Karena terancam dideportasi dan tidak mau pulang ke negara asalnya, Celine nekat mengacaukan pernikahan Cedric dan mencoba menjadi pengantin pengganti supaya mendapat visa menikah.
Apa usaha Celine akan berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat Jahat Estetik
Celine menjatuhkan diri di atas tubuh Cedric dengan nafas terengah-engah. Dia sudah berusaha keras untuk memuaskan suaminya.
"Ced..." panggil Celine setelah nafasnya kembali normal.
Laki-laki itu tidak bersuara dan rupanya langsung tertidur, tidak seperti biasanya.
Setiap habis bercinta biasanya Cedric akan memanjakan Celine sampai memandikan perempuan itu.
Entah kenapa Celine jadi kesal sendiri karena tidak mendapat perhatian seperti itu lagi, apa dia mulai terbawa suasana?
"Sadarlah!" Celine menampar pelan pipinya sendiri.
Untuk urusan Eve saja, Cedric tidak bisa menyelesaikan sendiri, bagaimana lelaki itu akan bertanggung jawab dengan istrinya sendiri?
Apalagi pernikahan mereka bukan di landasi oleh cinta.
"Entahlah," Celine menjauhi Cedric dan membiarkan lelaki itu tertidur.
Walaupun terlihat santai, sebenarnya Cedric juga memikirkan masalah Eve. Dia bahkan berencana untuk memberi jebakan perempuan itu, supaya Eve tidak mengejarnya lagi.
Setelah membersihkan diri, Celine ikut tidur di samping suaminya itu.
Namun, tengah malam Cedric terbangun dan baru sadar jika dia tertidur setelah bercinta.
"Kau sudah pandai, sampai membuatku seperti ini, darling," ucap Cedric memuji istrinya. Dia bukan tipe laki-laki yang puas dengan satu ronde tapi dia dibuat terkapar karena permainan Celine hari ini.
Melihat Celine yang tertidur dengan pulas membuat Cedric tidak ingin mengganggu istrinya itu.
Dia akan menemui Ryan dan Leon yang sudah menunggunya di club.
Sebelum itu, Cedric meminta bodyguard untuk menjaga Celine lebih ketat lagi karena dia tidak mau Eve berbuat hal di luar dugaan.
"Kalau bayiku kenapa-kenapa, itu salah kalian," Cedric mengancam.
Lagi-lagi lelaki itu menggunakan kekuatan bayi khayalan. Belum jadi saja, bayi itu bisa dimanfaatkan.
Timbul rasa aneh dalam hati Cedric.
"Apa benar aku akan menjadi seorang daddy?" gumamnya.
Membuang pikiran itu, Cedric bergegas menyusul Ryan dan Leon yang berada di club. Sesuai dugaan Cedric, gerak geriknya itu sudah diawasi oleh mata-mata Eve.
"Kenapa kami selalu menunggumu datang?" kesal Ryan karena Cedric datang begitu lama.
"Statusku sudah menikah, apa kalian lupa?" balas Cedric seraya mendudukkan dirinya.
Ada seorang waitress datang dan Cedric memesan minumnya.
"Apa kalian tahu kalau Eve mengikutiku?" tanya Cedric.
"Sepertinya dia memang tergila-gila padamu," tanggap Leon.
"Jadi, apa kau akan diam saja?"
"Tentu saja tidak," jawab Cedric. Kali ini dia harus bersikap tegas.
Cedric menebak apa rencana Eve malam ini, dia menduga kalau perempuan itu akan menggunakan waitress untuk menaruh sesuatu ke minumannya lalu membuatnya tidak sadar.
Endingnya, Cedric akan tidur bersama Eve.
"Rencana yang mudah untuk ditebak," batin Cedric.
Walaupun dia pemalas, Cedric tidak sebodoh itu.
Untuk membuktikan dugaannya, lelaki itu akan mengikuti permainan Eve.
"Apa ini tidak keterlaluan?" tanya Leon ketika mendengar rencana yang dibuat temannya itu.
"Kalau tidak begitu, dia tidak akan berhenti," timpal Ryan yang setuju dengan rencana Cedric.
Akhirnya mereka pun menjalankan rencana, mereka pura-pura mabuk dan memesan layanan kamar yang ada di club.
"Bagus," komentar Eve yang sudah menunggu momen itu sedari tadi. Dia harus mempersiapkan diri.
Perempuan itu tidak peduli jika Cedric sudah menikah bahkan akan mempunyai seorang bayi.
"Aku juga akan mempunyai bayinya Cedric, lihat saja siapa yang akan menang nanti," ucap Eve. Dia seolah berbicara pada Celine.
semoga dilanjut lagi.
makasih karyanya kak thor