Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 25
Sampainya di rumah, Victor langsung melempar Rania ke atas tempat tidurnya. Ia lalu memagut bibir merona Rania yang selalu menggoda dirinya itu tanpa ampun. Ia sungguh marah mengingat bagaimana pria itu merayu Rania dengan tangan nakalnya yang sesekali memeluk pinggang Rania.
Victor merobek pakaian yang dikenakan oleh gadis cantik itu. Pakaian yang membuatnya meradang karena tubuh bagian atasnya hampir saja menyembul keluar. Pakaian yang membuat pria lain melihat betapa moleknya tubuh gadis itu hingga membuat Victor meradang, ia meninggalkan jejak kepemilikan di dekat benda kenyal milik gadis itu.
“Jangan memancing amarahku, Sayang, atau kau akan merasakan bagaimana aku akan membereskanmu,” ucapnya dengan napas yang memburu karena amarah, sedangkan Rania yang berada di bawah pengaruh alkohol hanya bisa menggeliat kan tubuhnya pasrah.
Malam itu, Victor benar-benar gila karena melihat Rania hampir saja jatuh ke tangan pria hidung belang.
*
Pagi menjelang, sinar mentari menyinari menusuk wajah gadis cantik yang tengah terlelap hingga terbangun. Sejenak ia memegang kepalanya yang sakit dan mengedarkan pandangannya, hingga saat ia menoleh ke sampingnya, Rania terkejut bukan main. Victor teng terlelap disisinya dengan bertelan jang dada dalam satu selimut yang sama dengannya.
Rania membuka selimut itu dan melihat keadaan tubuhnya, masih terdapat pakaian dalam di area bawahnya, Rania bernapas lega. Tapi... Tubuh bagian atasnya tak mengenakan apa pun, dan terdapat beberapa tanda merah dikulit mulusnya.
“Astaga, apa yang terjadi semalam? Mengapa aku tak mengingatnya? Dan juga bagaimana Victor bisa terbaring disisiku?” Banyak pertanyaan masuk dalam pikirannya. Tapi, sepersekian detik kemudian ia tersenyum bahagia menatap Victor yang terbaring di sampingnya.
“Apakah semalam Victor tidur di sampingku? Apakah dia mulai tertarik padaku?” ucapnya lagi, ia mulai nakal dan mencium bibir pria yang masih memejamkan matanya itu.
“Apakah sudah puas menciumnya?”
Rania terkejut kala Victor bersuara, ia langsung membaringkan tubuhnya dan menutupinya dengan selimut hingga ke kepala. Victor menarik tubuhnya dan membawanya dalam pelukannya.
“Jika kau berani pergi ke bar lagi dan kau berani mengenakan pakaian seperti semalam lagi, maka akan kupatahkan kakimu agar kau tak bisa pergi ke mana pun,” ucapnya membuat Rania bergidik takut.
“Maaf,” ucapnya merasa bersalah, “apakah kau melakukan sesuatu padaku? Mengapa aku tak mengenakan apa pun, dan juga ada beberapa tanda merah didadaku,” sambungnya penasaran.
“Kau pikir saja sendiri mengapa. Dan juga, itu tanda kepemilikanku, jadi jangan kau macam-macam atau kau akan tahu akibatnya,” sahutnya yang tak ingin mengatakan yang sebenarnya.
Semalam, Victor sungguh gila dibuatnya. Emosinya yang memuncak bertabrakan dengan has ratnya yang memburu ketika melihat tubuh indah Rania yang hanya mengenakan pakaian dalam bagian bawah saja. Victor sudah melepas semua pakaiannya hingga tanpa ada sehelai benang yang tersisa, andai Rania tak merintih kesakitan, mungkin ia sudah membobol pertahanan gadis itu tanpa ampun.
Beruntung ketika Victor akan memasukkan miliknya, Rania memekik kesakitan dan membuat Victor tersadar dari emosinya, ia segera memakai pakaian dalamnya dan juga memakaikannya pada Rania. Victor menuntaskannya dikamar mandi, ia bermain solo dengan sabun sebagai pelicinnya. Setelah lahar panas ia muntahkan, ia kembali ke tempat tidur dan memeluk Rania yang sudah terlelap, Victor tidur dengan memeluk gadis cantik itu sepanjang malam.
“Apakah kau tak pergi ke kantor?” tanya Rania mencoba mencairkan suasana yang menurutnya sangat panas itu.
“Enggak, hari ini aku ingin seperti ini sepanjang hari, karena kemarin ada yang merajuk hingga pergi ke Bar,” sahutnya, baru kali ini Rania mendengar Victor bicara panjang padanya dengan nada yang terdengar lembut. Hati Rania langsung berbunga, tingkah bo dohnya berhasil menarik perhatian Victor yang selama ini dingin dan cuek padanya.
“Victor,” panggilnya.
“Hm.” Victor hanya ber hm ria saja.
“Aku cinta padamu,” ucap Rania.
“Aku tahu,” sahut Victor singkat.
“Lalu?” kembali Rania bertanya.
“Ya sudah,” sahutnya membuat Rania menghela napas kesal.
“Kamu itu gak ada romantisnya sama sekali. Aku tuh cinta sama kamu, tapi kamu malah cuek sama aku. Aku benci sama kamu.” Rania merajuk, tapi ia tak bisa pergi karena Victor memeluknya erat.
Victor membalikkan tubuh Rania hingga tatapan mereka saling bertemu. Jantung Rania berpacu begitu cepat kala jarak mereka begitu dekat. Bukankah ini yang Rania inginkan?
“Jangan memintaku untuk berkata romantis. Aku bukan pria yang suka mengumbar perkataan romantis pada wanitanya, yang hanya berujung kebohongan. Romantisku, cukup dengan tindakan.” Victor memagut bibir Rania dengan lembut, tangannya menuntun tangan Rania agar melingkar di lehernya.
Selama ini pria itu memang selalu perhatian pada gadis cantik itu, ia tak pernah mengungkapkannya lewat perkataannya tapi lebih ke tindakannya. Memang dasar Ranianya saja yang tak peka dengan apa yang dilakukan oleh Victor. Dia sendiri selalu memprotes Victor tak peka, tapi ternyata dialah yang tak peka sama sekali.
Hari itu, adalah hari yang sangat membuat Rania bahagia. Pasalnya, Victor memperlakukannya dengan sangat lembut tak seperti biasanya. Sepanjang hari Rania berada dalam pelukan pria dingin bak kulkas tujuh pintu yang ternyata bisa juga bersikap hangat layaknya rice cooker yang sedang menghangatkan nasi.
Rania berharap kalau waktu berhenti saat itu juga agar hari tak berganti. Rania ingin Victor seperti itu seterusnya, menemaninya tidur ketika malam dan memeluknya ketika mereka sedang berdua saja. Akankah keinginan Rania terwujud? Akankah setelah hari berganti, Victor akan berubah layaknya power ranger yang berubah wujud menjadi manusia ketika musuh telah mus nah?
*****
Pesona Bodyguardku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠