Malam itu telah terjadi kecelakaan hebat yang menyebabkan Kakak ku meninggal.
Dengan pupil mata yang mulai membesar, aku menghampiri kakakku yang tergeletak di jalan.
Aku melihatnya, melihat darah keluar menyembur dari mulut kakak.
Aku berteriak dengan sangat keras,
"KAKKKK, Tolong.... Tolong.... SIAPAPUN TOLONG KAKAK KU"
Sembari memukul kepalaku dengan tangan yang berlumur darah Mobil Ambulance tiba sangat cepat.
Dengan kaki gemetar aku masuk kedalam mobil. Tetapi, saat berada didalam mobil menuju rumah sakit kakakku menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku berharap hari itu aku tidak ada ditempat. Aku berharap ini semua tidak pernah terjadi!!
AKU MEMBENCI DIRIKU SENDIRI!
Aku pun bertunangan dengan anak laki-laki dari seorang bapak yang telah menabrak kakak ku.
Tetapi anak laki-laki itu membenciku.
Aku tak tahu kehidupan ku kedepannya seperti apa!
Apakah semuanya akan baik-baik saja atau aku akan menderita seumur hidupku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Bee Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Tawa dan Permainan (Bagian Pertama)
Didalam mobil menuju mall, Letty menghidupkan lagu-lagu yang terkenal saat ini. Dengan semangat yang membara mereka bernyanyi cukup keras didalam mobil.
Letty menyuruhku untuk ikut bernyanyi. Tapi, aku menolak. Suaraku tidak bagus yang ada kalau ikut nyanyi nanti mereka malah mentertawakan aku lagi.
Perjalan menuju mall hampir sekitar setengah jam.
*Mall Kota*
Setelah Bara memakirkan mobil kami masuk kedalam mall. Letty kembali merangkul tanganku.
"Kakak suka warna apa?" tanya Letty
"Warna? warna biru" jawabku
"Kalau makanan? minuman? hoby? terus kakak suka nonton drakor apa drachin?"
Letty terus bertanya kepadaku. Aku menjawab semua pertanyaan Letty.
Kami memasuki store pakaian. Letty memilih beberapa pakaian. Bara, Nano dan Bintang juga memilih pakaian. Aku hanya mengikuti Letty.
Aku tak pernah membeli pakaian dimall lagi. Terakhir aku memilih pakaian untuk diriku sendiri saat bersama Mama dan Papa.
Selama berpisah dari Mama dan Papa aku hanya membeli pakaian dipasar saja bersama buk Tina. Itupun aku beli sekali setahun saja. Tapi sebelum camping kemarin, buk Tina mengajakku kemall membeli jaket untukku.
"Kakak yang ini bagus gak?" tanya Letty
Aku mengangguk
"Bagus kok, kainnya juga lembut banget"
Letty mengambil satu pakaian berwarna pink dan satunya lagi berwarna biru. Letty mengajakku untuk mencobanya di dressing room.
"Kakak coba yang ini" ucap Letty sembari memberikan kepadaku pakaian berwarna biru.
"Buat apa Let?" tanyaku
"Buat kakak, kalau cocok kita beli yang ini" Tutur Letty sembari membuka kancing bajunya
Aku tersenyum, kemudian berkata
"Kamu aja yang cobain, kakak gak perlu"
Aku meletakkan kain itu diatas kursi. Letty memaksaku untuk mencobanya, katanya semua pakaian ini nanti akan dibayar oleh Bara.
Aku menolak berulang kali, tapi Letty terus memaksaku untuk mencobanya.
"Kakk, gak papa. Kak Bara punya banyak uang. Jadi, kita harus manfaatin uangnya" senyum licik Letty.
Akhirnya aku mencoba pakaian berwarna biru itu. Ukurannya pas sesuai dibadanku.
"Perasaan kakak lebih besar dari aku, kok ukuran baju kakak lebih kecil dari aku ya" tutur Letty
Aku melihat ukuran baju yang kucoba tadi. sizenya L sementara yang dikenakan Letty sizenya XL.
Disaat kami sibuk memilih pakaian, handphone Letty berdering.
"Hallo? kenapa kak?" Tanya Letty
Aku mencoba satu hodie berwarna biru dengan gambar doraemon. Hodienya lumayan besar di aku, tapi sekarang emang lagi trend makai hodie besar-besar kayak gini. Aku terkejut saat melihat harganya.
Gaji aku selama sebulan lansung habis kalau beli ini.
"Sini kakk" Letty melambaikan tangan pada Bara.
Aku yang asik melihat diriku dicermin yang sedang mengenakan hodie ini, tak melihat kalau Bara datang menghampiriku.
Bara nenutup kepalaku dengan topi miliknya. Aku menghadapkan badanku pada Bara.
"Apaan ini" tuturku sembari membuka topi milik Bara
"Kayak anak kecil" ucap Bara
Aku melihat kembali diriku didepan cermin.
"Bagus kok" ucap pelanku
Letty datang menghampiri kami dengan dua keranjang yang penuh dengan pakaiannya.
"Ayok kak bayar" ucap Letty.
Bara menatapku,
"Apa? kenapa?" tanyaku bingung
"Suka sama hodienya?" tanya Bara
Aku mengangguk, lalu tersenyum kecil dan berkata
"Baguskan"
Bara menarikku, bibir Bara hampir bersentuhan dengan rambutku. Bara tak berkata apapun, ia membuka resleting depan hodieku, dan memasukkannya kedalam keranjang Letty.
Bara dan Letty pergi menuju kasir. Aku duduk diam dikursi sembari melihat Nano dan Bintang yang sudah berganti style.
"Kalian mau kemana dengan pakaian hitam-hitam begini?" tanyaku sembari tertawa.
"Lu gak ngerti style Lulu? zaman sekarang lebih ngetrend pakaian netral begini. iyakan bro" Ucap Bintang sembari menepuk lengan Nano
"Lulu kenapa lu belum ganti pakaian?" tanya Nano.
"Ganti pakai apa?" Tanyaku balik
Letty memberikanku tiga paper bag.
"Nah kak" ucap Letty
"Kenapa jadi banyak gini?" tanyaku
"yang ini hodie kaka tadi (membuka satu paper bag) terus yang ini dua pakaian yang kakak pilih tadi (membuka paper bag lainnya) dan yang satu ini pilihan kak Bara tadi" jelas Letty
Aku merasa gak enak buat nerima ini semua.
"Bar, ini kebanyakan. Aku ganti aja uangnya" ucapku
"Mau diganti pakai yang lain gak selain uang?" tawar Bara
"Apa?" tanyaku
"Malam ini kita mau karokean dan kamu harus ikut juga" ajak Bara
"Haaaa?..
Letty kegirangan mendengar kata karoke, sudah lama ia tidak pergi ketempat karoke.
"Iya kak, ayok karokean" ajak Letty sembari mengoyangkan tanganku
Aku setuju untuk ikut, lagian kapan lagi aku bisa healing seperti ini.
Sekarang masih pukul 15.29 wib. Letty mengajakku mengganti pakaian ke dressing room. Setelah itu kami pergi ke restaurant jepang.
Beragam pilihan menu sushi dipesan oleh Letty. Letty beruntung mempunyai kakak seperti Bara. Apapun yang diminta Letty dituruti oleh Bara.
Sembari makan Nano dan Bintang menceritakan hal-hal yang lucu, kami tertawa sepanjang makan.
Setelah itu, Bintang mengajak untuk bermain games terlebih dahulu di timezone. Bara membeli lima powercard dan memberikannya kepada kami.
Letty merasa senang, ia menarik lenganku dan mengajakku untuk bermain bumper car.
"Kak Bara ayok main ini dulu" teriak Letty sembari berlari.
Bumper Car bermuatan untuk dua orang. Letty bersama Nano, aku bersama Bara dan Bintang bermain sendiri. Kami bermain dengan menabrak satu sama lain.
Berulang kali Bintang menabrak car milik kami. Rasanya menyenangkan bermain bersama mereka.
Aku tertawa cukup keras, menyuruh Bara menabrak car milik Nano dan Letty. Waktu bermain bumper car telah habis.
Selanjutnya kami bermain bowling. Aku ahli dalam permainan bowling, sewaktu kecil kak Ray selalu mengajariku hingga aku lebih hebat bermain bowling dari kak Ray.
Kami membaginya menjadi dua team. Aku bersama Bintang dan Letty. Sementara Bara bersama Nano.
Team Bara melempar bola terlebih dahulu dengan skor yang lumayan bagus. Giliranku yang terakhir melempar bola kearah ping bowling,
"Ayok kak Annnaaa semangattt" Teriak Letty
Aku berhasil mendapatkan strike dimana semua pin jatuh dalam satu lemparan.
"Wahhhhhh, kak Annnaaa hebat" Letty memelukku
Mereka heran bagaimana bisa aku bermain bowling dengan baik.
"Lulu, lu curang apa gimana? Lu pasti baca mantrakan?" ketus Nano
Aku tertawa,
"Mantra apaan" tawaku
Bara memberikankku dua jempol miliknya.
"Lain kali kita harus tanding satu lawan satu" ucap Bara.
"Oke, siapa takut" tuturku.
Permainan bowling selesai, kami mencoba untuk memainkan beberapa permainan lagi sebelum pergi karoke.
Letty bertaruh dengan Nano siapa yang bisa mendapatkan banyak boneka dari claw machine.
Mereka bermain dengan serius, sementara Bintang pergi bermain basket sendiri. Aku melihat Letty menjepit boneka untuk kesekian kalinya tetapi masih belum berhasil mendapatkan satupun boneka.
Nano sudah berhasil mendapat satu boneka.
"Mau coba juga?" tanya Bara
"Kenapa? mau bertaruh juga?" Ledekku
Bara tertawa,
"Ayok siapa takut"
Kami main di claw machine urutan nomor 3 dan 4. Satu keahlianku sewaktu kecil, aku paling ahli menjepit boneka di timezone. Aku sering memborong habis semua boneka di timezone dulu.
Aku berhasil mendapatkan satu boneka dengan sekali capit. Bara berhasil mendapat boneka pertama dicapit kedelapan.
Aku bermain terus menerus. Letty dan Nano akhirnya nyerah bermain karena kesulitan untuk menjepit boneka.
Letty melihat kearahku bermain, ia kaget karena sudah tergeletak 15 boneka dikakiku.
"Kakkk, banyak banget" kaget Letty
Aku tersenyum kearah Letty dan mengangkan alisku sembari meledek Bara. Bara hanya berhasil menjepit 2 boneka saja. Hingga akhirnya Bara mengaku kalah.
"Gimana aku hebatkan" Ledekku
Bara mengacak-acak rambutku, dan memberikan dua boneka yang berhasil ia capit kepadaku.
...****************...
masih setia nunggu lanjutan nya 🤭
kecewa sih kalo bara udah nikah /Speechless/
judulnya :
~ Destiny With You /Proud/
~You are My Soulmate? /Slight/