Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Austin dan Yurika kembali ke ruang VIP bersama setelah beberapa saat berada di luar.
Gerson langsung menggoda begitu melihat mereka masuk.
“Aku sampai berpikir kalian berdua diam-diam pergi untuk mengobrol berdua. Lama sekali.”
Austin hanya tersenyum tipis sebelum bertanya, “Kau punya rencana setelah ini?”
Gerson berdeham pelan. “Tentu saja. Kalau malam ini kau tidak mengajakku keluar, mungkin aku masih bisa ikut. Tapi kalau aku benar-benar pergi, pacarku pasti tidak akan senang.”
Baru saja selesai berbicara, Beibei langsung mencubit pinggangnya.
“Jangan bicara sembarangan.”
Setelah makan malam selesai, pasangan itu pergi menuju hotel yang berada tepat di sebelah restoran. Dari cara mereka berjalan berdampingan, siapa pun bisa menebak bahwa malam mereka akan berlangsung sangat romantis.
Austin tidak menyentuh alkohol sedikit pun malam itu, sehingga ia secara alami menawarkan diri untuk mengantar Yurika pulang.
Yurika menyebutkan alamat apartemennya, dan Austin segera mengarahkan mobil ke sana, perjalanan itu memakan waktu hampir tiga puluh menit.
Saat mobil berhenti di depan gedung apartemen, Austin masih memegang kemudi sambil memandang ke luar jendela.
“Kalau saja aku tahu alamatmu lebih awal,” katanya pelan, “malam itu aku pasti langsung mengantarmu pulang.”
Kemudian ia menoleh ke arah Yurika. Tatapannya berhenti di garis rahangnya, memastikan tidak ada masalah berarti dengan cedera yang pernah dialaminya.
“Masih sakit?” tanyanya lembut.
Yurika mengangkat alis. “Kau masih mengingatnya?”
“Sedikit.” Austin menundukkan kepala sambil tersenyum.
Melihat reaksinya, Yurika tidak bisa menahan diri untuk menghela napas dalam hati.
Malam ketika ia mabuk berat itu terasa seperti kejadian yang sangat jauh. Saat itu, ia bahkan tidak pernah membayangkan bahwa dirinya dan Austin akan memiliki hubungan yang cukup dekat hingga bertemu hampir setiap hari.
Sebelum turun dari mobil, Yurika mengucapkan terima kasih.
“Hati-hati di jalan.”
Austin mengangguk dan berkata, “Kau juga. Istirahat yang cukup setelah sampai di rumah.”
Yurika masuk ke gedung apartemen dan naik ke lantainya. Ketika ia berdiri di dekat jendela dan melihat ke bawah, mobil Austin masih terparkir di tempat semula.
Pria itu ternyata belum pergi.
Baru setelah memastikan Yurika benar-benar telah sampai dengan selamat, Austin menyalakan mesin dan melajukan mobilnya perlahan meninggalkan area apartemen.
Bentley hitam itu bergerak tenang di tengah malam.
Perhatian kecil yang diberikan Austin membuat Yurika semakin menyadari satu hal.
Saat masih kuliah dulu, ia memang mengenal Austin sebagai senior yang sopan, tenang, dan tidak banyak bicara. Namun, ia sebenarnya tidak pernah benar-benar mengenal pria itu.
Kini, setelah bekerja bersamanya setiap hari, Yurika mulai melihat sisi lain yang jarang diperlihatkan Austin kepada orang lain.
Di balik sikap dingin dan profesionalnya, ternyata tersembunyi pribadi yang sabar, perhatian, dan penuh kelembutan.
Tidak heran banyak wanita, termasuk Livia, begitu terpesona olehnya karna Austin memang memiliki daya tarik yang sulit diabaikan, baik dari penampilan maupun kepribadiannya.
Setelah mandi dan bersiap tidur, ponselnya tiba-tiba bergetar.
Pesan itu berasal dari kakaknya, Futaka, pria itu memberi tahu bahwa bar miliknya akan merayakan ulang tahun kedua pembukaannya pada hari Kamis. Akan ada acara kecil-kecilan, dan jika Yurika sempat, ia bisa datang untuk bersantai.
Biasanya, bar tersebut selalu dipenuhi teman-teman dekat Futaka yang setia mendukung usahanya. Mereka semua tahu bahwa ia memiliki seorang adik perempuan, tetapi belum pernah ada yang melihat wajahnya secara langsung.
Meski begitu, hanya dengan melihat penampilan Futaka, mereka sudah yakin bahwa adiknya pasti cantik dan berkepribadian baik.
Beberapa teman bahkan diam-diam menantikan kehadiran Yurika. Namun, Futaka langsung mematahkan harapan mereka.
“Jangan macam-macam. Adikku tidak tertarik pada orang seperti kalian.”
Seseorang langsung tertawa.
“Wah, bahkan sebelum kami melakukan apa pun, kau sudah memasang benteng pertahanan. Ternyata kau tipe kakak yang sangat protektif.”
Futaka mendengus. “Aku berbeda dari kalian. Aku lulusan Universitas Nanjing dan selalu jadi anak baik sejak kecil. Jadi jangan coba-coba mengganggu adikku.”
Tidak ada yang tahu bahwa kakak yang tampak begitu protektif itu sebenarnya hampir tidak pernah bertemu Yurika dalam kesehariannya.
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏