Mengetahui suaminya berselingkuh, Raina memilih tidak menangis. Baginya, pengkhianatan harus dibalas dengan cara yang sama.
Nyawa bayar nyawa. Selingkuh balas selingkuh.
Target balas dendamnya adalah Hadiraksa Gautama... suami dari Monica, wanita yang merebut rumah tangganya.
Raina mendekati Hadi yang selama ini dianggap pria gagal oleh istrinya sendiri: miskin, tak punya masa depan, dan hidup dari belas kasihan keluarga. Namun siapa sangka, di balik penampilan sederhananya, Hadi menyimpan identitas sebagai pengusaha muda kaya raya yang sengaja menyembunyikan status demi menguji cinta Monica.
Saat permainan balas dendam dimulai, perasaan ikut berubah.
Robby mulai menyesali perselingkuhannya. Monica panik setelah mengetahui pria yang ia buang ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kejar.
Mereka ingin kembali pada pasangan masing-masing.
Tapi terlambat...
Karena dua hati yang awalnya dipersatukan oleh luka, perlahan berubah menjadi candu dan saling cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cuek
Monica mengalami pendarahan akibat aktivitas mereka yang keterlaluan. Namun meskipun begitu, calon anak mereka masih bisa diselamatkan. Tapi tidak dengan telinga Robby. Pria itu dimarah habis-habisan oleh dokter yang menangani Monica.
"Telingaku sampai berdengung!" keluh Robby, saat Monica sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
Monica tersenyum tipis. "bukan marah tapi dinasehati!"
"Nasehati pakai emosi!" kesalnya.
Robby beranjak. Ia melangkah menuju ke sofa, bukan untuk duduk tapi berbaring.
"Rob!" panggil Monica.
"Hmm!" Robby memejamkan mata. Bahkan pria itu tidak menoleh sama sekali.
"Aku haus!" pinta Monica.
Wajahnya pucat, suaranya pelan, dan ia juga masih lemas akibat pendarahan yang dialaminya.
"Di meja kan ada minum, ambil sendiri! jangan manja!" sahutnya.
"Tapi aku lemas Rob!"
"Robby tidak menjawab. Pria itu tetap memejamkan mata. Bahkan ia sengaja berbalik memunggungi Monica.
Huh!
Monica menghela nafas. Ia berusaha sendiri mengambil gelas yang ada di atas meja.
"Kalau disini ada Mas Hadi... pasti dia akan mengambilkan aku minum tanpa perlu diminta!" batinnya.
Monica terbayang akan sosok mantan suaminya, Hadi. Pria itu sangat perhatian, Monica diperlakukan layaknya seorang ratu yang bebas melakukan apa saja.
"Hadi!" gumamnya tanpa sadar.
Sebenarnya Monica lebih mencintai Hadi dibandingkan Robby. Hanya saja saat bersama Robby, Monica mendapatkan dukungan finansial yang lebih dari cukup untuknya. Dan... ia yang sejak kecil hidup pas-pasan, tentu lebih tertarik dengan uang yang diberikan oleh Robby. Daripada ketulusan dan kasih sayang yang selama ini hanya Hadi persembahan kan untuknya.
"Astaga apa yang aku pikirkan! Robby lebih baik daripada Hadi!" gumamnya meyakinkan diri sendiri.
Monica ikut memejamkan mata. Daripada otaknya memikirkan hal yang tidak perlu. Ia lebih baik beristirahat, memulihkan tubuh agar bisa kembali melayani suaminya.
---
Keesokan harinya...
Monica baru bangun tapat ketika dokter visit pagi. Untungnya kondisi Monica sudah lebih baik. Namun, ia masih tetap harus dirawat selama beberapa hari kedepan.
"Ingat ya Bu! Selama trimester awal, harap jangan berhubungan intim dulu! Kondisi rahim ibu lemah dan rawan keguguran!" nasehat dokter.
"Baik dok saya akan mengingatnya." sahut Monica.
Setelah dokter dan perawat pergi. Monica mencari sosok suaminya yang entah pergi kemana. Ia mengambil ponselnya dan langsung menghubunginya.
"Robby kamu dimana?" tanya Monica dengan nada tinggi. Karena kesal ditinggal sendirian.
"Aku pulang ke villa. Gak nyaman tidur di sofa!" sahut Robby dengan suara serak khas bangun tidur.
"APA! KAMU PULANG KE VILA?" syok Monica.
"Gak usah teriak-teriak!" sahutnya mala. Bahkan dari suaranya ia sama sakali tidak merasa bersalah.
"Balik ke rumah sakit sekarang!" titah Monica, memutuskan sambungan teleponnya.
Dadanya naik turun. Deru nafas Monica meninggi, karena amarah yang meluap.
"Suami brengsek! Bisa-bisanya dia ninggalin aku sendirian disini!"
Monica terus menatap pintu ruangannya. Ia tidak sabar, ingin mengomeli suaminya habis-habisan. Ia tidak terima. Seumur hidupnya, baru kali ini ia ditinggal sendirian rumah sakit. Padahal dulu saat ia pernah dirawat karena sakit, Hadi nyaris tidak pernah meninggalkan dirinya sendirian.
Ceklek!
Pintu ruangannya terbuka. Robby masuk dengan santai tanpa merasa bersalah sama sekali. Bahkan ia menyadari jika tetapan istri keduanya begitu tajam.
"Tega sekali kamu Rob!" kesal Monica. "bisa-bisanya kamu meninggalkan istrimu sendirian disini? padahal aku begini juga gara-gara kamu!" marah Monica.
Robby duduk di kursi samping ranjang. "udah deh jangan ngomel-ngomel, yang penting kan aku sudah balik ke sini!" sahutnya cuek.
Monika masih lanjut ingin marah. Namun mengingat kondisinya, ia mengurungkan niatnya. karena lebih mementingkan calon buah hatinya.
"Kamu datang dengan tangan kosong?"
"Memangnya aku harus bawa apa?" tanya Robby tidak tahu. Karena dulu, Raina selalu mempersiapkan semuanya sendiri tanpa melibatkan dia sedikitpun.
"Kamu nggak bawakan aku pakaian ganti? aku risih Rob! Aku mau mandi!"
"Memangnya harus?"
Monica menarik nafas panjang. mengapa ia baru tahu, Jika ternyata Robby sebodoh dan secuek ini.
"Aku tidak mau berdebat. Sekarang kamu kembali ke villa dan bawakan aku pakaian ganti!" titah Monica.
Robby pergi kembali ke villa, mengambil pakaian ganti untuk istrinya. Namun saat ia kembali, Monica kembali dibuat marah. Karena Robby malah membawa seluruh pakaiannya satu koper.
"Kamu bawa semua?" ujar Monica terkejut.
"Aku nggak tahu harus bawa berapa! jadi aku bawa semua saja!" Robby meletakkan koper itu di samping ranjang. Bahkan ia tidak berniat untuk mengambilkan istrinya pakaian ganti.
"Sarapanku mana?" tanya Monica.
"Sarapan? bukannya dari rumah sakit!"
Kesabaran Monica benar-benar diuji habis-habisan oleh suaminya. Daripada ia kembali pendarahan karena terus marah-marah. Monica lebih memilih mengabaikannya.
"Sudahlah! Sekarang ambilkan aku pakaian ganti, lalu bantu ke kamar mandi!" pinta Monica.
---
Sedangkan dirumah...
Hari ini Raina izin tidak masuk bekerja karena ada hal penting yang harus ia selesaikan.
Pagi-pagi Raina sudah masak makanan kesukaan ibu mertuanya. Yang membuat wanita tua itu tersenyum cerah.
"Robby gak salah pilih istri!" puji Bu Joko, entah untuk yang keberapa kalinya.
Raina diam.
Wanita itu sudah mempersiapkan hati mental dan kata-kata yang mungkin akan membuat Ibu mertuanya sok.
"Tapi aku yang tidak beruntung Bu!" jawab Raina.
"Maksudnya?" Bu Joko menghentikan suapannya.
Raina mengubah posisi, persis di hadapan Ibu mertuanya yang menatapnya dengan kebingungan.
Raina tidak langsung menjelaskan. ia mengeluarkan semua bukti yang dimiliki satu persatu.
"Sebaiknya Ibu lihat semua ini!" ucap Raina. "Tapi aku minta ibu yang kuat ya?" lanjutnya.
Mau bagaimanapun, semua ini sangat sulit bagi Raina. Namun ia juga tidak mau menjadi wanita lemah yang terus dimanfaatkan dan di bodoh-bodoh oleh suaminya.
"Ini apa?" Bu Joko mulai mengambilnya satu persatu.
"Robby selingkuh Bu!" ucap Raina.
Bu Joko terkejut. "Selingkuh? tidak mungkin Raina!" ia tidak percaya.
"Ibu bisa lihat buktinya! Bahkan..." Raina tak sanggup untuk melanjutkannya.
"Bahkan apa?"
"Robby sudah menikah lagi Bu!" lanjut Raina.
Bu Joko membatu. Wanita tua itu tidak bergerak, bahkan napasnya juga tersengal-sengal.
"Ibu tidak apa-apa?" tanya Raina khawatir.
Bu Joko menggeleng. Tapi ia belum mengeluarkan sepatah katapun.
Syok berat. Itulah yang sedang Bu Joko alami. Selama ini yang ia tahu rumah tangga putranya sangat harmonis. Karena ia sama sekali tidak pernah mendengar mereka bertengkar.
Bahkan setiap keduanya datang, mereka selalu full senyum dan terus memperlihatkan hubungan yang bahagia tanpa pertengkaran.
"Ini gak mungkin Raina!"
Bu Joko tak percaya. Kedua mata tuanya berkaca-kaca.
Ia kecewa.
"Maafin aku Bu! Jika aku harus jujur. Aku gak bisa terus-terusan sembunyikan hal ini dari Ibu!" Raina juga menangis. Tapi ia bukan menangis karena perselingkuhan Robby. Tapi menangis karena ibu mertuanya.
bukanya apa dari yg sudah" Kaya gitu ga ada lovely doply ❤️
muterrr dulu baru lovely
tp klo bagi Monica Dan Robby habis terang masuk laa gelap 🤭🤭🤭😂😂😂