NovelToon NovelToon
Calamity Ex Machina

Calamity Ex Machina

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Manusia Ikan

Kekaisaran Aurellian telah menikmati kedamaian selama 1500 tahun, hingga sebuah bayangan misterius jatuh tepat di atas takhta mereka. Arta Valerion, seorang penyihir muda jenius, menemukan bahwa rembulan yang selama ini dipuja kini menyimpan ancaman yang tak terbayangkan. Kehadiran sang utusan dari peradaban masa lalu yang telah binasa—membawa peringatan dingin: bahwa mereka tidak sendirian, dan mereka tidak siap.

​Di ambang kehancuran yang telah menelan delapan planet sebelumnya, Aurellian harus memilih: tunduk pada teknologi asing atau menghadapi kepunahan. Bagi Arta, ini bukan lagi tentang prestasi sihir, melainkan perjuangan untuk mempertahankan senyum orang-orang yang ia cintai sebelum fajar terakhir tiba.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Manusia Ikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 2 -BAB 2 -LABIRIN TANPA UJUNG (3)

Monster laba-laba batu itu mengunci pandangannya pada Elian. Makhluk itu merayap di atas struktur labirin, membuat dinding-dinding batu di bawahnya bergetar hebat karena beban tubuhnya yang masif.

​Elian mendongak.

Ia sadar sepenuhnya bahwa tubuh raksasa monster itu mustahil masuk ke dalam lorong yang sempit, namun pilar-pilar obsidian yang menjuntai dari kegelapan atas tetap menjadi ancaman maut. Salah satu kaki raksasa itu melesat turun, membelah udara dengan kecepatan tinggi.

​"!!!" Mata Elian melebar, mengunci arah serangan pilar batu yang mengincar kepalanya.

​Dengan gerakan refleks yang terlatih, Elian melompat ke samping. Ujung kaki batu itu menghantam lantai labirin, menciptakan ledakan debu dan serpihan batu yang beterbangan. Pandangan Elian seketika tertutup kabut pasir pekat.

​"Sial, aku harus keluar dari sini!" Elian berteriak. Ia berlari sekuat tenaga, mencoba menjauh dari pilar-pilar yang terus menghujam ke dalam lorong di balik debu.

​Namun, monster itu tetap bisa melacaknya. Sebuah kaki lain menyapu rendah, bergerak menyamping dari arah yang tak terlihat.

Elian tidak sempat menghindar sepenuhnya; hantaman keras pilar batu itu mengenai rusuknya, menghempaskan tubuhnya hingga membentur dinding labirin dengan dentum yang memekakkan telinga.

​Beruntung, pelindung sihir tipisnya sempat aktif. Meski begitu, dadanya terasa sesak dan panas. Paru-parunya seolah dipaksa berhenti bernapas sejenak.

​"Ternyata kau cukup pintar juga," geram Elian sambil berusaha berdiri. Darah segar merembes dari luka lecet di lengannya, perih saat debu menempel di sana.

​Elian memejamkan mata, menarik napas dalam meski menyakitkan. Ia mulai merapalkan mantra rahasia keluarga Pahlawan. Pedang di tangannya bersinar terang benderang.

Energi Mana di sekitar tempat itu menjadi liar, berputar hebat membentuk pusaran di sekeliling Elian. Angin kencang menarik debu dan kerikil masuk ke dalam putaran energi, sekaligus memulihkan lukanya secara perlahan.

​Arta dan anggota tim lainnya yang berada puluhan meter di depan bisa merasakan getaran tanah dan fluktuasi Mana yang luar biasa kuat.

​"Apa itu?" tanya Grom dengan wajah heran melihat cahaya yang memancar dari balik dinding-dinding tinggi.

​"Itu salah satu kemampuan unik Elian," jawab Arta pelan. "Ia menarik paksa energi Mana dari alam dan memusatkannya dalam jumlah yang tidak masuk akal."

​Sebuah ledakan cahaya yang membutakan terjadi. Elian menerjang maju dengan kekuatan penuh. Bilah pedangnya yang diselimuti energi murni menebas ke arah langit-langit.

Tebasan itu memotong kaki-kaki yang menjuntai, lalu terus melesat naik hingga membelah tubuh laba-laba batu yang berada jauh di atas puncak labirin menjadi dua bagian sempurna. ​Tak hanya monster itu, dua baris dinding labirin yang terkena sisa energi tebasannya ikut terbelah dan runtuh seketika. ​

Pusaran Mana perlahan memudar. Elian berdiri di tengah puing, napasnya mulai teratur. Ia tidak terlihat terlalu lelah karena kekuatan tadi memanfaatkan energi alam sekitar.

​Arta berjalan mendekat melalui kepulan asap untuk menjemput temannya. "Serangan yang gila. Kamu terlihat keren tadi," ucap Arta dengan senyum tipis. Ada rasa lega melihat Elian baik-baik saja.

​Elian menyarungkan pedangnya. "Monster selevel ini bukan tandingan untukku. Tapi jujur, aku sedikit sedih karena kamu terlihat tidak khawatir sama sekali."

​"Aku tahu seberapa kuat kamu kalau duel satu lawan satu," sahut Arta tenang.

​"Hahaha, kau terlalu percaya padaku," tawa Elian pecah. Ia menepuk bahu Arta, dan mereka berdua mulai berjalan kembali menuju tim.

​Namun, tawa mereka terhenti. Tanah kembali bergetar, jauh lebih kuat dari sebelumnya. Elian dan Arta menoleh ke belakang secara bersamaan. Dari atas dinding-dinding labirin, muncul pasang-pasang mata batu yang bersinar dingin dalam jumlah banyak.

Laba-laba raksasa itu ternyata tidak sendirian; mereka semua merayap di atas sana, menjulurkan kaki-kaki pilar mereka ke bawah.

​"Sepertinya sekarang situasinya jadi benar-benar gawat, kan?" bisik Elian, tangannya kembali mencengkeram gagang pedangnya.

1
penulismisterius
semangat terus , Arta
Manusia Ikan 🫪: gk apapa, santai aja🌹
total 3 replies
penulismisterius
aku mengirimkan bunga mawar, maaf Arta baru mampir🐳🐳
Manusia Ikan 🫪: gk papa🙈🌹
total 1 replies
Wawan
kembang buat Arta
Manusia Ikan 🫪: wkakkwoa😋
total 3 replies
Wawan
Iklan buat Arta
Manusia Ikan 🫪: kalau buat aku mana? 😞
total 1 replies
Wawan
Satu mawar biar gak bosan ✍️
Manusia Ikan 🫪: biar aku gk bosan T_T
total 1 replies
AngkaSatu
Orang dalam mah beda langsung disambut gitu yak/Smirk/
Manusia Ikan 🫪: wkaowkao🙈
total 1 replies
AngkaSatu
Nih kaisar gak ada kata tengang kek nya. bisa bisanya buat acara dansa
Manusia Ikan 🫪: kayaknya banyak informasi penting yang belum sempat aku masukan ke cerita, nanti aku tambahkan😅

makasih kritik untuk kemajuan ceritanya✨
total 4 replies
AngkaSatu
dan juga kenapa elian bisa menjadi kekasih arta.
Manusia Ikan 🫪: 🤔aku juga heran, nanti aku buat di side story terpisah
total 1 replies
AngkaSatu
menurutku karaktermu kurang diperjelas aja sih sama kayak mc ku/Pray/. Arta itu siapa dan juga apa pencapaianya yang membuat dia menjadi murid ungulan. world buildmu udah bagus dan misteri apa yang ada dibulan. Overall ceritamu bagus😆😆😆😆😆😆
Manusia Ikan 🫪: betul banget, karakterku kurang di layar belakangnya🤣

makanya nanti aku mau buat side story nya untuk beberapa karakter, salah satunya untuk Arta dan Elian😅

aku aja waktu di eps 15an rasa mau ngulang gara gara lupa nulis layar belakang karakter utama dan pencapaian nya, kayak kata kamu😅
total 1 replies
AngkaSatu
Wah bisa ada gambar gitu nyak.😍
Manusia Ikan 🫪: ehehehe iya, makasih sudah mampir yah🙈🌹
total 1 replies
intsomi
/Drowsy//Drowsy//Drowsy/ per tamn niiee/Yawn//Yawn/
Manusia Ikan 🫪: /Hey/muhehehe makasih
total 1 replies
intsomi
/Ok/
Manusia Ikan 🫪: ehehehehe
total 1 replies
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
Istirahat Wak, capek
like koment ku sudah mampir, btw ceritanya kalau dicermati asik juga ya😭
akan aku lanjut baca malam nanti, mau serius up cerita ku dulu KK😭😭
Manusia Ikan 🫪: semangaaat up nyaaaah✨
total 1 replies
intsomi
/CoolGuy//CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: hehehe
total 1 replies
Human175
ada kapal terbang 🗿
Manusia Ikan 🫪: oh yang kapal kayu kah, iya itu kapal terbang sihir, sebagian terbang pake hukum fisika, dan sebagainya gabungan keduanya😅
total 2 replies
Zetavia
Jan lupaa mampir yahh di novel ku saran dan kritik nyaa
Manusia Ikan 🫪: baiik
total 1 replies
T28J
lah kemana dia?
Manusia Ikan 🫪: ah maksudnya dia lagi mengumpulkan energi yang selaras dengan Aether di planet ini.
total 2 replies
Anomali Pink Hiatus
Darimana bisa tahu kalau bangunannya berumur puluhan ribu tahun.
Manusia Ikan 🫪: :v oke oke
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!