Dia sudah lelah menjadi orang miskin. Apalagi dengan menghidupi istri dan kelima anak-anaknya yang masih kecil. Keluarga istrinya yang notabene dari keluarga kaya selalu merendahkan nya. Sampai akhirnya, dia memutuskan untuk mencari pesugihan dan kekayaan yang melimpah sesuai yang diinginkan nya terwujud.
Apakah dengan jalan pintas melakukan perjanjian dengan makhluk gaib itu mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian?
Ikuti cerita selengkapnya di novel horor berjudul
PESUGIHAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Dua bulan kemudian.
"Jadi, selama ini diam-diam mbak Uti telah berselingkuh dengan mas Akram?" ucap Azzura saat mengetahui bahwasanya sebentar lagi baby sitter nya bersama dengan mantan suami nya itu akan menikah.
Setelah perceraian nya dengan Akram, Azzura memilih tinggal bersama dengan ibu bapak nya. Dan kelima anak-anak nya semua ikut dengan Azzura.
"Sudahlah, Azzura! Bersyukur kamu telah menggugat cerai dengan Akram. Kalau kamu masih mempertahankan pernikahan kamu dan tetap bersama dengan Akram, mungkin saja kamu akan dimadu. Kehidupan rumah tangga kamu semakin rumit," sahut bu Komariah.
"Benar bu! Bersyukur saya sudah lepas dari mas Akram serta anak-anak semua ikut bersama dengan ku di sini. Cuma saya jadi merepotkan ibu dan bapak. Mulai besok saya akan mencari pekerjaan yang lebih baik lagi bu. Dengan berjualan gado-gado di rumah seperti ini, kok seperti nya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yah, bu. Apalagi tahun ajaran baru nanti anak pertama ku harus masuk sekolah dasar. Dan anak ke dua ku harus masuk sekolah taman kanak-kanak. Mungkin perlu banyak uang lagi untuk anak-anak bersekolah," ucap Azzura.
"Jangan Azzura! Jualan gado-gado dan juga berbagai jenis minuman di rumah seperti ini, bisa di menjadi sambilan menjaga anak-anak. Jika kamu harus bekerja di luar, bagaimana dengan anak-anak, Azzura? Kalau ibu sendirian menjaga anak-anak kamu, ibu juga kerepotan. Apalagi Zahra, anak terakhir kamu, masih kecil," ucap bu Komariah.
"Benar juga yah, bu! Zahra masih harus dijaga. Dia masih balita," kata Azzura.
"Kamu tenang saja, Azzura! Rejeki pasti sudah diatur oleh Alloh SWT. Bapak ibu juga akan membantu kamu membesarkan, menyekolahkan, anak-anak kamu kok," ucap bu Komariah.
"Terimakasih, bu! Aku jadi merepotkan bapak dan ibu," sahut Azzura.
"Semoga jualan gado-gado dan es di rumah seperti ini bisa mendapatkan keuntungan dan setiap hari semakin banyak pembelinya," kata bu Komariah.
"Aamiin," sahut Azzura.
☠️☠️☠️☠️☠️
"Halo, mbak Azzura! Wah sekarang jualan gado-gado dan es yah. Aku pesan gado-gado nya sepuluh yah, mbak! Dan juga es buah nya sepuluh cup," ucap Uti.
Uti tiba-tiba datang ke warung Azzura yang jualan di depan rumah bapak ibu nya. Dengan mengendarai motor matic, Uti sengaja mendatangi Azzura untuk membeli gado-gado dan es buah. Azzura dengan senyum yang dipaksakan tetap melayani Uti yang memesan gado-gado sepuluh bungkus dan juga sepuluh es buah.
"Kenapa aku pesan banyak dan sepuluh sekaligus? Karena di rumah sedang ada sedikit renovasi di kamar utama kami, mbak! Mas Akram ingin kamarnya dirubah dengan nuansa baru. Katanya supaya tidak teringat kenangan saat bersama dengan mbak Azzura. Kami kan pengantin baru, mbak! Pasti lagi gencar-gencar nya ngadem di dalam kamar. Rasanya saat di dalam kamar, betah dan tidak mau keluar-keluar," ucap Uti yang sengaja bercerita tentang kehidupan nya yang sekarang.
"Oh, begitu!" sahut Azzura berusaha bersikap baik.
"Iya, mbak! Aku kadang-kadang tidak habis pikir. Roda dunia selalu berputar. Dulu saya menjadi baby sitter nya mbak Azzura dan istilahnya jadi orang bawahan. Tapi sekarang saya bisa naik pangkat menjadi nyonya di rumah itu," kata Uti.
"Hem, nikmati saja kekayaan suami kamu sebelum habis ditelan api, hingga hancur, habis, ludes tidak bersisa lagi," sahut Azzura.
"Eh? Maksudnya apa, mbak? Kenapa mbak Azzura berkata demikian? Mbak Azzura menyumpahi kami? Kalau harta kami akan terbakar dan habis tak bersisa?" ucap Uti mulai emosi.
"Santuy saja, mbak Uti! Jangan sewot seperti itu!" kata Azzura.
"Ih nyebelin banget kamu, mbak! Ya sudah, mana pesanan gado-gado dan es buah nya? Malas lama-lama berbicara dan mengobrol dengan mbak Azzura yang tidak suka dengan kebahagiaan aku," sahut Uti.
"Ini uangnya! Aku permisi mbak! Makanya kalau dulu masih menyukai mas Akram, jangan sok menggugat cerai. Akhirnya nyesel. juga kan kalau mas Akram cepat mendapatkan gantinya," omel Uti sambil berjalan ke motor matic nya. Lalu mulai menjalankan nya meninggalkan warung gado-gado milik Azzura.
"Nyebelin banget, mantan istri mas Akram! Sukanya mendoakan yang jelek-jelek. Masak mbak Azzura bilang, sebentar lagi harta mas Akram akan terbakar habis hingga tak bersisa. Apa maksudnya coba?" gumam Uti sambil menjalankan motor matic nya, kembali. pulang ke rumah Akram, suaminya.
teruslah berkarya n semangat.
siap2 aja dpt gugatan cerai dari istrimu,,,,miris skaligus kasian liat Akram,apalgi asal muasal nya y karna sering dpt penghinaan,dan dibanding2kan dngn menatu lainnya yng kehidupannya lbih mapan 😪😪
Salam kenal thor ak mampir karena tertarik dngn ceritamu ini,,,,