Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️
Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.
Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.
Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.
Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
Kenneth Pov
Di bawah cahaya mentari yang membias menembus tirai tipis di jendela. Wajah wanita ini terlihat bersinar dengan rona pipinya yang memerah. Bulu mata lentik bergerak perlahan mengikuti kedipan matanya.
“Be-Benar!” jawabnya gugup.
Untuk kali ini, aku tak ingin berdebat dengannya. Hanya ingin menyingkap beberapa helai rambut yang menganggu di wajah cantiknya. Tanganku bergerak lembut, menyingkap rambut itu ke belakang telinga.
Aku benar-benar berharap, waktu berhenti untuk sejenak. Membiarkan aku menikmati setiap inci tubuhnya. Menatap raut wajah yang begitu menggoda. Bibir kecil yang sedikit tebal. Bulu mata lentik tapi bukan bulu mata badai yang cetar membahana. Wajahnya, kecantikannya, aku tak dapat menahannya.
Sekali lagi aku terjatuh, dalam jampi-jampi sihirnya yang memikat. Perlahan menarik kepalanya dengan lembut. Membuat dua bibir kami hanya berjarak beberapa jari. Namun tiba-tiba ....
“Maaf permi ....” Suara perawat yang tiba-tiba datang membuat kami saling menjauh. “Ah, maaf, saya lupa mengetk pintu!” kata perawat itu menundukkan pandangannya.
“Eemm, ada masalah apa?” tanyaku ketus.
Dalam hati, tentunya kesal. Aku ingin mengumpat, memakinya atau bahkan membunuhnya.
“Itu, kamar Anda. Anda sudah dapat pindah sekarang, Tuan,” ucap Perawat itu yang masih tertunduk.
Hanya itu? Dia mengangguku hanya demi mengatakan itu?
Sepertinya emosiku sudah meluap sampai menembus ubun-ubun. Aku memijat kening, berusaha menahan amarah yang hampir meledak. “Oke, Oke. Aku akan pindah nanti!”
Sejak perawat itu pergi. Aku jadi mati gaya di depannya. Cuma bisa tutup mata pakai tangan dan tersenyum getir, lalu kembali ke ranjang.
“Itu ... gimana tanganmu?” tanyanya tanpa melihatku.
Aku melihat tangan yang sudah terpasang gips. Tak ada apa pun yang aku pikirkan saat dia bertanya seperti itu. Hanya merasa bahagia atas perhatiannya meski sedikit frontal.
“Cuma retak, gak ada masalah!” Aku menatapnya yang masih dia membelakangiku. “Hanya saja ... sepertinya aku perlu absen untuk beberapa hari,” lanjutku.
Ia menoleh, menatapku dengan mata bulatnya yang sedikit sayu. “Aku akan mengurus itu! Kamu istirahat aja!”
Aku sedang berpikir apa? Dia sedang memperdulikanku kah?
“Aku mengandalkanmu, Miss. Soal semalam ....”
“Sudah kubilang itu kebetulan! Gak perlu terima kasih!” Ia berjalan ke ranjangnya dan berbaring. “Aku mau tidur!” lanjutnya sembari menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Beneran, deh. Aku berharap waktu berhenti, agar bisa mengabadikan moment ini dalam memoriku.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Kenneth melihat ponsel baru yang kemarin di bawakan oleh sekretarisnya. Ia fokus dengan beberapa file dokumen yang dikirim Ziko pagi tadi. Tiba-tiba seorang perawat datang, dan mengantar Kenneth ke ruang VVIP.
“Kapan dia boleh pulang?” tanya Kenneth kepada suster yang mendorong kursi rodanya. Suster itu sempat bertanya-tanya dalam hati, karena tidak paham apa yang di tanyakan Kennt.
“Namanya Kia!” ucap Kenneth sedikit malas menjelaskan.
“Ohhh, nona Kia. Kata dokter siang ini sudah bisa pulang,” jelas perawat itu.
“Keadaannya?”
“Tidak parah, Tuan. Hanya hipotermia saja.”
“Sudah bilang kalau dia boleh pulang siang ini?”
“Tidak, Tuan. Apa ada masalah?” Perawat itu memencet tombol lift.
“Biarkan dia menginap satu hari lagi di sini! Bilang saja dia perlu istirahat satu hari lagi!” Jelas Kemneth. “Ahh!! Soal biaya, biar aku yang mengaturnya!”
Suster itu terlihat ragu saat akan menjawab ucapan Kenneth. Namun lelaki itu cukup memahami situasi. Dengan cekatan ia menghubungi direktur rumah sakit, dan meminta untuk menuruti apa yang dia mau.
“Baik, baik. Saya akan melakukannya!” ucap direktur dari balik panggilan.
Kenneth tersenyum puas mendengar jawaban itu. Ia bahkan sempat menghela napas lega.
Kenneth : Demi cinta, kadang bisa melakukan hal konyol macam itu, Thor!
Thor : Halah gayamu Kennt!
Kenneth : Kenapa? Gak terima? Mau aku backlist dari dunia perhaluan????
Thor : Baku hantam kita, yok!!!
😂😂😂😂
Udah ah, othor mau baku hantam sama si Kent dulu. Jangan ritualnya!! jangan lupa!! 🤭
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
Klo ken ingusan Kia bocil donk
Racun saja nenek lampir kyk gitu