NovelToon NovelToon
JODOH SERUMAH

JODOH SERUMAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:992.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zur Rani

Kisah ini sekuel dari ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Andra tumbuh bersama keluarga angkatnya yang tidak lain adalah sahabat dari mendiang bundanya. Andra juga memiliki seorang adik perempuan yang sangat manja bernama Lala.

Walaupun sering ditinggal tugas oleh ayah kandungnya, Andra tidak pernah kehilangan kasih sayang keluarga lengkap. Bersama orang tua angkatnya Andra dididik dengan kedisiplinan dari Andi sang papa angkat serta dari mama Rani, Andra didik dengan kejujuran serta berpikiran terbuka.

Andra besar dengan impian tinggi menjadi pengusaha dan berhasil mewujudkan impiannya setelah mewujudkan kuliah S2 di Singapura.

Akan tetapi huubungannya dengan sang adik tiba-tiba harus renggang karena status mereka tidak sedarah.

Bagaimana kisah Andra selanjutnya???

Happy Reading...🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu...Lagi???

Bukan Andi namanya jika tidak mampu melihat keanehan sang istri. "Ma, bisa kemari sebentar!" Mendengar suara suaminya memanggil dari arah dapur, Rani langsung keluar dari kamar anaknya.

"Kenapa Bang?" Tampa menjawab pertanyaan sang istri, Andi menarik sang istri ke dalam pelukannya. Andi tau saat ini istrinya berusaha memendam amarahnya. Pelukannya selalu berhasil membuat Rani tenang disaat marah ataupun sedih.

Selama berumah tangga dengan Rani, Andi sudah cukup hafal dengan kepribadian istrinya. Bahkan ketika memperjuangkan hubungan mereka dulu Andi selalu mendapat kejutan-kejutan seru menghadapi istrinya yang sangat berubah-ubah. "Jangan begini, beliau juga seorang ibu sama dengan adek. Kita bisa bicarakan baik-baik. Abang gak perlu jelasin karena Adek cukup tau adab serta agama. Kalo beliau datang lagi, biar Abang yang temui, oke?"

Suara lembut serta usapan hangat tangan suami di kepalanya cukup efektif untuk meredam emosi yang sedang bergejolak di dada. Tidak ada kata yang keluar, keduanya saling menguatkan dalam sebuah pelukan.

"Eh, maaf Pak, Buk." Ucap Ibu Andra saat menyusul Rani ke dapur untuk berpamitan.

Ibu Andra merasa tidak enak hati saat kembali ke kamar Lala, sejurus kemudian Rani dan Andi juga ikut masuk. "Pak, Buk, kami pamit dulu ya, nanti kami kemari lagi!" Ucap Ibu Andra yang tampak kikuk dengan pemandangan yang dilihatnya di dapur.

Sepasang suami istri itupun tersenyum, "Terima kasih Ibu-ibu sudah repot-repot menjenguk Lala."

Kelima ibu-ibu itupun pamit diikuti oleh anak-anak mereka. "Kita seperti terciduk sedang selingkuh." Ucap Andi sama istrinya. "Ada apa Pa?" Tanya Lala yang merasa penasaran. "Tadi saat kami lagi pelukan di dapur, ibu si Andra gak sengaja lihat."

"Hahahah...Papa sama Mama ini seperti anak remaja yang lagi melepas rindu aja." Ucapan putrinya benar-benar membuat sepasang suami istri terdiam.

Lala yang menyadari kedua orang tuanya terdiam menatapnya juga ikut penasaran. "Kenapa Pa, Ma? Ada yang salah dengan ucapan Adek?"

Keduanya menggelengkan kepala, mendekati putrinya dan memeluknya dengan perasaan bahagia. "Aduh, tadi pelukan berdua, sekarang malah pelukan bertiga kenapa gak panggil Kak Andra satu lagi biar sama kayak Taletubies."

Mendengar nama Andra mereka pun melepas pelukannya. "Kakakmu udah lama gak hubungin kita, apa dia baik-baik saja ya? Dia harus tau kalo kamu udah sembuh." Jawab Mama Rani.

"Kita vidio call aja yuk Ma." Ajak sang putri.

"Tapi dia lagi kerja, takutnya mengganggu kerjaan dia lagi."

"Tapi inikan hari minggu."

Akhirnya Lala menghubungi Kakaknya yang sudah lama tidak ada kabar. "Kemana ya, kok lama banget diangkatnya?"

"Sabar, kan udah Mama bilang mungkin lagi kerja."

Setelah dua kali panggilan baru diangkat. "Hallo." Suara serak khas bangun tidur dari Andra cukup jelas terdengar walaupun melalui vidio gambar diseberang tampak temaram.

"Kakakkkkk." Suara Lala seperti dulu saat berjumpa dengan Andra yang jarang pulang.

Mata Andra membulat sempurna saat mendengar teriakan namanya yang sudah lama tidak pernah terdengar lagi. "Dek, kamu dah sembuh?" Tanya Andra yang sudah menghiduokan lampu kamarnya.

"Ihhh, Kakak nih jam segini baru bangung, cuci dulu ilernya tuh." Ledek Lala.

"Apaan sih, semalam telat tidur, banyak kerjaan. Jawab dulu! Kamu udah sembuh?" Mama mana?"

"Nih Mama ada Papa juga nih."

"Ma, Pa, Adek dah sembuh ya?"

Rani mengambil ponsel dari tangan Lala. "Iya Nak, allhamdulillah. Kamu kapan pulang? Kami tidak tinggal di Samarinda lagi."

"Hah??? Jadi Mama sama Pap tinggal dimana? Kok gak ngabarin Andra sih? Apa Andra udah gak dianggap anak lagi?"

"Bukannya gitu, kami cuma gak mau nambah beban pikiran kamu. Kami sekarang di Aceh, kalo kamu libur nanti bisa kemari. Lebih dekat lagi dari Singapura." Kali ini Papa Andi yang menjawab.

"Ayah Yogi pasti gak tau juga kan?"

"Tau, Papa udah bilang sebelum pindah. Papa yang minta supaya tidak bilang sama kamu."

"Jahat banget sih, ya udah Andra siapain kerjaan dulu nanti Andra pulang ke Aceh."

"Iya Kak, cepetan kemari. Cewe-cewe Aceh cantik-cantik loh." Kali ini ponsel kembali ke tangan Lala.

"Iya cantik kayak kamu." Jawab Andra yang membuat Rani dan Andi saling menatap penuh arti.

"Dek, udah dulu ya, Kakak ngantukkkk banget nih, nanti kamu bangunin Kakak jam 1 siang ya!"

"Ih Kakak nih, baru bentar telponnya main udahan aja."

"Kakakmu ngantuk Dek, nanti dia telpon lagi. Kamu juga harus istirahat, udah tutup dulu telponnya!"

Dengan terpaksa, Lala mengakhiri panggilan telpon tersebut. "Ma, kalo Adek ikut Kak Andra ke Singapura boleh?"

Rani diam sejenak menatap putrinya. "Adek sudah taukan seperti apa hubungan saudara Adek dengan Kakak?" Jawab Andi lembut sambil memegang kedua tangan putrinya.

"Hanya satu cara agar Adek bisa ikut Kakak, dan Papa yakin Adek juga udah tau jawabannya."

"Istirahat dulu, jangan banyak pikiran. Siapa tau nanti Kak Andra malah tinggal di sini gak mau pisah lagi sama kita." Ucap Rani mencairkan suasana.

Sepasang suami istri itupun keluar dari kamar putrinya. Mereka memilih duduk di pondok belakang rumah menikmati suara deburan ombak dengan semilir angin yang mampu menengkan hati.

Rani menyandarkan kepalanya dibahu sang suami. Lelaki setia yang sudah menjadi bagian hidupnya selama ini. Melewati perjuangan yang cukup menguras tenaga, pikiran serta air mata untuk bisa bersama. Sekarang mereka dituntut untuk bijak menjadi orang tua dengan seorang putri tunggal yang nasib percintaanya juga sangat mengenaskan.

Saling menguatkan menjadi kekuatan di saat keduanya harus berjuang sebagai orang tua demi kesembuhan putrinya. Setelah putrinya sembuh, merek masih harus berjuang untuk menguatkan diri jika sang putri telah bertemu jodohnya kembali. Memikirkan jodoh sang anak, rasanya Rani benar-benar berat melepasnya untuk kedua kali. Rani seakan tidak siap dengan apa yang sudah terjadi pada putrinya saat itu. Dia takut jika itu kembali terulang.

Malam menjelang...

Setelah makan malam, mereka yang asik bercanda di kamar Lala dikejutkan dengan suara orang memberu salam. Jika yang datang kelima bocah, bukan salam yang terdengar tapi "Kak Lalaaaa, kami datang".

Tapi ini lain, Andi langsung keluar dari kamar Lala. "Walaikumsalam." Jawab Andi saat membuka pintu.

Deg...

"Silakan masuk!"

Tamu-tamu itu adalah keluarga Rian. Setelah kemarahan Rani tadi pagi, ibu Rian dengan perasaan bersalah pulang ke rumah meminta suaminya untuk menemaninya lagi ke rumah Rani. Dengan berat hati walau harus menanggung malu atas perbuatan istrinya, sang suami akhirnya menyetujui permintaan sang istri. Sang suami juga mengajak putranya Rian beserta adik perempuannya.

***

Maaf ya Readers tercinta, kemarin sempat double up bab yang sama, maklum lagi ngerjain IBU SAMBUNG PILIHANKU juga, jadi notenya kebanyakan sampe bingung.

Jangan lupa dukungan@...

Like...

Komen....

Vote....

Happy Reading...

1
Lalu Awan
bikin novel TNI yg banyak Thor,aku suka
dina
cerita nya sangat bagus Thor. tapi sayang, disini keadaan ekonomi keluarga Kevin dan Erik diceritakan kayaraya, dan berasal dr luar negri,jadi kesannya mengada Ngada. seandainya Kevin dan Erik berasal dr keluarga biasa, atau orang Indonesia juga,akan lebih nyata cerita nya
Rina Puspasari Hardiawan
Ceritanya bagus pemilihan kata2nya ga bosenin
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Saif Wandy
Luar biasa
Vie ardila
keren
Intan Payung
kopi campur susu tooor
Intan Payung
apa ya cerita mira
Intan Payung
lanjut
Intan Payung
sukses slalu tooor
Intan Payung
lanjut tooor
Intan Payung
mantap lala
Intan Payung
kevin
Intan Payung
bahagia ny
Intan Payung
yg jomblo banyak "" berdoa y
Intan Payung
bahagia slalu y
Intan Payung
menuju halal u
Intan Payung
semangat
Intan Payung
semoga
Intan Payung
minta satu toor di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!