Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jangan panggil saya bapak
"Kau mulai lagi...! " Briyan menatap Isyana tajam
"Hahaha... Ampun pak... " Isyana menelangkupkan kedua tangannya ke arah Briyan sebagai tanda menyerah.
"Ayo kita cari makan dulu" Ajak Briyan
"Siap! " Jawab Isyana bersemangat
"Semangat bener kalo bahas makanan" Ucap Briyan sambil mengendarai mobilnya. Isyana hanya tersenyum.
'Pokoknya kalo bahas makanan di baik-baikin aja hehe... 'Batin Isyana
Briyan membawa Isyana ke tempat makan yang menyediakan menu masakan rumahan. Tempat makan terlihat cukup rame. Mereka mencari tempat duduk disudut ruangan yang gak banyak orang lalu lalang.
Tak menunggu lama menu pesanan mereka datang dan siap di eksekusi. Isyana memesan garang asem ayam dan Briyan memesan gurame asam pedas manis. Sangat enak dinikmati saat perut lapar.
Selesai makan Isyana pamit ke toilet. Briyan juga mengingatkan untuk menggunakan make-up yang dia beli tadi. Isyana hanya mengiyakan.
Menunggu cukup lama akhirnya Isyana kembali dari toilet. Dia duduk kembali ke bangku yang tadi dia tempati saat makan. Briyan tampak mengamati Isyana.
"Kenapa? " Tanya Isyana yang merasa diperhatikan sejak datang tadi
"Kamu sudah menggunakan makeupnya? " Tanya Briyan
"Sudah" Jawab Isyana
" Kenapa sama aja gak ada perubahan?" Tanya Briyan
"Emangnya sailormoon pake berubah segala... Dengan kekuatan bulan akan menghukummu... Hehehe... " Sambil menirukan gerakan tangan saat sailormoon berubah.
"Hah... Andai bisa beneran menghukummu..." Gumam Isyana pasrah.
"APA?! " Tanya Briyan yang tidak begitu jelas mendengar gumaman Isyana
"Gak apa-apa hehe... " Jawab Isyana cepat sambil melambaikan tangan
'Apa yang ada dipikiran anak ini?... sailormoon segala disebut hehehe... ' Batin Briyan
" Lumayan ini pak buat usaha... Aku dapat uang banyak... Makeupnya laris manis hehe..." Isyana mengipas-ngipaskan uang lembaran seratus ribuan
"Kamu jual makeupnya?! " Tanya Briyan terlihat shock
"Tadi tu di toilet aku dikira sales make-up karena bawa make-up banyak. Ada yang mau beli ya aku jual... " Jelas Isyana santai
"Lagian aku bisanya cuman pake bedak dan lipstik doang. Mubadzir kan lainnya gak kepakai" Jelas Isyana bangga.
'Haduh...ini anak bener-bener...! ' batin Briyan
"Aku beliin itu semua buat kamu pakek. Buat permak penampilan kamu. Biar gak malu-maluin kalau ketemu orang tua aku! Malah kamu jual!" Briyan mulai naik darah dengan kelakuan Isyana.
"Tenang pak... Istighfar yang banyak jangan marah-marah. Nanti cepet tua lo... " Isyana mencoba menenangkan Briyan
"Lagi pula ini juga masih banyak... Tu lihat tu... " Isyana memperlihatkan make-up yang dibelikan Briyan tadi.
"Aku gak mau tau... Kamu harus pake makeup itu! " Perintah Briyan
"Tapi aku gak bisa... " Jawab Isyana. Isyana teringat temannya Ajeng. Dia bisa minta Ajeng membantunya.
"Aku minta waktu untuk belajar, sementara begini dulu gimana?" Isyana mulai tawar menawar
"Khusus hari ini aku maklumi karena waktu hampir sore" Briyan memberikan dispensasi
"Ayo... " Ajak Briyan
"Siap pak...! " Ucap Isyana
"Oh iya... Dan satu lagi jangan panggil saya bapak. Karena saya bukan bapak kamu... " Protes Briyan sambil berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang telah mereka makan tadi.
"Lagian siapa juga yang mau punya bapak tiri kayak kamu" Jawab Isyana
"Apa?! " Tanya Briyan
"Hehe... Enggak kok... " Isyana mencoba cari aman.
" Bagai mana kalo abang? " Ucap Isyana setelah berfikir cukup lama sambil berjalan mengikuti Briyan menuju mobil
"Emangnya abang tukang bakso" Jawab Briyan sambil membuka pintu mobil.
"Terus apa dong? " Tanya Isyana saat sudah didalam mobil
"Setidaknya panggilan itu meyakinkan untuk acting kita nanti" Jelas Briyan
" Oh aku tau... " Isyana mulai ada ide.
"Bebeb Brayen... " Ucap Isyana manja menirukan gaya Nency
" Jangan itu... Aku gak suka...! " Teriak Briyan
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya