NovelToon NovelToon
CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: susan saliman

Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancurnya hati Menur

" Ga tahu dok, mungkin lega atau mungkin dia yang deg degan karena akhirnya dia harus periksa juga", Jawab Menur ragu.

" Aku ada ide Nur, jika nanti suami mu mau di ajak test", Bisik dokter Gita.

" Apa itu dok?", Tanya Menur penasaran.

" Nanti saja aku katakan, masih harus aku diskusikan dulu dengan dokter Wijaya tentang ide ku ini, tapi Menur harus terus menginfokan terus problem mu ini, jangan pendam sendiri Nur, jadi aku langkah apa yang harus kita ambil jika tuntutan mertua dan juga suaminya yang belum ketahuan kondisi kesuburannya", Terang dokter Gita.

" Siap bu dokter", Menur mengangguk setuju dengan senyum misteri.

" Nanti jika rencana ku ini di setujui oleh dokter Wijaya, kamu ikuti saja ya", Dokter Gita memberi saran.

" Siap, tapi sabar ya dok, barang kali butuh waktu dan trik untuk membujuk suami ku", Jawab Menur.

" Gapapa, begitu dianya mau langsung kabari kita, oke!", Dokter Gita memberi tanda dengan jarinya.

" Sip", Menurpun memberikan reaksi sama dengan jarinya👌.

🐝🐝🐝🐝

Hari makin larut tapi mas Yoga belum pulang juga, aku coba hubungi ponselnya tapi tidak aktif, akhirnya aku kirimkan pesan.

"Mas dimana? kok belum pulang?", Pesanpun hanya centang satu.

Perasaanku entah mengapa setiap kali larut begini ada rasa panas, sesak gitu di dada.

Telinga pun rasanya ikut memanas, ga tenang dan terus kepikiran.

" Sebenarnya perasaan apa ini?", Gumamku dalam hati.

Bahkan saat aku sedang sholat dan berdoapun terasa di wajah ini, itu semua penuh dengan gambar mas Yoga, ada yang mengganjal, sakit di bagian hatiku, tapi aku sendiri tidak tahu, sungguh pikiranku gundah gulana tiada pasti apa yang berkecamuk didadaku.

" Ya Alloh.... beri hamba ketenangan, kedamaian dan lindungi suami hamba dari kejahatan makhlukmu baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, ya Alloh ampuni hamba ini, Aamiin yra", Menur bersujud pasrah, menyerahkan diri supaya mengikhlaskan segala sesuatunya hanya kepada Alloh.

Satu jam, dua jam, hingga 5 jam berlalu dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, saat terdengar deru mobil masuk halaman dan suara rem yang berdecit kemudian mesin mobil di matikan, sudah tahu pasti Menur siapa yang masuk rumah di jam segini.

Yoga, suaminya baru pulang, bukan hal aneh lagi bagi Menur yang kini sudah hampir dua puluh bulan hidup bersama.

Suaminya itu dalam seminggu pasti ada saja pulang telatnya, bahkan terkadang Menur mencium bau alkohol meski hanya tipis tipis.

Ya, Yoga memang terkadang suka minum meski hanya bir, dan itu sedikit, dalam hati Yoga masih penasaran pada dirinya sendiri tentang kesuburannya, semenjak menikah memang dia sangat, sangat mengurangi minum minuman beralkohol, sejujurnya Yoga sangat berharap punya anak dengan Menur.

" Mas baru pulang?", Menur menyambut sang suami yang baru masuk kamar dengan keadaan yang berantakan.

" Iya, kok belum tidur?", Tanya Yoga.

" Nungguin mas, perasaan Menur selalu tidak baik jika mas pulang telat", Jawab Menur jujur.

" Lain kali tidak perlu di tunggu, mas di luar cari hiburan Nur, penat selalu tiap hari hanya bekerja, bekerja membuat mas terkadang jenuh", Jawab Yoga sambil mendudukan bokongnya ke pinggiran kasur dan membuka kancing bajunya, dasi yang dia kenakan tadi pagi entah kemana, sudah tidak nampak menggantung di leher.

" Astagfirulloh mas....", Jerit Menur melihat tanda merah di leher, di dada Yoga, bekas percintaan entah dengan siapa.

" Apa sih, heboh banget kamu", Sinis Yoga yang tidak menyadari keadaan dirinya.

" Mas habis berbuat mesum dengan siapa mas, apa begini suamiku sebenarnya", Hati Menur terasa panas, jauh lebih panas dibandingkan tadi saat berdoa, kakinya langsung lemas, air matanya langsung banjir tumpah memenuhi pipinya.

Malam ini Menur seperti terhempas dengan keras kedalam jurang, jurang yang begitu dalam.

Kehormatannya sebagai istri telah di rendahkan dengan perbuatan suaminya.

Menur tergugu, duduk bersimpuh, hatinya sakit, tidak bisa berkata apa pun hanya meratapi nasib.

Sementara Yoga bergegas masuk kamar mandi, sungguh hatinya perih melihat Menur menangisi dirinya.

Tapi, kata maaf tidak akan bisa menghapus rasa cintanya pada Seruni dan rasa berdosanya pada Menur.

" Oke, Aku Menur tidak akan diam saja mas kamu injak injak harga diriku seperti ini, jangan sampai wanita itu berhasil merebutmu dari ku, apapun itu, meski hanya sebagai istri dalam status pada akhirnya nanti itu tidak masalah mas, tapi selamanya status itu akan terus Menur sandang meski tanpa cintamu mas, menjadi istri mu adalah kehormatanku, akan ku balas semuanya dengan cara ku, kamu tunggu semua karma mu mas", Setelah bergumam Menur berdiri, menguatkan kakinya yang terasa tak berotot bahkan lemas seperti tak bertulang, dadanya sesak, rasanya seperti di himpit benda keras.

Menur termenung sejenak, betistighfar, menarik nafas dalam berapa kali, di hembuskan perlahan, sampai terasa tenang, kemudian menuju dapur untuk membuatkan teh jahe untuk Yoga.

" Mas, di minum teh nya, Menur tahu mas habis bekerja keras memuaskan wanita di luar sana", ketus Menur, membuat Yoga yang baru selesai memaki baju memandang nanar Menur yang naik ke tempat tidur kemudian membungkus dirinya dengan selimut.

Yoga meminum teh itu hingga tandas, badannya langsung menghangat setelah kedinginan sehabis mandi.

Perlahan Yoga pun menyusul Menur membaringkan tubuhnya di samping Menur.

Rasa bersalah selalu memenuhi dadanya jika habis bercinta dengan Seruni, rasanya tidak sanggup jika Menur harus mengetahui kelakuannya di luar sana bersama wanita lain.

Tapi Seruni sudah mengisi jiwanya dengan cinta yang ia punya, bagi Yoga Seruni wanita yang berbeda, pemberani, menawan, seksi, cantik, putih dan juga pintar menggoda.

Yoga tahu Seruni tidak pantas menjadi ibu dari anak anaknya kelak, Seruni memiliki segenab rasa cintanya namun bukan rasa bangganya jika menjadi ibu dari anaknya kelak.

Biar bagaimanapun Yoga tetaplah wong ndeso, yang ingin anak anaknya lahir dari ibu yang sopan dan anggun, bukan ibu yang nakal.

" Nur, sudah tidur?", Sepi, tak ada jawaban, Yoga tahu Menur masih menangis meski diam tak ada suara dan gerakan.

" Beginilah aku Nur, mas harap kamu tidak pergi meski kamu tahu sisi gelap ku, kita akan melakukan test itu Nur, kapan pun kamu inginkan itu", Suara Yoga terdengar jelas di telinga Menur.

Tak ada jawaban, kemudian Yoga memeluk dan mencium pundak Menur, di hirupnya pelan harus punggung istrinya, bau khas yang selalu menjadi kerinduan tersendiri bagi Yoga menjelang tidurnya.

" Sudah jangan menangis, hentikan tangisan mu Nur, tidurlah ini sudah menjelang pagi", Yoga membelai kepala Menur dengan lembut membuat Yoga mengantuk dan menurpun terlelap bukan karena belaian itu nyatsnya membuat hatinya semakin perih, namun karena lelah menangis Menurpun akhirnya tetlap juga.

1
STARLA my journey
rasa sakit pengkhianatan...itu lbh dalam dr luka tusukan
Cetak Photommp
pelajaran paling ampuh adalah tinggalin!!
Lina RA
rumah tangga y spt apa ini
Lina RA
typo entah dimana2
Sri Sunarti
👍👍👍👍👍👍
Anies Novita
bagus ceritanya...bisa buat pelajaran hidup,
Nispu Wati
Thor bunda tu,bacanya jengkel banget
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
Saya Fajar
terlalu banyak iklan..
Saya Fajar
authornya lg gk fokus, ceritanya kok diulang ulang!
Rini Haryati
lanjut thor
bagus ceritanya
sukses
semangat
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
Rini Haryati
bagus dan keren
Bidan Simba
suami perlu tobat . semoga Nggak ketulusan Saja lebih milih cinta nafsu dari pada ikatan pernikahan .
Umy Wahida
kok kasihan banget Menur ya gadis baik2 malah dijodohkan laki2 pelanggan pelacur. Thor kok tega sih bikin ceriita seperti ini. Sy srbagai perempuan merasa sangat terhina.
Tika Kartika
Ihhh....ngapain juga yoga masih nyari" seruni
Tika Kartika
Bukanx rendah hati ya Thor, maaf klo salah🙏
Siti Santhos
semoga tidak ada drama lg
Lantasi Sudaryanto
memang ayu tak butuh nafkah batin???
Atien Boenjamin
duh Menur jangan naif dan mau skit hati apalagi hamil kasihan debaynya
Atien Boenjamin
kapan kamu pinter ya menur.gimana kalau suaminya kena penyakit kelamin.apa kamu masih bertahan.jangan jadi wanita lemah.pergi dan bahagian diri sendiri kasih tau mertua apa adanya
Chia Rachman
aku dh baca novel "janda karena janda" thor ☺☺☺
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!