Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Lima
Resepsi berlangsung sangat meriah. Bertempat di taman hotel tempat kami menginap. Dekorasinya sangat indah, tiang - tiang berdiri dihiasi lampu dan kain putih yang menjuntai panjang. Meja dijejerkan memanjang untuk menjamu para tamu undangan.
Angel tampak cantik dan menggemaskan dengan gaun baby pink nya sedang Richard tampak gagah dengan setelan semi formal berwarna krem. Gue mengenakan dress putih selutut dengan depan tertutup dan lengan panjang, tetapi bagian punggung tetap terbuka. Gaun ini pilihan Richard. Seperti dia benar - benar ingin mamerin punggung gue.
Seperti keinginan gue, tidak ada pelaminan. Gue dan Richard bebas berjalan untuk menyapa para tamu. Richard mengenalkan gue pada atasannya dan rekan bisnisnya. Teman - temen kuliah gue juga datang. Anak buah uwak Madin yang gue kenal pun datang. Semua berbaur, tidak perduli status sosial mereka. Semua orang menikmati pestanya.
Di akhir acara ada sesi berdansa. Awalnya Richard membawa Angel untuk menjadi teman dansa nya. Gue bahagia melihat interaksi ayah dan anak itu. Angel terlihat sangat bahagia sedang appa nya terlihat sangat menyayangi putri samata wayangnya.
Lima belas menit kemudian, uwak Madin meminta Angel untuk berdansa dengannya. Richard menghampiri gue dan mengulurkan tangannya mengajak gue dansa.
Gue menggeleng. Gue gak bisa.
"Jangan khawatir, sayang." gue menerima uluran tangan Richard mempercayakannya untuk menuntun gue.
Gue mengalungkan tangan ke leher Richard. Pinggang gue dipeluk hingga hanya menyisakan sedikit jarak antara gue dan Richard. Tapi sepertinya Richard tidak suka, dia menarik gue hingga kami benar - benar menempel.
Gue hanya mengikuti kemana kaki Richard melangkah. Penyanyi sedang menyanyikan lagu Thinking Out Loud dari Ed Sheeran
And darling I will be loving you 'til we're 70
And baby my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Oh me I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are.
Wajah gue memanas, entah kenapa suasana ini membuat perasaan gue melambung tinggi. Gue membenamkan wajah ke dada bilang Richard. Menikmati detak jantungnya yang berirama teratur. Menghirup dalam - dalam aroma sandalwoods dari parfumnya.
*****
Gue berbaring ranjang yang penuh dengan kelopak bunga. Ini adalah rekor terlama gue gak merokok. Seharian. Asli mulut gue udah kangen dengan rasanya tembakau tapi gue berusaha tahan. Beberapa kali gue memilih untuk mengemut permen guna mengurangi rasa pahit di mulut gue.
Richard keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan menggunakan celana panjang rumahannya. Dengan cepat gue memalingkan wajah.
Ranjang bergoyang, gue yakin Richard sedang naik ke ranjang. "Sayang, aku disebelah sini."
"Kenapa tidak pakai baju, hem?" Richard memegang dagu gue dan menariknya, membuat gue berhadap - hadapan dengan Richard.
"Buat apa? Nanti juga kita tidak akan pakai apa - apa." Jawabnya santai. Gue kembali malingkan wajah.
"Lihat aku." gue menatap Richard dengan malu - malu. "Kamu cantik." Richard meyelipkan anak rambut gue kebelakang telinga.
"사랑해, 알라나. 나도 언제부터 몰라"
**Aku mencintai mu Alana. Entah sejak kapan."
"Hah?" Gue menatap Richard meminta penjelasan, tapi Richard justru terkekeh melihat
ekspresi wajah gue.
"사랑해" Kata Richard lagi.
**Aku mencintai mu
"Tunggu." Gue mengambil ponsel dari nakas, membuka google dan meminta Richard untuk bicara sekali lagi.
"사랑해 Alana Pradipta" ucapnya sambil tersenyum.
**Aku mencintaimu mu, Alana Pradipta
Mata gue membulat melihat arti dari kata - kata Richard. Terkejut, gue gak tahu harus merespon seperti apa karena gue sendiri belum yakin dengan perasaan gue.
Apa Richard menyatakan perasaannya ke gue?
Gue kembali terkejut karena Richard secara tiba - tiba mencium bibir gue.
Ada geyeler aneh yang gue rasa selain basah. Gue yang awalnya terkejut dan tegang tapi lama - kelamaan gue menikmati permainan lidah Richard. Bahkan gue sengaja mengalungakan tangan gue dileher Richard.
Mungkin karena merasa mendapatkan ijin, Richard meningkatkan permainannya. Tangan Richard tidak tinggal diam. Entah bagian tubuh gue yang mana saja yang disentuh olehnya. Bibirnya pun sudah berpindah tempat. Gue hanya menikmati setiap sentuhan Richard.
Sementara Richard sibuk dengan tubuh gue, gue menggigit bibir bawah gue mencoba menahan suara kenikmatan. "Panggil aku, sayang. Jangan ditahan." Richard kembali sibuk dengan urusannya disana.
"Appa." akhirnya desahan itu keluar.
"Lagi sayang, panggil aku lagi." kata Richard disela - sela kesibukannya. Gue merasakan Richard mengecup tato rasi bintang gue yang ada dirusuk kanan gue
"Appa... uummpphh"
Richard mengungkung gue dengan kedua tangannya, dibawah sana gue bisa merasakan sesuatu berusaha memasuki gue.
Richard berhenti sesaat, melihat gue dengan tatapan gairah di sertai senyuman.
Sakit dan perih itulah yang gue rasa ketika Richard memaksa masuk. Richard kembali ******* bibir gue, membuat gue lebih rilex.
Entah berapa lama Richard memompa gue, hingga gue merasakan pelepasan gue semakin dekat "Appa... "
"Aku tahu sayang, sebentar lagi." Richard memacu tubuhnya lebih cepat. "Lana... Aacchh" Richard menghentak lebih dalam.
Richard berbaring di sebelah gue, dan menutupi tubuh polos kami dengan selimut. "Terima kasih." Richard mencium kening gue. "Salanghae" katanya sambil memeluk gue.
Gue menyembunyikan wajah gue didada Richard. Malu rasanya mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Gue sudah sepenuhnya milik Richard. Gue janji gue akan berusaha untuk mencintai Richard mulai saat ini.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..