Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 25
Bagas dan Rara langsung pulang kerumah setelah jam sekolah berakhir. Sampainya dirumah, Rara menemani bagas untuk makan siang dan kemudian tidur siang.
"Kak rara ke kampus dulu ya sayang, kamu baik-baik dirumah".
CUP
Rara mengecup kening bagas dan meninggalkannya di kamar. Rara bersiap untuk kekampus,
"Aku naik motor aja lah. lama gak naik motor".
Rara mengeluarkan motornya dari garasi kemudian tancap gass menuju kampusnya.
.
.
Sampainya di kampuss......
Rara menuju bagian administrasi untuk registrasi ulang kemudian mengurus tempat magang dan untuk penelitian. Disana ia bertemu dengan Tata.
"Ra, udah selesai ngurusnya??"
"Udah ta, kamu udah??"
"Udah dari tadi. Gak sabar dehh pengen ngerasain namanya magang di kantor".
"Aku juga pengen magang heheh. Tapi aku bingung, kan aku kerja di tempat pak dimas".
"Hmm izin dulu aja ra, kan cuma sebulan juga".
"Coba nanti aku ngomong dulu sama pak dimas"
"Eh kita jalan yukk, lama gak jalan sama kamu. kita makan-makan".
"Boleh, tapi aku gak bisa sampai malem ya, soalnya aku harus bantuin bagas belajar".
"Iya iya, kamu perhatian banget sama bagas kayak ibu nya aja".
"Aku tuh sayang banget sama dia".
"Iyaaa .... yuk ah cepetan kita jalan".
Rara dan tata jalan kemudian mereka mampir di sebuah cafe. Disana mereka makan dan mengobrol bersama. Hingga tak terasa waktu sudah sore, setelah sholat ashar bersama, rara mengantar tata pulang, Setelah itu rara langsung pulang kerumah. Saat sampai dirumah ia melihat mobil adimas yang sudah parkir di depan rumah.
"Kak dimas udah balik rupanya".
Rara masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam dari mana kamu??" Adimas baru saja mengambil air dingin dari kulkas.
"Dari kampus kak, tapi pulangnya tadi jalan dulu sama tata"
"Ohh gitu". adimas bersikap datar
"Iya, Permisi" Rara langsung meninggalkan adimas kekamar.
Sampainya di kamar, rara mengunci pintu kamarnya.
"Katanya udah nikah, tapi kok kayak gak nikah aja!!. Sebel banget kalau dicuekin kayak gini!!" Rara ngedumel sendiri.
Rara menyegarkan dirinya di kamar mandi. kemudian menyiapkan makan malam.
Adimas dan bagas keluar dari kamarnya dan mereka makan malam bersama. Rara mengambil nasi dan lauk untuk bagas dan adimas.
"Kak rara, bagas punya tugas sekolah banyak banget, kak rara bisa bantuin bagas gak??"
"Boleh, habis makan kita kerjain PR kamu yah".
"Iya kak".
Rara begitu cuek dengan Adimas, ia tidak mau menatap suaminya karena takut.
Setelah makan malam selesai, rara membantu Bagas mengerjakan tugas sekolahnya. Hingga adzan isya berkumandang, rara menghentikan kegiatannya.
"Nah udah adzan isya, kita sholat dulu ya. PR nya udah selesai kan yang untuk besok??"
"Udah kak"
"Oke, habis isya bagas langsung istirahat ya sayang, Besok pagi-pagi kak rara bangunin untuk belajar lagi. Gimana??"
"Emmm boleh".
"Ya udah sekarang kak rara ke kamar dulu yaaa mau sholat".
"Iya kak"
Rara membelai kepala bagas dan mengecup keningnya. Setelah itu Rara pergi meninggalkan kamar bagas. Bagas merasa begitu senang karena rara begitu baik dan perhatian kepadanya. Rasanya sosok rara telah memberikan kedamaian dan warna untuk bagas.
"Kak rara baik banget sama bagas, andaikan kak rara jadi mama nya bagas. Pasti bagas seneng banget ya Allah". Bagas langsung pergi mengambil air wudhu dan sholat isya".
.
.
Setelah sholat isya' Rara memberanikan diri untuk menemui adimas.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"
Rara masuk dengan membawa segelas susu untuk adimas.
"Permisi kak, rara cuma mau nganterin susu untuk kak dimas. Tadi untuk bagas udah".
"Letakkan aja disitu". Adimas pura-pura sibuk dengan pekerjaannya.
"Hmmm kayaknya kak dimas masih ngambek sama aku gara-gara kemarin". batin Rara.
"Emm kak dimas, rara boleh ngomong sebentar??"
"Apa??"
"Mulai minggu depan Rara ada jadwal magang kak".
Adimas menghentikan kegiatannya.
"Terus??"
"Magangnya dari kampus selama sebulan. Itu juga sekalian untuk bahan skripsi Rara. Emmm Rara mau izin Selama sebulan untuk off jagain Bagas. Tapi Rara janji sepulang dari kantor rara akan bantuin Bagas untuk belajar"
"Kamu magang dimana??"
"Kalau tempat magangnya Rara belum tau kak. Cuma yang pasti rara sudah mendaftakan diri".
"kenapa kamu gak magang di kantor saya??"
"kami sudah di tetapkan untuk tempat magangnya kak. Jadi cuma bisa ikut sama peraturan aja".
"Hmmm ya sudah kalau memang itu keinginan kamu, saya gak masalah".
"Terima kasih ya kak dimas. Kalau gìtu rara permisi dulu".
Saat Rara kan berjalan meninggalkan adimas, tiba-tiba perut rara tersakit.
"Aaaahhhhhh" Rara menjatuhkan nampan dan memegangi perutnya. Adimas langsung bangkit dari duduknya dan mendekati rara.
"Kamu kenapa ra??"
"Perut kuuuu sakittt kak. Sakitt bangettttttt" Rara pun langsung pingsan di pelukan adimas.
Adimas begitu panik, ia segera menggendong rara dan menidurkan di ranjangnya. Adimas langsung menelfon dokter pribadinya.
"Ra kamu kenapa sayang?? Bangun dongggg jangan bikin kak dimas panik kayak gini".
Dimas menggenggam tangan Rara dengan begitu erat.
.
.
.
.
Kira-kira Rara kenapa yaa???🤕
tinggal ngmng doang jg..🤦