bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Setelah membaca pesan itu,Roy mengembalikan ponsel itu.
Roy memandang sendu kearah Lisa yang menagis lagi. Pemuda itu langsung menarik Lisa dalam pelukan nya, gadis itu menumpahkan air matanya di seragam Roy,
Roy melepaskan pelukan nya,lalu memegang kedua pundak gadis itu seraya menatap intens kedua matanya.
"Lo tenang saja ya,gua yakin semua akan baik baik saja"
Lisa menganggukkan kepalanyakepalanya dan pamit untuk masuk kedalam mobilnya,namun lagi lagi Roy menghalangi Lisa.
"No,gua yang akan ngater lo"
Roy menunggu jawaban dari Lisa,karena tidak ada jawaban dari gadis itu Roy langsung menarik tangan Lisa untuk masuk kedalam mobilnya yang tidak jauh dari mobil Lisa.
Tak butuh lama mobil yang dikemudikan Roy sudah masuk kedalam area rumah sakit.
Setelah selesai memarkir kan mobilnya,Roy mengitari mobilnya untuk membukakan pintu buat Lisa.
"Ayo" Ujar Roy sambil mengulurkan tangannya.
Gadis itu tak langsung menjawab tapi meraih tangan Roy,setelah itu mereka berdua masuk dan berjalan memasuki lorong lorong rumah sakit.
"Bunda" Teriak Lisa sambil memeluk tubuh Mia.
Sedangkan Roy menyalami kedua orang tuanya dan Wijaya.
"Bunda,bagaimana keadaan bunda ku"
Ya,yang mengirim pesan itu adalah Mia,bunda dari Roy yang mengabarkan kalau Rina kecelakaan sewaktu berangkat kerja.
"Kamu tenang saja dulu ya,sayang,insya Alloh,Bunda kamu akan baik baik saja"
Tak lama dokter yang menangani Rina sudah keluar dari ruangan.
"Dok,gimana keadaan bunda saya"
Lisa sangat panik dan ingin tau keadaan Rina.
"Tenang dulu,sayang" Ujar Mia mencoba menenangkan Lisa.
"Begini,jadi tidak ada yang serius yang dialami ibu Rina,dia hanya membutuhkan waktu istirahat saja,tadi kami juga sudah memberikan obat tidur,mungkin beberapa jam lagi dia akan sadar" Terang dokter itu.
"Alhamdulillah, Benar kan kata bunda sayang ,bunda kamu itu perempuan kuat dan tangguh" Ujar Mia seraya tersenyum sambil menatap Lisa.
Sedangkan yang lain bernafas lega,setelah mendengar penjelasan sang dokter.
"Terima kasih,dok" Ujar Lisa sambil tersenyum dia sekarang sedikit lega,mengetahui keadaan Rina yang baik-baik saja.
"Sama sama,kalau begitu saya permisi dulu" Pamit sang dokter.
Setelah kepergian dokter,Lisa langsung masuk ke ruang inap Rina,tanpa memperdulikan Wijaya.
"LISA,kamu tidak dengar kalau bunda kamu harus istirahat" Teriak Wijaya ketika Lisa mencoba membuka pintu inap dimana Rina dirawat.
"Sudahlah jaya,lagi pula dia hanya ingin melihat ibunya saja,apa salahnya" Tegur atmaja kepada Wijaya.
"Dasar keras kepala"
"Kamu ini jaya,kamu terlalu keras pada putrimu"
"Haaa haaa, dia memang keras,Maja. Dengan ini saja dia tidak jera,apalagi dengan cara yang halus,mau aja dia"
"Sabar jaya,itukan juga salah kamu juga"
"Ya,tapi kan aku kerja juga untuk dia juga"
"Tidak juga jaya,terkadang ada anak yang tidak membutuhkan uang banyak,tapi dia hanya membutuhkan kasih sayang yang lengkap bukan hanya harta dan tahta,kulihat lihat putrimu itu cukup sederhana gaya hidupnya" Jelas atmaja kepada Wijaya.
"Hah...sudahlah kamu tidak akan mengerti" Jawab Wijaya,sedangkan atmaja hanya menarik nafas malas,menghadapi sifat sahabat nya.
"O..iya Roy,apa kalian sudah makan,bukannya kalian langsung ke sini habis pulang sekolah" Tanya Wijaya kepada Roy.
"Iya,om,kami berdua belum makan" Jawab Roy.
"Kau dan istrimu juga kan" Tanya Wijaya dan dianggukin oleh atmaja.
"Kalau begitu,ayo kita makan dulu" Ajak Wijaya kemudian.
"Emm,om maaf sebelumnya kalian makan dulu saja,biar saya disini menemani Lisa" Jelas Roy
"O,begitu,ya sudah" Jawab Wijaya.
"Ayo bun" Ajak atmaja kepada Mia.
"Bentar yah,kita pamit dulu sama Lisa"
Mia langsung masuk kedalam ruang inap Rina,dimana disana sudah ada Lisa yang sedang duduk sambil memegang dan menciumi tangan Rina.
"Sayang"
"Iya bun,ada apa" Tanya Lisa sambil menghadap ke arah Mia.
"Bunda,pamit dulu ya,sayang,mau makan dulu sama ayah atmaja dan ayah kamu"
"Iya,bun,hati hati"
"Iya,sayang,nanti kami kembali lagi kesini kok"
"Bunda,gak langsung pulang,bunda pasti lelah dan butuh istirahat" Jelas Lisa.
Mendengar penuturan Lisa membuat Mia tersenyum
"Ya,sudah kalau begitu,bunda pamit dulu ya,besok bunda kesini lagilagi,kamu gak apa apa kan bunda tinggal"
"Gak apa apa kok,bun,Lisa sudah terbiasa sendiri kok"
"No,kamu disini kamu gak sendiri,ada calon suamimu yang menemani kamu"
Lisa jadi salting ketika Mia menyebut kata calon suami.
Mia yang melihat ekspresi wajah Lisa yang malu malu,mengulum senyum.
"Ya sudah,bunda pamit dulu ya,ayah sudah nunggu diluar,assalamu'alaikum"
"Walaikum salam"
Sedangkan di luar.
"Roy,Bunda nitip calon mantu bunda ya,awas saja kalau sampai ditinggal lagi" Pesan Mia kepada anak laki lakinya.
Mia sengaja mengungkit kembali kejadian waktu di butik beberapa hari yang lalu.
"Iya,bun,hehe" Roy mengaruk kepalanya yang tidak gatal,
"Bunda pamit dulu ya,assalamu'alaikum"
"Walaikum salam"
Setelah kepergian Mia,roy masuk kedalam ruangan Lisa,disana gadis itu masih menemani Rina yang masih tidur di keranjang perawatan.
"Lis,..gua pergi dulu ya,ada urusan sebentar" Pamit Roy.
Karena tidak ada jawab dari Lisa,Laki laki itu memutuskan untuk pergi,
"Huh...ngomong nya mau nemenin,belum juga 5 menit udah pergi saja"
Sekarang dia sangat takut sendiri,apalagi dia melihat Rina yang tertidur disamping nya,untuk saja Rina ridak apa apa, dengan tangan yang menyangga kepala nya.
10 menit berlalu,Roy kembali dan masuk kedalam ruangan Rina dengan membawa dua bungkusan plastik.
Roy yang melihat Lisa sedang duduk dan tertidur dengan wajah yang sedih,dia langsung menyimpan bungkus itu diatas meja.
"Lis," Panggil Roy tapi gadis itu tidak menjawab dan terlihat sangat kelelahan.
Roy menyingkirkan anak rambut gadis itu yang menghalangi wajah gadis cantiknya,dia tersenyum melihat wajah perempuan yang ada dihadapan nya yang terlihat sangat Damai,walau terlihat sangat rapuh itu.
"Maafin gua,gua belum bisa membahagiakan lo" Ujar Roy sambil menempelkan telapak tangannya di kening Lisa,lalu mencium tangannya sendiri.
Dia tahu kalau kalau hubungan mereka belum halal.
"Emmmghh" Lenguh Lisa ketika dia merasa terganggu dalam tidur nya.
Gadis itu membuka matanya dan terbelalak ketika melihat wajah tampan dihadapan nya, sesaat bola mata mereka bertemu,sebelum pada akhirnya.
Buuuggg
Spontan Lisa menonjok dada bidang Roy dengan sekuat tenaga,yang membuat Roy menjauh.
"Heh lo mau ngapain gua,hah" Tanya gadis itu dengan menatap wajah Roy.
"Gak"
"O,gua tahu,lo mau nyari kesempatan pas gua tidur ya" Tuduh Lisa.