Season 1 - Alena dan Arga
Alena yang merupakan salah satu staff finance dijodohkan dengan Arga oleh Kakeknya. Dengan terpaksa dia mengikuti kencan buta dengan pria yang ternyata adalah CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Kakek Arga yang sakit meminta mereka untuk segera menikah.
Bagaimana kencan buta antara Alena dan Arga? Apakah kencan buta yang diatur oleh kedua keluarga tersebut berhasil? Mari kita ikuti kisah manis mereka.
Season 2 - Vania dan Adam
Vania yang didesak untuk segera menikah akhirnya melakukan kencan buta melalui situs perjodohan. Hal tersebut berakhir buruk dan Vania dijebak dan diperlakukan tidak baik, Adam yang tidak sengaja melihat hal tersebut menolong Vania, tetapi malah berakhir menghabiskan malam dengan bawahannya itu.
Bagaimanakah kelanjutan hubungan Vania dan Adam? Baca terus kisah manis mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Alena
"Bagaimana pembalasan dariku?" tanya Arga dengan nada dingin dan menusuk. Arga tersenyum dengan penuh kemenangan.
Pertanyaan Arga sontak membuat dokter muda itu terkejut. Mengepalkan tangannya, Yudha hendak meninju Arga. Arga yang sigap dapat menangkis serangan yang diarahkan kepadanya secara tiba-tiba.
"Jadi, ini semua akibat perbuatanmu?" Yudha memberikan tatapan tajam kepada Arga. Yudha sudah mencari tahu siapa sosok suami dari Alena. Namun, dirinya tidak menyangka bahwa pria yang ada dihadapannya ini mempunyai kekuasaan yang sangat besar bahkan dapat menyingkirkan Yudha dari pekerjaannya saat ini.
Arga tidak menjawab pertanyaan dari Yudha, dia menyunggingkan senyumnya seperti mengejek. Yudha merasa tidak perlu lagi meladeni Arga, akhirnya berjalanan meninggalkan suami Alena tersebut.
"Jangan pernah mencoba mendekati Alena kembali atau kau akan mendapatkan balasan yang tidak dapat kau bayangkan," ancam Arga kepada Yudha.
Yudha menghentikan langkahnya, dia memutar tubuhnya menghadap Arga. Pria itu menaikkan alisnya dan tertawa mengejek.
"Mengapa kau sangat takut aku mendekati Alena lagi? Apa kau tidak yakin bahwa istrimu mencintaimu? Atau jangan-jangan memang Alena tidak mempunyai perasaan padamu?" Perkataan itu, seperti membangunkan singa tidur. Kisah percintaan Arga dan Alena yang memang belum begitu mengalami kemajuan tentu membuat Arga memang meragukan istrinya. Dia khawatir dengan bertemunya Alena dengan Yudha dapat menimbulkan kembali rasa cinta yang telah lama hilang tersebut.
"Kau tidak perlu mengurusi kehidupan rumah tanggaku. Cukup menjadi penonton saja jangan pernah bermain di dalamnya." Arga membalas perkataan Yudha dengan tenang seolah memang kehidupan rumah tangganya berjalan dengan lancar.
"Kau bisa berkata seperti itu, namun menjaga Alena saja tidak bisa," sindir Yudha kepada Arga. Dokter tersebut telah mengetahui bahwa apa yang dialami oleh Alena merupakan akibat dari perundungan yang dilakukan oleh teman yang berada di perusahaan Alena. Dia mengetahuinya karena memang gosip tentang pewaris PT Wijaya memiliki seorang wanita bahkan telah sampai ke rumah sakit ini.
"Setidaknya aku tidak akan mengkhianati cinta kekasihku bahkan dengan sahabatnya sendiri." Yudha meringis mengingat kembali peristiwa yang membuat Alena meninggalkannya. Hatinya sudah luluh lantah, Alena sepertinya tidak akan memberikan kesempatan kedua. Yudha tahu bahwa wanita yang dicintainya sangat mempunyai prinsip. Sekali dia memutuskan sesuatu, wanita itu akan melakukannya.
"Aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian, namun aku mempunyai persyaratan." Yudha mencoba bernegosiasi dengan pria dihadapannya ini. Mungkin inilah saatnya dia menyerah pada cinta pertamanya. Tidak mungkin lagi Yudha dapat meraih cinta dari Alena karena dia sendirilah yang telah menyiayiakan kepercayaan Alena.
"Kau tidak dalam posisi dapat bernegosiasi denganku. Aku tidak menerima persyaratan apa pun," tegas Arga yang saat ini melipatkan kedua tangannya di dada.
"Aku mohon kepadamu, aku hanya ingin berbicara empat mata dengan Alena. Aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara kami." Yudha meminta Arga untuk dapat mengizinkannya bertemu dengan isteri dari pewaris PT Wijaya.
Arga nampak berpikir, namun melihat reaksi yang pernah diperlihatkan Alena kepada Yudha. Arga tidak dapat meluluskan permintaan Yudha tersebut.
"Aku tidak bisa mempertemukan kalian, kau tahu bahwa isteriku bahkan tidak ingin bertatapan dengan dirimu. Kesalahan yang kau perbuat tersebut telah begitu dalam melukai hati Alena." ujar Arga yang mengatakan hal tersebut sambil memprediksi kemungkinan yang ada, dia tidak ingin Alena dan Yudha bersama kembali dengan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Bisa saja, Alena malah mengingat-ingat masa lalu mereka. Egois memang sifat yang dimiliki oleh Arga. Namun, dia hanya ingin mempertahankan apa yang kini dia miliki.
"Kalau begitu aku mungkin akan selalu berharap kepada Alena. Aku akan terus meminta Alena dapat mendengarkan permintaan maaf dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara kami." Yudha masih bersikeras untuk dapat bertemu dengan Alena. Dia bernar-benar merasa menyesal tidak dapat menjelaskan secara langsung kejadian yang membuatnya berpisah dari Alena.
"Alena tidak akan pernah mau bertemu denganmu. Aku yakin hal itu, maka dari itu pergi saja yang jauh dan jangan pernah mengusik rumah tangga kami." Nada suara Arga terdengar seperti memerintah, ketegasan terpancar dari wajahnya.
"Bila kau masih bersikeras dengan keinginanmu aku dapat memastikan kau tidak akan pernah menginjakkan dirimu di ibukota," ancam Arga kepada Yudha.
Saat itulah, Alena muncul di antara celah pintu yang terbuka. Alena yang penasaran dengan pria yang diajak berbicara oleh Arga hendak keluar dari ruangan.
"Ada apa Alena? Kau membutuhkan sesuatu?" Arga ingin mencegah Alena keluar dari ruangan dan melihat Yudha yang berdiri di hadapannya saat ini. Namun terlambat, Alena telah melihatnya.
Dahi Alena berkerut, wajahnya mendadak menjadi tidak bersahabat saat melihat orang yang tengah berbicara dengan suaminya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Alena yang memandang tajam Yudha. Pria yang dipandang demikian hanya dapat menatap Alena dengan penuh harap agar dapat berbicara dengan wanita yang dicintainya itu.
Jadi orang kok plin-plan