jatuh pingsan tadi di dapur..
"Bagaimana keadaan nya dokter?"
tanya Zion penasaran dengan kondisi istrinya itu..
"Tuan, saya sudah bilang dari awal kalau nona harus banyak istirahat.. dia pingsan karena kelelahan, dia juga lupa meminum obatnya sebab itu kepala nona terasa sangat pusing." jawab Dokter tersebut..
"Terima kasih dokter, kau boleh pulang sekarang.."
Dokter itupun mengangguk, dan beralih dari hadapan Zion.
Zion menatap wajah istrinya itu sekilas,
"Bi Ana... jaga dia sebentar, ada yang harus aku selesaikan di ruang kerja.." Bi Ana mengangguk,
Zion meninggalkan kamar Luna, dengan tangan yang di kepal.. ia yakin kalau saat ini Dallas tengah berada di ruang kerja miliknya, ia heran kenapa Dallas tidak menjaga Luna dengan baik.. dan itu membuat Zion marah.
Braaakkkk.......
Buggggg......
Zion memukul pipi Dallas dengan sangat keras, hingga pria tampan itu tersungkur terjerembab di lantai..
"Ada apa denganmu Zion? Apa kau gila?"
Teriak Dallas, yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba Zion mengarahkan serangan kepadanya..
"Aku sudah memintamu untuk menjaga Luna!! Kenapa kau malah membiarkan nya pergi keluar?"
Dallas berusaha bangkit dengan sedikit sempoyongan,
"Apa aku harus membuatnya merasa stres berada di kamar seharian? Dia membutuhkan udara segar, dokter mengatakan kalau Luna tidak boleh merasa stres.. aku tidak meminta nya untuk keluar, tapi dia sendiri yang memintanya.."
Jelas Dallas juga tidak mau kalah,
"Lalu kenapa kau tidak menolaknya? Kau sudah tahu jika kondisinya sedang dalam tahap penyembuhan.. kau juga tidak membuatnya meminum obatnya, masih beruntung dia hanya pingsan saja.. tidak terjadi komplikasi apapun," Dallas memalingkan wajahnya,
"Seharusnya aku tidak menyuruhmu untuk menjaganya, aku tahu hal ini akan terjadi..
setidaknya jangan bersikap lemah lembut di hadapan nya," Ucap Zion..
"Kenapa tidak kau saja yang menjaganya? Jangan karena kau termasuk bagian dari keluargaku, kau bisa mengaturku sesuka hatimu.. kau saja tidak pernah perduli dengan adikmu apalagi dengan Luna!!"
Zion terlihat mengeraskan rahanya,
"Sialan.... jaga ucapanmu Dallas,
"Seharusnya kau yang tahu diri, jika bukan karena mama kau akan hidup gelandangan dan tidak akan pernah bisa meraih segalanya seperti sekarang. Aku bukan asistenmu, ataupun pembantumu.. tidak semua ucapan mu harus selalu aku turuti."
Potong Dallas, dari dulu ia benar-benar ia mengeluarkan semua unek-unek nya..
"Aku berterima kasih sebanyak-banyak nya kepada keluarga mu yang telah banyak membantu ku.. semua hal yang sudah aku capai saat ini bukan semata-mata berkat bantuan mu, aku salah telah menilaimu sebagai sahabat terbaik ku..."
Tekan Zion..
"Aku juga salah telah menilaimu sebagai sahabat terbaikku, mulai sekarang aku tidak perduli lagi denganmu.. satu hal yang perlu kau ketahui, pembalasan dendam mu ini hanya sia-sia.. karena kau akan mulai jatuh cinta pada Luna,"
Ucap Dallas lalu pergi meninggalkan Zion di ruang kerja tersebut dengan perasaan berkecamuk,
"Dasar sialannn.......
Flashback Off.......
***
.
.
.
Bersambung.....