NovelToon NovelToon
SISTEM AMBISI

SISTEM AMBISI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iwan Gusti

Berkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang tidak memiliki ambisi sedikit pun dalam hidupnya. Tujuan hidupnya hanya lah hidup dengan santai tanpa tujuan yang berarti.

Namun sebuah Sistem tiba-tiba hadir dalam hidupnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang merepotkan bertujuan untuk menuntun ia untuk mencari ambisi terbesar dalam dirinya.

Dapatkah ia menemukan ambisi terbesar dalam dirinya dengan bantuan sistem? ataukah malah ia mengabaikan semuanya untuk menjalani hidup santainya?

Saksikan cerita lengkapnya dalam "SISTEM AMBISI"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwan Gusti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER XXIV

~SELAMAT MEMBACA~

Di lain tempat tepat nya sebuah hotel di pinggiran kota di salah satu kamar tampak seorang gadis yang tengah meringkuk di tempat tidur.

Meskipun kenyamanan di tempat tidur itu dapat di pastikan namun tampak nya itu tak mampu untuk membuat sang gadis tertidur, dapat dilihat kegelisahan yang sangat jelas di wajah nya bahkan dalam semenit ia bisa membalikkan tubuhnya lebih dari 5 kali.

Dor...

Dor...

Arghh...

Arghh...

Mendengar suara tembakan di luar membuat sang gadis semakin merasa ketakutan sampai menutup seluruh tubuh nya dengan selimut untuk menutupi diri.

Aaahhh...

Hanya teriakan histeris yang mampu di keluarkan oleh nya sebab suara tembakan itu berada sangat dekat yah sangat dekat tepat nya itu berada di depan pintu kamar yang ia tempati saat ini.

Sementara itu beberapa menit sebelum terjadi nya tembakan senjata api....

Di depan kamar gadis itu terdapat 2 orang pengawal yang bertugas mengamankan gadis tersebut. Di beberapa titik lain nya juga terdapat beberapa orang lain nya semuanya berjumlah 10 orang bila di total.

"Huaam ini sangat membosankan bahkan tidak mungkin ada yang mengetahui keberadaan nona saat ini. Aku akan tidur saja bangunkan kami ketika ada terjadi sesuatu ya sob" ucap salah seorang diantara pria itu.

Dia memilih tidur mengikuti jejak 2 orang lainnya yang telah tertidur terlebih dahulu meninggalkan seorang diantara mereka untuk tetap berjaga.

Merasa tak ada balasan dari lawan bicaranya ia mengangguk artinya rekan kerja nya mengiyakan. Tak butuh waktu lama pria tersebut sudah masuk ke alam mimpi di buktikan dengan dengkuran yang saling bersahutan.

Lima menit kemudian...

"Puk puk(membersihkan tangan) misi kali ini pasti akan sangat mudah"

Meninggalkan tempat semula ia berjaga sosok penjaga terakhir yang tidak tidur tadi pergi. Tak ada lagi suara dengkuran yang tadi terdengar bersahutan.

Setelah orang tersebut berjalan keluar kini tampak lah 3 orang pria yang telah tergeletak bahkan salah satu nya tampak terpenggal....

Tak bernyawa....

Sebelumnya ketika semua nya tertidur pria tersebut dengan mudah membunuh kesemua nya. Dua diantara nya di sekap dengan kain hingga kehabisan nafas namun orang terakhir sempat sadar hingga diri nya terpaksa menebas kepala nya hingga terlepas dari tubuh.

"Aku telah selesai kalian bersiaplah" orang itu tampak berbicara kepada orang yang dianggap rekan menggunakan alat komunikasi yang menempel di telinga nya.

Berjalan dan terus berjalan kemudian pria tersebut sampai di sebuah lorong menuju kamar target nya di sana tampak empat pria yang berdiri dengan tegap tampak kontrak dengan pemandangan di tempat awal dimana disini profesionalitas tampak dengan sangat jelas.

Dengan cepat kehadiran nya mampu dirasakan oleh keempat nya namun tak ada yang curiga bagaimana pun mereka bisa di katakan sebagai rekan seprofesi meski...

"Ada apa junior? owh kau membawakan kopi untuk kami kemari dan letakkan disini..."

"Baik senior..."

Sebelum nya pria tersebut membawa beberapa gelas kopi memang untuk sebagai kamuflase. Namun tak disangka tiba-tiba pria tersebut seperti kehilangan keseimbangan hingga menjatuhkan kopi tersebut tiba-tiba tanpa aba-aba...

Dor

Dor

Dor

Brukk

Brukk

Arghh

Memanfaatkan momentum ketidaksiapan orang-orang tersebut akibat kopi yang jatuh tersebut dengan mudah pria tersebut melancarkan sebuah tembakan yang telak mengenai kepala target memastikan nyawa nya telah terlepas dari raga nya.

Yah memang terdapat tiga kali tembakan yang terdengar namun bukan pria yang membawa kopi tadi yang menembak dua peluru lain nya melainkan satu pria diantara empat pria tadi rupanya pria itulah yang dihubungi pria awal tadi.

Meskipun telah secara mendadak namun masih ada seorang yang berhasil menghindar dari tembakan tadi hanya terdapat luka di bahu kanan nya yang menandakan refleks nya sangat bagus.

"Sial apa yang kalian lakukan dasar pengkhianat..." meraung marah, terluka dan terpojok hanya itu yang mampu diucapkan mengahadapi kondisi nya saat ini.

Terlebih senjata nya telah terlepas ketika tembakan itu tepat mengenai bahu kanan nya yang sekaligus tangan yang menggenggam senjata awal nya.

"Haha orang yang akan segera mati jangan terlalu banyak berbicara lebih baik gunakan waktumu untuk mengucapkan kata-kata terakhir yang indah"

"Haha.... haha"

Tak ada respon yang didapatkan

"Oh ternyata sudah pasrah baiklah selamat tinggal" sembari mengacungkan pistol bersiap menarik pelatuk nya.

Bertepatan dengan peluru yang meluncur pria yang terluka itu langsung bergerak dengan momentum yang sangat kuat memegang sebuah pisau yang selalu dibawa nya dengan tangan kiri akhir nya pria itu bisa melukai sedikit lengan penembak meskipun pada akhirnya harus rubuh setelah menerima 3 kali tembakan ditubuh nya.

"Cih pria sialan, aku bahkan sampai terluka oleh nya aku benar-benar ceroboh" ucap pria tersebut kesal sembari menendang tubuh yang telah tumbang tersebut.

"Sudahlah sebaik nya kita cepat selesaikan ini, jadikan pelajaran untukmu agar tidak banyak bermain-main" pria satu lagi menengahi lagipula waktu mereka tidak banyak.

Di depan pintu tampak dua orang yang tengah dalam posisi siaga, seorang di posisi depan dengan sejenis tameng lalu seorang lagi bersiap di belakang nya dengan senjata api di tangan nya.

Lagipula suara tembakan tadi itu bukanlah pertanda baik lagipula orang bodoh mana yang dengan sembrono menembakkan peluru sembarangan.

Tak.....

Tak.....

Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat.

Dor....

Brukk...

Satu tembakan kembali terdengar disertai satu tubuh yang ikut rubuh dengan luka tembak di kepala. Namun bukan salah satu dari pengkhianat itu yang tumbang melainkan salah satu dari 2 penjaga di depan pintu tadi yang mengambil posisi bertahan di depan.

Namun siapa yang menduga rekan yang sangat dia percaya menjaga diri nya dari belakang lah yang telah menembak nya tepat di kepala.

"Sudah beres kalian bisa kemari"

Ternyata diri nya merupakan salah satu komplotan berisi tiga orang yang merupakan pengkhianat.

Coba bayangkan saja seorang yang bahkan di beri kepercayaan menjaga pintu nya langsung saja bisa berkhianat padahal dipastikan posisi nya di dalam kelompok cukup tinggi.

"Hah tak kusangka akan semudah ini, kita semua ingat bukan perjanjiannya. Bagi dengan rata lalu senior dapat menggunakan nya dulu lagipula kita hanya harus membawanya hidup-hidup tapi tidak ada larangan untuk kita menikmati nya bukan?" ucap pria yang merupakan pengkhianat paling pertama tadi lagipula dialah yang paling junior diantara ketiga nya yang dapat terlihat dari posisi berjaga nya tadi.

"Memang sudah seharusnya begitu masih ada satu jam lagipula yang lain telah mengalihkan perhatian di pesta masih ada waktu untuk sedikit bersenang-senang"

Begitulah ketiganya berhasil melumpuhkan seluruh penjaga dengan mudah sekarang tinggal satu langkah terakhir saja.

Memutar kenop pintu namun tiba-tiba di kepala mereka terdapat masing-masing satu moncong pistol yang diarahkan tepat di kepala.

"Ekhem ekhem apakah kalian sudah selesai bermain-main nya? sangat membosankan menunggu kalian melakukan nya.

Apakah kalian berbaik hati untuk bercerita kepada pria tua ini?" Ucap pria yang baru saja bergabung dengan pesta berdarah kali ini.

.............

________________________________________________

Biasakan untuk selalu

(✓) Like

(✓) Favorit

(✓) Kritik dan Saran

(✓) Gift

See You Next Time.

1
Raimuraga
lanjutan ny
Makmur Djajamihardja
bener2 nok nak
Zx.Titan
iya thor novel sistem keberuntunganku kenapa gak up² lagi? mohon di balas ya thor
Iwan Gusti: maaf sebelumnya catatan untuk novel itu sudah hilang setelah author restart hp jadi begitulah mohon dimaklumi 🙏🏻
total 1 replies
yui edogawa
thor novel sistem keberuntunganku udah gak up?
Iwan Gusti: hehe maaf sebelumnya itu catatan untuk novel itu udah hilang setelah author restart hp jadi yah begitulah maaf ya
total 1 replies
louise
yang benerrr?, yakinnnn?
Ra dhiraemon
Hai Kk Aku Mampir Nih
Iwan Gusti: terima kasih udah mampir 😃🙏🏻
total 1 replies
Aisyah Suyuti
Up up up
Galaksi Hole
+ Beri racun biar Mati secara perlahan-lahan
Galaksi Hole
tambah lagi thor adengan penyiksaan dengan cara menempelkan besi panas ke tubuh secara perlahan- lahan dan sayat kulit mereka dengan pisau tumpul terus tabur garam di luka tubuh tersebut
Radhy Pradithya Khoch`ilz
bang tambah lgi up nya
Radhy Pradithya Khoch`ilz: iya selsai ujian mudahan bisa nambah chapter nya sampe 5
total 4 replies
Aisyah Suyuti
seru
lumien.
hmm semoga ae 1 Heroine bosen banget asli baca novel sistem pasti haremnya berjibun,sampe lupa alur karena ngehapalin nama heroinenya
Ompangky
bukan nya Hanz tiap hari trending dapat duit 1 milyar... tapi knpa di status nya masih 2 M aja
Iwan Gusti: 1 M itu kan kisaran bisa lebih bisa kurang bergantung pasar intinya satu hari Hans bakal usahain dapat 1 M
total 2 replies
Radhy Pradithya Khoch`ilz
kok 1 kali aja up nya thor
Radhy Pradithya Khoch`ilz: semoga dpt nilai yang bagus dan memuaskan thor
total 2 replies
Ompangky
klo sebutin motor nya dab type nya thor...biar sklian menghayal nya
Iwan Gusti: sejujurnya author bukan laki-laki yang terlalu kenal jenis motor hehe maaf nanti author usahain dulu🙏🏻
total 1 replies
Candu+21
kok gak jelas ceritanya thor
Candu+21
yah ini sangat menarik,saya butuh kejutan chapter selanjutnya
Yulvianti
wow
Yulvianti
terlau banyak pakai kata" bukan?" nya thor
Iwan Gusti: maaf sebelumnya itu ada request dari salah seorang menurutnya komunikasi dengan pembaca harus bisa sering dilakukan dengan pertanyaan diakhiran bukan? jadi pembaca bisa ikut berfikir begitu kira². maaf sekiranya bila ada kekurangan 🙏🏻
total 2 replies
Yulvianti
bukan? bukan? bukan? cukup mnarik bukan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!