NovelToon NovelToon
Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rose_Dreamers

Dear Viona,

Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.

Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!

Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.

I Love You, Sasha....

Salam,

Galang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VhieDjar 25

"Jika kamu sedang mencintai seseorang, maka kamu bisa merasakan apakah itu getaran cinta dan rasa khawatir yang teramat sangat apakah dia baik-baik saja atau tidak"

***

"Sha, ikut aku dulu ya." Ucap Citra pada Sasha

"kemana?" tanya Sasha

"kita ke mall dulu ya, udah lama nih gak cuci mata." Ucap Citra seraya memasang tampang memelas pada sahabatnya.

"udah lama apa nya, tiga hari yang lalu kan kamu habis jalan ke Mall." ujar Sasha

Citra cengengesan mendengar ucapan sahabatnya. Memang benar yang dikatakan Sasha bahwa tiga hari yang lalu ia menghabiskan uang nya untuk berbelanja di Mall.

"Ck, itu kan udah lama Sha" ucap Citra seraya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi

"pokoknya sekarang temani aku pergi ya, please!" Citra memasang wajah memelas lagi agar sahabatnya mau ikut dengannya.

Sasha memutar bola matanya malas.

"iya, iya. Gak usah memelas kaya gitu. Kamu jelek nanti malah tambah jelek." Ucap Sasha seraya tertawa melihat sahabatnya yang tak terima dikatai jelek olehnya.

"ih kok jelek sih, aku chuby tau." ujar Citra tak mau kalah.

"iya deh terserah Nona Citra aja lah biar seneng." jawab Sasha.

"Nah gitu dong, Sekali-sekali ngajah gitu sama yang paling Chuby dan unyu-unyu kaya aku ini." Ucap Citra seraya tersenyum puas

Sasha memutar bola matanya malas.

"ya udah, ayo berangkat." Ucap Sasha. Ia berjalan mendahului sahabatnya yang masih cengengesan.

Mereka pun mencegat Taxy kemudian berangkat menuju salah satu Mall yang ada di kota Semarang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.

Sasha dan Citra langsung masuk kedalam Mall.

Citra langsung mengajak Sasha menemaninya berbelanja barang-barang yang ia suka. Citra membeli banyak barang, hampir semua toko ia kunjungi.

Sedangkan Sasha, ia tak belanja apa pun. Ia memang tidak terlalu suka berbelanja, baginya lebih baik uangnya di tabung dari pada harus di belikan Barang-barang yang tidak terlalu penting baginya.

"kita mau ke mana lagi? Kaki aku udah pegel banget nih." Ucap Sasha mulai mengeluh pada sahabatnya yang Sedari tadi mengajaknya keliling Mall.

"ya udah kita cari tempat makan dulu ya. Aku juga laper" ajak Citra kepada Sasha yang di balas anggukan kepala.

Citra dan Sasha pun berjalan beriringan menuju restoran yang berada di area Mall tersebut. Kedua tangan Citra di penuhi dengan barang belanjaan miliknya.

***

#SASHA POV

Hari ini setelah kelas selesai, Citra memaksa ku untuk menemaninya pergi ke Mall. Rasanya malas sekali untuk pergi, tapi melihat Citra sudah memperlihatkan wajah yang memelas seperti itu aku jadi merasa tak tega.

Setelah sampai di Mall, aku hanya menemani Citra berbelanja banyak barang. Aku tak berniat untuk ikut belanja. Bukan karena tidak memiliki uang, hanya saja aku tidak terlalu suka menghabiskan banyak uang untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu penting. Bagiku lebih baik uang nya di tabung, mana tau nanti kedepannya akan ada kebutuhan yang memerlukan banyak uang. Jadi bila saat itu tiba aku tak perlu terlalu khawatir lagi.

Setelah puas menemani Citra berbelanja, kami pun memutuskan untuk mampir di sebuah Cafe yang ada di Mall tersebut. Rasanya lelah sekali berjalan dari toko satu ke toko lain nya, membuat kaki ku pegal dan perutku keroncongan.

"kamu pesan apa Sha?" Tanya Citra pada ku setelah kami tiba di sebuah Cafe dan mendapatkan tempat duduk yang nyaman.

"aku orange Jus sama Spaghetti aja deh Cit." jawab ku

"ya udah biar aku yang pesanin ya, kamu tunggu di sini." Ucap Citra pada ku kemudian ia pergi untuk memesankan pesanan kami.

Sambil menunggu Citra kembali, ku raih ponsel yang ku simpan dalam tas selempang milikku.

Deg

Jantung ku tiba-tiba berdebar hebat, perasaan aneh itu ku rasakan kembali setelah setahun lebih tak pernah ku rasakan.

Perasaan yang hanya bisa aku rasakan ketika aku berbalas pesan dengan nya atau saat berada di dekatnya.

"perasaan ini... Mungkinkah dia ada di sini?" gumam ku.

Aku mengedarkan pandangan ku keseluruh sudut ruangan Cafe, tapi aku tak menemukannya berada di sini. Hingga pandanganku berhenti tertuju pada sosok seseorang tengah berdiri membelakangi ku berada tak jauh dari tempat duduk ku.

"dia... Apakah itu dia?" gumam ku lagi.

Saat aku hendak menghampiri seseorang itu, tiba-tiba Citra menepuk pundak ku. Membuat aku mengurungkan niat ku untuk menghampirinya.

"kamu mau ke mana?" tanya Citra

"aku... Tadi melihat dia ada di sana." Ucap ku seraya mengarahkan telunjuk ku kearah seseorang yang tadi ku lihat.

Citra mengekerutkan alis nya dan matanya mengikuti arah tangan ku.

"siapa? Di mana?“ Tanya Citra

Aku melihat kearah seseorang yang tadi ku lihat, tapi orang tersebut sudah menghilang dari pandangan ku.

"tadi dia ada di sana Cit. Sebentar ya, aku mau cari dia dulu."

Tanpa menunggu jawaban dari Citra, aku bergegas pergi meninggalkan Citra yang masih bingung dengan sikap ku.

Aku berjalan dengan tergesa,

Jantung ku masih berdetak kencang. Aku yakin dia masih ada di sini.

Aku mengedarkan pandangan ku mencari keberadaan nya, berharap aku bisa menemukannya. Tapi nihil, aku tak menemukan dia ada di sini. Hingga ku rasakan detak jantung ku pun sudah berdetak normal kembali.

"apa ini hanya perasaan ku saja? Apa aku terlalu berlebihan mengharapkan dia berada di sini? Mungkin saja dia sudah bahagia disana bersama sahabatku." Lirih ku.

Tak terasa sebuah butiran bening terjatuh dari mataku.

"Sasha, kamu di sini?" tanya seorang pada ku.

Aku mengangkat kepala ku dan melihat seorang pria tengah berdiri di hadapanku.

"Sha, kamu menangis? Apa yang sudah terjadi?" ucap pria itu lagi kala melihat wajahku yang basah karena air mataku.

"Kak Galang..." dengan cepat aku menggelengkan kepala seraya menghapus air mataku.

"aku gak apa-apa kok" ucap ku lirih

"Sasha..."

Aku membalikan tubuhku saat ku dengar Citra memanggil nama ku.

Ku lihat Citra berlari ke arah ku.

"kamu dari mana aja sih? Maen pergi gitu aja." cercah Citra sambil memanyunkan bibirnya.

"loh kak Galang ada di sini?" ucap Citra kemudian saat matanya melihat keberadaan kakaknya.

***

"jadi kenapa tadi kamu pergi ninggalin aku? Dan siapa dia yang kamu maksud itu?" Tanya Citra kepada ku setelah kami bertiga kembali ke meja tempat duduk ku tadi.

"mmp, tadi aku cuma salah lihat aja. Bukan siapa-siapa kok. Maaf ya udah pergi gitu aja ninggalin kamu." Ucap ku pada Citra

"tapi tadi aku lihat kamu nangis Sha. Kenapa?" Tanya Galang kemudian.

"gak apa-apa kok, kak. Tadi cuma kelilipan aja. " aku berusaha tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi ku.

"kak Galang sendiri ngapain ada di sini?" Tanya Citra

"tadi kakak habis ketemu sama teman kakak dari Jakarta. Dia baru pertama kali kesini." Ucap Galang

"cewek?" tanya Citra lagi

"bukan, teman kakak itu Cowok." jawab Galang

Aku hanya diam dan menyimak percakapan kakak beradik di hadapan ku ini. Rasanya aku tak tertarik untuk ikut nimbrung dengan percakapan mereka. Fikiran ku tertuju pada kejadian tadi, disaat jantung ku tiba-tiba berdebar kencang dengan di barengi perasaan aneh.

"wahh,ganteng gak kak teman kakak itu?" Tanya Citra lagi pada kak Galang.

"ganteng, tapi gantengan kakak lah" ucap nya dengan pede

"idih narsis" ledek Citra pada kakak nya.

Aku hanya memperlihatkan senyum ku saat mendengar ke narsisan kak Galang.

"kenalin dong kak. Mana tahu kita jodoh" Ucap Citra lagi.

"iya nanti kakak kenalin. Tapi jangan berharap, karena dia sudah punya calon. Dia sengaja datang kemari karena sedang mencari kekasihnya." jelas Galang pada adiknya Citra

"yah, gagal lagi deh punya pacar." Ucap Citra sambil memonyongkan bibirnya.

Serentak aku dan kak Galang pun tertawa melihat ekspresi Citra yang terlihat lucu.

*

*

*

*

*

Hai Readers VhieDjar.

Maaf ya kalo episod kali ini masih kurang ngena di hati😊

Baca terus kelanjutan kisah VhieDjar ya. Dan jangan lupa untuk Like, coment and Vote nya ya kakak 😊😊🗻

1
Agna
baru mampir
Nining Msb
pasti Fajar donk
Nining Msb
sedih bgeeet
Nining Msb
kasihan Fajar g prn ngerasain bahagia am Viona
Nining Msb
andaikn it galang pasti langsung nyosor cium bibir
Nining Msb
nyesek bget
Nining Msb
cintax Galang g tulus d brengi dgn nafsu
Nining Msb
kesssssseeeeeelllll.....
Nining Msb
ktax g suka tpi mau aj d cium. kesel ak
Nining Msb
Galang main cium aj deh, bkin kesel aj
Nining Msb
thanks Arka
Jenni Manullang
keren
Fa Rel
biarin salah swndiri fajar bodohhh mending ma galang lah
Fa Rel
rasain lu galang bego sih jd orang
Ervina Sitompul
ga nyambung ni cerita. dari td aku perhatiin ceritanya banyak yg di skip.. 😤
Amanda Amanda
ada lanjutannya GK kalau ada lanjut part 2 🙏 biar seru
Reni Mine
sediiihhh..nangis bombay..😭😭😭😭
Gina Savitri
kayanya sakit jantung galang, klo iya kenapa ngopi kan nggak boleh..
Gina Savitri
Fajar baik galang juga baik
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..
Gina Savitri
Rasain tuh intan nanggung malu seumur hidup karna jahat merebut tempat sahabat sendiri dengan sebuah kebohongan 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!