Yulia adalah seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di panti asuhan bersama ibu kandungnya , yang mempunyai saudara kembar seorang artis.
Yulia yang hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, tapi cinta dari ibu dan keluarganya di pantilah penyemangat hidupnya.
Yulia tumbuh menjadi gadis primadona dengan segudang prestasi.
Yulia menolak Raihan,yang sebenarnya cinta pertamanya. Hal itu menjadi dendam di hati Raihan.
Dengan menjadi penyanyi kafe di Cafe Retro milik ayahnya, Yulia mencoba mengingatkan ayahnya dengan kenangan bersama Ibundanya.
Bagaimanakah caranya Yulia meyakinkan ayah kandung dan cinta sejatinya?
Ada cinta segitiga, antara Yusuf dan Raihan siapa yang di pilih Yulia?
Yuk ikuti ceritanya...
Catatan : Novel ini penuh lirik lagu Nostalgia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli kiranawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke hotel dan tempat kos
"Kalau kamu kabur dari rumah, kamu semalam dimana?" tanya Yulia yang khawatir pada sahabatnya.
"Semalam tidur dihotel. he..he..!" jawab Diah enteng.
"Wah genap sebulan tabungan kamu bisa ludes..!!" seru Yulia.
"Maka dari itu, tadi rencananya mau cari kos dan kerjaan...!!" balas Diah.
"Kalian ada kendaraan tidak?" tanya Arum.
Yulia dan Diah sama-sama menggelengkan kepala.
"Nanti biar aku antar ya..!" ajak Arum.
"Apa nggak ngrepotin?" tanya Yulia sungkan.
"Nggak apa-apa, lagian aku bosan di rumah..!!" jawab Arum.
"Tapi sebelumnya mampir ke hotel dulu ya? ambil baju-bajuku yang masih aku tinggal di sana..!" pinta Diah.
"Okey...!" jawab Arum dan Yulia kompak.
"Ayo tunggu apa lagi..! kita berangkat sekarang saja..!" seru Yulia.
Dan mereka bertiga menuju parkiran mobil.
Arum pun menuju mobil mewah warna merah hati dan di ikuti Yulia dan Diah.
Setelah semua masuk ke mobil, posisi Yulia ada di samping Arum yang mengemudi dan Diah ada di belakang.
Arum pun menjalankan mobil ke arah hotel yang tempat Diah menginap.
"Oh..ternyata disini ya...!!" seru Arum saat sudah berhenti di parkiran hotel.
"Iya, ayo turun...!!" ajak Diah yang kemudian membuka pintu mobil, hendak keluar.
"Kalian saja yang turun, aku disini saja. Ini hotel milik papa, kalau papa tahu aku ada di sini bisa gawat...!" ucap Arum yang tahu hotel tersebut.
"Oh.. baiklah..!! Kami tinggal sebentar ya..!" pamit Yulia sambil menutup pintu mobil Arum.
Mereka masuk melewati loby hotel, mereka masuk ke dalam lift.
Keluar dari lift, mereka menuju ke kamar tempat Diah menginap.
Saat di dalam kamar hotel,
"Diah, tolong ya kamu jangan bilang Arum kalau aku dari panti Asuhan Mentari." pinta Yulia.
"Memang kenapa?" tanya Diah heran.
"Kakak Tiri Arum adalah salah satu anak asuh di panti Asuhan Mentari. Dan Arum membenci Kakak tirinya itu." jelas Yulia.
"Tapi cepat atau lambat pasti dia akan tahu...!!" seru Diah.
"Iya.. yang penting jangan sekarang..!!" kata Yulia.
"Oke, ayo kita turun. Kasihan Arum kelamaan nunggu kita." kata Diah.
"Iya, kita kan cuma numpang. Eh malah ngerepotin dia" kata Yulia.
Mereka. pun saling senyum dan kemudian segera keluar dari hotel.
Setelah sampai di parkiran hotel, mereka menuju ke mobil mewah warna merah hati mliki Arum.
"Tas-tas kamu ditaruh di bagasi saja..!!" seru Arum saat kedua sahabatnya mendekat.
"Iya..!" jawab Diah, yang kemudian menaruh tas-tasnya dalam bagasi mobil.
Dan mereka segera meluncur ke tempat kos Yulia.
Sesampainya di tempat kos, Yulia minta ijin pada Bapak dan ibu Amir untuk mengijinkan Diah tinggal satu kamar dengan Yulia.
Yulia dan Diah pun senang sekali.
Mereka bertiga segera masuk ke melewati beberapa kamar. Dan tibalah di kamar yang paling ujung.
"Alhamdulillah sudah sampai...! "seru Yulia.
"Disini?" tanya Diah sambil melihat-lihat sekeliling.
"Ya beda jauhlah dengan hotel...! tapi emoga betah..!" kata Yulia sambil membuka pintu.
"Assalamu'alaikum..." salam Yulia saat masuk ke kamarnya.
"Sebaiknya kita sholat dulu yuk...!!" ajak Yulia.
"Aa...Sholat?" tanya Arum yang heran.
"Iya,.. jangan sampai bolong ya..! seru Yulia.
"He..he....Sejak mamaku meninggal, kami jarang sholat...!" kata Arum jujur.
"Baiklah mulai sekarang mulai aktif sholat ya..! Biar selalu di sayang Allah...!" nasehat Yulia.
"Mukenanya kurang satu Yulia...!" seru Diah.
"Aku pinjamkan sama Bu Amir, sebentar..ya!" seru Yulia yang kemudian keluar menemui Bu Amir.
Setelah mendapatkan mukena, mereka segera ambil wudlu dan Sholat Dhuhur berjama'ah.
"Yulia, itu bukanya gitar Raihan?" tanya Diah saat tahu ada sebuah gitar di sudut kamar Yulia.
"Iya, kemarin dia berikan padaku..!" jawab Yulia, yang mendadak ada perasaan rindu di dadanya.
"Raihan? siapa dia?" tanya Arum yang penasaran karena seperti mendengar nama yang tak asing di telinganya.
"Dia sahabat kami, yang cinta mati pada Yulia, tapi di tolak sama Yulia dan parahnya, pas acara itu banyak yang upload mereka di sosmed-sosmed...!" jelas Diah.
"Oh, pantas saja aku seperti nggak asing lihat Yulia dan mendengat panggilan Raihan...!!" Seru Arum.
"Sudah-sudah kalian mau request lagu apa?" tanya Yulia yang sudah bersiap dengan gitarnya.
...~¥~...
Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya
Aamiin ya Robbal alaamiin
...Bersambung...
"
"