Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!
Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arjuna mulai membuka hati
Arjuna melepas kacamatanya, lelaki itu mengambil tissue dan membersihkan wajahnya. Di terkejut saat melihat istrinya menampar keras pipi mantan kekasihnya. Arjuna berusaha untuk melerai mereka berdua.
"Maksud kamu apa!?" tanya Bella tepat di hadapan wajah wanita itu.
Ganesh mendorong bahu Bella, gadis itu tidak terima di perlakukan kasar oleh wanita itu dan membalas menjambak rambut Ganesh dan mereka saling menjambak. Arjuna berusaha untuk melerai mereka berdua, tapi Bella malah mendorongnya hingga dia jatuh ke atas rumput-rumputan. Dengan bantuan pelayan di sana, Bella dan Ganesh akhirnya bisa di lerai.
"Sudah! Sudah! Kalian ini apa-apaan?!" hardik Arjuna kesal dengan kedua wanita itu.
Lelaki itu berdiri di tengah-tengah, dia menatap Bella dan Ganesh secara bergantian. Banyak pasang mata sudah melihat mereka bertiga. Arjuna mengeluarkan dompetnya dari saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang lalu dia letakkan di atas mejanya tadi. Arjuna menarik tangan istrinya meninggalkan kerumunan menuju mobilnya. Bella hanya mengikuti langkah suaminya.
"Masuk!" perintah Arjuna saat lelaki itu membukakan pintu mobilnya. Bella yang tahu kalau suaminya sedang marah hanya melaksanakan perintahnya, dia masuk lalu dengan kasar lelaki itu menutup pintu mobilnya sehingga membuat Bella yang berada di dalamnya terkejut. Bella menelan ludahnya saat Arjuna melangkah menuju pintu mobil di seberangnya.
Lelaki itu menutup pintunya lalu menatap istrinya, Bella memalingkan wajahnya saat suaminya menatapnya. Arjuna melihat rambut Bella yang sudah berantakan karena perkelahian dengan Ganesh. Lelaki itu mencoba untuk merapikan rambut gadis itu. Bella menahan napasnya saat suaminya menyentuh rambutnya.
"Terima kasih, Mas," lirih Bella.
"Kenapa kamu lakukan itu? Bukankah kakimu masih sakit?" tanya Arjuna yang masih belum menyalakan mesin mobilnya.
"Kakiku yang sakit Mas, bukan tanganku! Aku tidak suka dia merendahkan Mas Arjuna seperti itu!" sahut Bella dengan kesal yang tidak terima sang suami mendapatkan perlakuan kasar dari siapa pun.
Arjuna tersenyum tipis, lelaki itu menjadi salah tingkah. Bella yang masih melihat ada bekas ice cream di bajunya langsung mengambil tissue dan membersihkan baju suaminya itu. Bella juga membersihkan wajah suaminya yang masih belum bersih dari minuman yang sudah bercampur dengan ice cream itu.
"Mana dia bilang Bella gadis sialan! Padahal perlakuan dia yang seperti anak kecil, memangnya tidak boleh sepasang suami istri pergi makan bersama?!" cerca Bella sembari membersihkan wajah suaminya. Arjuna menelan ludahnya sendiri saat gadis itu mendekatkan tubuhnya. Lelaki itu menatap sayu wajah gadis itu.
Arjuna memegang tangan kanan Bella yang memegangi tissue dengan cepat. Mata Bella membola karena terkejut. Perlahan Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah Bella. Jantung mereka berdua serasa ingin meledak karena berdegup kencang. Kini Bella bisa merasakan bau napas Arjuna yang harum rasa mint. Bella mengerjapkan matanya saat bibirnya menempel dengan milik suaminya. Perlahan gadis itu menutup matanya dan menikmati ciumannya bersama dengan Arjuna.
***
"Brengsek! Dasar brengsek! Aku benci Bella!" teriak Ganesh melampiaskan amarahnya saat wanita itu sudah sampai di rumahnya. "Lihat saja Bella, aku tidak akan tinggal diam! Bagaimanapun, Arjuna adalah milikku! Hanya milikku! Tidak seorangpun boleh memiliki lelaki itu!" Ganesh berteriak lagi yang di akhiri dengan menangis. Wanita itu menangis sesenggukan di lantai kamarnya.
Wanita itu meraih sebuah foto yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Fotonya bersama dengan Arjuna, lelaki itu tersenyum dan memeluk Ganesh dari belakang saat mereka berlibur di Bali. Ganesh memeluk foto itu sembari menangis di lantai.
"Tunggu ya sayang, kamu pasti akan segera kembali padaku, aku yakin itu," lirih Ganesh di sela isak tangisnya.
Terdengar suara ketukan pintu dari kamar Ganesh. Wanita itu menyeka air matanya, perlahan dia bangkit berdiri dan melangkah mendekati pintu kamarnya, Ganesh membuka pintu kamarnya dan melihat sang ibu yang terlihat cemas karena mendengar suara isak tangis anaknya dari luar.
"Ada apa Ganesh? Kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya ibu Ganesh yang bernama Lisa.
Air mata Ganesh kembali mengalir, wanita itu menceritakan semuanya kepada sang ibu, bahwa Arjuna mencampakkan dirinya karena perjodohan antara lelaki itu dengan mahasiswanya. Lisa ikut bersedih mendengar cerita dari putrinya. Lisa memeluk erat putrinya dan menenangkan dia.
"Nama aku ngga bisa hidup tanpa Arjuna, Mama tolong," lirih Ganesh.
***
Sesampainya di rumah, Bella langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia melangkah dan duduk di depan meja riasnya. Pikiran gadis itu melayang saat kejadian sebelum mereka pulang ke rumah. Bella melihat dirinya di cermin, pipinya tampak kemerahan saat membayangkan kembali dirinya berciuman dengan suaminya.
Lamunannya tiba-tiba hancur saat gadis itu mendengar suara ketukan pintu. Bella melangkah dan membuka pintu kamarnya, gadis itu melihat suaminya dengan membawa selembar kertas. Lelaki itu menyerahkan kertas itu kepada Bella.
"Apa ini Mas?" tanya Bella sembari melihat isi kertas itu adalah beberapa soal dan sudah ada jawabannya.
"Itu ... Itu kisi-kisi untuk ujian depan, mata kuliah akuntansi. Kamu belajar saja dari situ," sahut Arjuna yang tidak berani menatap mata istrinya. "Kalau ada yang tidak paham, panggil saja aku," sambung lelaki itu lalu dia melangkah kembali ke kamar.
Bella hanya mengangguk saja, gadis itu menutup pintu kamarnya lalu membaca kisi-kisi yang di berikan oleh suaminya. Gadis itu melirik jam dinding yang berada di kamarnya.
"Masih ada waktu sebelum tidur, lebih baik aku belajar saja," guman Bella.
Gadis itu membuka buku kuliahnya dan mulai membaca materi, sesekali gadis itu juga mengerjakan soal akuntansi yang di berikan oleh Arjuna.
"Hah? Kenapa tidak bisa balance? Apa yang salah?" tanya Bella pada dirinya sendiri.
Bella memeriksa kertas kerjanya dari awal hingga akhir, tapi gadis itu tidak menemukan dimana letak kesalahanya. Dia bangkit berdiri lalu melangkah keluar dengan membawa semua bukunya.
"Mas Arjuna, tolong dong," ucap Bella sembari mengetuk pintu kamar suaminya.
Arjuna keluar, Bella menjelaskan masalah yang sedang dihadapinya. Arjuna memeriksa kertas kerja Bella, lelaki itu memicingkan matanya saat menatap istrinya.
"Apa? Kenapa?" tanya Bella tidak tahu maksud dari suaminya itu.
"Coba kamu periksa jurnal umum ini, ada yang aneh tidak?" Arjuna balik bertanya kepada sang istri. Bella merebut kertas kerja yang ada di tangan suaminya. Menurut gadis itu tidak ada yang salah dengan jurnalnya.
Arjuna merebut kembali kertas itu lalu jarinya mengetuk sesuatu di sana. Bella mengerjapkan matanya untuk sekian detik lalu gadis itu tersadar akan sesuatu.
"Kebalik ya jurnalnya?" Bella mengajukan pertanyaan retoris. Pernyataan yang tidak memerlukan jawaban. "Oke terima kasih Pak Arjuna," sambung Bella, gadis itu memulai dari awal mengerjakan kertas kerjanya.
Arjuna meraih ponselnya yang berdering. Lelaki itu langsung mengangkat teleponnya. "Halo? Apa?! Iya .. Aku ke sana sekarang juga!" ucap Arjuna, lelaki itu langsung panik begitu mendengar suatu kabar yang kurang mengenakan.