Usaha suami dalam membawa istri nakalnya kembali.
Sebuah kisah yang mengandung rasa cinta, benci dan obsesi pada wanita yang masih berstatus sebagai istri.
Segala paksaan dan tipuan Mikhael lakukan demi mendapatkan sang istri tercinta, Mikhayla, seorang Model papan atas.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silahkan baca sampai akhir..
Memiliki 2 buku:
• My Obsession Model
• Her Obsession
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Note : Bentuk Season 2 dari ' Playboy Vs Playgirl '.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You, Only Mine
Kayla membuka matanya secara perlahan, hal pertama yang dapat di lihatnya adalah wajah tampan Mikhael yang berada di atasnya dengan tangan pria itu yang mengelus lembut rambutnya.
" Mi-mikhael, argk..! " Gumam Kayla sambil meringis sakit memegangi kepalanya.
Mikhael yang mendengar gumaman Kayla lantas menunduk dan tersenyum melihat wanita yang berada di pangkuannya itu sudah tersadar.
" Kau sudah bangun? "
Mikhael membantu Kayla saat wanita itu ingin bangun dan terduduk di sampingnya.
" Dimana aku? " Tanya Kayla sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit.
" Di pesawat jet ku. " Balas Mikhael santai.
Kayla membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Mikhael, dia melirik kanan kiri dan menutupi mulutnya dengan tangannya sendiri saat melihat jika yang di katakan oleh Mikhael adalah benar, dia sedang berada di dalam pesawat saat ini!
Kayla berbalik secara kasar menatap Mikhael.
" Apa maksudnya ini? Kenapa aku bisa di dalam pesawat dan- "
Kayla menjeda kalimatnya, wanita itu seperti sedang mengingat-ingat kejadian yang sebelumnya terjadi.
" Tunggu dulu, kau- "
" Aku menculikmu, " Aku Mikhael tanpa dosa.
" What?! " Pekik Kayla.
Perempuan itu bergeser mendekat dan meraih kerah kemeja Mikhael dengan kasar.
" Apa yang kau katakan, hah?! Kenapa kau menculiku dan kemana kau akan membawaku sekarang? Cepat katakan!! " Amuk Kayla sambil menggoyang-goyangkan kerah kemeja Mikhael yang di genggamnya.
Mikhael hanya diam sambil menatap Kayla intens, Kayla yang melihatnya langsung melepaskan kerah kemeja Mikhael dan beralih memijit pelipisnya yang mendadak kembali pusing.
" Oh astaga, kau gila Ael. " Ucap Kayla pelan.
" Yah, aku gila. Aku gila karenamu, " Ucap Mikhael dengan nada santainya.
Kayla langsung membuka matanya dan melotot ke arah Mikhael. Ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah menyebalkan pria di depannya, tapi Kayla hanya bisa menahan kekesalannya itu di dalam hati.
" Apa tujuanmu menculikku? Apa kau ingin menggagalkan pernikahanku dengan kak Adit? Hah tidak bisa! Kau hanya membuang-buang waktuku dan waktumu dengan bermain kucing-kucingan dengan tunanganku! Karena cepat atau lambat, kak Adit pasti menemukanku dengan bantuan kak Ecel. " Ucap Kayla tak kalah santainya dari Mikhael.
Bahkan perempuan itu terduduk manis dan menopangkan kaki kanannya ke kaki kiri dengan membenarkan kaca mata yang berada di atas kepalanya.
Mikhael yang mendengar ucapan Kayla jelas geram, dan tentu saja dia tidak akan membiarkan Marchel maupun Aditya tahu tentang kemana dia akan membawa Kayla nanti.
" Apa kau yakin setelah ini mereka akan menemukanmu? " Tanya Mikhael yang membuat Kayla menoleh padanya.
" Apa maksudmu? "
" Apa kau tahu kemana aku akan membawamu? " Tanya balik Mikhael dengan seringaian yang tampak terlihat jelas di bibirnya.
" Jangan bertele-tele denganku Ael! Katakan, kemana kau akan membawaku pergi?! " Teriak Kayla emosi.
Mikhael kembali menyeringai melihat api kemarahan yang terpancar jelas di kedua mata Kayla.
Dia tahu perempuan itu takut dengan bagaimana nasibnya setelah dia menculiknya nanti, tapi Kayla berusaha mengatasi ketakutannya dengan positive thinking berharap Aditya dan Marchel akan menemukannya dan membawanya kembali pergi jauh dari Mikhael.
Tapi selama Mikhael masih hidup, jangan harap dia akan kembali memberi kendor untuk kedua orang itu menemukan Kayla, apalagi membiarkan Kayla pergi lagi dari sisinya.
" Kau sungguh ingin tahu kemana aku akan membawamu pergi? " Tanya Mikhael sambil menatap Kayla.
" Aku tidak peduli lagi sekarang! Karena aku yakin kak Ad- eummpp!! "
Mikhael lebih dulu membius Kayla dengan sapu tangan yang sudah dia beri obat tidur diam-diam saat sedang berbicara dengan Kayla tadi.
Mikhael kembali menyeringai melihat wanitanya yang tidak lagi berontak atau mengatakan nama orang-orang terkutuk seperti Aditya dan Marchel.
Kayla kini kembali tidak sadarkan diri, Mikhael juga kembali menaruh kepala Kayla di pangkuannya seperti saat perempuan itu tidak sadarkan diri tadi.
" Kau terlalu banyak bicara, dan aku tidak suka saat kau terus menyebut nama si Aditya brengsek itu di bibir manismu. " Ucap Mikhael sambil mengelus pipi Mulus Kayla.
Cup.
Mikhael mengecup singkat bibir merah merona Kayla.
" Tidurlah yang tenang! Karena perjalanan kita masih panjang, sayang. "
Di suatu tempat yang asing, terdengar suara rintihan air hujan dan petir yang bunyinya sangat keras hingga dapat membangunkan Kayla dari tidur panjangnya akibat obat bius dari Mikhael.
Gadis itu terbangun dari tidurnya dan kembali memejamkan mata sambil memijit pelipisnya yang amat sangat sakit. Entah dimana dia sekarang Kayla pun tidak tahu.
Kayla kembali membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Rupanya dia sedang tertidur di atas ranjang besar di sebuah kamar yang berwarna cream dengan garis-garis hitam di setiap pojok ruangan.
" Dimana ini? " Gumam Kayla.
Saat perempuan itu hendak bangun dari atas ranjang, terdengar suara pintu yang terbuka dan menampakkan tubuh telanjanng Mikhael yang hanya terhalang oleh handuk kecil di pinggangnya.
Kayla kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan memandang Mikhael takut.
" A-apa yang kau lakukan? Ke-kenapa kau tidak memakai pakaian? " Tanya Kayla gelagapan.
Mikhael menoleh sebentar menatap Kayla, pria itu hanya tersenyum kecil dan memilih kembali mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil.
" Kenapa memangnya? Kau tergoda dengan Abs ku? Kau ingin menyentuhnya? Sentuh saja! Aku tidak akan keberatan, " Ucap Mikhael kelewatan santai.
" Tapi, bagaimana jika kita saling sentuh saja? Bukankah itu akan sangat menyenangkan? " Goda Mikhael menatap Kayla mesum.
Kayla menarik selimut yang ada di sana sampai lehernya, dia menggeleng dan menatap Mikhael takut.
" Aku tidak mau! Lagian aku juga tidak tergoda, enyahlah kau dari hadapanku Mikhael! Sungguh tidak tahu malu, pakai pakaianmu sana! " Teriak Kayla yang malah membuat Mikhael tertawa.
" Haha..Benarkah? Tapi jika aku yang tergoda bagaimana? " Tanya Mikhael sambil menjilat bibir luarnya sendiri.
Kayla bergidik ngeri, dia semakin mengeratkan pegangannya pada selimut yang dia pegang.
" Ja-jangan mendekat! " Titah Kayla panik saat Mikhael mendekat ke arahnya.
Mikhael tidak menghiraukan ucapan Kayla, dia terus berjalan ke arah ranjang hingga saat ini dia berhasil mengurung Kayla di bawah tubuhnya.
Kayla mencengkram selimutnya dan memejamkan matanya rapat-rapat saat Mikhael mendekatkan wajahnya.
" Aku menginginkanmu, " Bisik Mikhael serak seperti menahan *****.
" A-aku bukan perawan, " Ucap Kayla saat Mikhael baru saja mendaratkan bibirnya di leher putih Kayla.
Jeleder!
Mikhael seketika menghentikan aksinya dan menatap Kayla tidak percaya.
" Apa maksudmu hah?! " Bentak Mikhael marah.
" Hah, kau pasti menipuku. Iya bukan? " Lanjut Mikhael sambil tertawa hambar.
Entah kenapa Kayla jadi sedih saat dia harus mengatakan kebenaran ini pada Mikhael, bahkan dia lebih sedih lagi saat menatap kedua mata Mikhael yang seperti sangat terluka saat dia mengatakan hal itu.
" Aku, hiks..Memang bukan perawan lagi. " Ucap Kayla dengan air mata yang turun dari kedua matanya.
" Kau tidak membohongiku kan, Mikhayla? " Tanya Mikhael dengan suara lirih.
" I-itu benar, hiks..Aku dan kak Adit- "
" Cukup! " Teriak Mikhael yang seketika berdiri dari atas tubuh Kayla.
Mikhael membalikkan badannya dan mengusap wajahnya dengan kasar saat dia melihat kejujuran di dalam kedua mata Kayla, dia tidak percaya jika Kayla bukan lagi perawan.
Lalu apa yang akan dia lakukan sekarang? Keperawanan istrinya sendiri telah di ambil oleh rivalnya, Aditya.
Apakah memang benar jika Mikhael seharusnya menyerahkan Kayla pada Aditya? Tapi-
Mikhael kembali berbalik dan mendorong tubuh Kayla yang hendak bangun, dia menin*ih tubuh kecil Kayla dan menatap wanita itu dengan mata yang di penuhi dengan amarah, kecewa, dan ***** yang berbaur menjadi satu.
" Aku tidak peduli, mau kau perawan atau tidak. Yang aku ketahui hanyalah satu, "
" You, only mine! " Lanjut Mikhael yang langsung menyerang leher putih Kayla dengan brutal.
" Jangan, jangan lakukan itu aku mohon! " Ucap Kayla sambil terus berontak.
Mikhael tidak menghiraukan penolakan Kayla, dia terus melanjutkan aksinya dan menarik paksa selimut yang di pegang erat oleh Kayla.
Kini selimut itu sudah tergeletak di atas lantai, dia beralih merobek paksa pakaian Kayla.
" Hiks..Jangan Ael, aku Ahh!! "
Kayla mendesah pelan saat Mikhael menyentuh area sensitifnya, dia langsung merasakan perasaan yang aneh sekaligus was-was saat Mikhael memulai aksinya.
Mikhael menatap Kayla sambil menyeringai, dia terus melanjutkan aksinya sampai akhirnya tidak ada sehelai benangpun di tubuh mereka.
" A-ael, ja-jang-aa-jangan! " Ucap Kayla dengan nafas yang terengah-engah.
Perempuan itu menjambak rambut Mikhael yang dan terus mengerang akibat permainan Mikhael.
Suara sexy yang di keluarkan oleh Kayla membuat ***** Mikhael semakin mengebu, dia melebarkan kaki Kayla dan mulai memasuki permainan inti.
Saat Mikhael hendak melakukannya, Kayla mendorong perutnya sambil menggeleng lemah.
" Jangan, aku mohon ja- Arghk!! "
Kayla menjerit sakit saat Mikhael melakukan penyatuan mereka dalam sekali hentakan. Dia menangis tersedu-sedu dengan tangan yang mencakar punggung Mikhael menyalurkan rasa sakit yang di rasakannya saat ini.
" Hiks..Sakit, hiks..Cepat keluarkan! Aku tidak mau, i-ini sakit. Hiks.., "
Mikhael menatap Kayla dengan wajah syoknya.
Bukannya tadi perempuan itu mengatakan bukan perawan lagi? Tapi kenapa saat dia masuki dengan sekuat tenaga dia malah menangis?
Bukankah jika sudah tidak perawan akan lebih mudah mencetak golnya? Tapi ini?.
Mikhael menunduk, seketika senyuman kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya saat dia melihat darah yang keluar dari penyatuan mereka.
Mikhael kembali menatap Kayla dan mencium kening wanita itu tanpa melepaskan miliknya di bawah sana.
" Terima kasih! Dan aku tidak akan melepaskannya, "
Mata Kayla yang tadinya terpejam menjadi terbuka dan menatap Mikhael marah.
" Kau jahat! Biadaab! Aku membencimu!! " Teriak Kayla dengan amarah yang terpancar jelas di kedua matanya.
" Cepat lepaskan! Ini sa- Ah..!! "
Kayla tidak melanjutkan ucapannya karena Mikhael kembali melancarkan aksinya. Kayla terus mengeluarkan suara-suara yang menurutnya menjijikan saat Mikhael mengambil haknya yang bahkan tidak Kayla ketahui jika pria itu masih memiliki hak atas dirinya.
Kayla hanya bisa memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya dengan tangan yang beralih mencengkram seprai erat.
Mikhael semakin menggila tak kala mereka hampir sampai di puncaknya. Dan setelah mereka melakukan pelepasan, Kayla langsung tertidur karena lelah.
Mikhael ambruk di samping Kayla, dia menatap Kayla dan mencium kening wanita itu penuh cinta.
" Terima kasih sayang, kau telah menjadikanku yang pertama. Dan percayalah! Kau juga yang pertama untukku, " Bisik Mikhael di telinga Kayla.
Karena kegiatan yang menguras tenaga, akhirnya Mikhael pun memilih ikut memejamkan matanya dan memeluk erat tubuh mungil Kayla yang tertidur membelakanginya.
_-_
Tbc!
___________
Hareudang Hareudang Hareudang!!🙈🙉🙊🙈
Yuk ah mampir ke * Terjebak Di Antara Dua Saudara * 😹😸