JADILAH PEMBACA YANG CERDAS. NIKMATI ALURNYA YANG BERBEDA, BERSIAP-SIAPLAH TERTAWA, BAPER PARAH DAN PENUH TANGIS AIR MATA, YANG SIAP MENGOBRAK-ABRIK JIWA ANDA. DI BUMBUI KISAH CINTA 21++ JADI HARAP BIJAK MEMBAYANGKANYA 😃
SALAM RAFA REFA RAFI ❤❤❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara-Gara Cium
HARI INI UP DUA BAB YA GAES.
EPISODE 25-26 😉😉😉😉.
Budayakan like sebelum membaca.
Bagi Vote seihklas anda.
Dan komentarlah sesuai alurnya.
Mari membagi bahagia dengan membaca.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🌱Selamat Membaca🌱
Malam pun datang, kedua orang tua Refa tak kunjung pulang. Entahlah, sepertinya mereka sengaja meninggalkan Rafa dan Refa berdua saja di rumah.
Sementara Rafa masih tertidur di sofa, menggunakan selimut tebal yang membalut tubuhnya. Si anak mami itu benar-benar gemetar setelah Refa mendaratkan serangan tiba-tiba kepadanya.
Refa merasa heran, kenapa Rafa tak kunjung bangun dari sofa empuk yang berada di ruang keluarga miliknya. "Hey. Kau kenapa?" Refa meyentuh jidat Rafa dengan punggung tanganya. "Kau demam? Ayo kita ke rumah sakit!" Ajak Refa yang cukup panik, karna suhu tubuh Rafa cukup panas saat dirinya menyentuhnya.
"Ini semua gara-gara kamu!" Cetus Rafa tanpa ragu, suaranya terdengar seperti sedang menahan kedinginan.
"Haaaahhh! Aku." Refa menunjuk dirinya sendiri.
"Hiiiiih!" Cetus Rafa lirih.
"Apa yang bisa ku bantu?"
"Peluk. Aku kedinginan!" Pinta Rafa dari balik selimutnya.
"Ihhhh. Ogahh! Di kasih yang enak-enak, malah demam." Omel Refa.
"Sial!" Upat Rafa kesal
"Kau mengupatkanku? Hiiiih." Refa menautkan kedua alisnya. "Ayo kekamar!"
"Apa jika di kamar kau akan memeluku?" Pertanyaan itu lagi-lagi keluar dari mulut Rafa.
"Iya, baiklah!" Jawab Refa terpaksa.
Refa pun membantu Rafa beranjak dari tidurnya dan akan membawa sang suami ke kamarnya. Sementara Rafa memandangi istrinya yang benar-benar membuat Rafa semakin jatuh cinta, tingkah konyol Refa justru semakin membuat Rafa tergila-gila. Bahkan saat ini Rafa tersenyum geli, melihat perhatian yang di berikan Refa padanya.
Tok
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pintu rumah Refa, yang sontak saja membuat Refa dan Rafa gagal kekamarnya. "Ciiiih, sial!" Gumam Rafa kesal.
Refa tersenyum melihat kekesalan di raut wajah Rafa, sedangkan Rafa kembali mendudukan tubuhnya di sofa.
CEKLEK
Refa terbelalak tak percaya dengan kehadiran Rafi di rumahnya. "Rafi! Mau apa kau kesini?" Tanya Refa tanpa basa-basi.
"Aku rindu." Jawab Rafi tanpa Ragu.
"Jangan rindu! Rindu itu berat." Cetus Rafa dari tempat duduknya, yang membuat Rafi dan Refa menautkan kedua alisnya.
Rafi pun mendekati keberadaan Rafa, Lelaki tampan itu tersenyum kelu saat melihat wajah pucat dari saudara sepupunya itu. "Kau kenapa? Apa sakit itu menyerangmu lagi?" Rafi memeggang tubuh Rafa, untuk memastikan keadaan saudara sepupunya.
"Sudahlah. Tak usah sok panik! Aku hanya demam biasa." Tegas Rafa.
"Haaahhh. Demam? Kau makan apa?" Tanya Rafi lagi.
"Aku di ciu___." Tiba-tiba ucapan Rafa terhenti mana kala bola mata Refa melotot ke arahnya seolah memberi sinyal agar tak boleh mengatakan kepada Rafi, bahwa dirinya baru saja menciumnya.
"Ngomong apa sih? Gak jelas." Rafi meminta Rafa untuk mengulangi ucapanya.
"Ini, Rafa tadi salah makan, Yank!" Refa menyerobot pembicaraan antara Rafi dan Rafa. "Ahh, sudahlah! Ada perlu, apa kau kesini?" Tanya Refa lagi.
"Aku tau, mama dan papamu tak di rumah, jadi aku putuskan untuk menjengukmu dan juga Rafa." Jelas Rafi pada wanita yang telah menjadi istri saudara sepupunya kini.
Rafi pun menarik tangan Refa agar duduk di sebelahnya. "Aku, rindu padamu, yank." Ucap Rafi jujur.
"A-aku, juga." Jawab Refa terbata-bata, sorot matanya mengarah ke wajah Rafa.
Melihat pemandangan yang ada di hadapanya membuat Rafa menekuk wajah tampannya. "Cemburu. Tuhan, aku benar-benar cemburu." Grutu Rafa dalam hatinya.
Namun Rafi dan Refa bagai tak perduli, dengan keberadaan Rafa kini. Bahkan Refa melupakan demam sang suami akibat di cium olehnya.
Dua orang yang masih menganggap sepasang kekasih itu, tengah bercanda tawa melepas rindu. Hal itu tentu saja membuat Rafa semakin cemburu.
"Jangan terlalu dekat-dekat! Ingat di sini ada CCTV." Tegas Rafa tiba-tiba yang membuat Rafi dan Refa menghentikan obrolanya.
"Benarkah. Kapan mama dan papa memasangnya?" Refa tak percaya.
"Tadi pagi. Sebelum kau bangun tidur."
"Ahhh, masa sih?" Refa masih tak percaya.
"Bodo amat." Cetus Rafa kesal seraya berlalu dari hadapan keduanya.
Apa yang di tunjukan Rafa adalah bentuk kecemburuanya, bahkan Rafi sadar sekali bahwa saat ini Rafa pasti sangat kesal terhadapnya dan juga Refa. "Tapi mau bagaimana lagi, aku juga cinta dia," gumam Rafi dalam hati seraya menatap wajah Refa.
Tak selang beberapa lama, sang papa dan sang mama pun pulang kerumah, bahkan keduanya terbelalak tak percaya saat mendapati Rafi dan Refa bercanda ria di ruang keluarga tanpa ada Rafa.
"Rafi!" Si papa menyapa dengan nada yang sedikit tinggi. "Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanyanya lagi.
Raut wajah Rafi dan Refa berubah memerah, keduanya saling menatap pandang. Bahkan sang mama menatap heran tangan Rafi yang masih menggenggam tangan anak perempuanya. Hal itu tentu saja membuat sang mama cukup curiga.
.
.
.
Nahhhhhh Loe 🙄🙄🙄🙄.
Baca di bab selanjutnya ya.
Up juga hari ini ❤❤❤❤❤❤❤.
Bab 25 dan 26.
HARI INI UP DUA EPISODE YA GAES 😊.
🍀TERIMA KASIH🍀
harusnya.rafa jujur aja sama org tuanya refa