NovelToon NovelToon
Istri Satu Miliar

Istri Satu Miliar

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Obsesi / One Night Stand / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Eka Pradita

"Kesalahanku adalah karena aku menerima tawaran itu sehingga aku mulai merasa nyaman dengannya."

Melani Pricillia adalah seorang sekretaris baru di Perusahaan Haditama. Ia baru saja bekerja selama 6 bulan pada perusahaan yang dipimpin oleh seorang pria dingin bernama Revan Haditama.

Sebuah tawaran dilayangkan oleh Revan kepada Melani yang membuat wanita itu tergiur dengan isi dari kontraknya. Sebuah kontrak yang mengharuskan Melani berpura-pura menjadi pacar Revan sebagai alasan Revan agar terhindar dari perjodohan yang telah direncanakan oleh orang tuanya. Namun tidak hanya itu, di luar dugaan Revan pun meminta Melani menjadi istrinya dengan bayaran 1 Miliar.

Bagaimana hubungan Revan dan Melani di akhir kontrak? Akankah cinta dapat tumbuh dan menyatukan keduanya dalam sebuah ikatan hati?

Follow Instagram Author : ekapradita_87

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Bahagia

Selamat membaca!

Keesokan harinya, tibalah hari dimana sandiwara besar yang dilakoni oleh Melani dan Revan akan segera terjadi. Melani mengawali harinya dengan bangun lebih pagi dari biasanya. Bahkan wanita itu dapat melakukan ibadah salat subuh bersama sang ibu yang senantiasa selalu mengingatkan Melani untuk menjalankan kewajibannya.

Setelah salat, Melani pun menemani Diana untuk sarapan pagi sebelum mereka pergi ke pasar tradisional yang berada tak jauh dari rumahnya. Ya, hari ini adalah acara pertemuan dengan keluarga Revan, maka itu Diana ingin menyuguhkan masakan yang terbaik untuk keluarga dari calon suami putrinya.

Waktu terus beranjak, hingga membuat matahari bersinar semakin terik. Sinar yang semakin gagah dari sang mentari menandakan, bahwa saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10.00 pagi dan mereka baru saja kembali dari pasar.

Setelah beristirahat beberapa menit di ruang tamu sambil menikmati segelas teh manis hangat buatan Diana, kini Melani mulai melangkah kakinya untuk membantu Diana yang saat ini tengah berkutat di dapur untuk mengolah berbagai macam bahan makanan yang telah dibelinya. Diana memang sangat pintar sekali dalam persoalan masak memasak. Bahkan kepintarannya itu diturunkan kepada Melani, putrinya yang juga serba bisa dalam memasak berbagai macam makanan.

"Mah, Melani bantu ngapain nih kira-kira?" tanya Melani sambil mendekat ke arah Diana yang tengah membasuh ikan di wastafel dapur.

"Pertama kamu masak gurame asam manis dulu ya, Mel. Ini ikannya sudah Mama cuci bersih, jangan lupa dibalurin lemon dan sedikit garam ya," jawab Diana sambil menyerahkan dua ekor ikan gurame yang berukuran cukup besar.

"Siap, Chef. Laksanakan!" Melani menjawab dengan sigap dan dibumbui dengan candaan.

Kedua tangan Melani pun mulai bekerja dengan sangat cekatan untuk memasak gurame asam manis kesukaannya, resep turun temurun dari buyutnya.

Setelah menghabiskan waktu selama berjam-jam di dapur, ditemani alunan musik era tahun 2000-an. Diana bukan hanya memasak makanan berat saja untuk Revan bersama keluarganya, tapi wanita paruh baya itu juga meminta putrinya membuat kue yang biasa ia buatkan untuk sang mama. Namun, Melani masih tampak gugup dan tak percaya diri dengan rasa dari kue yang dibuatnya. Ia takut jika nantinya kedua orang tua Revan tidak akan menyukai kue yang telah ia buat dengan tangannya sendiri.

"Mah, apa Mama yakin kue buatan aku ini enak? Kalau ternyata hanya enak di lidah Mama aja gimana dong? Lagian setahu aku selera keluarganya Revan itu kebarat-baratan, beda jauh sama rasa kue yang aku buat ini lho," tanya Melani yang tak percaya diri dan sudah menilai, jika kue buatannya tidak akan disukai oleh keluarga Revan.

Perkataan Melani yang terdengar cemas, seketika membuat Diana terkekeh akan kegelisahan putrinya yang berlebihan. Ia pun kini mulai merangkul pundak Melani dan mengusapnya dengan lembut. "Percaya sama Mama, Mel! Calon mertua dan calon suamimu pasti akan sangat menyukai kue buatan kamu. Ayo semangat dong, tinggal dihias sedikit lagi sudah bisa langsung dihidangkan di atas meja makan. Nanti setelah semuanya selesai kamu pergi mandi dan berdandan secantik mungkin untuk menyambut calon suamimu yang dua jam lagi akan datang. Oke?"

Rasa gugup yang semula merasuk dalam pikiran Melani, kini berangsur menghilang setelah mendengar kata demi kata yang Diana sampaikan padanya. Terlebih saat sang mama meyakinkan dirinya bahwa kue buatannya sangatlah enak.

"Iya deh, Mah. Melani akan lanjutkan untuk menghias kue ini biar bisa cepat siap-siap. Waktunya lumayan mepet, Mama juga jangan lupa siap-siap ya, pakai dress yang sudah aku siapkan di atas ranjang untuk Mama kenakan."

Keduanya pun kembali melanjutkan aktivitas memasaknya di dapur yang hampir selesai. Setelah setengah jam berlalu, kini Melani sudah menyelesaikan aktivitas mandinya dan langsung menghidangkan kue buatannya di atas meja makan yang juga sudah tersaji beberapa menu masakan sang Mama. Sekilas Melani tersenyum menatap ruang makannya yang tampak berbeda karena akan kedatangan tamu spesial.

"Andaikan Revan itu benar-benar jodoh yang Tuhan kirimkan untuk mendampingi hidupku, mungkin aku akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini karena sebentar lagi dia akan datang melamarku dengan membawa kedua orang tuanya. Ah, sayangnya semua ini hanya sandiwara dan tidak akan pernah menjadi nyata. Semoga suatu hari nanti Tuhan mengirimkan aku seorang pria yang bisa menerimaku apa adanya, mencintaiku dengan tulus dan menganggap keberadaanku adalah sesuatu yang paling berarti untuknya," batin Melani yang tengah bermimpi setinggi langit.

Setelah puas memandangi berbagai macam menu di atas meja makan, wanita itu pun memutuskan untuk segera menaiki anak tangga menuju kamarnya. "Aku tidak boleh berleha-leha karena aku harus tampil anggun di hadapan orang tua Revan biar enggak malu-maluin banget, walau aku ini hanya menjadi pacar pura-puranya."

Satu jam kemudian, seorang wanita berparas cantik tengah memandang dirinya di depan cermin sambil memutar-mutar tubuhnya untuk memastikan, bahwa penampilannya sudah rapi sebelum turun ke bawah.

Kedua sudut bibir wanita itu tidak lelah-lelahnya membentuk seulas senyuman penuh rasa bahagia. Walau saat itu, Melani hanya mengenakan blouse berwarna hijau telur asin yang bermotif bunga-bunga lalu dipadupadankan dengan rok yang tingginya selutut, tapi itu sudah cukup membuat penampilan Melani tampak sempurna.

"Aku bener enggak ya pakai baju begini untuk bertemu orang tuanya Revan? Ah, tapi 'kan ini pertemuan di rumah, bukan di luar, jadi bebas dong pakai baju apa aja!" gumam wanita itu yang tengah meyakinkan dirinya sendiri.

Saat keraguannya masih membuatnya tak melepaskan sedetikpun pandangan matanya dari cermin. Melani dibuat kebingungan saat perasaan hatinya terasa begitu berbunga-bunga dengan apa yang akan di hadapinya sebentar lagi. Sebuah momen pertemuan antara dua keluarga untuk membahas pernikahan putra dan putrinya.

"Aduh, aku ini kenapa ya bisa merasa sebahagia ini mau ketemu sama Revan dan orang tuanya? Padahal 'kan ini cuma sandiwara doang!" batin Melani yang tidak bosan untuk mengulas senyumannya yang terlihat sangat manis.

Kebahagiaan itu seketika sirna saat sisi dirinya yang lain dengan cepat mengingatkan Melani akan kenyataan yang sebenarnya.

"Sadar diri ya, Mel, kamu itu kekasih palsu Revan karena kekasih yang aslinya lagi sibuk di Paris! Jadi jangan bahagia berlebihan nanti kamu bisa sakit hati, apa kamu lupa sakit hati itu lebih sakit daripada sakit gigi!" batin wanita itu sekali lagi untuk memperingati dirinya sebelum beranjak keluar dari kamar, setelah mendengar suara klakson mobil yang menandakan bahwa Revan sudah datang bersama orang tuanya.

Melani pun segera melangkah panjang saat kedua kakinya menuruni anak tangga untuk menyambut kedatangan tamu di halaman rumah.

🌸🌸🌸

Bersambung ✍️

1
Aisyah Ajamu
ada videonya gak
ira
bgs Daddy selidiki sampe akar² nya trs jg nnti selidiki jg Jessica
ira
licik kali lah si Revan ini ternyata itu semua ulahnya aku sumpahin kamu Revan bucin akut kepada Melani 😁😁
ira
aku sih berharapnya Revan duluan yang Bucin kepada Melani 😁😁
ira
aman Bu uangnya Melani banyak jadi ibu puas mau belanja apa aja 😁😁
ira
sebenarnya apa yang membuat Revan bersikap dingin seperti itu kepada daddynya sendiri 🤔🤔 setelah dirimu mengetahui perselingkuhannya Jessica apakah rasa cintamu masih ada untuk wanita jalang itu
ira
hayo lo Revan ketahuan kan diintrogasi itu sama Daddy
ira
betul sekali Daddy selidiki dengan segera Revan itu cuman bersandiwara saja visualnya Daddy ganteng kali😆😆
ira
semoga pas ke Paris perselingkuhannya Jessica diketahui oleh Revan 😁😁😁bagus sekali acara pernikahannya dimajukan
ira
betul banget tuh daddy harus diselidiki terutama kelakuannya Jessica
ira
semoga sandiwara mereka jadi kenyataan
ira
justru itu Mel kmu hrs buat Revan jth cinta kpd mu
ira
doa kn ya mah supaya Revan berjodoh dgn Melani🤭
ira
itu berarti kamu masih mempunyai rasa kan kepada Melani, al
ira
kamu tuh nggak sadar aja Revan sebenarnya udah ada rasa kan kepada Melani
ira
bukan main 16 m terus pajaknya setahun berapa itu 😆😆😆
ira
semoga kebusukan Jessica segera terungkap agar Revan merasakan yang namanya sakit dikhianati ya anggap saja itu sebagai balasan dari dia telah menyakiti Melani 🤣🤣🤣
ira
lbh cantik visualnya Melani🤭🤭 heh Revan kekasih tersayangmu malah bercinta di luar negeri sana dan kau Dengan bodohnya percaya dia setia 😆🤣🤣
ira
manfaatkan waktumu Melani buat Revan jatuh cinta kepadamu sampai bucin akut supaya pernikahanmu makin lancar
ira
aamiin mah semoga doa² mu terkabulkan dn Revan jdi bucin bngt KPD melani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!