sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.KEPUTUSAN UNTUK BERKELANA
"Bocah pemalas, seharian kerjanya cuma tidur saja, bangun-bangun membuat masalah..!" ucap Xin Han kesal terhadap bocah yang telah duduk disampingnya itu,
"aduh kakek, siapa juga yang tidur..?, aku sedang meditasi tahu...!" jawab bocah itu tidak mau disalahkan
"mana ada meditasi sambil ngorok hah..!" bentak Xin Han semakin kesal,
"hehehe.."
bocah itu pun tidak bisa menjawab dan hanya bisa cengegesan
Xin Han pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah cucunya itu,
bocah itu tidak lain adalah cucu Xin Han, anak dari Xin Bao yang bernama Xin Bu, Xin Bu selalu mengikuti Xin Han untuk mencari Xin Xia, sejak usianya menginjak 6 tahun, dia sangat sayang dan tidak mau berpisah dengan kakeknya, sehingga memutuskan untuk ikut mencari bibinya bersama sang kakek, awalnya Xin Bu tidak diperbolehkan oleh ayahnya, namun karena sifat keras kepalanya, dan atas permintaan Xin Han, membuat Xin Bao akhirnya menyetujui,
Saat setelah Xin Bu duduk disamping dan telah mendapat wejangan dari Xin Han, akhirnya Xin Han pun menceritakan sedikit tentang Yang Kai kepada Xin Bu,
"Kai'er ini sepupumu Xin Bu, anak dari pamanmu Xin Bao," ucap Xin Han yang memperkenalkan Xin Bu
"salam adik Xin Bu," jawab Yang Kai menyapa Xin Bu singkat
"tidak perlu bersikap formal kak, kita satu keluarga santai saja," kata Xin Bu santai
Sebenarnya usia Xin Bu lebih tua 1 tahun dari Yang Kai, namun karena ayah dari Xin Bu adalah adik dari ibu Yang Kai, membuat status Yang Kai menjadi seorang kakak, meskipun usia mereka terpaut 1 tahun, namun tubuh fisik Yang Kai lebih besar dari Xin Bu,
"kakak Yang Kai, tunggu disini sebentar, aku akan segera kembali," ucap Xin Bu lalu berdiri dan langsung masuk ke kereta kudanya,
"ehh.." Yang Kai hanya menggaruk kepalanya tidak mengerti maksud Xin Bu yang menyuruhnya untuk menunggu,
Yang Kai pun akhirnya hanya bisa menunggu sambil berbincang-bincang dengan Xin Han, ditemani Yang An yang duduk disampingnya tanpa sedikit pun bersuara,
setelah beberapa menit akhirnya Xin Bu keluar dari dalam kereta kuda sambil membawa buntalan kecil,
"maaf membuat kakak menunggu,.! sulit sekali mencari benda ini..!" ucap Xin Bu menyodorkan buntalan kecil itu kearah Yang Kai,
"ini pakaian yang aku beli dulu namun terlalu besar, mungkin pas untuk kakak,..!" tambah Xin Bu menjelaskan isi buntalan kecil itu,
"terima kasih adik..!" jawab Yang Kai tanpa sungkan langsung menerima pakaian yang diberikan oleh Xin Bu, karena memang dia membutuhkan pakaian itu jika harus menuju kota,
Xin Han yang melihat kedekatan kedua cucunya itu pun langsung tersenyum bahagia, meskipun dia kehilangan putrinya, namun keberadaan kedua cucunya membuat dia bisa melupakan kesedihannya,
tanpa mereka sadari, mereka telah berbincang-bincang sangat lama dan bahkan sampai matahari pun sudah tenggelam,
Xin Han pun memutuskan untuk mengajak kedua cucunya untuk makan dan melanjutkan perbincangan setelah mereka selesai makan,
***
Esok hari...
di pagi hari setelah mereka sudah cukup beristirahat semalaman, mereka pun memutuskan melanjutkan perjalanan setelah sarapan pagi, namun perjalanan kali ini tidak lagi untuk mencari Xin Xia, melainkan kembali menuju kediaman keluarga Xin,
Xin Han yang sudah mendengar kabar tentang Xin Xia dari Yang Kai cucunya itu pun akhirnya berencana untuk kembali pulang, dan berencana akan membawa Yang Kai ikut bersamanya sebagai tanda permintaan maafnya terhadap Xin Xia, dia berjanji dalam benaknya akan merawat dan membesarkan Yang Kai dengan sangat baik, dia juga berjanji akan menjaga Yang Kai agar tidak mengalami nasib yang sama seperti putrinya,
"Kai'er ikutlah bersama kakek pulang kerumah,.!" ucap Xin Han
"maaf kek, untuk saat ini aku tidak bisa ikut dengan kakek,.!" jawab Yang Kai sopan
Xin Han pun mengerutkan keningnya mendengar jawaban Yang Kai yang menolak untuk ikut pulang bersamanya,
"apa maksudmu Kai'er..? apa kau benci dengan kakek sehingga tidak mau ikut pulang..?" tanya Xin Han heran, dia merasa Yang Kai masih belum bisa menerimanya karena telah membiarkan Xin Xia sengsara,
"bukan begitu kek..! aku tidak membenci kakek, hanya saja aku ingin mencari jati diriku...!" jawab Yang Kai mencoba memberi penjelasan,
dia pun menjelaskan akan tujuannya yang ingin berkelana untuk menjadi pendekar yang kuat, agar dia bisa melindungi keluarganya, namun dia tidak menceritakan tentang bagian mencari kunci untuk membuka kekuatan sejatinya yang masih terbelenggu, yang dikatakan kakek tua yang ada di mimpinya,
"kalau begitu kakek akan menemanimu sampai kau menjadi pendekar kuat," jawab Xin Han yang tidak ingin Yang Kai berkelana seorang diri,
dia sadar jika mengurung Yang Kai di keluarga Xin tidak akan membuat Yang Kai lebih kuat, karena kurangnya akan sumber daya tingkat tinggi, dan meskipun Yang Kai masuk sekte besar sekalipun tidak lah cukup untuk kemajuan seorang pendekar, dan hanya dengan berkelana saja yang bisa menambah pengalaman seorang pendekar agar menjadi lebih kuat, namun resikonya juga tidaklah kecil karena bahaya akan selalu mengintai mereka,
Xin Han tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan Yang Kai, dia pun memutuskan untuk menemani Yang Kai berkelana, selain karena janjinya untuk menjaga Yang Kai, juga karena dia tidak ingin kehilangan darah daging dari putrinya itu, dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, kesalahan yang mungkin saja akan kembali berakhir dengan kehilangan keluarganya.
"tapi kek..! jika kakek ikut lalu siapa yang menjaga adik Xin Bu dan kelurga Xin nanti,.!" jawab Yang Kai tidak setuju dengan usulan Xin Han
"kakek tenang saja aku bisa menjaga diri..! selain itu ada Yang An yang menemaniku, dan apa kakek lupa kalau aku pernah hidup sendiri dihutan ini...?" tambah Yang Kai mencoba menenangkan Xin Han
Khuuuk..
Yang An ikut meyakinkan Xin Han
"tapi kau masih terlalu kecil untuk berkelana, dan kekuatanmu juga...!?" Xin Han menghentikan kalimat terakhir karena dia berpikir tidak seharusnya dia menyinggung kemampuan Yang Kai, dan dia pun juga masih tidak rela untuk melepas Yang Kai,
"yakinlah kek..! aku akan baik-baik saja, aku sudah sering menghadapi bahaya saat berada dihutan, jadi tidak akan ada masalah jika aku berkelana," jawab Yang Kai masih terus berusaha meyakinkan Xin Han,
"aku berjanji akan menemui kakek saat sudah cukup kuat nanti,..!" tambahnya agar lebih meyakinkan,
"hah... baiklah jika itu memang tekad mu, aku tidak bisa menahan mu lagi, namun kau harus benar-benar menemui kakek tua ini saat kau sudah cukup kuat,.!" jawab Xin Han menghela nafas berat karena tidak bisa menggoyahkan tekad Yang Kai,
"aku berjanji kek..!" sahut Yang Kai tersenyum kecil,
"baiklah Kai'er kakek akan menunggu,.!, apa kau akan berangkat sekarang..?"
"iya kek, aku berencana untuk berangkat setelah ini,"
Xin Han pun langsung memeluk Yang Kai, dia sesungguhnya masih tidak rela jika harus membiarkan Yang Kai berkelana seorang diri diusianya yang masih belia, jika dia memaksa Yang Kai untuk tinggal di keluarga Xin maka sudah pasti Yang Kai akan membencinya, dan karena sifat keras kepala Yang Kai, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa menurutinya, karena memang sejatinya seorang laki-laki harus bisa mandiri, apa lagi dia seorang pendekar,
setelah puas memeluk Yang Kai, akhirnya Xin Han melepaskan pelukannya,
"apa kakak yakin tidak ingin ikut dengan kami kak..?" tanya Xin Bu yang dari tadi hanya menjadi pendengar,
dia juga tidak rela melepaskan Yang Kai, meskipun hanya bersama semalam, namun mereka sudah sangat akrab karena memang Yang Kai mudah bergaul dan ditambah sifat konyolnya membuat orang yang dekat dengannya mudah akrab, serta Yang An yang juga ikut membaur membuat suasana yang hanya semalam itu menjadi kesan terindah bagi Xin Bu dan yang lainnya,
bahkan para pengawal pun ikut serta dalam kesenangan semalam itu, karena ajakan dari Yang Kai, hal itu membuat para pengawal yang semula takut karena ada Xin Han pun akhirnya ikut bersenda gurau sambil tertawa bersama, karena itulah para pengawal pun semakin menghormati tuan muda barunya itu, karena mereka berfikir kalau tuan muda barunya ini sangatlah loyal dan baik hati dan bahkan tidak memandang jabatan atau status,
Yang Kai tidak langsung menjawab Xin Bu namun langsung memeluknya, dia sangat senang dengan Xin Bu yang baik hati dan periang itu,
"kau tenang saja, nanti kita pasti akan bertemu lagi, dan pada saat itu kita akan main sepuasnya..!," kata Yang Kai tersenyum setelah melepas pelukannya dan mencoba menenangkan Xin Bu,
"hehe aku akan menunggu kakak..! jangan lupa bawa oleh-oleh ya...!" jawab Xin Bu polos
"tentu saja..!" sahut Yang Kai
"kakek aku akan pergi dulu, arah mana untuk menuju kota terdekat kek..?" tanya Yang Kai
"pergilah ke utara disana ada kota besar bernama kota Soulun," jawab Xin Han memberi arah,
"berhati-hatilah..!, kakek tidak membawa apa-apa, hanya ini yang bisa kakek berikan sebagai bekalmu,.! jangan lupa untuk mengunjungi kakek dikota Rangsu, kau bisa bertanya pada penduduk dimana lokasi keluarga Xin, kakek akan menunggumu" lanjut Xin Han sambil memberikan sekantong berisi uang koin,
"baik kek..! terima kasih..!" jawab Yang Kai menerima kantong itu lalu memberi hormat dan bersiap untuk pergi,
"kalian semua..! sampai bertemu lagi..!" lanjut Yang Kai menyapa para pengawal
"berhati-hatilah tuan muda..!" jawab para pengawal serempak
Yang Kai tersenyum, dan lalu melesat pergi ke arah utara berlawanan arah dengan rombongan keluarga Xin, Yang Kai pun memulai perjalanannya kembali, dan kota tujuan awalnya yaitu menuju kota Soulun, di wilayah bagian barat kekaisaran Han,
Xin Han dan rombongannya pun hanya bisa mendoakan agar Yang Kai baik-baik saja, mereka hanya bisa menatap kepergian Yang Kai, dilain sisi mereka sangat kagum dengan tekad Yang Kai, namun disisi lain mereka sangat khawatir akan keselamatan Yang Kai, karena mereka sadar kehidupan para pendekar tidaklah semudah yang dibayangkan,
dan pada akhirnya mereka pun berkemas bersiap untuk kembali kerumah mereka, setelah puas melihat Yang Kai yang kini sudah tidak terlihat lagi.
...•••••°####°•••••...
...| |...
...| |...
...| |...
...###°¥°###...
Note:
Perkembangan tokoh utama untuk karya amburadul ini saya buat sangat lamban, saya berpikir untuk si mc nya untuk merasakan kehidupan super-super sulit dulu sebelum mencapai puncaknya, jadi jika ada yang tidak suka mc lambat mohon skip aja,🙏
dan karena karya ini hanya untuk mengisi waktu luang saja dan hanya untuk merasakan lika-liku para author saat menulis agar saya tidak sembarangan komen di novel lain😁, jadi mohon maaf🙏 jika memang banyak yang kurang memuaskan, dan untuk jadwal rilisnya tidak bisa saya pastikan,🙏🙏😁
untuk Yin Mei...