NovelToon NovelToon
Era Berdarah Manusia

Era Berdarah Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TimeTravel / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: I Firmo

SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.

Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.

Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.

Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 25

Setelah Nuel menyatakan sesuatu yang sulit untuk di percaya. Namun, Holsi dan Erik pikirannya seperti terbuka, mereka berdua akhirnya mulai menyadari apa yang telah Nuel sadari.

Erik melihat kedua telapak tangannya dengan penuh. "Jadi, kita telah bangkit dari tidur panjang?"

Kemudian Holsi begitu antusias mendengarkan nya. "Wow, aku benar-benar fresh. Akhirnya aku terbangun juga..."

Lalu Nuel kembali berkata. "Kita bukanlah Reinkarnasi yang terlahir kembali. Tetapi kita adalah pemuda-pemuda yang sama dengan kisah Ashabul Kahfi. Tertidur sepanjang abad lalu terbangun kembali di zaman yang telah berbeda."

"Tapi di kisah Ashabul Kahfi itu ada tujuh pemuda, sedangkan dikisah kehidupan masa sekarang, hanya ada tiga pemuda saja." Tutur Erik dengan jelas.

Kemudian Holsi, Erik, Nuel berkata bersama-sama.

*Yaitu kita lah pemuda nya.*

Rasa tidak menyangka, masih ada dalam diri Holsi. "Luar biasa, pengalaman yang luar biasa. Aku dan kalian berdua hidup kembali di zaman yang telah berubah sejak seratus tahun yang lalu."

Telunjuk Erik menunjuk ke dalam rumah kuno indah ini. "Lalu didalam ada apa? Seingat ku, aku belum pernah memasuki rumah ini."

Kemudian Nuel memperlihatkan senyuman nya itu. "Itu dia yang ingin aku tunjukkan, secepatnya."

Holsi begitu antusias untuk segera memasuki rumah kuno menarik yang menarik kedua matanya itu menjadi penuh kekaguman. "Cepat Nuel, jelaskan apa yang telah kau lihat."

Setelah berkata demikian, rumah ini pun dimasuki oleh Nuel, Erik, lalu Holsi.

Yang pertama kali dimasuki adalah ruang tamu, ruang tamu ini memiliki kursi-kursi dan meja yang terbuat dari tanah liat, namun indah. Lantainya terbuat dari keramik berwarna putih indah. Ruangan ini begitu bersih, seperti ada yang membersihkan nya setiap pagi. Lalu ada tiga lukisan yang terpampang jelas di dinding ruang tamu ini.

Melihat pemandangan yang begitu indah didalam rumah ini, membuat Holsi berkata. "Indah... aku serasa hidup di masa lalu."

Kemudian Erik mendekati ketiga lukisan itu. "Lukisan yang pertama menggambarkan bebungaan merah yang indah, menjuntai dari dinding rumah sampai jalanan. Lukisan kedua menggambarkan seorang gadis yang sedang memakan satu per satu bunga merah indah itu. Kemudian lukisan ketiga, astaga... sulit dipercaya. Ini menggambarkan dunia menjadi gelap gulita & gadis itu memegang alih dunia ini di era kejahatan!"

Holsi mendekati Erik yang begitu menyimak lukisan-lukisan itu. "Apakah ini yang akan terjadi dengan dunia saat ini?"

"Iya, oleh sebab itulah kita harus segera bergegas." Seru Nuel dengan pelan.

Lalu, kamar tidur dimasuki oleh ketiga remaja ini. Didalam kamar tidur ini, ada tiga kasur yang nyaman sekali yang menghadap ke jendela.

Holsi yang melihat keadaan di kamar tidur ini, berkata. "Hei, aku ingat. Dahulu Tommy menidurkan jasad ku di kasur ini."

Kemudian Nuel tersenyum. "Iya, bahkan aku pun dan Erik pun sama."

Dengan wajah yang serius, Erik perlihatkan. "Lalu, bagaimana awalnya kita bisa terbangun kemudian tiba-tiba menjadi seorang pelajar SMA & diasuh oleh keluarga yang selama ini kita kenal?"

Disaat Erik melontarkan pertanyaan itu, membuat Nuel tak dapat menjawab. "Entahlah, aku tidak ingat persis dengan semua kejadian itu."

Setelah berkata begitu, mereka bertiga memasuki dapur yang begitu enak dipandang. Dapur yang begitu kuno, dapur yang tidak sama sekali menyerupai dapur modern masa ini. Sulit dijelaskan namun bisa di bayangkan seperti apa jenis dapur zaman dahulu kala.

Holsi lalu berkata. "Dapur yang nyaman, semuanya serba manual. Apakah dahulu kita pernah memasak di dapur ini?"

Sebuah meja makan ada di dapur ini, meja makan yang berkursikan enam kursi ini, salah satunya diduduki oleh Erik. "Nyaman, kursi kuno yang nyaman. Mungkin dulu juga kita pernah makan disini."

Kemudian Holsi melihat ke setiap sudut dapur ini. "Lalu siapa yang telah membangun rumah kuno ini? Ditengah-tengah daerah Noah."

Disaat seperti itu juga, Nuel hanya bisa menunduk. "Entahlah, aku tidak ingat dengan semua ini."

Holsi lalu mendekati sebuah pintu keluar didapur ini. "Lalu, ada apa dibalik pintu itu?"

Setelah Holsi berkata demikian, Erik dan Nuel ikut mendekati pintu itu.

Kemudian, dengan seksama. Mereka bertiga membuka pintu itu secara perlahan-lahan. Lalu dibalik pintu itu, ada sebuah taman belakang rumah yang nyaman. Ada tiga ayunan berkayu, tiga tempat duduk nyaman, sebuah bola mainan yang jumlah nya ada tiga, dan ada sebuah perkebunan apel yang indah.

Lalu mereka bertiga, melihat seorang wanita berusia 35 tahun, memakai gaun putih indah, berambut hitam, cantik, tinggi, sedang duduk santai disebuah kursi goyang, dan ia sedang membaca buku yang begitu kuno untuk di lihat. Kemudian, wanita itu menengok ke arah Erik, Holsi, dan Nuel.

Seketika itu, mereka bertiga terkejut. Karena wanita yang dilihat oleh mereka, nyata adanya.

Wanita itu lalu menaruh bukunya di meja yang ada di samping kursi goyang nya. Ia lalu berdiri, kemudian menyeru. "Hei, kalian sudah bangun?"

Mendapatkan seruan lembut seperti itu, membuat Erik, Holsi, dan Nuel saling menatap satu sama lain.

Wanita itu kemudian kembali berkata. "Apakah kalian sudah meminum teh yang ibu buat untuk kalian? Ini masih pagi lho, biasanya kalian suka berebut untuk meminum teh buatan ibu."

"Ibu?" Kata Erik dengan hati-hati.

Wanita itu lalu menghampiri Erik, Holsi, dan Nuel. "Anak-anak, kenapa kalian begitu canggung? Oh atau kalian habis mimpi buruk ya? Astaga..."

Wanita itu kemudian, membawa Erik, Holsi, Nuel ke sebuah ayunan. Ayunannya kan ada tiga, nah Erik, Holsi, Nuel duduk masing-masing di ketiga ayunan tersebut.

Wanita itu kembali berkata. "Nah, selama kalian duduk di ayunan ini, bersenang-senang lah. Sementara, ibu akan ambilkan tehnya itu. Nikmati pagi ini ya..."

Setelah berkata begitu, wanita cantik itu meninggalkan ketiga remaja itu kemudian memasuki rumah kuno indah itu.

Erik, Holsi, Nuel hanya bisa dibuat bingung dengan kejadian ini.

Mereka selama beberapa saat hanya bisa terdiam sejenak, tanpa ada satupun perkataan yang keluar dari bibir merah mereka.

Lalu, Nuel menoleh ke sebuah pohon besar yang tak berbuah. Ia melihat sebuah ukiran misterius yang menggambarkan ketiga anak lelaki sedang bermain-main dan bersenang-senang dengan seorang wanita.

Seketika itu, Nuel tersadarkan sesuatu. Ia lalu menoleh ke arah Holsi, dan Erik. Yang ternyata Holsi, dan Erik pun sedang memandang penuh ke arah ukiran tersebut. Karena mereka telah menyadari apa yang selama ini terjadi. Mereka bertiga berteriak.

*Ibu... itu ibu ku.*

Kemudian dengan sigap, Erik, Holsi, dan Nuel berlari untuk menemui wanita itu yang ternyata adalah ibu kandung nya. Dan mereka sadar, bahwa mereka adalah kembar tiga.

Wanita itu yang bernama Noah, datang dari dapur sembari membawa nampan berisikan tiga cangkir teh hangat.

Melihat, ketiga remaja itu berlari ke arahnya. Noah hanya bisa berdiam diri sembari tersenyum. Kemudian Noah pun menaruhkan nampan itu di tanah. Lalu kembali berdiam diri melihat ketiga remaja itu yang semakin dekat dengan nya.

Dengan penuh rasa rindu, Erik, Holsi, Nuel memeluk wanita yang tak lain adalah ibunya dengan erat sekali.

Mendapatkan sebuah pelukan hangat dari ketiga anak kembarnya itu, membuat Noah tertawa-tawa senang. "Hahaha, kalian ini nggak biasanya memeluk ibu sampai sedalam itu. Kalian abis mimpi apa sih? Ih dari tadi ibu bangunin susah banget...."

Mereka bertiga kemudian berkata.

*Ibu, ibu, ibu... aku rindu banget.*

Noah tersenyum lebar. "Justru aku yang selalu merindukan kalian, ketika kalian terlelap hal yang paling ibu takuti adalah kalian tidak bangun lagi."

1
Dhina ♑
ternyata tidak lanjut juga 🤔🤔
Dhina ♑
Bagaimana kisah selanjutnya 🤔🤔🤔
tunggu ya
Adinda ♋
sungguh apes nih Holsi
Adinda ♋
itu pasti hutan yang mengerikan
Nina ♋
mungkin Dia tersesat tak tahu arah
Nina ♋
dia punya pengalaman yang mengerikan
Nina ♋
libur sekolah Sabtu Minggu ya
Jazz ♋
Come back
Zelyn ⭕
mereka tidak boleh mati

Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
Zelyn ⭕
kalian para pemuda aneh, mengapa selalu menuju hutan Hunner
ALONE ⭕
apa dia jalan sambil tidur
ALONE ⭕
kox di kamar 🤔🤔
ALONE ⭕
huaaaaa ada Halzet
ALONE ⭕
apa Erick berhalusinasi 🙄🙄
ALONE ⭕
loh mengapa ke Utara 🤔🤔🤔
Adinda ♋
huwaaaaaa NT tidak ada 👍 nya buat like
Adinda ♋
menghitung
cling gitu
Adinda ♋
Wahhh sekelompok anak muda yang cuek
Adinda ♋
bule 🤔🤔
Apakah dia murid baru
Adinda ♋
kayax dukun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!