Menceritakan tentang perempuan bernama Alanda Putri Kanaya, yang menolak wasiat perjodohannya dengan kekasih sahabatnya.
Akan tetapi pada suatu hari. Saat kejadian buruk menimpanya dan beberapa warga mendesaknya untuk menikah malam itu juga, Alanda terpaksa menikah dengan jodoh pilihan ayah nya yang juga kekasih dari sahabatnya.
Bagaimana kisah persahabatan antara Alanda dan sahabatnya ketika nanti rahasia pernikahan mereka terbongkar?
Akankah sahabatnya mau memaklumi keadaan Alanda malam itu?
Simak ceritanya di cerita noveltoon berjudul
"Suamiku Kekasih Sahabatku" di bab berikut!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faeyza Sadean, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat buruk Mira
Sesampainya di apartemen. Reno mendapati Alanda sudah tidak ada lagi di ranjang kamar tidurnya. Ia mencoba mencari keberadaan sang istri di dalam kamar mandi, tapi ternyata istrinya juga tidak ada di sana.
kemudian Reno keluar kamar dan mencari Alanda di Ruangan lainnya. Tapi ternyata semua ruangan kosong tidak ada siapa-siapa. Reno merasa panik, ia mencoba menghubungi Alanda melalui aplikasi hijau, tapi ternyata ponsel Alanda terdengar berdering diatas meja dekat Aquarium. Reno semakin cemas mengetahui Alanda pergi tidak membawa ponselnya.
"Alanda kamu dimana sayang? Tolong jangan bikin aku khawatir! Jangan tinggalkan aku Alanda!" Batin Reno, merasa sedih. Ia takut kehilangan Alanda dan calon bayinya.
Kemudian Reno masuk ke kamar lagi dan mengecek isi lemari, ternyata baju Alanda masih utuh di dalam lemari. Tak lama kemudian Reno mendengar suara seperti buku yang terjatuh ke lantai dari arah balkon. Ia langsung berlari menuju balkon.
"Alanda, sayang." Ucap Reno ketika sudah sampai di pintu keluar kamar yang menghubung pada balkon.Ternyata istrinya sedang membaca buku pelajaran. Alanda mendongakan kepala, menatap ke arah suaminya dengan ekspresi datar.
Reno mendekat dan kemudian berjongkok di depan Alanda yang sedang duduk di kursi balkon. Ia mengambil buku yang terjatuh di lantai dan memberikannya pada istrinya, kemudian Reno menyentuh tangan Alanda dan menciumnya.
"Aku mencari kamu di kamar tidur, kamar mandi dan ruangan lainnya kamu nggak ada, aku pikir kamu akan pergi meninggalkan aku, aku takut banget kehilangan kamu Al. Tolong jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku ya Al! Apalagi sekarang sudah ada anak kita di perut sini." Ucap Reno mengutarakan isi hatinya sembari menciumi tangan Alanda dan juga meraba perut rata Alanda dalam posisi masih berjongkok didepan Alanda.
"Memangnya kakak darimana?" Tanya Alanda dengan suara lirih dan dingin.
"Eum aku eum. Aku dari kafe pusat kota. Ada kepentingan soalnya." Jawab Reno berusaha jujur, hanya saja belum berani memberitahu cerita yang sebenarnya, khawatir membuat Alanda jadi kepikiran sama Fani dan Keisya.
Di tempat lain.
"Apa? Reno memutuskan hubungannya dengan kamu?" Tanya mami Keisya pada Keisya dengan suara lantang.
"Iya mih ternyata selama ini dia nggak ada rasa yang lebih sama Keisya mih. Kejadian saat Reno mengungkapkan perasaannya itu hanya kesalahpahaman saja" Jawab Keisya dengan suara terisak.
"Alah omong kosong. Laki-kali kalo sudah ketemu sama yang baru, ada saja alasannya. Kamu tenang saja, nanti mama akan bicara sama Mama nya Reno." Ucap mami Keisya mencoba menenangkan putrinya dan kemudian berlalu pergi.
Lieya Mami nya Keisya berusaha menghubungi Mira mama nya Reno. Ia merasa tidak terima dengan apa yang sudah Reno lakukan terhadap Keisya.
"Pokoknya saya tidak mau tahu ya jeng. Reno harus bertanggung jawab! Reno harus segera menikahi Keisya! kalo belum bisa untuk menikah karena masih sekolah. Minimal mereka tunangan dulu jeng." Ucap Lieya mencoba memberi tekanan pada Mira.
"Iya jeng saya paham sekali sama perasaan jeng Lieya dan juga keisya. Nanti saya akan coba bicarakan sama Reno ya jeng. Kalo perlu, kita akan adakan pesta pertunangan mereka secara mendadak. Supaya Reno tidak bisa menolak pertunangannya dengan Keisya. Bagaimana jeng?" Ucap Mira yang sudah mengetahui tujuan putranya memutuskan hubungannya dengan Keisya. Mira juga mencari kesempatan untuk menjauhkan Putranya dari putri sahabat almarhum suaminya, yang sangat tidak ia sukai.
"Terserah jeng Mira saja yang penting Reno harus bertanggung jawab sama perasaan Keisya. Ya sudah ya jeng, besok kita atur lagi rencananya." Ucap Maminya Keisya yang langsung menutup panggilannya.
"Tidak akan ku biarkan calon tambang emas ku lepas begitu saja. Reno Putra Anggara, pewaris tunggal PT. Real Angkasa Tekstil, perusahaan terbesar di kota ini. Tidak hanya berparas tampan tapi juga cerdas. Pasti banyak ibu-ibu di luaran sana yang mengharapkan menantu seperti Reno. Dan aku akan menjadi ibu-ibu yang sangat beruntung bisa mendapatkan menantu seperti Reno." Ucap Lieya bermonolog.
Maminya keisya sangat gila harta. Awalnya ia tidak menyetujui hubungan Keisya dengan Reno, tapi begitu ia tahu Reno adalah putra dari sahabatnya yang sangat kaya raya. Maminya Keisya langsung menyetujuinya, bahkan di saat Keisya merasa lelah dengan hubungannya yang terasa hambar dengan sikap cuek Reno, Maminya lah yang selalu menguatkan Keisya. Ia selalu mewanti-wanti, agar Keisya selalu mempertahankan hubungannya dengan Reno.
Malamnya di apartemen, Alanda dan Reno selesai belajar. Kemudian keduanya bersih-bersih dan bersiap akan tidur. Walaupun sama-sama mempelajari mata pelajaran yang sama dan materi yang sama, tapi keduanya belajar ditempat yang berbeda. Sebab Alanda masih butuh waktu untuk sendiri, jadilah Reno mengalah memilih belajar di ruang kerja nya.
"Ingat pesan dokter, nggak boleh main ke sawah dulu!" Ucap Alanda jutek sambil membaringkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut, kemudian tidur dengan posisi membelakangi suaminya.
Reno sempat loading sama maksud ucapan istrinya. Beberapa detik kemudian ia baru paham dan langsung tersenyum gemas.
"Kalo nggak boleh main ke sawah, main ke gunung juga nggak papa kok." Ucap Reno sengaja menggoda Alanda.
"Sama saja, nggak boleh. Karna pasti nanti turun juga ke sawah. Udah, aku mau tidur jangan berisik!" Ucap Alanda sembari menutup kepalanya dengan selimut.
Reno yang sedang berbaring miring menghadap Alanda dan menyangga kepalanya dengan satu tangannya, tersenyum menanggapi kelakuan Alanda. Padahal ia sama sekali tidak berpikir kesana, karna sadar istrinya masih dalam kondisi lemah, tapi bisa-bisanya istrinya berpikir seperti itu.
Alanda membolak balikan tubuhnya, mencari posisi yang nyaman supaya bisa tidur nyenyak. Tapi tak kunjung jua menemukan posisi ternyaman. Reno yang memperhatikan istrinya terus bergerak kesana kemari, hendak bertanya tapi Alanda sudah duluan mengucapkan sesuatu yang tak terduga.
"Pengen di peluk." Ucap Alanda dengan suara dan raut wajah manja seperti anak kecil.
Tanpa pikir panjang Reno langsung memeluk Alanda dengan penuh kasih sayang. Ia merasa heran dengan sikap Alanda yang tiba-tiba jutek tiba-tiba manja seperti ini. Ia mencoba untuk memakluminya, mungkin pengaruh dari kehamilannya, begitu pikir Reno. Tidak lama kemudian, Alanda terlelap dalam pelukan suaminya.
"Sering-sering begini ya dedek bayi! Biar Mama kamu nggak ada kepikiran buat ninggalin Papa!" Batin Reno sembari mengelus perut Alanda yang masih rata.
Paginya Alanda belum di izinkan Reno untuk berangkat ke sekolah. Sebab Alanda belum pulih benar. Ia khawatir Alanda pingsan lagi, jika nanti bertemu dengan Fani sama Keisya.
Hari ini Keisya juga minta izin tidak mengikuti pelajaran dikarenakan ada urusan. Mungkin Keisya masih butuh waktu untuk menyendiri.
Sepulang sekolah, Reno pergi ke kantor perusahaan PT. Real Angkasa Tekstil untuk mengikuti rapat penting. Setelah rapat selesai ternyata mamanya sudah menunggu Reno di ruang khusus pemilik perusahaan.
"Mama ngapain disini? Nenek baik-baik saja kan?" Tanya Reno khawatir mengira mamanya datang untuk membicarakan tentang nenek.
"Mama kesini bukan untuk membicarakan tentang nenek kamu. Mama kesini mau memberitahu dan meminta kamu pulang nanti malam! Mama mengadakan pesta kecil-kecilan. Semua saudara Mama dan teman-teman Mama akan hadir di pesta mama nanti malam. Jadi, kamu sebagai anak mama satu-satunya, kamu harus turut hadir juga di pesta Mama! Bisa kan?" Balas Mira menerangkan maksud tujuannya datang ke kantor, dan sangat berharap Reno akan hadir ke acara pesta nanti malam.
Setelah Reno mengiyakan keinginannya, kemudian Mira pulang dengan senyum merekah. Berharap rencananya malam ini berhasil sempurna.
Sekitar tiga jam kemudian, Reno selesai dengan pekerjaannya. Ia akan segera pulang supaya rasa rindu pada istrinya segera terobati. Seharian tidak melihat istrinya, berasa satu tahun baginya.
Sesampainya di apartemen, Reno dikejutkan dengan beberapa tisu kusut yang berceceran di lantai. Ia mengernyit heran, dan kemudian terdengar suara Isak tangis dari dalam kamar, yang pintunya sedikit terbuka. Dengan rasa khawatir Reno langsung masuk ke dalam kamar dan menghampiri istrinya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Reno sembari memeluk tubuh Alanda yang sedang berdiri menghadap ke arah jendela.
"ih kak Reno, apaan sih peluk-peluk. Kakak bau tahu, bikin aku mual. Sana kak Reno, mandi dulu!" Ucap Alanda kesal tapi dengan suara manja sambil melepas pelukan Reno.
"Tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan sayang?" Tanya Reno, masih merasa khawatir.
"Nggak, aku itu tadi cuma lagi baper nonton film yang ceritanya suaminya selingkuh disaat istrinya lagi hamil besar, makanya aku sedih." Jawa Alanda menjelaskan penyebab dari ia menangis.
"Kamu takut aku selingkuh? Kamu tenang saja! Aku hanya milik Alanda seorang."
Bersambung..
semangat ya.
aku mampir nih 🤭
mampir dan ikuti juga ya "sepotong sayap patah"
mari saling mendukung🤗🤗