NovelToon NovelToon
Pengasuh Tuan Muda

Pengasuh Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Liska Oktaviani

"Pengasuh Tuan Muda"

Kimmy, gadis usia 22 tahun yang tak sengaja menabrak seorang pria di sebuah kantor saat hendak interview, gelas kopi yang dibawanya tumpah mengenai pakaian pria tampan, seorang pemimpin kantor di tempatnya melamar.

Pria dingin, sombong, dan arogan itu meminta Kimmy untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dengan mengganti harga baju miliknya seharga 10 Miliyar.

Kimmy merasa tak mampu membayarnya, sedangkan untuk bertahan hidup saja sudah amat susah bagi Kimmy, apalagi mengganti uang sebanyak itu. Pikirnya.

Pria bernama Lucas itu memberikan Kimmy tawaran, sebagai gantinya, Kimmy harus menjadi pengasuh di rumah utama, apabila Kimmy menolak, Kimmy harus bersedia bertanggung jawab, dimasukan ke dalam penjara.

Dengan berat hati, Kimmy menerimanya.

Bagaimana kisah Kimmy selanjutnya? Yuk, cari tahu di novel ini!

________________________________
Instagram Author : @Oktavianii_Offc
©opyright Liska Oktaviani
Visual ada di part 18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengasuh Tuan Muda : Ch-25

Di Sebuah Hotel.

Pov Adam

Kini pria bernama Adam Argiantara itu tengah duduk di kursi balkon, ia menikmati secangkir teh di tangannya yang hangat untuk menenangkan pikirannya. Entah cara apalagi yang harus ia pakai agar meredahkan kebencian sang anak terhadap dirinya. Ia begitu amat menyayangi Lucas, hanya saja caranya menunjukkan itu semua salah.

Ia akui kesalahannya begitu fatal karena telah meninggalkan Lucas tanpa berkata apapun selain mengatakan bahwa dirinya lah yang menyebabkan kematian Alice.

Pria itu kini menikmati pemandangan indah Kota ini di sore hari, kerinduan itu begitu menyiksanya.

Adam mengambil sebuah obat yang ditaruhnya di saku jas, ia hendak meminum obat tersebut. Tiada yang tahu bahwa dirinya sedang mengidap penyakit kanker otak stadium akhir. Bahkan Albert sekalipun tidak tahu bahwa dirinya sedang mengidap penyakit mematikan itu.

Kepalanya sudah berasa amat nyeri, ia harus memakan obat itu agar sedikit membaik, ia hanya menunggu waktu kapan ia akan dipanggil.

Rasanya sudah begitu merindukan Alice, ia sudah tak sabar ingin berjumpa dengan wanita itu di alam sana.

Hanya Dokter Bian yang tahu tentangnya. Tidak ada yang lain, ia telah mengancam Dokter Bian agar tak memberitahu siapa-siapa tentang penyakit yang dideritanya. Biarlah semua terungkap saat ia sudah tiada. Sang Dokter telah berjanji untuk menutup rapat-rapat rahasia besar ini, bahkan istri keduanya pun juga tak tahu.

Adam mengambil obat itu dan langsung memasukkannya ke dalam mulut, ia menelan obat tersebut lalu meminum air putih di hadapannya.

“Sesakit ini aku hidup tanpamu, Alice.” ucapnya lirih menatap keindahan alam, entah sampai berapa lama ia bertahan di muka bumi ini. Yang jelas, ia ingin pergi dengan damai. Tiada pembencian dari putranya.

Kepalanya terasa begitu pusing, penglihatannya sudah mulai kabur. Bayang-bayang pemandangan itu berubah menjadi sangat buram, Adam memutuskan untuk masuk ke dalam kamar hotel, ia hendak beristirahat di sana agar tubuhnya kembali pulih.

Akankah penyakit itu semakin menggerogoti tubuhnya?

Rasa sakit dan nyeri di kepala sangat hebat menguasai di sana, Adam sudah tak kuat menahan rasa sakit tersebut.

Tubuh itu pun ambruk merosot ke bawah saat tepat berada di ambang pintu penghubung antara kamar dan balkon, Adam sudah tak menyadarkan diri lagi, tubuhnya tergeletak di ambang pintu.

Albert yang baru saja kembali ke kamar hotel saat setelah mencarikan makanan yang dipinta pria itu terkejut saat mendapati Adam tak sadarkan diri di permukaan lantai kamar.

Pria itu meletakkan bungkusan makan di atas nakas lalu bergegas menghampiri Adam yang tak sadarkan diri di sana.

“Tuan ... Tuan, apa yang terjadi pada Anda?” Albert mencoba menyadarkan pria itu. Namun hasilnya nihil.

Karena tak tahu apa yang terjadi pada Adam, pria itu segera memapah tubuh Adam menuju ranjang, meletakkan pria itu di sana agar beristirahat dengan baik. Albert harus segera menghubungi Dokter Bian. Dokter pribadi yang berada di Kota ini.

Dengan hati-hati Albert merebahkan tubuh Adam, ia segera meraih ponselnya dan mengirimkan pesan WA kepada Dokter Bian.

Albert penasaran apa yang terjadi pada Adam, ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri.

Pria itu berjalan menuju balkon, ia menemukan sebuah obat di atas meja, terlihat obat pereda nyeri kepala berbentuk tablet. Apa maksud dari obat ini? Apakah tuan besar mengalami penyakit yang ia sembunyikan darinya?

Bagaimana bisa ia tidak tahu tentang Adam?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kedatangan Dokter Bian disambut hangat oleh beberapa anak buah Adam di hotel, ia segera bergegas menuju di mana tuan besar berada.

Sesampainya di kamar hotel 502, kedatangan sang Dokter disambut oleh Albert.

“Bian, aku ingin bertanya padamu,” ujar Albert saat sang Dokter telah masuk ke dalam kamar hotel.

“Apa yang ingin kau tanyakan padaku, Albert?” tanya sang Dokter. Ia meletakkan alat-alat di atas nakas.

“Apakah tuan sakit? Kau tentu tahu tentangnya, ‘kan? Tolong katakan padaku, Bian. Apa yang terjadi pada tuan besar?” tanya Albert khawatir. Ia ingin tahu kebenaran.

Bian terdiam sesaat, entah jawaban apa yang harus ia beri. Sedangkan ia sudah berjanji untuk menjaga rahasia ini dari siapapun termasuk Albert. “Aku akan periksa Tuan terlebih dahulu, Albert.” elak Bian.

“Ini apa, Bian? Bukankah kau tahu maksud dari semua ini? Bukankah ini adalah obat pereda nyeri kepala? Apakah Tuan sakit?” Albert menatap penuh harap agar Bian menjawab dengan jujur pertanyaannya.

“Maafkan aku, Tuan.” Bian menatap ke arah pria yang terbaring tak sadarkan diri itu. “Tuan besar mengalami penyakit kanker otak stadium akhir.” jawab Bian sedikit lirih.

Kedua bola mata Albert membulat penuh seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Apakah ini sebuah mimpi baginya? Apakah benar-benar mimpi?

Tubuh pria itu merosot ke bawah, ia terkejut dengan kenyataan. Mengapa ia tidak bisa mengetahui hal-hal itu? Mengapa kenyataan ini disembunyikan oleh Adam darinya?

Apakah ini maksud dari ucapannya pada waktu berada di pemakaman Alice?

Bian segera memeriksa keadaan Adam, ia juga tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada tuan besar. Ia takut tak bisa menjadi Dokter terbaik untuk Adam.

“Albert, perintahkan semuanya agar menyiapkan mobil, kita harus membawa Tuan Besar sekarang juga!” titah Bian dengan penegasan.

Albert segera meninggalkan kamar hotel.

Saat Bian hendak memposisikan Adam, pria itu tiba-tiba membuka kedua matanya.

“Bian, jangan pidahkan aku ke mana-mana. Biarkan aku hanya di sini, aku ingin bicara pada putraku,” ucapnya seraya menghentikan tangan Bian saat hendak memperbaiki posisinya.

“Tuan, tapi—”

“Kumohon dengarkan aku, usiaku sudah tak lama. Tolong bawakan putraku, aku ingin menebus kesalahanku padanya,” pintanya dengan air mata menetes dari kelopak mata. Ia menatap Bian dengan penuh harapan.

Bian menutup matanya. Air mata menetes ke permukaan wajah. “Baik, akan saya lakukan untuk Anda. Jika kehendak Anda adalah itu, maka selamanya saya akan mengabdi.” lirih Bian.

Pria itu meninggalkan kamar untuk mencari Albert untuk memberitahu bahwa Tuan Besar tidak akan dibawa ke rumah sakit. Tetapi ia hendak bertemu dengan putra kandungnya untuk saat ini.

“Kita tidak akan membawa Tuan ke rumah sakit, Albert. Tolong beritahu putranya untuk datang kemari. Tuan hanya ingin bertemu dengan putranya,” ujar Bian pada Albert saat melihat Albert mendekat ke arahnya.

“Baik.” Albert mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana, ia mencari nomor Lucas di sana.

Pria itu dengan cepat mengirimkan pesan WA kepada pria itu agar segera datang ke hotel.

Saat ini, kondisi tuan besar benar-benar dalam keadaan genting.

Apakah Lucas akan menemuinya untuk kali ini? Disaat detik-detik seperti ini?

1
Nur Syamsi
biarpun Shiren adalah ibu kandungnya ttp hukum tetap diberlakukan untuk menebus perbuatannya , walau sbntar baru dicarikan solusix tergantung dr Aslan bgamna kebijkannya
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 andai Adam cpat menjelaskan pada Lucas yg sbnarnya Tdk ada penyesalan PD diri Lucas
Nur Syamsi
ya dijelaskan cepat Adam alasanmu mnitipkan Lucas di Panti, spya Tdk ada kesalah fahaman
Nur Syamsi
ap kematian sang bunda ada sangkut pautnya dg keberadaannya Lucas di panti
Nur Syamsi
sabar dan kuat Lukas
Nur Syamsi
terus terang saja Lucas PD Kimmy bahwa dianya mirif mommynya yg masih kecil jg ditinggal mommynya
Nur Syamsi
terus terang saja Lucas PD Kimmy bahwa dianya mirif mommynya yg masih kecil jg ditinggal mommynya
Siti Maskanah
hadehh thor mnghalunya terlalu deh masak harga 10 m .hehe ..q suka karakter kimmy ...
Misaza Sumiati
waduuh ada yah baju 10M😂
Ipunkjr4
Luar biasa
gempi
tuan tua gak ada
Likah kim
kimmmy mirip ibunya..jangan2 adiknya thor
ros
Luar biasa
Mamake Zahra
opo Lo Iki
Yenni Sa'u
😭😭😭😭😭
Susi Khayla
ga cocok thor klo lee ming ho yg jdi visualnya
Winsulistyowati
Sabar Bos..Ngalah sama Darren Dong..🥰🤭
Winsulistyowati
Mau..Mau...Mkasih🖐️👍
Winsulistyowati
Kim..Jodohmu Tuan Bos..💪😍
Winsulistyowati
Lucu y Critanya..kog Isa di Gendong..he he.. enak dong..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!