NovelToon NovelToon
Aku Memilih Diam

Aku Memilih Diam

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Romansa / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:65.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nirwana Asri

Ini adalah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang wanita yang mengalami segala jenis permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya.

Arinda Rahma adalah wanita beranak satu yang hidup menumpang di rumah orang tuanya karena suaminya hanya memiliki gaji pas-pasan.

Tiada hari tanpa mengeluh tapi ketika dia merasa tak ada yang mendengar keluh kesahnya, Arin memilih diam.

"Mulai saat ini aku akan diam. Semua permasalahan akan kutanggung sendiri. Tak peduli rusak raga dan batinku."

Jangan lupa siapkan tisu karena banyak bawang yang akan othor tabur.

Kalian hanya perlu tabur bunga dan secangkir kopi tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil anak ke dua

Arin melihat kalender yang tertempel di dinding kamarnya. "Udah dua minggu belum menstruasi, jangan-jangan...,"

Arin tak mau menduga. Dia mengambil alat tes kehamilan lalu mengetes air seninya menggunakan alat itu. Benar saja Arin positif hamil.

Saat ini dia bingung harus bagaimana menerima kehamilan keduanya. Dia belum siap karena Flora masih sangat mengandalkan dia. Terlebih lagi masalah keuangan mereka.

Tapi di sisi lain dia bahagia karena dia merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk hamil lagi. "Bilang tidak ya sama Mas Ikbal?" gumam Arin. Dia ragu karena takut suaminya tidak bisa menerima.

Ketika suaminya pulang kerja pada sore hari Arin ingin memberi tahu Ikbal. Sayangnya Ikbal terlihat muram sepulang kerja. "Ada apa, Mas?" tanya Arin seraya memberikan secangkir teh hangat pada suaminya.

"Minggu ini banyak yang nikah. Padahal aku belum gajian."

"Ya mau bagaimana lagi. Dulu kita kan mengundang mereka datang ke acara pernikahan kita. Seharusnya kita juga datang ke pernikahan orang-orang itu."

Ikbal menghela nafas. "Dek, kamu masih ada uang simpanan nggak?" tanya Ikbal pada istrinya.

"Mau apa?" tanya Arin curiga.

"Nanti kalau mau ke hajatan pakai uangmu dulu ya?" Arin hanya mencibir.

Dia masuk ke dalam rumah. "Gagal kasih surprise," gerutu Arin setelah melihat sikap suaminya.

Setelah itu, Arin menemani Flora menonton televisi. "Tiap hari bisanya nonton kartun mulu," gumam Bu Nia melayangkan protes.

Arin yang merasa tidak enak membawa Flora ke kamar. Tapi tanggapan ibunya lain. Bukannya berterima kasih karena akhirnya dia bisa menonton televisi lagi. Bu Nia malah menyindir Arin. "Kamu nggak ada sopan-sopannya sama orang tua."

"Ck, selalu saja salah," kata Arin di dalam kamar.

Mulai malam ini Arin membiasakan Flora minum susu botol. "Tumben, Dek. Biasanya dia nyusu kamu," tegur Ikbal.

"Iya, Flora udah besar sudah saatnya disapih," jawab Arin. Ikbal tak punya pikiran macam-macam.

Sayangnya rasa susu formula yang berbeda dengan ASI tidak disukai oleh Flora. Dia malah membuang botol bayi tersebut. "Sayang, Flora minum susunya dari botol aja ya, Nak," bujuk Arin.

"Dek, kamu beli susu formula merk apa? Apa uang kita akan cukup?" tanya Ikbal pada istrinya.

"Mas, rejeki itu bisa datang dari mana saja. Kalau kamu pikir perhitungan rejeki itu sesuai dengan yang kita inginkan? Tidak. Semua sudah diatur oleh Allah."

Arin akhirnya diam. Dia ingin membiarkan suaminya itu menyadari kalau dia sedang hamil. Sayangnya, sudah melewati dua minggu setelah pengujian kehamilannya kemaren Arin tidak mengalami fase mual muntah. Tidak ada seorang pun yang tahu kalau dia sedang hamil.

Ketika Arin sedang bersama suaminya di dalam kamar, dia berniat memberi tahu Ikbal. "Mas, aku hamil lagi," kata Arin lirih.

Ikbal menoleh. Dia segera memakai kaosnya. "Apa? Benarkah?" tanya Ikbal seraya memegang kedua bahu Arin. Arin mengangguk.

Ikbal merasa senang. "Flo kamu akan punya adik." Ikbal mengajak balitanya berbicara.

"Apa kamu tidak keberatan, Mas?"

"Kenapa keberatan? Aku sangat senang, Yang." Ikbal memberi pelukan hangat untuk keluarga kecilnya.

"Terima kasih, Mas. Aku kira kamu akan menolak kehamilan ini." Arin merasa lega setelah Ikbal memperlakukan Arin dengan baik.

"Kapan mau kontrol ke bidan?" tanya Ikbal. Dia masih ingat cara merawat istrinya ketika sedang hamil. Dia juga ingat kalau sebulan sekali jadwal periksa kandungan.

"Bagaimana kalau nanti malam?" tanya Arin meminta pendapat. Ikbal mengangguk setuju.

1
Hilya Nafilah
ini mah nyata banget, buat yang belum baca aku sarankan baca sampai akhir
Irma Kirana
Nyesek 😬kayak kehidupan ku dulu 🤧
Tiwik Firdaus
naknitu penting jangan asal cinta aja
Tiwik Firdaus
makanya jaraknga jangan terlalu dekat jangan mau didoktrin orang ini itu manut ae repot kan
Tiwik Firdaus
kerja pasti ada cutinya kalau tidak bisa minta ijin
Tiwik Firdaus
kalau dipabrik pasti bisa ngontrak sendiri walaupun karyawan kontrak bukan pejerja tetap apalagi kalau kaeyawan tetap pasti bisa sekarang umr mahal ya
Tiwik Firdaus
buruh pabrik kan banyak to sekarang umr mahal kok sampai beli skincar aja ngak bisa ini itu ngak bisa sebenarnya gajinya ikhbal berapa kam umr kok ngak masuk akal
Tiwik Firdaus
banyak aq pernah tapi sama mertua dulu
Sri Winda
ya.anak adalah faktor kita untuk selalu bertahan walaupun kadang ingin menyerah tp ketika ingat dgn kebahagiaan anak masih bs bertahan walaupun menderita
Nirwana Asri: terima kasih kak sudah mampir baca sampai akhir ya
total 1 replies
Eril Athallah
mungkin perlakuan ibu Arin jauh lbh Manusiwi sbgai ibu ,, sedangkan aku adalah manusia yg ibuku anggap sebuah kesalahan..tuhan meloloskan aku d dlm rahim ibuku selama 7 bulan baru ibu ketahui ...rasanya pilu d saat usia ku sudah 30 THN hrs mendengar fakta itu
Nirwana Asri: semangat ya kak semua orang punya ujiannya masing-masing
total 1 replies
Eril Athallah
mungkin keputusan akhir adalah d tinggalkan..sekencang² nya badai jika berdiri sendirian ,,ia pun akan lari mencari sanggahan untuk bertahan d tengah badai itu...
tokoh Iqbal blm seberapa toxic,,msh mau ada untuk istrinya..tp pa negaraku 10 taun LDR hidup terus d rmh ortuku tanpa berpikir untuk berpindah kerja agar bisa ngontrak satu kota dengan ku nyatanya hanya ilusi oasis d tengah Padang gurun..
Eril Athallah
bagus..ceritanya real
Eril Athallah
ahahahahaha sikap Iqbal gada apa apa timbang bapa negara ku ...🤣🤣🤣cm negor main aja lsg marahnya seminggu. ..sama fb² d blokir punya ku gara stalking FB dia ma grup tmnnya.
Nirwana Asri: hehe masa sih kak?
total 1 replies
Eril Athallah
😭 BENAR ,, mau hati pergi cukup membawa anak dan memulai kehidupan baru tak semudah itu ..apa lg anak yg tumbuh dengan kurang kasih sayang dari pigur ayah...akhhh kalau boleh memilih rasanya tak ingin berjumpa dengan pernikahan..
Nirwana Asri: sabar ya kak, semoga nanti akan ada kehidupan yang lebih baik untuk kakak
total 1 replies
Eril Athallah
ahahahahahah suami toxic.. keluarga pun toxic ..
Eril Athallah
MAU SUNGKEM MA UTHOR NYA ...
masyaallah related bgt sama kehidupan nyata ku ,, punya ortu kandung yg toxic tp bedanya rumah tangga ku LDR selama 10 taun..Ntah apa rencana Tuhan sampai lelah utk mempertahankan semuanya...
davil_14
byk yg kayak gini,tdk pikirkan kehidupan stelah pernikahan mau bagaimana yg penting status sj.
Nirwana Asri
ayo sama2 kita buang
Winie Na Budi
astaga Thor,... kalau semua Arin yg mikirin, mendingan g usah punya suami SE x an si Arin Thor,... 😩😩😩 kasian kamu Arin,... suami kaya Ikbal buang aja kelaut
Winie Na Budi
makanya bal JD suami tu yg tegas,.. kalok emang kamu punya pendirian dan sayang keluarga kecil mu, gimana pun caranya pasti bisa misah rumah, walaupun cuma ngontrak,... anak udah 2 kok masih ikut mertua,... ya ampun lama" gedek juga sama si Ikbal...
Nirwana Asri: ih sama kak aku juga gedek aslinya susah bgt dibilangin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!