seorang pemuda 23 tahun yang tidak memiliki pekerjaan diusir paksa oleh keluarga nya karena sang adik tiri yang lebih berguna dibanding dirinya
setelah diusir dari rumah oleh orang tuanya, dia mencoba mencari pekerjaan dengan hanya mengandalkan ijazah SMA.
setelah mencari begitu lama, dia sama sekali tidak menemukan pekerjaan karena alasan ijazah nya yang kurang meyakinkan.
tapi entah apa yang terjadi tiba-tiba sebuah truk melaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi, hal itu menyebabkan dirinya terpental jauh.
akan kah pemuda itu tetap selamat?
silahkan baca novel ini jika kalian penasaran akan kelanjutan nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyzque, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 25
pagi yang Indah dengan suasana yang sedikit asing, dion yang baru terbangun dari tidurnya langsung melihat sekeliling, karena biasanya dia bangun langsung disuguhi pemandangan jalan komplek.
berbeda dengan sekarang yang disuguhi pemandangan kota laurent City, dion segera pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaiannya.
setelah selesai dia langsung pergi ke restoran hotel untuk sarapan, walaupun dia bisa memesan dan diantarkan ke kamarnya, tapi itu supaya bisa sedikit berolahraga pagi.
seperti biasa dion menghabiskan sarapannya lalu turun ke garasi bawah tanah hotel untuk mengambil mobilnya, di dalam mobil dion merasa seperti melupakan sesuatu.
"oh iya!, 2 hari lagi kan ulang tahun kakek wals, aku akan membelikan hadiah untuk nya besok saja, lagian juga udah siap 1 hadiah lain, semoga aja kakek wals suka lukisan," ucap dion.
setelah selesai dengan ucapan nya, dion langsung berangkat menuju kediaman keluarga bert, untuk menjemput renata.
dion harus menjemput renata karena permintaan dari ibu renata, ke khawatirin seorang ibu memang kadang-kadang membawa jodoh.
sekitar 15 menit, dion sampai di kediaman keluarga bert, renata juga sudah terlihat menunggu dion di taman depan sambil mengobrol dengan ibunya.
"pagi tante…renata," sapa dion.
"pagi…," ucap renta.
"pagi juga dion, kamu udah sarapan belum?," tanya zena.
"udah tan…, tadi sebelum berangkat sempetin buat sarapan di hotel," jawab dion.
"ohh…, kalian langsung berangkat atau mau nunggu yang lain dulu?," tanya zena.
"langsung berangkat aja tante, yang lain udah berangkat duluan soalnya," jawab dion.
"yaudah kalau gitu, hati-hati di jalan ya, minta tolong jaga renata ya dion," ucap zena.
"apasih ma!," ucap renata.
"siap… tante tenang aja, kita kayaknya bakalan pulang malem," ucap dion.
setelah berpamitan mereka berdua langsung berangkat menuju sudi restaurant, leo dan aveline sudah lebih dulu berangkat kesana karena jarak mereka yang lebih jauh.
selama perjalanan mereka berdua sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun, hingga sampai pertengahan jalan dion lupa membawa jaketnya.
jadi terpaksa mereka harus berhenti dulu di toko baju terdekat untuk membeli jaket, setelah membeli jaket, dion dan renata langsung melanjutkan perjalanan.
sekitar 1 jam berlalu mereka akhirnya sampai di sudi restaurant yang terletak di pesisir pantai guma, sudi restaurant adalah restoran bintang 5 yang menawarkan hidangan serta pemandangan pasir putih dan laut biru.
sudi restaurant juga memiliki beberapa cabang, tapi cabang-cabang yang lain masih kalah dengan cabang pantai guma, itu karena desain serta letak dari cabang pantai guma lebih elegan sebagai restoran bintang 5.
bahkan agar bisa makan malam disana membutuhkan waktu yang cukup lama, mereka harus memesan ruangan dan menunggu beberapa minggu agar bisa makan malam disana.
setelah memarkirkan mobilnya, dion dan renata langsung mencari tempat leo dan aveline menunggu, setelah beberapa menit berkeliling akhirnya mereka bertemu.
"haii!!," ucap aveline yang langsung memeluk renata.
"yo…, si bos sudah datang," ucap leo.
"apalah kalian ini," ucap dion.
"haha…, kita udah lama ngga pernah kesini," ucap leo.
"iya juga ya, karena dulu kamu yang traktir dan ngeluarin cukup banyak tabungan uang jajan mu, hari ini aku yang bakalan traktir sepuasnya," ucap dion.
"kalau gitu bisa dong pesen ruangan VVIP," ucap leo.
"tentu aja!," ucap dion.
saat mereka masih SMA, leo dan theo pernah mengajak dion pergi ke sudi restaurant, tapi dion selalu menolak karena itu akan membutuhkan banyak uang.
walaupun kedua temannya itu tergolong orang kaya, tapi dion merasa kurang nyaman saja, dulu keluarga dion juga bisa dibilang menengah ke atas karena bisnis ayahnya yang berjalan lancar.
leo dan theo terus memaksa dion untuk ikut, hingga akhirnya dion menyerah dan ikut bersama mereka, leo sudah memesan ruangan yang biasa saja seminggu sebelum dion mau untuk ikut.
dan walaupun itu hanya ruangan biasa, itu setidaknya menghabiskan $5,000 dollar laurent, cukup banyak untuk seukuran anak SMA dari kalangan menengah.
……
mereka terus mengobrol hingga sampai di restoran, dion langsung memesan sebuah ruangan VVIP tanpa membayar satu sen pun, karena manager yang bertanggung jawab sudah memberitahu semua staff nya.
dion juga memberi pesan jika dia akan makan siang dan makan malam di restoran sehabis bermain di pantai, tentu saja staff yang berjaga langsung menyisakan satu ruangan khusus.
setelah memesan dion langsung kembali ke tempat leo dan yang lainnya menunggu, karena masih pagi mereka memutuskan untuk bermain voli di tepi pantai terlebih dahulu.
……
"hey…, ayolah kasih aku bolanya!," teriak aveline.
"haha!, makannya kejar arah bolanya ave," balas leo.
"makannya tumbuh tu keatas bukan ke…depan!," ucap renata.
"apaan sih kalian, dion pacar mu suka ngomong yang aneh-aneh," ucap aveline.
"hah?," ucap dion yang tiba-tiba disebut.
renata juga langsung terdiam sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu, tapi tak butuh waktu lama untuk situasi canggung itu karena mereka lanjut bermain lagi.
waktu berlalu dengan cepat hingga waktu makan siang pun tiba, dion dan yang lainnya langsung pergi menuju restoran setelah mengganti baju mereka.
tapi saat sampai di lobi restoran, ada sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dan menunda waktu makan siang mereka, seorang tuan muda manja yang selalu mengejar-ngejar renata muncul didepan mereka.
"eh…bukankah ini nona renata, oh dewiku yang cantik jelita, sedang apakah kamu disini," ucap brian.
aveline yang mendengar itu saja langsung mual, apalagi renata yang disebut namanya, dengan rasa malu yang tinggi renata langsung berdiri di belakang dion.
dion sedikit malas untuk berurusan dengan hal itu, tapi tiba-tiba notif sistem tiba-tiba berbunyi.
{ misi sampingan aktif: usir brian cateline dari sudi restaurant dan tunjukkan kepemilikan tuan atas nona renata }
dion sedikit kaget dengan misi sistem, bukan karena misi untuk mengusir brian, tapi untuk menunjukkan kepemilikan atas renata bert, tapi demi misi dion akan melakukan sebisanya.
"ohh…tuan muda brian juga sedang apa disini?," tanya dion dengan senyuman ramah.
"aku tidak berbicara dengan mu dasar pengacau," ucap brian sambil menatap sinis.
"hahaha…, ion lanjutkan lagi, drama ini sungguh menyayat hati, 'kisah cinta yang dihalangi orang baru', itu judul yang bagus," ucap leo yang sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi.
"hey!, apa yang kalian tertawakan!, aku itu adalah tuan muda dari keluarga cateline, jangan main-main dengan ku ya!," ucap brian.
"oh…, kalau begitu segera pergi dari hadapan kami atau kamu akan menanggung resiko nya," ucap dion yang masih sopan.
"wow!, kamu berani mengusir ku, kamu kira tempat ini punya mu?, hahaha…sungguh lucu," ucap brian.
"hm?, baiklah jika kamu tidak ingin pergi, maka silahkan nikmati makan siang mu di luar restoran," ucap dion.
Semangat berkarya ye thor 🔥🔥