NovelToon NovelToon
Noda Dibalik Cadar

Noda Dibalik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Cintamanis
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Arsyila Almahira, seorang mahasiswi tingkat pertama yang berprestasi tetapi mengalami kejadian pahit. Tersebarnya video scandal itu membuat dirinya harus pergi jauh dari ibukota. Ayahnya bahkan mengusirnya dari rumah dan tak lagi menganggapnya anak.

Arsyila memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi wanita bercadar. Ia berpindah kuliah di universitas Islam dengan jurusan berbeda dari sebelumnya. Ia juga tinggal di pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya. Jujur, kejadian yang menimpanya membuatnya sedikit trauma dan berniat untuk memperbaiki diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.24

Keluarga Arsyila atau pun orang tua Adam terkejut saat tahu jika Arsyila pergi ke Mesir. Bahkan Pak Wira pun tak menyangka jika anaknya akan pergi jauh tanpa pamit. Sehari setelah kabar kepergian anaknya, Pak Wira mendapatkan pesan melalui nomor asing yang mengatakan jika itu Arsyila. Arsyila sengaja berpamitan melalui pesan yang ia kirim. Ia tak berani berpamitan langsung karena sudah mengira jika papahnya pasti tak mungkin mengizinkannya.

Arsyila juga berpesan agar papahnya tidak mencarinya, karena ia pergi bukan tanpa alasan. Ia pergi untuk menuntut ilmu. Arsyila berharap jika nanti kembali ia bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi. Dengan pergi ke Mesir, mungkin akan lebih banyak hal lagi yang bisa ia pelajari. Selain itu ia bisa menenangkan hatinya yang sedang tak karuan.

Adam baru saja menerima telepon dari mamahnya. Mamahnya menanyakan tentang keseriusan Adam untuk menunggu Arsyila yang jelas-jelas memilih pergi darinya. Tentu Adam akan tetap menunggu kedatangan Arsyila. Biar bagaimana pun sebuah kata yang ia ucap tak mungkin ia ingkari.

"Adam, ayo kita ke rumah Abah Ahmad! Kamu bantu kakak menguras kolam ikan. Dari pada kamu kelihatannya cuma melamun saja disini," ucap Gus Ilham yang baru datang.

"Aku nggak melamun, Kak. Tadi habis teleponan sama mamah. Oh iya kenapa kakak yang menguras kolam? Kakak itu kan menantu bukan pembantu."

Gus Ilham tersenyum menatap Adam. "Itu atas kemauan kakak sendiri. Lagian kita di rumah mertua itu harus terlihat baik dan serba bisa. Ini pelajaran juga loh buat kamu. Nanti kalau sudah menikah jangan bermalas-malasan jika berada di rumah mertua."

"Wah benar juga apa kata kakak." Adam tersenyum membayangkan jika ia di perlakukan sangat baik oleh Pak Wira.

"Jangan melamun lagi! Ayo ikut!" ajaknya sambil menarik tangan Adam.

Kini mereka berdua telah sampai di belakang rumah Abah Ahmad. Adam menarik celananya ke atas lalu melipatnya. Ia langsung mengambil alat-alat untuk menguras kolam.

Dari dapur, Ustadzah Hilya memperhatikan Adam yang sedang membantu kakak iparnya. Lalu Ustadzah Hilya berinisiatif membuatkan minum untuk mereka berdua. Padahal biasanya ia tak pernah seperhatian itu jika hanya Gus Ilham yang menguras kolam. Namun, berhubung ada Adam disana jadi ia sedikit mencari perhatian. Siapa tahu Adam langsung tertarik kepadanya.

"Permisi, ini saya buatkan minum," ucap Ustadzah Hilya lalu menaruh dua gelas es teh manis dingin di atas meja kecil dekat kolam.

"Terima kasih, waduh jadi merepotkan nih," ucap Gus Ilham sambil melirik sejenak ke Ustadzah Hilya. Sedangkan Ustadzah Hilya asyik mencuri-curi pandang kepada Adam.

"Sama-sama. Saya permisi dulu." Lalu Ustadzah Hilya berlalu pergi.

"Ekhm .... "Gus Ilham berdehem sambil melirik Adam. "Serius amat kamu ini. Sampai tak melihat ada yang curi-curi pandang."

"Siapa?" tanya Adam yang kini menatap Gus Ilham.

"Ustadzah Hilya. Sepertinya dia suka sama kamu," ucapnya.

Adam tersenyum kecut. "Aku tidak menginginkan di sukai olehnya. Terserah dia mau ngapain juga aku tidak peduli."

Gus Ilham menepuk pelan bahu Adam. "Jadilah lelaki sejati! Kakak salut sama kamu yang begitu setia kepada Cila."

...

...

Menjelang pagi Adam terbangun karena mendengar isak tangis. Ia menatap langit-langit kamar yang tampak asing untuknya. Adam menatap ke sumber suara yang di dengarnya. Betapa terkejutnya saat melihat seorang wanita berambut panjang yang sedang meringkuk sambil menutup tubuhnya dengan selimut.

"Apa yang ...," ucap Adam terhenti saat mendengar ada yang membuka pintu kamar.

Disana ada Gus Ilham, Abah Ahmad, Ning Aisyah dan Umi Khadijah yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Hiks hiks ... Abah, Maaf. Hilya tak bisa menjaga kesucian hiks hiks ...." Hilya menangis tak berani menatap semua keluarganya yang sedang menatapnya kecewa.

Adam masih bingung dengan situasi yang ia alami saat ini. Bagaimana ia bisa berada di kamar yang sama dengan Hilya sedangkan ia tak mengingat apa pun.

"Adam, Abah kecewa sama kamu. Kenapa kamu bisa berada di kamar anak saya? Apa yang sudah kamu lakukan kepadanya?" Abah Ahmad menatap Adam penuh kekecewaan.

"Hilya, lebih baik kamu benahi pakaian kamu dulu," ucap Ning Aisyah saat pandangannya tertuju ke baju yang berserakan di lantai.

"Abah, bagaimana nasib anak kita? Secepatnya mereka harus menikah. Umi nggak mau jika ada aib di keluarga kita," ujar Umi Khadijah sambil meneteskan air matanya. Jujur Umi Khadijah kecewa kepada Hilya, anak baik-baik yang sudah ia asuh sejak kecil.

"Ini tidak .... "Adam mengacak kasar rambutnya. Bingung mau memulai dari mana untuk menjelaskan.

Gus Ilham mengajak Adam pergi dari kamar Hilya. Kini mereka berada di ruang keluarga. Jujur Gus Ilham tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Adam. Ia tahu jika Adam sudah berubah menjadi lelaki baik dan bertanggung jawab. Namun, kejadian pagi ini membuatnya ragu kepada saudara laki-lakinya itu.

Kini semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga termasuk Hilya yang sudah membenahi diri dengan pakaian yang rapi. Abah Ahmad akan menyelesaikan masalah yang menimpa anaknya. Perbuatan mereka berdua tidaklah di benarkan, jadi secepat mungkin mereka berdua harus mau mempertanggung jawabkannya.

"Abah tidak akan bertanya apa pun lagi kepada kalian berdua karena kalian sudah sama-sama dewasa. Apa yang kalian lakukan adalah dosa besar. Abah minta secepatnya kalian menikah," ucap Abah Ahmad sambil menatap keduanya dengan kecewa.

"Tapi saya tidak mau menikahi dia. Saya ...." Belum juga Adam selesai bicara, tetapi Umi Khadijah memotong perkataannya.

"Jangan jadi lelaki pengecut yang hanya ingin enaknya saja tetapi tidak mau bertanggung jawab. Secepatnya kamu bawa orang tua kamu kesini untuk membahas pernikahan kalian," ucap Umi Khadijah.

Adam tak bisa berkata-kata lagi. Ia menatap Ustadzah Hilya yang sedang menundukkan pandangannya. Kedua tangan Adam mengepal kuat. Ia benci di posisi ini dimana semua orang percaya bahwa ia bersalah. Padahal ia tak mengingat apa pun. Adam tak merasa menodai Ustadzah Hilya.

"Sepertinya cukup sekian pembicaraan kita. Sebaiknya kita kembali beristirahat saja. Dan kamu," tunjuknya kepada Adam. "Kembalilah ke asrama!” ucap Abah Ahmad.

"Baik. Saya permisi dulu. Assalamu'alaikum." Adam berlalu pergi.

Sepanjang jalan Adam tampak memijat keningnya mengingat kejadian tadi malam. Sungguh ia bingung bagaimana bisa berada di kamar Ustadzah Hilya. Lalu ia ingat jika semalam saat ia duduk sendirian di bawah pohon mangga, tiba-tiba ada yang memukulnya hingga ia tak sadarkan diri. Setelahnya Adam tak mengingat apa pun lagi.

'Sial, sebenarnya siapa yang menjebakku,' batin Adam.

Adam merasa jika kejadian hari ini sudah di rencanakan. Entah siapa yang patut ia curigai, yang pasti ia tak bisa percaya kepada siapa pun lagi yang tinggal di pesantren ini. Melihat banyak bekas cumbuan di tubuh Ustadzah Hilya, sepertinya memang sudah terjadi sesuatu. Namun, ia sungguh sadar jika bukan dirinya yang melakukan itu.

1
Umun Munawaroh
sangat bagus
Airin See
cerita nya bagus
zevayya abrielle
pengen gue buang ke amazon mak tirinya sih cilla
Dek Raraaa
laku banget adam yaaa ..
hahaha 🤣🤣🤣
Tien Tiennesdha Titin
nah ada kecebong lagi yg mau dekatin si Adam 😄,hati hati Adam jangan sampe terjebak Ama si cebong nesa 😄
Dek Raraaa
ahh cilla .
kamana wae eta .. 🤣🤣🤣
Ama
aku lum update ya, hp ku yg buat nulis di rumah, aku nya lagi pergi belum pulang
Dek Raraaa
😭😭😭😭cilaaaaaa
Dek Raraaa
jangan smpe ada poligami ya thorrr..
🤣🤣🤣
Dek Raraaa
eng inggg enggggg ..
saudaranya mungkinn . atau adiknyaa . 🤣🤣🤣🤣🤣
Dek Raraaa
cie ilehhh .😆😆😆
org tua ga tau apa manten baru
pake nannya lagi ga buka pntu lama ngapain . 😝😝😝😝
Miftahul Jannah Maulida
hajar terus adam jangan kasih kendor🤣😊
Dek Raraaa
uhuyyyy . buka puasaaa ayang adamm yaa 🤣🤣🤣
Miftahul Jannah Maulida
terima kasih up nya kak othor
Miftahul Jannah Maulida
syukur lah semoga tidak ada masalah lagi yah kak di pernikahan mereka
Dek Raraaa
gus ilham denger apa ga ngilu yaa 🤣🤣🤣 ning aisyah jga kek nya ga baik baik bgt sma ky hilya licik kynyaa ..
Miftahul Jannah Maulida
legaaaah akhirnya kebusukan hilya terbongkar, gak pantes gelar ustadzah tetap melekat
Dek Raraaa
hahhhh lega ...
habs ini apalgi konflik nyaa . 🤣🤣 seruu yaaa.
Miftahul Jannah Maulida
semoga memang batal dan terbongkar semua kelicikan ustadzah hilya
Tien Tiennesdha Titin
nah si Fatimah mungkin udah ada bukti ,klo ustat hilya licik 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!