RCR S1 ~ Bercerita dimana seorang gadis SMA berkepribadian ceria, humoris dan juga ceroboh yang sering mengalami mimpi yang sangat aneh. Yaitu, menjadi seorang Putri Kerajaan Eropa Abad Pertengahan dengan gaun mewah serta permata indah yang terbalut di tubuhnya. Tidak hanya sampai disitu, terdapat seorang lelaki bernama Ken yang tidak lain adalah teman sekelasnya yang memiliki paras sangat serupa dengan Pangeran yang ada dalam mimpinya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah ada rahasia di balik itu semua?
RCR S2 ~ Bercerita dimana terbukanya rahasia kepingan puzzle dalam mimpi yang selama ini dialami oleh Ruby. Gadis itu secara ajaib terlempar di kehidupan masa lalunya. Yaitu, Kerajaan Eropa Abad Pertengahan. Disinilah ia harus terjebak dalam dunia kerajaan yang sesungguhnya. Dunia yang penuh dengan rahasia, intrik, dan pengkhianatan. Hingga akhirnya, kepingan puzzle itu akan terbuka seutuhnya. Gadis itu menemukan Reinkarnasi Cintanya. Reinkarnasi Cinta Ruby.
RCR S3 ~ Kembalinya Ruby di kehidupan asalnya. Namun, takdir baru telah siap menyambutnya. Sebuah dunia dimana ia merasa betapa dangkalnya ilmu manusia dan betapa hebatnya kuasa Tuhan. Sebuah profesi yang membuat gadis itu lebih menghargai setiap detak jantung karena ia bisa berhenti tiba-tiba, kapan saja. Profesi yang menuntut pengorbanan besar, demi menyelamatkan nyawa manusia.
(First novel yang acakadulnya akan dibuat sebagai kenang-kenangan 😂)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diar Rochma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Test for Reyhan
Saat Belajar Kelompok
"Ruby, gimana tadi Reyhan? Jadi kan?" tanya Nina tiba-tiba di depan buku Biologi yang terbuka lebar dan pulpen yang terselip di sela-sela jarinya.
"Hah? Jadi apa? Bikin kue? Jadi kok." Aku
bertanya-tanya sendiri lalu kujawab sendiri.
"Reyhan lumayan juga loh Ruby, selain tampan dia anaknya juga baik. Aku dukung kok kalau kamu sama Reyhan," sahut Nina.
"Ciyeee Ruby, uhuy ...," celetuk Anggita.
"Hmm, mulai deh! Kita tadi tuh cuman bikin kue bareng aja lho guys, bukannya kencan!" gerutuku.
"Tapi di poin Reyhan baik, sepertinya aku setuju sih, dia memang baik anaknya, dia sayang banget sama Ibunya." Aku berucap sambil mengarahkan pandanganku ke sembarang arah.
"Nah tuh kan, sama Ibunya aja sayang banget apalagi sama istrinya nanti, ya nggak?" celetuk Sabina.
"Wah iya betul itu, suamiable banget ya nggak sih?" Anggita menyahut dengan senyumnya yang mengembang.
"Dih, kok malah ngelantur kemana-mana sih. Ya nggak mungkin lah Reyhan suka sama aku, dia kan juga cukup populer di sekolah, mana mau sama aku yang biasa gini, jangan ngaco ah!" gumamku.
"Hmm jangan gitu, dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu? Gimana kalau kita coba test aja tuh si Reyhan?" ucap Nina tiba-tiba dengan sebuah ide absurdnya.
"Hah test? maksudnya?" Suaraku sedikit meninggi.
"Iya kita test Reyhan apakah dia suka sama kamu atau nggak, dan dia hanya lihat orang dari luarnya aja atau nggak, gimana?" sahut Nina.
"Idih, apa'an sih? Nggak usah ah!" jawabku spontan dengan cepat.
"Lah kenapa? Siapa tahu Reyhan ternyata juga suka sama kamu, kamu nggak ingin punya pacar kayak Reyhan gitu?" Nina seketika meletakkan pulpennya dan bicara menggebu-gebu.
"Iya kamu masak mau jomblo terus sih? Dasar jomblo!" celetuk Anggita lagi seperti kompor meleduk.
"Helloooo please! bukannya kalian berdua juga jomblo ya? Sok-sokan bicara tentang kejombloan disini!" gumamku sambil menyipitkan mataku memandangi Nina dan Anggita.
"Hahaha iya sih, tapi kan apa salahnya kita coba dulu, pokoknya besok kita harus nge-tes si Reyhan! Soalnya feelingku kuat banget sih kalau dia juga suka sama kamu, yaa yaa yaa Ruby?" ucap Anggita sambil merengek seperti bayi di hadapanku.
"Hmm sebenernya kalian ini kemari niatnya belajar kelompok atau buka biro jodoh sih? Iya udah terserah, test doang kan? biar kalian puas, kalau ternyata Reyhan bener nggak suka sama aku jangan gangguin dia lagi, oke?" ucapku.
"Oke deh hahaha," ucap mereka bertiga serempak.
"Jadi besok rencananya gimana?" tanya Sabina.
Kami bertiga pun berkumpul dengan posisi melingkar dan kepala didekatkan sambil berpelukan seolah sedang mengatur strategi di lapangan sepak bola.
Tik ... tik ... tik ...
Suara dentingan jam berbunyi di dalam keheningan. Kami masih sibuk berfikir sembari melemparkan pandangan satu dengan yang lainnya.
"Gimana kalau besok test pertama kita adalah kita cari tahu apa yang dia katakan tentang Ruby, jadi kita coba pancing Reyhan dengan menyebut-nyebut nama Ruby saat nggak ada Ruby, dan kita lihat apa komentarnya." Nina menjelaskan dengan seksama.
"Hmm gimana sih aku kurang paham maksudnya? Kita ngomongin apa tentang Ruby ke dia?" Sabina menggaruk-garuk kepalanya karena bingung.
"Besok saat di kelas aku akan coba deketin dia dengan alasan setor nama yang mau ikut liburan ke Bali, kebetulan kita kan belum setor nama! Nah, saat aku disampingnya, aku akan pancing dia dengan bilang "Ruby hari ini tampil cantik ya Rey, menurut Reyhan gimana?" terus kalau dia langsung menanggapi dengan membicarakan Ruby, kemungkinan Reyhan suka sama Ruby, kalau dia memutar bola matanya lalu mengatakan yang tidak baik, berarti dia nggak suka!" jelas Nina.
"Boleh boleh!" seru Anggita.
"Iya, jadi nanti kalian bisa perhatikan Reyhan dari tempat duduk kalian, gimana reaksi Reyhan!" ucap Nina.
"Hmm, Nina genius banget sih masalah beginian hahaha" celetuk Sabina.
Di Dalam Kelas Sebelum Jam Pelajaran
Kelas, bukan hanya sebuah ruangan, melainkan suatu hubungan, tempat dimana kutemukan pengalaman, persahabatan, dan permusuhan. Terdengar gemuruh keramaian di dalamnya saat menunggu datangnya guru. Tampak sebagian murid perempuan yang sibuk dengan kaca dan lipbalm di tangannya, sebagian murid laki-laki yang sibuk menggoda murid perempuan dengan berbagai candaan konyolnya, ada pula yang sibuk menyalin pekerjaan rumah milik temannya sembari bergulat dengan waktu menunggu datangnya guru.
Inilah kelasku, dan inilah kisahku.
***
Love Test Part 1
Sesuai rencana, Nina berjalan menghampiri Reyhan dengan membawa lembaran formulir liburan di tangannya, sementara kami duduk manis di tempat duduk kami masing-masing untuk bersiap mengamati Reyhan. Nampak Reyhan sedang duduk di bangkunya dengan earphone yang terpasang di telinganya. Kini Nina semakin mendekati Reyhan.
"Rey, aku mau ngumpulin formulir liburan nih, punyaku, Anggita, Sabina, dan Ruby." Nina berdiri di samping Reyhan.
Namun Reyhan bergeming. Sepertinya dia tidak mendengar Nina lantaran earphone yang terpasang di telinganya. Nina mulai mencolek tangan Reyhan dengan pelan.
"Ah, Nina? Kenapa Nin?" Reyhan terkejut tiba-tiba Nina berada di sampingnya.
"Ini mau ngumpulin formulir liburan," ucap Nina sambil memberikan beberapa lembar formulir kepada Reyhan.
"Oh, iya aku terima ya," sahut Reyhan dengan ramah.
"Hmm ... Rey ...." Nina bergumam pelan karena ragu harus memulai darimana.
Reyhan mengerutkan keningnya saat melihat Nina seolah ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk dia katakan.
"Kenapa Nin? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Reyhan.
"Ah enggak, ituloh Ruby hari ini kelihatan cantik ya! Gimana menurut Reyhan?" tanya Nina canggung semakin menambah kecurigaan Reyhan.
Reyhan hanya tersenyum ramah seperti biasanya, dia tersenyum sampai matanya menutup sempurna seolah bisa ditinggal bersembunyi jika Nina mau.
"Hah gimana menurutmu Rey?" Ruby cantik kan hari ini?" cerca Nina.
"Cantik kok, semua wanita cantik kali Nin." Reyhan menjawab dengan santai.
"Ahh gitu ya?" tanya Nina lagi.
Nina pun kembali ke tempat duduk kami dengan muka yang sedikit kecewa dengan apa yang baru di katakan Reyhan.
"Duh Reyhan gak seru banget ya?" kernyit Nina.
"Hahaha bilangin juga, dia mana suka sama aku?" celetukku.
"Sebentar aku punya ide lain." Nina tiba-tiba membangkitkan tubuhnya dan kembali lagi ke bangku Reyhan.
"Reyhan ..." sapa Nina lagi seakan membuyarkan apa yang di dengar Reyhan di earphone yang masih menempel telinganya.
"Apa lagi Nina Putri Kusuma Wardani?" tanya Reyhan sambil menyebut nama lengkapnya.
"Kamu suka sama Ruby nggak?" tanya Nina seakan menohok Reyhan.
Dengan santainya Reyhan menjawab pertanyaan Nina yang barusan dia katakan.
"Kalau iya kenapa? hehehe," jawab Reyhan dengan senyum manisnya.
***
.
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk Author dengan klik Like, favorit, komen, dan vote ya :)...
cinta yg sangat menyentuh hati
tetap semangat berkarya
TRUE BEAUTY
lah klo pantasi itu nama MC di sebut tanpa ada kata AKU ,