Grace adalah gadis yang bisa di bilang liar namun masih punya etika dan sopan santun..dia juga masih bisa menjaga diri nya meski pergaulan nya liar namun dia masih punya batasan..dia berasal dari keluarga yang terpandang namun bersahaja.
Suatu hari saat dia dan saudara nya pulang dari restoran,dia menuju club' malam untuk merayakan kebebasan saudara nya sendirian..dia tak sengaja meminum minuman yang di khusus kan untuk seseorang namun karena tidak tau akhirnya dia pun meminum nya...
Seseorang yang di tuju pun ikut meminum sisa nya juga dan tanpa kedua nya sadari ternyata minuman itu telah di beri obat..
Apakah yang akan terjadi pada kedua nya....
Masih di keluarga Wilson Grace Story.
Bagaimana kah kisah mereka stay tune di lapak ane ye pemirsa.😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep_25..Rencana Licik
Gerald tampak menatap dalam Harell yang seperti gugup karena tatapan mata Gerald begitu membuat nya takut.
"Tidak" jawab Gerald membuat raut wajah Harell sedikit berubah dan Gerald masih mengamati nya.
"Tapi tuan,demi kebaikan nona sebaiknya anda ikuti saran saya" bujuk Harell tak mau menyerah membujuk Gerald agar mau ke tempat terapi milik nya.
"Saya bilang tidak berarti arti nya tidak..kenapa anda sangat memaksa saya dokter Harell Zacghar?" tanya Gerald menatap intimidasi dokter muda di depan nya.
Gerald menaruh curiga dengan Harell karena sikap nya sangat mencurigakan dan itu membuat nya tak nyaman jika harus membiarkan Grace di rawat oleh dokter muda di depan nya ini.
"Keluar" kata Gerald dengan suara datar nya menatap tajam ke arah Harell karena dia tidak menyukai pria di depan nya.
Harell keluar dari kamar Grace dengan kedongkolan yang menyeruak kedalam hati nya.
'Sialan' batin nya sambil menuruni tangga menuju lantai bawah dimana Willy dan Vallery tengah duduk menunggu nya.
"Loh apa sudah selesai pemeriksaan nya?" tanya Willy memastikan.
"Sudah paman,saya hanya menyarankan agar nona Grace di rawat di tempat terapi kebetulan saya memiliki tempat terapi yang cocok untuk nona dan saya harap anda bisa memikirkan kembali demi kebaikan nona Grace sendiri" ujar Harell dengan senyum kecil yang samar.
Tampak Willy berpikir sejenak benar juga jika di tempatkan di tempat terapi maka kesembuhan Grace pasti akan semakin besar peluang nya daripada di rumah.
"Baiklah seperti nya memang itu yang terbaik untuk anak saya..baiklah bisakah anda atur jadwal kepindahan putri saya?" tanya Willy setelah setuju dengan saran dari Harell.
Harell tampak tersenyum puas dengan keputusan Willy yang menyetujui saran nya..semakin dekat pula jalan nya.
"Tentu saja bisa tuan Willy.. saya sarankan lusa nona bisa segera melakukan terapi yang saya sarankan tapi maaf untuk sementara biarkan nona sendiri di tempat terapi demi kebaikan nona sendiri tentu untuk merangsang kepekaan nona juga agar tak ketergantungan pada orang lain yang mana akan menghambat penyembuhan nya" kata Harell menyampaikan apa yang menjadi rencana nya.
"Tapi apa tidak apa-apa,dia bisa saja histeris jika tak di temani oleh salah satu keluarga nya" ujar Vallery yang sejak tadi hanya diam mendengarkan namun kali ini dia seperti tidak setuju.
"Tentu hal itu pasti akan terjadi nyonya tapi ini juga demi kebaikan nona sendiri,jika nona ketergantungan pada orang lain lalu kapan nona akan sembuh..apa anda tak ingin melihat senyum indah putri anda lagi nyonya?" tanya Harell bersilat lidah mempengaruhi Vallery.
Tampak Vallery diam,dia berpikir benar yang Harell katakan jika Grace terus saja di temani oleh keluarga nya maka dia tidak akan bisa menyesuaikan diri dengan suasana baru.
"Baiklah saya percayakan kepada anda" akhirnya Vallery pasrah demi kebaikan putrinya.
Senyum Harell semakin lebar,dalam senyum itu terdapat kelicikan dan sejuta rencana yang telah dia susun rapih..tunggu lah sebentar lagi.
"Baiklah tuan,nyonya..tapi saya tadi sudah membicarakan tentang ini juga pada putra anda dan dia tidak setuju mungkin anda berdua bisa membujuk nya agar dia menyetujui nya..baiklah kalau begitu saya permisi dulu dan sampai jumpa besok lusa" kata Harell melangkah keluar dari rumah dengan senyum smirk yang menghiasi bibir nya.
'Selangkah lagi maka rencana ku akan sukses' batin nya sambil memasuki mobil nya.