Nabila Az-Zahra gadis yatim piatu yang di besar kan oleh sang Bibi yang merupakan adik kandung dari sang ibu.
Suatu hari harus menerima kenyataan pahit tentang pernikahan yang terpaksa harus di laksanakan demi membalas jasa kepada orang yang sudah menolong mereka di hari kemarin.
Tidak banyak yang bisa Bila lakukan selain menerima pernikahan mendadak ini.
" Siapa calon suami aku?" batin bila bertanya-tanya.
pernikahan yang menjadi moment sakral seumur hidup,harus di lalui Bila begitu saja.
" Kamu hanya lah istri kedua saya,dan jangan pernah mengharapkan kata cinta dari saya." bentak keras dari seorang pria yang baru saja mengucapkan ijab qobul tadi siang.
Deg....
" Istri kedua!" air mata Bila jatuh begitu saja,ketika mengetahui fakta yang sebenarnya.
Mampu kah Bila bertahan dengan pernikahan tanpa rasa ini?
sejauh manakah hati Bila bisa legowo menerima takdir menjadi istri kedua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nutrisi pagi
" Bagaimana aku bisa tau uang nya cukup apa tidak ? Sedang kan aku saja belum pernah menggunakan kartu yang dia berikan."celoteh Bila dengan mulut yang tidak berhenti berbicara.
" Ngeselin banget sih?" gerutu nya lagi.
Karena bingung mau mengerjakan apa,Bila memilih bermain ponsel menunggu sang suami keluar dari kamar mandi.
" Hai Bila,kamu kemana saja." sebuah pesan masuk ke akun sosial media milik Bila yang jarang sekali dia buka.jika ingin membuka nya saja dia harus meminjam ponsel Android milik teman kerja nya,karena dulu ponsel yang dia gunakan masih ketinggalan jaman.
" Siapa yang ngirim pesan ya?" tanya Bila penasaran.
Klik..
Mata Nabila menjadi berbinar ketika melihat nama pengirim pesan yang masuk ke media sosial nya.
" Bang Billy." ucap Bila membaca nama pengirim pesan.
Rasa bahagia hinggap begitu saja di sanubari nya,Billy merupakan anak pemilik toko di tempat dia bekerja dulu.kedekatan di antara mereka sudah terjalin cukup lama,Bila selalu mendapatkan perhatian lebih dari Billy,jauh berbeda sekali dengan karyawan lain nya.
" Kamu kemana Bil,kenapa ngga ada kabar sama sekali?"pesan yang di kirim kan oleh Billy satu hari yang lalu, pada pukul 11 siang.
Bila terlihat bingung ingin membalas apa,ponsel canggih nya dia genggam erat sambil memikirkan rangkaian kata yang tepat.
Sebelum dia membalas pesan itu,bunyi notifikasi pesan masuk kembali terdengar dari ponsel nya.
" Apa kabar Bil? Kenapa ngga di balas pesan Abang? Apa Abang punya salah kamu? Balas Bila ."
Pesan yang masuk ternyata dari Billy juga.
Bila kembali deg-degan bercampur resah.
" Maafin Bila pergi tanpa pamit ya Bang,Bila sudah pindah ke kota dan terimakasih Bila ucap kepada semua keluarga Abang yang telah sudi menerima Bila bekerja di tempat Abang.Bila kemarin berangkat nya mendadak Bang,maka nya tidak sempat pamit." balas Bila.
" Kenapa harus pindah Bil? Boleh Abang minta alamat kamu tinggal,jika suatu hari Abang pergi ke kota,kita masih bisa bertemu dan melepas rindu." pesan dari Billy kembali masuk.
" Karena Bila harus ikut Bibi Bang,Bila masih belum hapal alamat di sini,nanti coba Bila tanya dulu sama teman Bila." jawab Nabila berbohong,sulit sekali bagi dia untuk berkata jujur,dan dia juga bingung harus mulai dari mana.
Melihat Arif yang sudah keluar dari kamar mandi,Bila mematikan ponsel nya lalu bergegas duduk dari tempat pembaringan nya, Meskipun dari keluarga tidak berada,Bila masih menjunjung tinggi adab kesopanan.
" ****** ***** aku mana?" tanya Arif setelah meneliti di sofa itu ternyata kain penutup belut nya tidak di sediakan oleh Istri nya.
Bila yang mendengar Arif berbicara tanpa di sensor menjadi malu sendiri,pipi nya bahkan sudah berubah seperti tomat masak.
" Bila! Kenapa malah menunduk sih, cepetan ambil ****** ***** nya." perintah dari Arif,
Padahal dia bisa mengambil nya sendiri,tetapi Arif memilih memperpanjang masalah dalaman nya,sikap Bila yang masih malu-malu membuat Arif semakin ingin mengerjai Istri nya.
" Apa dia ngga bisa mengambil sendiri?" ujar Bila dalam hati nya, ingin sekali dia berkata langsung,namun melihat suami nya masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun,Bila akhir nya mengalah lalu melangkah masuk ke dalam ruangan penyimpanan baju mereka, ketimbang mata nya suci nya kembali ternodai.
Dengan tangan yang bergetar Bila mengambil satu kain penutup belut Arif.
" Ini Mas." Bila menyerah kan kain segitiga berwarna hitam kepada Arif,dengan kondisi tangan yang masih bergetar serta kepala yang masih belum di angkat juga.
" Terimakasih,lain kali jangan sampai lupa lagi." ucap Arif sambil tersenyum puas karena telah berhasil mengerjai Nabila pagi ini.
" Iya." jawab Bila singkat,ingin rasa nya dia mengeluarkan protes keras, tetapi ia cukup sadar siapa lah diri nya saat ini,bukan kah seorang istri harus patuh kepada suami nya.
Sambil menunggu suami nya berganti pakaian,Bila langsung beralih merapikan ranjang tempat tidur mereka.
" Rapi deh!" ujar Bila ketika melihat ranjang empuk nya sudah tertata rapi dan bersih.
Arif berjalan mendekat ke arah Nabila ,dasi yang berada di tangan kanan nya dia ulurkan ke depan wajah Nabila yang masih bengong.
" Tolong pakai kan dasi aku." Arif berkata dengan wajah cuek nya.
Entah kenapa dia selalu ingin mendapatkan perhatian dari Nabila, walaupun harus dengan cara memaksa tetapi Arif begitu menikmati kebersamaan ini.
Perasaan Arif selalu tenang dan bahagia jika Nabila berada di samping nya.
" Hm." Bila berdehem dengan mengangguk kan kepalanya.
Tanpa perlu di ajari lagi,tangan Nabila mulai memasang kan dasi di kerah kemeja yang Arif pakai,Bila terlihat sangat telaten,bahkan hasil nya juga sangat rapi,sejak berada di posisi yang cukup dekat ini,Arif tidak bosan- bosan nya menatap wajah sempurna milik Istri kedua nya.
Tanpa bisa berpikir jernih lagi,Arif langsung menangkup wajah Nabila lalu menyatukan paksa bibir mereka berdua.bibir manis milik Bila sejak tadi seperti melambai-lambai meminta untuk di sentuh.
Mata Nabila membulat sempurna ketika mendapat kan serangan dadakan dari suami nya,ketika dia ingin menolak Arif dan mendorong dada Arif, ingatan nya kembali kepada nasehat yang di berikan oleh Bibi nya dan juga janji yang sudah terlanjur dia ucapkan malam tadi.
Dia tidak ingin terus di hantui oleh rasa bersalah karena terus menolak melayani suami nya.entah sudah berapa catatan dosa yang masuk selama masa pernikahan mereka yang baru hitungan hari.
Arif masih terus menikmati asupan nutrisi nya pagi ini.dengan sedikit nakal dia menggigit bibir Bila supaya mulut nya terbuka lebih lebar lagi.
Bila yang masih awam dengan cara berciuman hanya diam menikmati apa yang sedang Arif main kan.
Merasa diri nya ingin terjatuh,Bila dengan sigap mengalungkan kedua tangan nya di leher Arif.
Suara lenguhan keluar begitu saja dari mulut Bila setelah merasakan sensasi yang berbeda di dalam tubuh nya.
Melihat Nabila yang sudah jinak,Arif semakin lincah mengambil peran nya.bahkan dia terlihat begitu antusias menjelajahi setiap inci yang ada, meskipun hanya bermain sendiri,setidak nya dia sudah merasa puas bisa menikmati bibir manis milik istri nya.bahkan hijab yang di pakai oleh Bila sudah berantakan dan tidak berbentuk lagi.
" Kamu harus banyak belajar lagi." ucap Arif ketika ciuman mereka terlepas.satu tangan nya langsung mengelap sisa saliva yang masih menempel di bibir istri nya.
Bahkan dengan penuh perhatian,Arif membenarkan posisi hijab yang menutupi kepala istri nya.
Bila yang masih merasa canggung dan malu hanya mampu diam sambil meremas ujung baju yang dia pakai.bahkan dia sangat mengutuk keras suara merdu yang sempat keluar dari mulut nya tadi.
" Terimakasih." ucap Arif sambil kembali menyatukan bibir mereka,kali ini murni sebuah ciuman tanpa ada adegan lebih.
" Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu!Besok kita lanjutkan lagi ." ucap Arif lembut disertai sebuah kecupan hangat yang mendarat tepat di kening Nabila.
Jangan lupa Like,Vote ya guys.
Tanda vote nya berada di paling ujung.dan Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya.gunakan bahasa yang tidak menyinggung perasaan,karena sejati nya author ini juga manusia biasa.
Terimakasih semua nya 🥰😍😍😍