NovelToon NovelToon
Inilah Aku!

Inilah Aku!

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:648k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggrek

JANGAN DIBACA!!!
ASLI, BUKAN TIME TRAVEL, YA!
HANYA KISAH ASAL PENUH PERKETYPOAN!
KALAU UDAH BACA, YA JANGAN NYESEL! BISA MENYEBABKAN MUAL DADAKAN, GANGGUAN SUSAH TIDUR, DIABETES BERLEBIHAN, DAN BUCIN DADAKAN.

(Gejala di atas berdasarkan survey dari zaman kuno hingga saat ini).

Bagai bulan yang tertutup awan, aku harus membuang semua hal tentangku, semua jati diriku, dan melanjutkan hidup sebagai kembaranku sendiri.

Terasa susah. Namun, itulah yang harus kulakukan. Hanya karena paksaan sang ayah dan juga kesalahan yang sepenuhnya bukan milikku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu.

Di kursi paling depan, sepasang mata memperhatikan gerak-gerik Rian sejak dia masuk dan memperkenalkan diri. Dia seperti mengenal sosok murid baru tersebut, tapi dia tak yakin dengan hal itu. Jadi dia tak melepas pandangan matanya sedetik pun dari Rian, bahkan ketika Rian keluar kelas, siswa yang terus melihat Rian juga mengikuti hingga ke perpustakaan. Dia hanya memperhatikan dari jarak yang aman, ingin mendekat, tapi dia masih sedikit ragu.

Rian sendiri tak menggubris, meski dia tau dirinya sedang diikuti. Dia pikir itu pasti salah satu teman sekelasnya yang ingin mengajak dirinya berkenalan. Hingga bel tanda istirahat hampir berbunyi, tak ada seorangpun yang mendekati Rian. Dia menoleh dan mendapati seorang siswa yang sesekali melempar tatapan kepadanya melalui balik buku yang dibaca siswa tersebut.

Rian berdiri, menghampiri siswa yang sejak tadi mengikuti dan memperhatikan dirinya. Begitu sampai di depan siswa itu, Rian mengetuk meja di depannya dengan pelan. Siswa tadi tersentak kaget, dia tadi langsung berpura-pura fokus membaca saat Rian berdiri. Dia pikir Rian akan kembali ke kelas, makanya dia akan kembali juga setelah Rian pergi duluan. Makanya begitu melihat Rian berdiri di depannya, dia tak bisa untuk menyembunyikan ekspresi terkejut yang nampak jelas di wajahnya.

"Oh, uh, hai, murid baru! Emm, ada perlu apa?" tanya siswa itu setelah mengatur ekspresinya beberapa saat, dia berusaha bertanya dengan tenang. Padahal kentara sekali kalau dirinya sedang gugup.

Rian mengangkat sebelah alisnya. "Harusnya saya yang bertanya seperti itu?" tekan Rian dengan nada datar.

"Ah, ha-ha-ha-ha-ha, apa maksudnya, ya?" seru siswa itu canggung.

"Eh, sudah jam segini! Kalau gak cepat, kita bisa telat ke kelas." jam yang melingkar di tangan dijadikan alasan untuk mengalihkan perhatian.

"Hmm, kalau ada yang mau disampaikan, sampaikan saja. Gak usah pakai acara nguntit segala!" suara Rian menghentikan langkah siswa tadi.

"Mungkin nanti! Sekarang, kita benar-benar harus segera kembali ke kelas," katanya, dia pun kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

Rian mengangkat bahu acuh, meski dia sedikit penasaran kenapa orang yang pertama kali dia temui terus-menerus mengikuti dirinya. Namun, Rian mencoba untuk tak ambil pusing. Seperti yang diucapkan teman sekelasnya tadi, mereka memang harus bergegas kembali ke kelas jika tak ingin terlambat. Bel masuk akan berbunyi kurang dari lima menit, walaupun ingin menjadi murid yang dicap bendel, tapi Rian tak ingin telat dan mendapati kuman di hari pertamanya bersekolah.

Hingga sekolah berakhir, siswa tadi masih memperhatikan Rian. Namun, tak juga berniat untuk mendekat. Rian sendiri tak lagi repot mengurusi, bukankah katanya nanti mereka akan berbicara, jadi buat apa dia bertanya lagi.

Bel pulang berbunyi, Desita sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Wanita itu terlihat sangat antusias menunggu anaknya, sepertinya dia ingin mendengar cerita tentang bagaimana sekolah Rian hari ini dari sang anak yang bersangkutan. Rian pun masuk ke dalam mobil ibunya, mobil itu pun melaju meninggalkan sekolah.

Dari kejauhan, siswa tadi mengangguk dengan seulas senyum senang. "Ternyata memang betul dia," gumamnya pelan dengan aura senang yang menguar di sekelilingnya.

"Hari ini kita bakal bahas ini di chat kita, Adrian!" lanjutnya mengulas senyum tipis. Dia pun naik mobil yang baru saja datang menjemputnya.

"Maaf tuan muda, saya telat jemputnya. Tadi jalanan lumayan macet," kata si supir takut-takut, dia takut sang majikan protes yang berakhir pekerjaannya menghilang, alias pengangguran karena telat menjemput junjungannya.

Anak yang dipanggil tuan muda malah tersenyum, lebih tepatnya menyeringai senang. "Tak apa, berkat mamang, saya jadi bisa melihat hari yang cerah!" nada yang dikeluarkan sang anak majikan tak seperti biasanya. Meski majikannya yang satu ini baik dan ramah, tapi sang majikannya ini sangat tak suka yang namanya keterlambatan, satu detik pun tak bisa ditolerir olehnya. Dan sekarang si anak majikannya ini malah bilang tak apa, terus katanya bisa melihat hari yang cerah. Pasti ini sindiran model baru untuk menekan pelayan kecil seperti dirinya. Berlagak baik, padahal nantinya dia bakalan digantung di saat dirinya telah sepenuhnya lengah.

"Se–Se–sekali lagi, sa–sa–saya minta ma–ma–maaf, tuan muda!" kata si supir terbata-bata, dia nyaris pingsan karena tak kuat mendapati siksaan gaya baru dari anak majikannya ini.

"Tak usah dipikirkan, kita jalan saja. Saya ingin cepat-cepat pulang!" balas si anak majikan mengalihkan tatapannya ke arah jendela, dia lebih baik melihat jalanan daripada melihat ekspresi takut di wajah si supir yang entah mengapa terlihat lucu. Tek mungkin kan dia harus menertawakan orang yang lebih tua darinya, meski hanya seorang supir saja.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

Desita bertanya ini dan itu dengan antusias, dia tak sabar jika harus menunggu sang anak untuk memulai cerita.

"Bagaimana sekolahnya?"

"Gurunya baik semua, kan?"

"Gak ada yang iseng sama kamu, kan sayang?"

"Apa kamu sudah dapat teman?"

Dan, masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang diajukan oleh Desita, Rian hanya menjawab seadanya.

"Sekolahnya bagus, gak ada yang rusak!" jawab Rian untuk pertanyaan pertama ibunya.

"Guru hari ini ... bisa dibilang baiklah!" lanjut anak itu dengan jawaban yang menggantung di tengah bagian.

"Siapa yang bisa iseng sama Rian, mom?" kata Rian sambil mengangkat sebelah bibirnya.

"Dan, Rian belum dapat teman! S.a.t.u.p.u.n!" kata Rian sengaja menyebutkan satu persatu dari huruf satupun yang dia ucapkan di akhir kata.

"Ah, sayang sekali! Tapi gak apa, masih ada hari esok, sayang! Gimana makanannya, cocok sama selera kamu, Rian?" Desita melirik Rian sesekali sambil memperhatikan majalah yang dibacanya.

"Pak, nanti mampir bentar buat cari makan, ya!" kata Desita.

"Baik, nyonya besar!" ucap si supir patuh.

"Rian langsung ke perpus tadi, mom. Jadi Rian belum nyoba makanan di kantin sekolah!" balas Rian jujur.

"Ya ampun Rian, jadi kamu belum ada makan?" pekik Desita tak percaya.

Rian merasa aneh sendiri dengan kelakuan ibunya, dulu saja ketika dia menjadi Adriana, tak ada yang bertanya atau memperhatikan soal makanannya, bahkan dia pernah tak makan selama beberapa hari dan masih tak ada yang sadar akan hal itu. Sekarang, di saat dia diharuskan menjadi Adrian, tak makan sekali saja sudah heboh begitu tanggapannya.

"Pak, lebih cepat lagi!"" Tapi jangan sampai melanggar rambu, ya!" titah Desita, dia menatap Rian khawatir.

Rian hanya menatap dalam diam, apa karena sekarang dirinya dibutuhkan. Makanya dia bisa mendapatkan perhatian seperti ini, perhatian yang sangat dia inginkan dulu, tapi untuk sekarang semuanya sudah basi. Sudah telat dan tak ada artinya sedikitpun.

1
Mearly Early Mey
👍👍👍💯💯
HNF G
karma krn udah menzolimi anak kandung sendiri 😏
HNF G
huaaa.... bs lgsg naik darah nih ana😄😄😄😄😄😄😄
ayang bebeb disuruh jd tukang parkir 😝😝😝😝
HNF G
apa lagi tambah ale sm anwar😂😂😂
HNF G
ihh.... dasar gilak😄😄😄
HNF G
waahh... parah nih... gak bpk gak emak, dua2nya gak ngenalin anak kandung sendiri 😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha.... mati kutu si herman
HNF G
Herman aneh ya, masa gak ngenalin anaknya sendiri sih🙄🤔🤦‍♀️
HNF G
calon mantumu pak😄😄😄
HNF G
gara2 liat postingan Diego pst el protes keras gegara cemburu 😂😂😂😂😂
HNF G
cerita dr awal mula km diculik dan rian yg asli meninggal.
HNF G
bener tuh...... goblok koq diborong sendiri, udah gitu gak ngenalin anaknya pula😅😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha..... dasar orang aneh gak kenal sm anak sendiri 😂😂😂🤦‍♀️
HNF G
koq gak ada yg curiga kl wajahnya mirip rian ya???
HNF G
jgn2 ntar dikira oplas ganti kelamin 🤭🤭🤭
HNF G
kasihan..... dia merasa belok🤭🤭🤭
HNF G
semoga ktm ana/rian versi ciwi🤭
HNF G
ngaca lo...... harusnya elo yg masuk RSJ😡😡😡
HNF G
dasar gila tuh orang 😡😡😡
HNF G
hayoh loooo.... mulai deh benih2 cinta tumbuh dan bersemi🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!