NovelToon NovelToon
Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:105.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mayya_zha

Priscilia Annette lebih akrab di panggil Anna. Ia berkepribadian cantik, ramah dan mudah bergaul.

Abbas El Amin. lelaki tampan, diam dan tegas tapi semua sikap diam tak berlaku untuk Anna.

Anna dan Abbas memeluk agama yang berbeda.

Setiap kejadian yang selalu mempertemukan mereka, telah menumbuhkan rasa diantara keduanya. tapi perasaan itu tak terungkap karena mereka menyadari perbedaan keyakinan di antara keduanya

Suatu ketika hati seorang Anna terpanggil untuk berhijrah. hingga hijrahnya Anna terus di uji, ia mampu bertahan tetapi harus merelakan. Antara keluarga, sahabat dan cinta nya. Ataukah ia memilih membalas Budi dengan mempertaruhkan cintanya.

perjalanan panjang, kisah cinta berbeda agama, cinta sang sahabat, dan permintaan Sang ayah.

Yang manakah yang harus ia korbankan?
atau tak ada satupun yang ia pertahankan?

Ikuti terus kisahnya Hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayya_zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu lagi dengannya

Usai sambungan telponnya berakhir dengan Maira. Anna berjalan sendiri di sepanjang trotoar jalan dari kampus menuju Kedai Bakso Rudal. Jarak kedai bakso itu tak jauh dari kawasan kampus.

Langkah Anna terhenti saat dirinya sampai di depan kedai bakso yang ia tuju. Pandangannya tak lepas pada seorang bapak setengah baya yang duduk di sisi trotoar jalan, bapak itu seorang tunanetra yang sering berjualan kerupuk kulit di sekitaran jalan menuju kampus. Anna menghampirinya dengan langkah pelan.

“Permisi pak?” tanya Anna. Ia harus sedikit membungkuk agar dekat dengan bapak tersebut.

“Kenapa neng?” Bapak itu menjawab. Ia selalu menajamkan pendengarannya untuk merasakan kehadiran orang yang mendekat kepadanya.

“Kerupuk kulit ini, satu bungkusnya sepuluh ribu ‘kan, pak?” Anna bertanya sambil mengambil bungkusan kerupuk kulit di dalam toples yang di taruh di hadapan bapak itu.

“Iya neng. Sepuluh ribu saja. Neng, mau beli berapa bungkus?” Bapak tunanetra itu balik bertanya kepada Anna. Tangannya sudah bersiap memegang kantong hitam untuk membungkus kerupuk yang akan di beli.

“Saya beli lima bungkus, Pak!” balas Anna. Ia membantu si bapak yang kesusahan memasukan kerupuk kulit kedalam kantong plastik hitam.

“Ini pak, uangnya!” Anna menyelipkan dua lembar uang seratus ribu ke tangan si bapak penjual kerupuk.

“Uang pas atau kembalian, neng?” Bapak tunanetra meraba uang yang Anna selipkan di tangannya, lalu berkata lagi sambil menyodorkan kaleng berisi uang hasil dagangannya,”Kalau kembalian, ambil sendiri kembaliannya di sini, neng!” Bapak itu tidak merasa takut jika ada orang yang berniat tak baik, mengambil uang dagangannya.

“Enggak pak. Kembaliannya sedikit ko, buat bapak aja lebihnya!” Anna mendorong kaleng yang di sodorkan kepadanya.

“Terima kasih banyak, neng. Semoga rejekinya bertambah,” ucap si bapak. Ia bersyukur atas apa yang Anna berikan, Meski ia tak tahu berapa uang yang di berikan Anna.

“Sama-sama, pak. Semoga jualannya bapak juga laris manis, terjual semua ya, pak!” ucap Anna memberi semangat.

“Aamiin”. Jawab bapak penjual kerupuk.

Biasanya ada seorang anak kecil yang menemani bapak tersebut. Tapi hari ini tak terlihat anak kecil itu menemani si bapak. Bapak tunanetra itu mempercayakan semua kepada Sang Pemberi Rejeki akan hasil yang ia dapat dari berdagang. Ia pikir orang jujur pasti akan mendapat hasil baik, sedangkan yang tidak jujur akan mendapat balasan pula dari Allah SWT.

Anna sengaja melebihi uang untuk membayar kerupuk. Ia mengerti dengan keadaan bapak penjual kerupuk itu. Si bapak penjual yang memilih bekerja dari pada harus mengemis untuk mendapatkan uang. Meski dengan keadaan tak dapat melihat, menurutnya itu lebih berguna. Bapak itu kadang menjual dagangannya di depan kampus, jadi Anna sering membelinya untuk di bawa kerumah Maira.

Anna tak menyadari ada dua pasang mata seorang pria sedang memperhatikannya dari dalam mobil hitam yang terparkir di depan ruko tak jauh dari kedai bakso.

Awalnya Pria itu akan langsung pergi ke kantor pusatnya usai bertemu dengan rekan bisnisnya. Tetapi saat melihat wanita yang ia kenali tertangkap oleh penglihatannya. Ia mengurungkan niatnya pergi dari sana. Dia tak langsung menghampiri Anna. Ia diam sesaat memperhatikan apa yang Anna lakukan kepada penjual kerupuk kulit itu.

Saat melihat Anna melangkah menuju Kedai Bakso Rudal tak jauh dari posisinya saat itu. Pria itu memanggil Anna, langkahnya mendekat ke arah Anna. Merasa ada yang memanggilnya, Anna menoleh ke arah sumber suara. Matanya berbinar senyumnya mengembang mengetahui orang yang memanggilnya adalah Abbas.

“Abang ... Apa kabar? Bang Abbas sedang apa di sini?” cecar Anna. Ia berbalik sambil tersenyum menyapa Abbas.

“Aku ada urusan pekerjaan di sana.” Abbas menunjuk ruko yang tadi ia singgahi bersama rekan kerjanya.

“Wah ... Kebetulan sekali bertemu di sini. Kita makan bakso yuk? Abang mau kan?” Ajak Anna tanpa basa basi.

“Kamu,. Sendirian?” Abbas balik bertanya kepada Anna.

“Nanti ada Maira menyusul bang! Dia sedang ada urusan sama pak dosen. Mungkin sebentar lagi sampai.”

“Apa aku tidak mengganggu kalian?” Abbas menegaskan kehadirannya.

“Ya enggak bang. Aku tuh udah lama enggak makan bakso pasca musibah di perkemahan itu. Makanya aku ajak Maira, kalau Abang mau ikut juga boleh, biar tambah rame!” Anna terlihat bersemangat jika Abbas mau ikut bersamanya.

Abbas tersenyum melihat tingkah Anna. Ada rasa rindu dalam diri Abbas. Rasa senang kala melihat orang yang ia rindukan hadir di depan mata. Pertemuan yang tak di sengaja itupun kembali terulang, seakan memberi jalan kepada Abbas untuk melepas rasa rindu yang ia tahan.

Abbas menyadari perasaannya terhadap Anna sudah tumbuh dan kian bertambah seiring seringnya mereka bertemu. Ia takkan mengungkapkan perasaannya, ia sadar betul akan dinding pemisah antara dirinya dan Anna. Abbas hanya berharap suatu keajaiban untuk perasaannya. 

Sikap yang ia tunjukkan kepada Anna sudah mewakili perasannya. Biarlah Anna merasakan arti dari sikapnya. Anna dan Abbas berbicara saling melempar tawa. Dari kejauhan terlihat jelas keakraban mereka berdua seperti sepasang kekasih.

“Bang ... ! kita tunggu Maira di dalam saja, yuk! Di luar panas banget.” Mata Anna menyipit. Ia melindungi kedua mata dari sinar matahari dengan jari yang melebar di atas pelipisnya.

“hm ...” jawab Abbas singkat. Abbas mengikuti Anna masuk ke dalam kedai.

Langkah Maira terhenti saat ia melihat keberadaan Abbas bersama Anna, ada rasa cemburu di hati Maira, padahal ia sudah mencoba mengikhlaskan perasaannya, tapi begitu sulit ia rasa.

Mengubur perasaan kepada seseorang yang sudah lama ia kagumi sangatlah tidak mudah. Mengenal dan mengagumi Abbas hanya butuh waktu sebentar, tapi untuk menghapus perasaan itu sungguh sulit bagi Maira. Terlebih Maira dan Anna menyukai orang yang sama.

Perasaan Maira hanya bertepuk sebelah tangan, sedangkan perasaan Anna kepada Abbas sepertinya bersambut hangat dengan perasaan Abbas, terlihat dari cara Abbas bersikap terhadap Anna. Hanya perbedaaan keyakinan menjadi hambatan cinta mereka. Maira tidak ingin bersaing dengan sahabatnya sendiri. Ia lebih memilih mengalah dan mengubur perasaannya terhadap Abbas meski kali ini ia harus menghindari Anna.

Drrt ... Drrt .... Ponsel Anna berdering

“Sebentar ya, Bang, Anna angkat telpon dulu, dari Maira, nih!” Anna menunjukan ponsel tertera nama Maira di sana. Abbas mengangguk. Anna pun sedikit menjauh dari Abbas.

Abbas sendiri memilih bangku yang kosong untuk mereka tempati.

“Assalamualaikum, An,” sapa Anna dari sebrang telpon

“Waalaikumsalam, Mai. Kamu di mana sih? Ko lama banget. Aku nungguin loh. Oh ya, ada Bang Abbas juga di sini. Enggak pa-pa kan aku ajak dia?” Anna berbicara sambil berbisik. Merasa segan jika terdengar Abbas.

“Enggak pa-pa ko, An. Justru aku yang mau minta maaf, enggak bisa nemenin kamu makan bakso. Aku lupa ada janji nemenin Abi siang ini. Maaf ya, An! Syukur deh kalau udah ada yang nemenin.” Ucap Maira.

“Yah ... Ngga seru dong. Padahal aku udah beli kerupuk kulit loh buat tambahan makan bakso," keluh Anna.

"Iya, An. maaf ya, Aku lupa."

"Lain kali kamu harus nemenin aku, ya!” perintah Anna.

“InsyaAllah, salam buat Kak Abbas, An.”

“Ya, nanti aku sampaikan. Salam juga buat Abi ya, Mai.”

“Assalamualaikum”

“Waalaikumslaam."

Anna mengakhiri sambungan telponnya. Ia memasukan ponsel ke dalam jas nya.

.

.

.

.

.

~ komen yang banyak dan tinggalkan like favorit. kasih author hadiah agar semangat untuk up bab baru~

 

 

 

 

 

 

... ...

... ...

... ...

 

 

 

 

 

 

 

... ...

 

... ...

 

 

 

 

1
Martin Sekehoox
apa cerita masih lanjt thor??
Mayya_zha: cerita nya udah tamat. InsyaAllah sih maunya ada lanjutan cerita. terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Martin Sekehoox
pengen lompat2 baca,tp gk seru🤣🤣
Martin Sekehoox
top thor..walau tlat baca ttp d cicil
Martin Sekehoox
top thor
Martin Sekehoox
keren thor
Martin Sekehoox
jd lemas bacaa nya thor.
takut anna sm darren thor jodohiin😁
Martin Sekehoox
smngt thor
Martin Sekehoox
👍👍👍
Martin Sekehoox
👍
falea sezi
liat Riska kudu tak jadiin tumbal aja biar ada guna nya
falea sezi
orang tua egois
falea sezi
Anna plin plan males cwek g punya pendirian gini bodoooh
kavena ayunda
awalnya benci bgt ma papa reno mau mati harusnya mikir bahagia nya anak.jangan egoiss bapak laknat
Pipit Hannan
lanjut ka... kirain kmn ini kok ga Ada Upnya lagi 😁
Nanik Puspita
update lagi kakakkkk
Mayya_zha: hai... Kakak Nanik apa kabar.
mampir yuk ke karyaku yang lain..... aku kasih bonchap aja kak.. dan akan rilis skuel nya dari Rayyan dan Maira.
sehat selalu kak nanik
total 1 replies
Nanik Puspita
wah kenapa harus ada orang ke 3 dalam rumah tangga rayyan 😭😭😭😭😭
Joejoe
waah jangan ada orang ketiga di rumah tangga rayyan dan maira Thoor...🙈
Mayya_zha: biar seru joe
total 1 replies
Rika Kurniawati
spa lg niih naima?? 🤔🤔🤔
Mayya_zha: ada sedikit penjelasan nya di sana kak....
total 1 replies
Rika Kurniawati
bahagiany maira,ad typo thor
Mayya_zha: iya sayang... makasih ya Intopeksinya. nanti author revisi. aku lagi perjalanan mudik.
total 1 replies
Nanik Puspita
kenapa Abbas dan Anna nggak keluar lagi ceritanya kakakkkkk 🙏🙏🙏🙏
Mayya_zha: nanti akan keluar lagi. sedang bahagia mereka. kita selesaikan sebentar punya Maira dan Rayyan sebelum mereka berdua pindah ke judul yang berbeda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!