Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.
Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.
Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.
Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.
Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernyataan Cinta Vano
Happy Reading😘
Ughh,,, lenguh Adelia merasakan pusing saat bangun dari tidurnya.
Adelia membuka matanya dan melihat sekeliling lalu mengerutkan dahinya saat melihat kamar yang asing bagi nya.
Otak nya terus berputar berusaha mengingat apa yang terjadi padanya semalam sehingga dia mengingat samar-samar saat Vano menjemput nya dari Club dan dia berusaha menggoda Vano hingga ciuman panas yang terjadi di antara mereka setelah itu dia tidak mengingat apapun lagi dia bangun dari tidurnya dan duduk sambil memegang kepalanya yang sangat pusing.
Saat sadar dia sudah berganti pakaian dia meraba badan nya yang tidak memakai daleman bagian atasnya sontak saja.
"AAAKKHHHHHH."Dia menjerit sekencang mungkin hingga membuat Vano yang sedang berjalan ke kamarnya kaget dan mempercepat langkahnya karena takut hal buruk terjadi pada Adelia.
CEKLEK,, " Dell kamu baik-baik saja kan."Tanya Vano khawatir saat masuk kedalam kamar yang di tempati Adelia.
Adelia pun melihat ke arah Vano dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Van,,, van ki,, kita gak melakukan apapun kan semalam.?" Tanya Adelia dengan suara bergetar hingga pandangan Adelia pokus ke leher Vano ada bekas gigitan Adelia menutup mulutnya sambil menangis dan menggelengkan kepalanya.
"gak,, gak mungkin kita ngga ngelakuin itukan Van?." Kata Adelia menangis karena dia mengingat semalam dia terus menggoda Vano.
Vano yang melihat Adelia pun mendekat dan memeluk Adelia untuk menenangkan nya.
"Tidak Dell kita tidak melakukan sampai sejauh itu lagian kamu gak ngerasain apapun kan di daerah privasi mu." Kata Vano mengusap punggung Adelia yang bergetar karena menangis.
"Ja,, jadi yang gantiin baju aku kamu." Tanya Adelia.
"Iya lah kalau bukan aku siapa lagi,,, di sini kan hanya ada kita lagian kan semalam kamu gak ingat kalau kamu muntah mengotori baju dan selimut yang kamu pakai jadi aku bersihin badan kamu karena gak mungkin aku biarin kamu tidur dengan keadaan kotor begitu." Kata Vano santai sementara Adelia wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena membayangkan Vano melihat asetnya.
"Bentar aku ambil makanan untuk sarapan kamu dulu sama obat buat pusing kamu ini baju ganti buat kamu."Kata Vano berdiri dan menyerahkan Paperback yang di bawanya tadi.
Adelia hanya mengangguk sambil menunduk menyembunyikan pipinya yang blushing.
Vano tau Adelia saat ini sedang malu dan itu membuatnya gemas dia pun pergi keluar untuk mengambil sarapan dan obat pusing untuk Adelia.
Setelah Vano keluar Adelia pun bergegas kekamar mandi lalu menguyur tubuhnya dengan air sower.
kejadian yang semalam terjadi seakan menari-nari di ingatanya dia pun mengelengkan kepalanya dan memukul pipinya untuk menghilangkan pikiran itu dari otak nya.
"Yaampun apa yang harus aku lakukan setelah ini rasanya aku malu untuk ketemu Vano lagi."Gumam Adelia lalu membersihkan dirinya dan segera memakai pakaian yang Vano berikan setelah memakai baju itu wajahnya kembali memerah karena baju dan semua daleman nya sangat pas dengan ukuran nya.
"Vano pasti sudah benar-benar melihat dan menyentuh aset ku semalam sehingga daleman ku semuanya pas dengan ukuran ku,,, duh aku harus gimana sekarang rasanya malu untuk menemui Vano sekarang." Adelia terus mondar mandir ke kanan dan ke kiri sambil bergumam.
Vano yang sudah menunggu lumayan lama di kamar mengetuk pintu kamar mandi karena Adelia tidak kunjung keluar.
Tok,,Tok,,Tok
"Dell kamu baik-baik aja kan." tanya Vano.
"Iya van aku baik-baik aja ko." Jawab Vano dari dalam kamar mandi.
"Jangan terlalu lama mandinya nanti kepala kamu tambah pusing."
"Iya Van bentar lagi selesai."
"Oke Adelia tarik nafas dalam dalam dan keluar kan anggap tidak pernah terjadi apa apa antara kamu dan Vano." Kata Adelia mencoba untuk tetap tenang setelah cukup tenang Adelia pun mulai membuka pintu kamar mandi nya.
"Kamu makan dulu terus minum obat dan istirahat dulu aja di sini jangan ke butik dulu,, aku mau siap siap dulu ke kantor." kata Vano.
"Aku mau ke butik aja lagi banyak kerjaan." Jawab Adelia yang sedang memakan sarapan nya.
"Ya udah deh kalo gitu aku siap siap dulu ya." Kata Vano. Adelia hanya mengangguk masih belum berani melihat wajah Vano.
Vano pun keluar dari kamar itu dan bersiap siap untuk ke kantor nya dia tau kalo Adelia merasa canggung saat ini sehingga dia tidak banyak bicara dan bertanya dulu.
Meskipun sebenarnya dia pun masih merasa canggung apa lagi dia masih ingat jelas setiap lekukan tubuh Adelia di balik bajunya itu tapi dia berusaha untuk bersikap tenang.
Setelah Vano siap dia pun turun ke lantai bawah untuk berangkat ke kantor nya saat sampai di lantai bawah ternyata Adelia sudah menunggunya di sofa yang ada di ruang tamu.
Tanpa banyak bicara mereka pun berjalan beriringan menuju lift setelah masuk ke lift Adelia melirik leher Vano yang terlihat jelas bekas kissmark yang di buatnya semalam. Adelia pun berdehem untuk mengurangi kecanggungan nya.
"Emmm Van kenapa leher kamu gak di tutup." Tanya Adelia.
"Gak papa biarin aja lagian gak ada buat nutupinya." Jawab Vano melihat ke arah Adelia.
"Emmmm gimana kalo aku tutupin pake foundation aja biar gak terlalu jelas gitu."Usul Adelia Vano pun hanya mengangguk.
Setelah masuk ke dalam mobil Adelia mengambil foundation yang ada di tas nya lalu meminta Vano untuk menghadap kearahnya agar dia bisa memakaikan foundation di leher Vano dan Vano pun hanya menurut.
Adelia yang sedang pokus memakaikan foundation pada Vano tidak sadar kalau Vano memerhatikan nya.
Vano melihat bibir Adelia yang masih agak bengkak lalu di usapnya bibir itu dengan lembut menggunakan ibu jarinya. "Sakit gak Dell." Tanya Vano Adelia mengelengkan kepalanya dengan kaku lalu menjauhkan badanya dari Vano dan melihat keluar jendela saat merasakan jantung nya seolah ingin meloncat keluar dari dadanya. "Ya Tuhan ada apa dengan jantung ku." kata hati Adelia.
"Dell kamu jangan menjauh dariku karena masalah semalam." Kata Vano sambil menyetir.
"Iya tapi jangan bahas masalah itu lagi." Kata Adelia blushing setiap kali mengingat apa yang terjadi semalam Adelia merasa sangat malu.
"Dan ingat jangan pernah pergi ketempat itu lagi dan minum minuman itu lagi gimana kalau orang lain memanfaatkan ke adaan kamu yang seperti itu untuk berbuat jahat padamu." Kata Vano dengan tegas sebagai peringatan.
"Iya itu yang pertama dan terakhir aku minum minuman itu." Kata Adelia.
"Dan cobalah lupain Dion coba buka hati kamu untuk orang lain."Kata Vano.
Adelia tidak menjawab lagi dia hanya melihat kearah jalanan sambil sesekali menghela nafas.
Mobil Vano sampai di depan butik Adelia bersiap turun dari mobil Vano tapi tanganya di tahan Oleh Vano.
"Apa kamu tidak bisa menganggap aku lebih dari sahabat kamu Dell." Tanya Vano Adelia berusaha mencerna apa yang di katakan oleh Vano.
"Maksud kamu apa Van." tanya Adelia.
"Aku sayang sama kamu bukan hanya sebagai sahabat Dell tapi lebih dari itu ijinkan aku untuk membahagiakan kamu Dell ijinkan aku untuk jadi orang terpenting dalam hidupmu." Kata Vano menggenggam tangan Adelia.
"Kalau kamu bilang gini karena omongan aku atau apa yang udah kita lakuin semalam jangan anggap omongan aku serius dan jangan merasa bersalah karena semua yang terjadi semalam karena itu kesalahan ku bukan kamu jadi kamu jangan merasa terbebani kita jalani hubungan kita seperti biasa aja lupain apa yang aku omongin dan apa yang telah terjadi semalam,,, Aku turun ya kamu hati-hati jalanya." Kata Adelia melepaskan tangannya dari genggaman Vano dan bergegas keluar dari mobil entah kenapa perasaan nya menjadi tak karuan mendengar ucapan Vano.
"kenapa hatiku semakin berdebar tak karuan mendengar apa yang Vano ucapkan aku tau Vano bilang begitu karena menganggap omongan aku semalam dan merasa bersalah karena yang terjadi semalam."Adelia berjalan sambil memegang dadanya.
"Seandai nya kamu tau aku bilang gini bukan karena masalah semalam tapi aku udah menyimpan perasaan padamu sejak lama Dell." kata hati Vano melihat Adelia masuk kedalam butik nya Vano pun menjalankan mobil nya untuk kekantor nya selama dalam perjalanan Perasaan Vano tidak karuan dia berpikir bagaimana caranya agar Adelia tau tentang persaan nya dan mau menerima perasaan nya.
"Dell kamu baik-baik aja kan kamu gak di apa-apain kan sama pak Vano sorry ya semalam aku gak bisa bawa kamu ke rumah karena ayah sama bunda pasti bakalan ngamuk kalau tau aku maen ketempat begituan sebenarnya semalam aku mau bawa kamu ke hotel aja biar aku bisa temenin kamu tapi pak Vano ngelarang aku kamu tau semalam itu serem banget liat pak Vano kaya yang mau nelen aku hidup-hidup tau gak. " Cerocos Maira tanpa jeda hingga membuat Adelia bingung mau jawab apa.
"Aku gak papa ko Ra buktinya saat ini aku masih ada di sini,,, maaf ya semalam aku udah ngerepotin kamu." Kata Adelia.
"Iya gapapa tapi tidak untuk lain kali ya Dell aku gak mau ikutan kalau kamu maksa buat kaya gitu lagi aku gak mau di telen hidup-hidup sama pak Vano." Kata Maira cemberut
"Emang serem banget ya wajah Vano semalam." kata Adelia terkekeh.
"Bukan serem lagi tapi horor banget." Kata Maira bergidik. " Kalau gitu aku lanjut kerja lagi ya Dell." Pamit Maira dan keluar dari ruangan Adelia. Adelia pun mulai memeriksa berkas pengeluaran dan pemasukan butik nya memfokuskan pemikiran nya pada pekerjaannya.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung***
hajar si Dion 🤬😡😤
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
🎵🎵🎵🎵
Sukses bwt kk 💐😄