NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: SERANGAN PEMBUNUH SUCI DAN KOMPLOTAN GELAP

Kereta kencana yang ditarik sembilan ekor Burung Vermilion melesat membelah awan dengan kecepatan kilat. Jejak cahaya emas-ungu yang indah tertinggal di udara, namun keindahan itu ternyata menjadi penanda yang sangat jelas bagi mereka yang sedang mengintai dalam kegelapan.

Di dalam kereta, Chen Si duduk bersila sambil memutar-mutar Kompas Peta Emas peninggalan Golem itu di tangannya. Jarum kompas itu bergetar pelan, dan ujung jarumnya yang tadinya menunjuk lurus ke depan, kini berputar kacau dan bersinar merah menyala.

"Hati-hati..." gumam Chen Si pelan, matanya menyala tajam. "Musuh sudah ada di depan. Dan jumlahnya... cukup banyak."

Leng Tian dan Murong Zhan yang sedang berjaga langsung menegakkan badan, keringat dingin mulai membasahi pelipis mereka. Raja Harimau Putih di luar kereta pun mulai mengaum pelan, bulu-bulu di tubuhnya berdiri tegak karena merasakan ancaman mematikan yang menyelimuti seluruh wilayah ini.

"Yang Mulia... Hamba merasakan aura yang aneh," kata Leng Tian dengan suara bergetar. "Bukan aura sekte biasa, bukan juga aura Kekaisaran. Aura ini... suci tapi dingin, seperti cahaya yang membakar segalanya."

"Gereja Cahaya," jawab Chen Si singkat dan dingin. "Musuh lama keluargaku. Mereka akhirnya berani menampakkan diri."

 

Jebakan di Langit

Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah berubah drastis. Awan putih bersih berubah menjadi emas menyilaukan, dan sinar matahari menjadi sangat terang hingga menyakitkan mata. Dari arah delapan penjuru mata angin, turunlah ribuan sosok berseragam putih bersih dengan jubah bermotif matahari emas.

Mereka terbang di atas awan dengan gerakan seragam dan anggun, memegang pedang panjang berwarna putih perak yang memancarkan panas ekstrem. Di dada mereka, lambang matahari suci bersinar nyala.

Di barisan paling depan, melayang tiga orang tua yang auranya jauh lebih dahsyat. Masing-masing memiliki kekuatan setara Kaisar Surgawi Tengah hingga Puncak!

Itu adalah Tiga Pendeta Suci, pasukan elit Gereja Cahaya yang terkenal kejam dan tidak pernah meninggalkan saksi mata!

"Keturunan Naga... Chen Si..." suara salah satu Pendeta itu bergema, dingin dan tanpa emosi, seolah sedang berbicara dengan benda mati. "Kau telah melanggar hukum alam dengan mewarisi darah dosa. Hari ini, Cahaya Suci akan memurnikanmu dan menghapus jejakmu dari dunia ini selamanya."

Chen Si melangkah keluar dari kereta, berdiri di atas atap dengan tangan disilang di dada. Di belakangnya, Leng Tian, Murong Zhan, dan Raja Harimau Putih bersiap bertarung meski hati mereka berdebar kencang.

"Hukum alam? Omong kosong," balas Chen Si santai namun tajam. "Kalianlah pengkhianat yang menyerang Klan Naga ribuan tahun lalu karena iri pada kekuatan kami. Sekarang kalian berlagak suci? Memalukan."

"Berani menghina Cahaya Suci?!" Pendeta kedua mengerutkan kening, niat membunuhnya meledak. "Serang! Jangan beri dia kesempatan bernapas!"

 

Perang Besar Dimulai

WUSH WUSH WUSH!!

Ribuan Pembunuh Suci menyerang bersamaan! Cahaya pedang mereka menyatu menjadi gelombang panas raksasa yang mampu melelehkan batu dan besi dalam sekejap!

Leng Tian dan Murong Zhan langsung maju menghadang.

"Teknik Pedang Awan: Tembok Seribu Bilah!"

"Teknik Keluarga Murong: Perisai Emas!"

Mereka mengerahkan seluruh kekuatan untuk menahan serangan gelombang pertama itu.

TRANG!!!

Suara benturan keras bergema hingga ke dasar bumi. Leng Tian dan Murong Zhan terlempar mundur, mulut mereka memuntahkan darah. Meski mereka sudah level Raja Puncak, lawan mereka adalah pasukan elit yang jauh lebih kuat dan terlatih!

"Terlalu lemah!" seru salah satu Pendeta. Ia melesat maju dengan kecepatan tak terlihat, pedang suci di tangannya siap memenggal kepala Leng Tian yang sedang terluka!

Namun...

DANG!!

Sebuah tongkat energi emas menghantam bilah pedang itu dengan kekuatan dahsyat! Pendeta itu terlempar mundur beberapa puluh meter karena guncangan kekuatan itu!

Chen Si berdiri tegak di depan anak buahnya, matanya bersinar dingin.

"Musuhku adalah aku. Kalian yang lemah, jangan ikut campur kalau tidak mau mati," kata Chen Si sambil melambaikan tangan. Gelombang kejut halus mendorong Leng Tian dan yang lain kembali ke dalam kereta dengan aman.

Sekarang, hanya ada Chen Si sendirian melawan ribuan musuh dan tiga Kaisar Puncak!

 

Kekuatan Naga Meledak

"Kalian ingin membunuhku? Kalian pikir mudah?" Chen Si tertawa dingin. Auranya meledak sepenuhnya!

Cahaya emas memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya, menutupi langit hingga mengalahkan cahaya matahari buatan Gereja Cahaya! Di belakangnya, bayangan Naga Primordial raksasa muncul kembali, kali ini jauh lebih nyata, jauh lebih besar, dan jauh lebih mengerikan dari sebelumnya!

"INI... INI DARAH NAGA MURNI!!" jerit salah satu Pendeta kaget dan takut. "Jangan biarkan dia menggunakan kekuatannya sepenuhnya! Serang habis-habisan!"

"Hukuman Cahaya: Lautan Api Suci!"

Tiga Pendeta itu mengerahkan serangan gabungan terkuat mereka! Langit berubah menjadi lautan api putih yang panasnya mampu membakar ruang dan waktu! Api itu turun menghantam Chen Si dengan niat menghancurkan sampai ke abu!

Namun, Chen Si tidak mundur selangkah pun.

"Teknik Naga: Tubuh Naga Tak Tertandingi!"

Api suci itu menyelimuti tubuh Chen Si, tapi tidak membakarnya! Justru... Chen Si membuka mulutnya lebar-lebar!

HAP!!

Ia menelan seluruh lautan api itu bulat-bulat!

"AAAAAAHHHH!! APA YANG DILAKUKANNYA?!" jerit para Pendeta histeris.

"Api kalian... lumayan enak rasanya," komentar Chen Si santai sambil mengusap mulutnya. "Tapi masih kurang panas."

Chen Si melesat maju secepat kilat! Sebelum mereka sempat bereaksi, Chen Si sudah berada tepat di tengah-tengah barisan musuh!

"Jurus Alkemis: Gelombang Kehancuran!"

Tangan Chen Si mengayunkan gelombang energi emas yang mengandung kekuatan pemurnian tertinggi. Energi yang sangat murni itu menghantam tubuh para Pembunuh Suci!

KRAK! KRAK! KRAK!

Mereka yang terkena langsung hancur menjadi debu cahaya! Kekuatan suci mereka justru menjadi bumerang yang menghancurkan diri sendiri saat bertemu energi Naga yang lebih murni dan agung!

Dalam sekejap mata, ratusan pasukan musuh musnah!

 

Pertarungan Tiga Lawan Satu

Tiga Pendeta Suci pucat pasi. Mereka sadar, mereka sudah meremehkan kekuatan pewaris Klan Naga ini terlalu jauh. Bocah ini bukan sekadar Kaisar Puncak biasa, dia adalah monster yang kekuatannya setara Penguasa Langit!

"Kita tidak punya pilihan... Gunakan Mantra Pengorbanan!" teriak Pendeta tertua.

Mereka bertiga saling berpandangan, lalu menggores dada mereka sendiri dengan pedang mereka. Darah segar memancar keluar dan menyatu menjadi satu sosok raksasa berwarna putih emas setinggi ribuan meter, bersayap enam, memegang tombak suci.

Itu adalah Malaikat Suci Tiruan, hasil pengorbanan nyawa sementara untuk mendapatkan kekuatan melebihi batas!

"Mati kau!!" Sosok raksasa itu berteriak, suaranya menggetarkan bumi. Tombak sucinya menghunus ke arah dada Chen Si dengan kekuatan yang mampu menembus gunung tertinggi!

Serangan ini jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah Chen Si hadapi sejauh ini!

Namun, mata Chen Si justru bersinar makin terang. Ia merasa darah di dalam tubuhnya mendidih karena kegembiraan bertemu lawan yang sepadan.

"Bagus! Akhirnya ada yang lumayan untuk dipanaskan otot!"

Chen Si mengepalkan tangan kanannya. Cahaya emas berkumpul, berputar, dan memadat menjadi satu titik kecil yang sangat padat hingga tampak seperti bintang mini.

"Teknik Terlaris Klan Naga: PUKULAN PENGHANCUR ALAM SEMESTA!"

Chen Si melompat tinggi, memutar tubuhnya, lalu mengayunkan kepalan tangannya ke arah tombak yang datang!

BAAAAAMMMMM!!!

Suara benturan itu bukan lagi suara, tapi getaran yang dirasakan oleh seluruh makhluk hidup di sepertiga wilayah Langit Pertama!

Gelombang kejutnya menyebar ke segala arah, menghancurkan awan, membelah langit, dan membuat gunung-gunung di bawah runtuh berantakan!

Saat debu dan cahaya mereda...

Pemandangan yang terlihat membuat siapa pun yang melihatnya kehilangan kata-kata.

Tombak suci itu patah jadi dua! Sosok Malaikat Suci itu retak-retak lalu meledak menjadi kepingan cahaya!

Dan ketiga Pendeta Suci itu terlempar jatuh ke tanah, tubuh mereka kurus kering seperti mayat hidup, nyawa mereka tinggal sedikit, aura suci mereka hilang lenyap!

Chen Si berdiri tegak di udara, napasnya sedikit memburu, tapi senyum kemenangan terukir jelas di bibirnya. Ia menatap ke bawah ke arah tiga orang tua yang tergeletak tak berdaya itu.

"Masih mau bertarung?" tanyanya dingin.

 

Rahasia Besar

Pendeta tertua itu terbatuk darah, matanya menatap Chen Si dengan pandangan rumit antara benci dan takjub.

"Kau... kau benar-benar pewaris sejati..." suaranya parau. "Kami gagal... Tapi ingatlah ini, Chen Si... Gereja Cahaya bukanlah kekuatan terbesar. Kami hanya antek-antek dari sosok yang jauh lebih dahsyat... Sosok yang menguasai seluruh alam semesta..."

Pendeta itu mengangkat tangan gemetar, menunjuk ke arah langit yang jauh di atas Langit Pertama.

"Di puncak tertinggi... Di Istana Langit Kesembilan... Di sana lah musuh sejatimu berada... Kaisar Dewa Cahaya... Dialah yang menghancurkan klanmu... Dialah yang mengatur segalanya..."

Tiba-tiba, tubuh Pendeta itu bersinar terang, lalu meledak sendiri untuk menghindari diinterogasi. Dua rekannya melakukan hal yang sama. Mereka mati diam, tidak meninggalkan jejak apa pun.

Chen Si diam mematikan. Nama Kaisar Dewa Cahaya kini terukir dalam hatinya sebagai tujuan utama balas dendamnya.

"Kaisar Dewa Cahaya..." gumamnya pelan. "Tunggu saja. Aku akan datang. Dan saat aku sampai di sana... Aku akan membuatmu menyesal pernah menyakiti keluargaku."

 

Kedatangan Pasukan Bantuan

Saat pertempuran selesai dan suasana mulai tenang kembali, dari arah kejauhan terdengar suara gemuruh langkah di udara.

Sekelompok besar pasukan berseragam perak emas datang dengan cepat. Lambang naga kekaisaran terlihat jelas di dada mereka. Di depan, terlihat Jenderal Wei yang Chen Si temui dulu, wajahnya penuh kekhawatiran.

"Yang Mulia Chen Si! Kami datang terlambat! Maafkan kami!" seru Jenderal Wei yang langsung turun berlutut begitu melihat kondisi medan perang yang hancur lebur.

Jenderal Wei terbelalak melihat ribuan jasad Pembunuh Suci dan sisa-sisa serangan yang ada. Ia tahu betul betapa mengerikannya Gereja Cahaya, tapi melihat mereka hancur total di sini... rasa hormatnya pada Chen Si kini sudah berubah menjadi pemujaan mutlak.

"Terima kasih sudah mau datang," kata Chen Si santai, auranya kembali tenang. "Tapi kalian tidak perlu campur tangan. Urusan ini adalah urusan pribadiku."

"Yang Mulia... Gereja Cahaya ini sangat berbahaya. Mereka bergerak diam-diam, bahkan kami pun sulit melacaknya," kata Jenderal Wei dengan hati-hati. "Tapi berkat kemenangan Yang Mulia hari ini, setidaknya kami punya bukti untuk melaporkan ke atasan di ibu kota. Ini akan mempermudah jalan Yang Mulia ke Menara Langit."

Chen Si mengangguk puas. "Bagus. Ayo kita lanjutkan perjalanan. Waktu semakin mendesak."

 

Mendekati Ibu Kota

Kereta kencana kembali melaju, kali ini dikawal ketat oleh ribuan pasukan elit Kekaisaran Azure. Kehadiran mereka menandakan bahwa Chen Si kini diakui sebagai tamu kehormatan tertinggi, sekutu terkuat yang dimiliki Kekaisaran ini.

Di dalam kereta, Chen Si memegang Kompas Peta Emas itu lagi. Jarumnya kini menunjuk lurus ke depan, ke arah satu titik cahaya raksasa yang mulai terlihat di cakrawala.

Di kejauhan, menjulang sebuah menara setinggi tak terukur, yang dasarnya begitu luas hingga menutupi pandangan mata. Itu adalah Menara Langit, jantung dari Pusat Kekaisaran Azure, gerbang menuju dunia yang lebih tinggi.

"Akhirnya..." bisik Chen Si dengan mata berbinar penuh semangat dan tekad. "Ibu Kota... Menara Langit... dan Langit Kedua... Aku datang."

Namun, di sudut gelap yang jauh di dalam bayang-bayang Menara Langit itu, sepasang mata dingin mengawasi kedatangan rombongan itu.

"Jadi dia yang dikabarkan... Menarik. Mari kita lihat, seberapa jauh keturunan Naga ini bisa bertahan di sarang lebah tempat para penguasa dunia berkumpul."

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!