⚠️Ngapak Alert⚠️
Novel ini terdapat beberapa part percakapan bahasa derah, terlebih di part-part awal🙏jadi mohon bersabar bacanya ya😊kalau pusing, bagian itu silakan di skip aja👉
💐selamat membaca💐
Ayu Anindita, seorang gadis desa, yatim piatu, yang dibesarkan oleh sang Nenek. Mencoba mandiri demi bertahan hidup hingga rela kehilangan masa kecil dan remajanya. Hingga suatu hari, Ayu memutuskan merantau ke kota demi sang Nenek. Namun sayang, Ayu justru kehilangan saat-saat terakhirnya bersama neneknya.
"Kamu harus bahagia, Yu!" pesan Nenek.
"Selamat jalan, Mbah! Tenang di sana ya. Ayu di sini akan baik-baik saja," batin Yudi.
"Aku janji akan selalu melindungimu. Walaupun, kita sama-sama tahu, tidak ada cinta di antar kita," ucap Elang.
Akankah Ayu bahagia? Siapakah yang akan mewujudkan permintaan Nenek?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teringat lagi
Nenek Hera dan Ayu kaget mendengar ucapan Clara yang cukup keras. Nenek Hera langsung menyenggol kaki Clara dan memberi kode dengan matanya.
“Ehem ... Maksudnya, kok bisa tau kalau dia udah nikah?” lanjut Clara agak berbisik.
Karena ulah Clara, mereka bertiga sempat menjadi pusat perhatian di tempat itu. Clara yang malu pun, berbicara sambil membungkuk-bungkuk.
“Ya, awalnya juga aku nggak tau, Mbak. Cuma suatu hari, ada perempuan cantik, seksi, tinggi kaya model dateng ke apartemen. Dia ngaku-ngaku Nyonya rumah di situ,” terang Ayu.
“Terus, kamu percaya gitu aja? Kalau penipuan gimana?” tanya Clara semakin penasaran.
“Awalnya juga aku nggak percaya. Makanya waktu itu aku telepon Mbak Elsa, pegawainya majikanku itu. Eh ... Ternyata bener itu Nyonya rumah,” jawab Ayu.
“Ya emang sih Mbak Elsa nggak bilang langsung kalau itu istri majikanku. Tapi, setiap dia datang, aku pasti selalu di suruh pulang. Walawpun masih siang bolong. Dan karena itulah, aku bisa ketemu Nenek Hera,” lanjutnya lagi.
“Oh ... gitu, Nek! Hehehehe ... ,” kata Clara yang mulai paham situasinya.
Clara pun bisa melihat ekspresi tidak senang Nenek, ketika Ayu mulai membahas perempuan yang mengaku Nyonya rumah itu.
“Silakan! Selamat menikmati!” kata Pramusaji yang datang mengalihkan fokus ketiga perempuan itu.
Makan malam itu, berlangsung dengan tenang. Dengan mereka yang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Selesai makan, Nenek Hera mengantarkan Ayu pulang ke kontrakannya. Sedangkan Clara, terlebih dulu pulang mengendarai mobilnya sendiri.
Mobil Nenek Hera berhenti di depan sebuah gang.
“Kamu tinggal di sini, Yu? Deket apartemen Elang, ya!” kata Nenek Hera.
“Iya, Nek. Nenek mau mampir?” ajak Ayu.
"Lain kali aja ya. Ini udah malan,” jawab Nenek Hera tersenyum.
“Ya udah, Nek. Ayu pulang dulu ya,” kata Ayu pamit sambil menyalami Nenek Hera.
“Iya. Hati-hati ya!” kata Nenek Hera.
Ayu pun masuk ke gang dan mobil Nenek Hera pun melaju kembali pulang.
.
.
.
.
.
.
Di apartemen Elang,
“Dapat makan malam apa lagi ya?” gumamnya pada diri sendiri.
Elang seperti biasa pulang diatas jam 09.00 wib.
Mandi, ganti pakaian,turun ke dapur untuk makan dan lanjut bekerja atau bersantai. Hal itu adalah kegiatan rutinnya selepas pulang dari kantor.
Selama Ayu bekerja di situ, hampir setiap hari, Elang tidak pernah makan malam di luar, kecuali jika Levy datang atau akhir pekan.
“Wah! Dapet sayur lodeh nih ... slurpppp ... ,” kata Elang sambil menelan air liurnya.
Elang kemudian memanaskan makanannya di microwave. Ada sayur lodeh, ikan goreng dan sambal korek.
“Bismillah ... mari makan!” gumamnya pada dirinya sendiri.
Elang sangat menikmati makan malamnya itu. Dan pada pertengahan acara makannya, Elang sadar dengan rasa masakannya.
“Kaya kenal rasanya!” gumamnya.
Elang melanjutkan kembali makannya sambil mengingat-ingat, di mana kira-kira dia pernah makan masakan seperti ini.
“Di mana ya aku pernah makan masakan kaya gini?” gumamnya lagi sampai makanannya habis tak bersisa.
Sampai pagi harinya, Elang masih bertanya-tanya makanan semalam. Dan di kantor pun, dia masih menggumamkan hal yang sama.
Tok ... tok ... tok ...
“Selamat pagi pak! Ini proposal dari tim perencanaan mengenai proyek kita yang di Riau,” Seru Elsa saat hendak briefing pagi.
“Pagi! Makasih ya, Sa,” ucap Elang sambil menerima proposal tersebut.
“Sama-sama, Pak!” jawab Elsa.
“Hari ini, Bapak ada rapat dengan tim produksi dan tim pengembang jam sepuluh. Agendanya, membahas produk kita yang akan segera di luncurkan. Hanya itu, Pak,” lanjut Elsa.
“Oke, Sa!” seru Elang seraya menyerahkan kembali proposal yang tadi.
“Kalau begitu, Saya permisi dulu, Pak!” kata Elsa yang hendak pergi dari ruangan Elang.
“Tunggu, Sa!” panggil Elang tiba-tiba.
“Iya?” tanya Elsa.
“Gue mau nanya!” kata Elang.
“Kalau udah Lu gue, berarti udah di luar urusan kantor ye,” gumam Elsa yang bisa didengar Elang.
“Serius, gue mau nanya!” kata Elang lagi.
“Iya apaan?” tanya Elsa seraya duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Elang.
“Lu masih ingat rantang bekal dari nenek gue?” tanya Elang.
“Wait! Lu mau ngomongin rantang nenek lu lagi? Nggak ada topik lain apa ya? Gue sibuk, El!” keluh Elsa.
“Yeh! Ni anak. Serius dengerin dulu!” Pinta Elang.
“Iya apaan lagi sama tuh rantang?” tanya Elsa.
“Kayanya, gue udah tau di mana gue pernah ngerasain masakan yang sama persis sama yang waktu itu! Gue yakin seratus persen!” ucap Elang.
“Di mana emang?” tanya Elsa malas.
“Apartemen gue!” jawab Elang.
“Nenek lu pernah ke apartemen lu?” tanya Elsa.
“Pernah!” jawab Elang.
“Ya udah jelas, El. Nenek lu yang masakin buat lu!” kata Elsa.
“Apa iya yah?” pikir Elang.
“Udah ya, gue balik ke meja gue!” seru Elsa.
“Tunggu!” kata Elang yang lagi-lagi mengagetkan Elsa.
“Apa lagi sih?” tanya Elsa yang semakin geram dengan tingkah Elang.
“Gue inget, waktu itu, nenek nggak masak. Nenek Cuma bawa bahan makanan banyak banget,” jawab Elang.
“Terus?” tanya Elsa sambil memainkan HP nya.
“Lu tau sa, semalam gue juga makan makanan yang sama rasanya kaya waktu itu, Sa!” kata Elang semakin antusias bercerita.
“Emang makan apaan lu?” tanya Elsa.
“Sayur lodeh!” jawab Elang.
“Emang yang waktu itu di rantang, ada sayurnya?” tanya Elsa.
“Ad ... ,” kata Elang terpotong teringat sesuatu.
“Nggak ada, Sa!” jawab Elang bingung.
“Terus adanya apa?” tanya Elsa semakin malas.
“Balado sama ayam goreng!” jawab Elang yang masih berfikir.
“Hah ... udah lah, gue balik ke meja gue dulu. Kalau ada yang penting, panggil gue,” kta Elsa menekankan kata penting.
“Tapi, Sa! Tuh sayur rasanya sama kaya yang gue makan hari itu!” kata Elang sebelum Elsa sempat keluar.
“Kalau gitu, mending lu coba tanya Nenek lu deh!” ucap Elsa sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu.
“Bener juga si Elsa. Nanti deh aku tanya ke nenek!” gumam Elang pada dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
Akhir pekan kemudian,
Panggilan telepon On,
“Assalamualaikum ... ,Yu!” sapa Yudi.
“Waalaikumsalam ... , ada apa, Yud?” tanya Ayu.
“Lagi apa?” tanya Yudi balik.
“Masih kerja lah. Lagian ini kan masih siang. Pake nanya lagi!” jawab Ayu.
“Oh ... hehehe ... ya kali aja free lagi,” kata Yudi.
“Ada apa sih? Mau main? Ntar malem aja biasa,” kata Ayu.
“Dih! Pede banget sih! Siapa yang mau main, Yu?” kata Yudi dengan nada mengejek.
“Oh ... syukur lah kalau kamu nggak mau main. Bosen tau di apelin sama makhluk jomblo ... hihihi ...,” jawab Ayu cekikikan.
“Eh! Sesama jomblo, harus saling mentraktir! Hahahaha ...,” kata Yudi terkekeh.
“Semprul! Cepetan ngomong, ada apa jam segini tumben telepon?” tanya Ayu.
“Galak amat, Non! Biasa aja kali! Hihihi ... ,” kata Yudi masih cekikikan.
“Kamu juga nggak biasa gini, aku masih sibuk, Yud. Takutnya, gara-gara kelamaan ngobrol sama kamu, kerjaanku nggak kelar-kelar,” jawab Ayu.
“Iya deh! Iya! Ya udah, aku Cuma mau bilang, ntar malem aku nggak bisa main ke kontrakanmu. Sama ... aku kangen denger suara kamu! Assalamualaikum!” kata Yudi cepat.
Tut ... tut ... tut ...
Yudi cepat-cepat menutup teleponnya.
“waalaikumsalam! Iki bocah lagi kenang opo sih? (ini anak lagi kenapa sih?)” gumam Ayu geleng-geleng mendengar kata-kata Yudi.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
**hai readers...jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😊
sehat selalu kalian semua
terimakasih yang udah mau mampir dan dukung karya ku🙏**
lanjutin donk ceritanya,😘😘😘
adakah season 2 buat Adiba potrinya Elang dan Ayu.Dan klnjtan hub Yudi dn Bianca😀
Kutunggu deh thor💪
semoga kamu makin kreatif ya Thor.. ditungguin cerita lainya yg pasti sarat dgn pembelajaran hidup..😘😘🌹🌹❤️❤️
1 lg..jangan lupa ngopiiii....☕😁💪
lanjy Thor..💪😍