NovelToon NovelToon
Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Pengganti / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi penyebab utama kecelakaan seorang wanita hingga berakhir buta, Yudha memutuskan untuk menikahi korbannya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Pernikahan yang dilandasi atas dasar kasihan, dengan rahasia yang ditutup rapat-rapat demi menjaga mental Kalila.

Keduanya bahagia, dan kepribadian Kalila berhasil membuatnya jatuh cinta hingga menjadikan wanita itu sebagai dunianya. Namun, sebaik apapun bangkai disimpan pada akhirnya akan tercium juga. Saat Yudha setengah mati mencintai istrinya, Kalila mengetahui bahwa Yudha adalah penyebab kehancuran dunia dan mimpinya.

Lantas, bagaimanakah pernikahan mereka? Mampukah Kalila menerima pria yang telah menghancurkan dunianya? Atau justru memilih pergi dan turut menghancurkan dunia Yudha?

......

Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 - Merasa Bersalah

Tidak berselang lama, keduanya tiba di kediaman keluarga Aksa. Sudah tentu Yudha tidak bisa berlalu masuk begitu saja, dia butuh bantuan beberapa orang untuk membawa barang belanjaannya.

Tidak hanya pelayan, tapi Raja yang begitu peka jika melihat sebuah peluang jelas tak mau ketinggalan. Dia mendekat dan berharap jika Yudha membeli banyak cemilan yang bisa dia nikmati sembari menonton film kesukaannya. Sayang, ketika melihat isinya Raja lagi-lagi harus menelan kekecewaan.

"Loh kok cokelat semua? Popcorn sama kuacinya mana? Gigiku sakit kalau makan cokelat, Kak."

"Kalila mintanya cokelat, aku beli bukan untukmu," sungut Yudha sama sekali tak bersahabat, dia masih dendam pada Raja yang kerap menjual kesedihan dan membuat berbagai pihak terpojok karena ulahnya.

"Yaah pelit," gumam Raja seraya mencebikkan bibir, mata Yudha semakin tajam melihat kelakukannya.

Dia benar-benar ingin marah, tapi Kalila yang kini tersenyum membuat Yudha mengurungkan niat. Ya, memang pesona Raja dalam membuat wanita luluh tidak dapat Yudha ragukan.

"Tapi dalam rangka apa kak Kalila minta cokelat? Bukan Valentine's day padahal." Raja penasaran, rasanya agak ragu saja jika Kalila meminta cokelat sebanyak ini, tidak mungkin juga kakak iparnya berniat buka toko dadakan.

"Apa harus nunggu Valentine? Kasih cokelat sama pasangan tidak harus pas valentine, Raja." Raja bertanya baik-baik, sementara jawaban Yudha persis sedang mengajak perang.

Mungkin karena kekesalannya masih membekas, tapi justru hal itulah yang membuat Kalila tersenyum sebenarnya. Pertikaian keduanya, Yudha yang tersulut emosi dan Raja yang kerap memancing emosi hingga perkara cokelat saja tidak selesai-selesai.

"Yang ini apa, Kak? Kantongnya agak kec_"

"Eits!! Jangan menyentuhnya, benda itu milikku," sentak Yudha kala Raja hendak meraih kantong plastik dengan ukuran sedikit kecil di antara barang belanjaannya.

"Coba lihat? Apa memangnya?" Rasa penasaran Raja membuat keningnya menjadi sasaran jemari Yudha, sudah dilarang masih saja keras kepala hingga pria itu tidak bisa menahan diri.

"Jangan banyak tanya, sudah pergilah ... biar Bony saja yang bawa kalau kau keberatan," titah Yudha setelah cukup lelah menghadapi Raja, mungkin dia sedang menikmati karma karena beberapa saat lalu Kalila juga berada di posisinya itu.

"Iyaya maaf, ini aku bawakan, tapi nanti minta tiga ya, Kak."

Setelah membuat Yudha naik darah, tanpa merasa bersalah dia merayu seraya mengedipkan mata. Sungguh ekspresi yang membuat Yudha gemas dan ingin menghantamnya dengan bogem mentah.

"Katamu sakit gigi, kenapa sekarang malah minta?"

"Mau deketin Viona," jawab Raja tersenyum simpul, sementara Yudha kini terbahak mendengar ucapannya.

"Lalu Claudia bagaimana? Sudah putus?" tanya Yudha, kehidupan asmara adiknya cukup menarik bagi Yudha.

"Masih kok, cuma dia lagi pulang ke Surabaya."

Entah menurun dari siapa sikap itu, mungkin dari mamanya Yudha tidak tahu juga. Sejak perselingkuhan Gilsa terungkap Raja mulai liar bahkan beberapa kali tertangkap basah tengah berduaan di beberapa tempat oleh Yudha, parahnya dengan wanita yang berbeda.

Yudha tidak bisa menyalahkannya, mungkin begitu cara Raja melampiaskan luka seperti kata Kalila. Yudha hanya menggeleng pelan seraya menatap Raja yang sudah berada jauh di depan sana, tanpa dia sadari semakin lama dia pandangi rasa iba itu kembali menyeruak dalam benaknya.

"Yudha, adikmu playboy ternyata?"

"Iya, tapi aku tidak begitu ... jangan macam-macam pikiranmu." Sebelum Kalila berpikir terlalu jauh, ada baiknya Yudha halangi saat ini juga.

"Hahah tidak, aku percaya soal itu. Raja sudah bilang, tidak ada pria sesetia dan setulus Yudha dalam mencintai wanitanya," jawab Kalila seketika membuat hati Yudha menghangat. Tumben sekali mulut Raja tidak membuatnya terjebak dalam masalah, mendadak dia merasa bersalah karena ingin membakar motor Raja beberapa hari lalu.

Raja yang menjadi akar masalah, tapi Raja juga yang membuat keduanya kembali menghangat. Setelah apa yang terjadi di kantor, kini tidak ada lagi wajah kusut Kalila berkat hadirnya sosok Raja.

Keduanya begitu manis, sampai tidak sadar jika di ruang tamu sudah ada yang menunggunya. Yudha terperanjat dan menurunkan Kalila pelan-pelan dari gendongan pasca menyadari mereka tengah menjadi pusat perhatian tamu yang datang ke rumahnya.

.

.

"Apa kabar, Om?"

Yudha mendadak kaku kala Papa Atma memintanya untuk menyapa Om Dimas, rekan bisnis sekaligus teman baik papanya. Tidak hanya sendiri, tapi pria itu juga datang bersama istri dan putrinya, Soraya.

"Baik, lama tidak bertemu, Om tidak sempat datang ke pernikahanmu."

"Tidak apa-apa, Om, terima kasih sudah diingat," jawab Yudha mencoba biasa walau sejujurnya sedikit tidak nyaman.

"Bagaimana mungkin om lupa hari bahagiamu, Yudha."

Pria itu tidak berubah, dia tetap ramah meski Yudha sempat membuat kecewa. Namun, sekalipun bicara pada Yudha matanya justru tertuju pada Kalila. Hal itu jelas tertangkap jelas oleh Yudha, secepat mungkin dia pamit undur diri dengan alasan istrinya sedang tidak enak badan.

Padahal, yang sebenarnya Yudha lakukan adalah menjaga hati Kalila. Sekalipun belum terjadi, tapi Yudha takut akan muncul pertanyaan yang akan menggores hati Kalila dari tamu papanya ini, terlebih lagi tatapan mereka sudah dapat Yudha terjemahkan apa maknanya.

"Yudha, mau kemana? Kau tidak ingin menyapa tante dan Soraya lebih dulu?"

Baru juga hendak berlalu, seorang wanita dengan rambut pendek itu menghentikan langkah Yudha. Yudha menatap kedua orang tuanya yang juga tampak bingung di sana, jujur saja Yudha sangat tidak nyaman dengan kehadiran mereka sebenarnya.

"Bukankah Soraya sudah bertemu Yudha di kantor?" tanya Papa Atma mengerutkan dahi, padahal jelas sekali beberapa waktu lalu Soraya mengatakan ingin menemui Kalila dan Yudha di perusahaan demi menghemat waktu.

"Hah? Tidak," jawab Yudha cepat, padahal bukan dia yang ditanya.

"Bagaimana mungkin tidak? Soraya ke kantor tadi untuk menemuimu. Benar, 'kan, Soraya?"

Soraya yang mendapat pertanyaan dari Papa Atma tampak bingung hendak menjawab apa. Dia kembali mengingat apa yang sempat dia dengar hingga lidahnya terasa kelu untuk sekadar menjawab pertanyaan Papa Atma.

"Tidak, Om, aku agak lupa jalan ke kantor mas Yudha jadi balik lagi," jawabnya tersenyum kikuk, sebuah jawaban aneh yang membuat Yudha menatap curiga ke arahnya.

Namu, meski kepalanya penuh dengan berbagai tuduhan, Yudha tetap menyapa mereka demi menghargai orang tuanya. Hanya saja tidak lama, dia benar-benar berlalu pergi ke kamar. Padahal, Kalila sama sekali tidak masalah dan tindakan Yudha membuat Kalila kini bertanya-tanya.

"Kenapa kita masuk? Bukankah mereka sengaja menunggu kita?" tanya Kalila setelah Yudha menuntunnya untuk duduk di sofa.

"Om Dimas tamu papa, bukan tamu kita."

"Lalu Soraya bagaimana?" tanya Kalila kemudian, sebuah pertanyaan sederhana yang membuat Yudha mendadak tak senang.

"Tidak perlu dipikirkan, mending makan cokelat ... pilih kanan atau kiri."

"Apa tidak sebaiknya aku minta maaf padanya?" tanya Kalila seketika membuat Yudha terhenyak. Sedikitpun dia tidak pernah membahas tentang Soraya, lantas kenapa ucapan Kalila seolah telah mengenal sosok itu, pikir Yudha.

"Minta maaf untuk apa?"

"Sebagai sesama wanita, aku merasa bersalah padanya, Yudha," jawab Kalila menunduk dalam-dalam, sebuah reaksi yang membuat Yudha seketika menghela napas panjang.

Hati Yudha yang perlahan tenang, kini kembali memanas. Dia marah? Sangat, bahkan ingin sekali dia menggila saat ini. "Siapa yang bercerita panjang lebar padamu, Kalila? Lengkara? Raja atau siapa? Hm?"

.

.

- To Be Continued -

1
Linda Febri
bagusss
Ucio
kama kamu ikuti Tami
sukur🤣🤣🤣
Ucio
kama ini gurunga Raja ya Yudh Nye belin sumpqh🤣🤣🤣
Ucio
Tami² ad aj mulutnya 🤣🤣🤣
Ucio
Sapi bengkak Ya Yudh🤣🤣🤣
Ucio
Wanita aneh itu istrimu? Tami🤣
Ucio
Tami² ente si suka curi²
Ucio
Bang Tami,,ayoo semangat 😄
aku baru
ko terputus ceritanya....
ida nurhidayah
👍😘♥️
Gintania nia
selalu menarik sampai titik terakhir
Ririn Nursisminingsih
soraya reseh banget mnding jujur aja yud..
Ririn Nursisminingsih
bukan orang tua kalila yg munta soraya tpi yuda sendiri yg ingin nikahin kalila yaa
Soeryono Tangerang
yudha sosok lelaki lemah......thoor buat dia perkasa
Naja Naja nurdin
raja tanpa mahkota memang bisa di banggakan
Naja Naja nurdin
aq senang kalo kama muncul bikin gemezzz
Naja Naja nurdin
ih si raja tanpa mahkota curi perhatian kakak ipar baru toh
Yus Warkop
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yus Warkop
ooh udahhan yah apa masih afa lanjutannya?
Yus Warkop
akibat apa itu teh yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!