NovelToon NovelToon
Bocilku, I Love You

Bocilku, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:135.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chovoberry Pie

Segalanya berawal dari ketidaksengajaan. Mulai dari pertemuan mereka, jatuh cinta dan kisah cinta satu malam hingga kehadiran si bocah Leonard mengubah semua kisah hidup Lia.

Lia melarikan diri dari Sam, setelah malam panas itu dan membesarkan Leon sebagai ibu tunggal si anak genius.

Delapan tahun setelah kejadian itu, Leonard, mendaftarkan diri sebagai peserta audisi ajang pencari bakat. Sementara ayahnya yang tak mengenalinya adalah seorang dari jurinya.

Leonard berusaha menyatukan kedua orang tuanya kembali setelah sepeninggal ayah tirinya. Tapi maukah Lia menerima Sam kembali--


I Love You, Bocilku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chovoberry Pie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Rahasia Alam

Wajah Lia memucat. "Kau, bahkan menjadikan darah dagingmu sendiri sebagai senjata untuk memerasku!"

Pandangan mereka tiba-tiba tertuju pada lorong rumah sakit. Seorang perawat berlari menghampirinya dengan tergesa-gesa.

"Ibu Cornelia, apa anda sudah mendapatkan darahnya? Kami sudah kehabisan waktu. Ananda harus segera mendapatkan tambahan-- " kata-kata perawat itu terputus ketika tiba-tiba pandangan Lia menjadi gelap dan ia jatuh tak sadarkan diri. Lia terlalu capek, shock di dera perasaan sedih yang teramat sangat dalam hatinya bahkan tak ada seorangpun di dekatnya dapat dipakainya sebagai tempat bersandar.

Samuel dengan cepat menangkap tubuh wanita itu. Digendongnya ke sebuah ranjang rumah sakit yang kosong. Seorang perawat segera memeriksanya. Sedangkan Samuel mengikuti seorang perawat lainnya untuk melakukan pengambilan darah bagi Leonard.

Terbayang di pelupuk matanya, betapa bahagianya seandainya mereka nantinya akan berkumpul bersama lagi. Tapi apakah Lia akan menerimanya kembali?

🐥🐥🐥🐥🐥

Cornelia membuka matanya perlahan, sebuah cahaya menyilaukan di depannya. Ia seperti berada di sebuah jalan setapak, di sekitarnya terdapat kebun bunga matahari yang sangat cantik.

Senja itu sangat indah, dengan sinar mentari merah yang menyilaukan menyinari wajahnya.

Pria itu menyentuh pipinya, mengecup lembut bibirnya lalu memeluknya seakan tak ingin berpisah. Lia membalasnya lebih erat lagi.

"Ray, aku rindu."

Ray menatap kedua mata istrinya. "Lia, aku sangat mencintaimu. Aku ingin kau bahagia. Hiduplah dengan baik, agar aku di sini bisa menatap senyum bahagiamu."

"Aku hanya akan bahagia jika hidup bersamamu."

Pria itu menggelengkan kepalanya. "Tugasku sudah selesai, Lia. Tugasmu belum selesai. Berbahagialah, teruslah hidup."

Pria itu berbalik dan mulai berjalan meninggalkan Lia.

"Ray, kau tidak bisa meninggalkan aku seperti ini. Untuk apa kau menikahiku, jika hanya untuk kau tinggalkan." Lia mengejarnya dan memeluk pinggang pria yang dicintainya itu.

Ray berbalik, "Jangan menangis, sayang. Aku tak akan bisa ke surga jika kau terus menangis. Itu akan menghalangi langkahku."

Pria itu memeluk istrinya dan kembali mengecup bibirnya, sementara tubuhnya tampak mulai menghilang seperti butiran debu yang tertiup angin.

Ladang bunga matahari itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah kegelapan yang pekat dan sebuah guncangan membuat wanita itu tersadar dan kembali pada kenyataan.

"Dia sudah kembali!" suara seorang wanita.

"Alhamdulillah!" kata beberapa orang lainnya.

"Kasihan sekali, dia pasti shock berat. Ditambah lagi mencari donor untuk anaknya. Untunglah mereka berdua bisa selamat. Golongan darah O negatif memang susah di dapat. Di PMI pun selalu cepat habis."

Perlahan-lahan Lia mulai membuka matanya. Badannya terasa sangat lemah, seperti tidak mempunyai tenaga. Tapi karena ia mendengar bahwa putranya telah selamat, semangatnya pun kembali pulih.

"Leon," lirihnya. Seorang perawat menghampirinya. "Dia selamat, bu. Pria yang tadi bersama dengan ibu, dialah pendonornya."

"Ray, apa yang harus kulakukan? Dia menginginkan aku sebagai pembayaran darah yang diberikannya," katanya dalam hati.

Terdengar suara ketukan di pintu. Seorang laki-laki masuk ke dalam ruang kamar perawatan. Sebuah senyuman menghias bibirnya.

"Jadi bagaimana?" tanyanya. Wajahnya tersenyum menyeringai, "Aku telah memberikan darahku, jadi sekarang giliranmu, lebah kecil."

"Bagaimana kau tega mengatakan hal itu, bahkan aku belum menguburkan suamiku."

"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk itu," katanya kemudian. "Aku sudah menunggumu selama delapan tahun, Lia. Tak akan ada salahnya menunggumu beberapa saat lagi."

🐥🐥🐥🐥🐥

Wanita itu berdiri di depan ranjang putranya. Ia menatap nanar putranya yang sedang terlelap. Sebuah selang infus menancap di pergelangan tangannya.

"Dia akan segera sadar, nyonya Cornelia." Seorang dokter jaga berjas putih datang menghampirinya. "Apa kondisi anda sudah lebih baik, nyonya?"

"Saya sudah lebih baik, dokter --"

"Radith." Dokter muda itu mengulurkan tangannya. "Jangan terlalu larut dalam kesedihanmu, nyonya. Semua akan segera berlalu dan pelangi akan segera muncul."

Dokter itu tersenyum manis. "Tentu saja, dia masih sangat muda, belum mengalami kepahitan hidup," batin Lia.

Lia menyambut uluran tangannya. "Baiklah dokter Radith. Terima kasih atas kalimat penghiburanmu."

"Tentang kepahitan hidup, tak hanya kau yang pernah mengalaminya, nyonya," katanya kemudian.

Lia terkejut mendengar kalimat yang terakhir diucapkannya. Bagaimana mungkin dia tahu apa yang aku pikirkan.

Pria muda itu menghela napasnya. "Sebuah rahasia alam," lirihnya.

"Apa maksud anda, dokter?" Lia semakin tak mengerti.

"Ada hal yang tak seharusnya manusia ketahui, namun aku ketahui. Seperti sekarang, aku melihat putramu sedang menatapmu dengan sedih." Dokter itu berpaling hendak pergi meninggalkan Lia.

"Apa maksudmu dokter? Jelaskan padaku," kata Lia.

"Tak baik aku mengatakan di sini, di saat--" Pria itu menunjuk sisi kanan Lia. "dia mendengar pembicaraan kita."

"Jadi apa kau tak akan menjelaskannya padaku?"

"Aku akan menunggumu di taman." Pria muda itu menunjuk ke arah luar jendela dan meninggalkan wanita itu dengan seribu satu pertanyaan di otaknya.

🐥🐥🐥🐥🐥

Cuaca pagi itu sangat cerah. Beberapa perawat terlihat melintas di taman yang rimbun dengan tanaman berukuran sedang. Beberapa pasien juga nampak berjemur dengan kursi rodanya.

Di sebuah kursi taman, tampak seorang wanita duduk termangu. Wajah kusutnya masih terlihat cantik tanpa riasan. Ditangannya terlihat sebuah ponsel yang dengan resah diliriknya berulang kali.

Seorang dokter muda mengangguk sopan menyapanya sebelum kemudian duduk di sebelahnya. Dokter muda itu tersenyum padanya.

"Jadi apa yang ingin kau dengarkan dariku?" tanya dokter muda itu.

"Apa maksudmu tentang kepahitan hidup dan rahasia alam? Kau benar-benar tak jelas dan membuatku bingung dengan kalimatmu."

"Jadi Cornelia, boleh aku memanggilmu demikian? Kurasa kita seumuran."

"Apapun itu, jelaskanlah."

"Kemarilah aku akan mengatakan sebuah rahasia untukmu," kata dokter Radith.

Lia tak bergerak. Hal ini membuat Radith merasa gusar, dengan tak sabar ia beringsut mendekatkan posisi duduknya mendekati wanita cantik itu. Tangannya membentuk sebuah lengkung diantara bibirnya dan telinga wanita di sampingnya.

"Disini bahkan banyak manusia yang tak dapat kau lihat. Aku bisa melihat mereka dengan jelas," lirihnya.

Lia terkejut, ia segera menoleh pada dokter muda di sebelahnya. Sepasang mata mereka saling memandang. Dengan jarak yang sedemikian dekat.

Jantung Radith berdetak sangat kencang. Ia telah mengetahui bahwa jodohnya telah dekat. Namun ia tak menyadari bahwa itu akan sedekat ini. Ia berusaha menghindar dari jodohnya, karena melihat sesuatu yang gelap akan terjadi setelah ia bertemu dengan jodohnya.

Rahasia alam, sepertinya ia tak mungkin akan bisa mengelak dari yang telah digariskan untuknya.

🌹🌹🌹🌹🌹

Hai semuanya--

Gimana makin seru ga sih, ceritanya...

Ikutin terus dan jangan lupa tap ❤ buat dimasukin ke pustaka kalian - klik 👍 di akhir bab and vote, ya. Eh, dan jangan lupa tinggalkan jejak komen kalian ya...

Semakin banyak 👍 dan komentar kalian, author bakal tambah semangat buat up dan up lagi... 🥰🥰🥰

Like dan komentar kalian begitu berarti bagiku. 🤗🤗🤗

사랑 해요

salang haeyo 😘

1
Annisa Khairani
uwuww 😍
Siti Nurjanah
apa dr Radit itu seorang indigo?
Siti Nurjanah
q penasaran apa Sam dan Ray itu saling berselisih?
Siti Nurjanah
ternyata Ray TDK sebaik yg ada di pikiranku. blm dah jd suami istri main sosor trs
Siti Nurjanah
q berharap Lia dgn ayah biologisnya Leon. walaupun Ray pria baik
Siti Nurjanah
ah ayah biologisnya Leon udah telat kalau mau jd suami dr ibu biologisnya Leon
DPuspita
Bukan Coffee kali ya thor, tapi Cafe?
DPuspita
Leon udah berusaha utk mendekatkan Lia dan Sam sehingga mrk bisa bersatu dalam keluarga. Kl sampai Sam menyia2kan usahanya Leon, pasti Leon akan sangat2 kecewa dg daddy nya.
DPuspita
Masih galau, yg jahat siapa ya? Sam atau Ray 🤔
azka aldric Pratama
wah si Sam bandar ya 🤔🤔😏😏
azka aldric Pratama
mau lia nikah berblosinan ,klo emng pada lahirnya para suami mati ,sama aja bohong,berarti jodoh yg sebenernya itu Sam ,dasar perempuan labil ...😏😏😏
re
Love
Yulia Orif
Thor, kematian Ray apa ada hubungan dgn Sam, bgmn dgn brg ilegal Sam - kejahatan mesti terungkap, yg baik akan mendapat pasangan yg baik pula.
Yulia Orif
kasian ray org nya baik, jujur sedangkan sam seperti mafia
Umi Ningsih Mujung
😍😍😍
Santai Dyah
lnjut thor di tunggu up selanjutnya
no name
semangat upnya thor 💪
Umi Ningsih Mujung
❤️
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
Lanjut thor
Umi Ningsih Mujung
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!