NovelToon NovelToon
TRIO DUDA

TRIO DUDA

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:212.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pradana Putri

Althaf Sarfaraz Xaquil (AL)

Bara Arsenio Khasaf (BARA)

Christian Xaverio Smith (CHRIS)

Tiga orang pria tampan, mapan dan memiliki kepribadian, rumah mewah pribadi, mobil mewah pribadi, semua yang sifatnya pribadi dan mewah.

Satu yang tidak mereka miliki, ISTRI!

Trio Duda bercerita tentang kehidupan sehari-hari 3 orang duda yang relah bersahabat sejak dibangku SMA.

Mereka pernah membina rumah tangga namun berujung dengan nasib yang sama alias ketiganya kini menyandang status DUDA!

Bagaimana keseruan TRIO DUDA dalam keseharian mereka yang tentu saja msmbuat kaum hawa disekitarnya ketar-ketir.

Apakah mereka kembali dipertemukan oleh jodohnya?

Semoga dapat menghibur readers semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chris dan Hania

"Pagi Pak Dika!" sapa Hania saat datang ke kantor.

"Pagi Hania." jawab Dika.

Hania tampak melirik ruangan Chris yang tampak kosong.

"Pak Chris belum datang, katanya anaknya lagi rewel minta diajak main Pak Chris." Dika tahu Hania mengendap seakan takut ia datang setalah si boss sudah tiba.

"Oh." ada rasa lega nyatanya Hania belum telat.

"Saya salut sama Pak Chris. Walaupun sibuk tapi Pak Chris selalu memprioritaskan Rafael putranya." Dika pagi-pagi udah gibahin Boss.

"Kamu tahu Hania Pak Chris itu baru sekarang saja sudah mau senyum, waktu Bu Amanda baru meninggal, wah bisa dihitung jari kali ngomongnya. Apalagi awal-awal kepergian Bu Amanda, Pak Chris seperti orang depresi hampir 1 bulan ga ke kantor!" Dika memang sangat amat lancar pagi ini bebas membicarakan Chris yang tidak ada si kantor.

Hania mendengerkan dengan fokus setiap apa yang dikatakan Dika mengenai Chris.

Ada rasa iba di hati Hania. Namun mengingat sikap Chris pada dirinya yang seenak jidat, hilang simpati Hania.

"Sejak kapan kantor ini jadi tempat gosip!"

Betapa terkejutnya Dika dan Hania manakala orang yang mereka bicarakan kini ada dihadapan keduanya dan menangkap basah obrolan mereka.

"Pak sudah datang?" Sudah mati kutu.

"Pagi Pak." sapa Hania yang juga tak enak hati.

"Kalian berdua ikut Saya!" Chris meminta keduanya untuk mengikuti Chris ke ruangannya.

Tentu saja ada kecemasan keduanya, terlebih Hania, ia takut kalau di pulangkan ke kampus.

"Ada apa Bapak memanggil kami?" Dika membuka percakapan.

"Ada penawaran yang masuk meminta kita sebagai sponsor pertandingan e-sport. Coba kamu pelajari dulu proposalnya Dika. Dan kamu Hania, jika kita menerima mereka sebagai partner kamu harus menjadi penterjemah untuk bahasa Mandarin." jelas Chris.

"Saya akan pelajari peoposal ini."jawab Dika.

"Baik Pak. Saya boleh melihat proposalnya juga? Karena Saya harus mempelajari mengenai e-sport itu apa sehingga bisa menggalinya saat nanti berkomunikasi dengan pihak mereka." Hania menunggu jawaban Chris.

"Kalau begitu Saya permisi Pak. Hania kamu ke meja Saya saja jika mau berdiskusi soal peoposal ini."

"Beres Pak Dika!" Hania sambil mengacungkan jempol dan sekalian mau keluar dari ruangan Chris.

"Tunggu!" Chris menghentikan langkah Hania.

"Iya Pak ada apa?"Hania kembali berjalan ke arah Chris.

"Ambil ini. Kamu itu ceroboh sekali!" Chris menyodorkan paper bag berisi baju couple yang mereka beli di Bali.

Hania membukanya sesaat ia melihat kenapa milik Chris masih ada juga.

"Maaf Pak yang ini punya Bapak. Bapak lupa paati kan!"

Hania berpikir enak saja ia dikatakan ceroboh sementara Boss nya sendiri pelupa.

"Ambil semuanya untuk kamu! Saya ga mau pake baju samaan sama pacar orang! Kasihkan saja aama pacar kamu! Dan satu lagi, kamu itu sekarang magang di perusahaan Saya, tolong jaga nama baik perusahaan. Kalau memang kamu janjian sama pacar kamu, langsung saja datang ke kantor! Bukan malah jemput di halte malam-malam. Kamu tuh harus punya harga diri jadi perempuan!"

Pak duda jangan-jangan pagi sarapan semut merang kali ya, pedes amat tuh mulut kata-katanya.

"Maaf Pak Chris yang terhormat, Saya ga ngerti maksud Bapak itu apa ya! Saya merasa ga membuat nama baik perusahaan tercemar. Lagi pula, memang apa yang Saya lakukan hingga Bapak bilang Saya perempuan ga punya harga diri! Saya memang orang ga punya Pak! Tapi bukan berarti Saya seperti yang Bapak tuduhkan!" Hania menumpahkan emosinya tak terima dituduh macam-macam oleh Chris.

Chris melihat mata Hania memerah, ada rasa tak enak seberulnya namun Chris tak menjawab luapan emosi Hania.

"Dan satu lagi yang Bapak perlu tahu, Saya lebih baik kerja banting tulang, Saya juga ga butuh pemberian Bapak. Silahkan ambil! Hania hendak keluar dari ruangan namun kembali berbalik.

"Sepertinya Tuhan lebih sayang dengan istri Bapak, dibandingkan harus menemani Bapak yang mulutnya tajam seperti itu!" Hania kesal seolah kata-kata Chris menuduh ia wanita murahan.

"Berenti kamu!" Chris bangkit dari kursinya kini sengan amarahnya Chris menghampiri Hania menutup pintu san menyudutkan Hania hingga tidak bisa kemana-mana.

"Bapak jangan macam-macam ya! Saya bukan perempuan seperti yang Bapak pikir!" Hania takut karena kini tatapan Chris begitu marah.

"Janga perlu kamu ungkit mendiang istri Saya! Kamu bukan siapa-siapa! Saya bisa memulangkan kamu ke kampus!" Chris dengan nada penuh ancaman.

"Bapak juga jangan asal main tuduh. Saya tidak punya pacar, dan Bapak sudah salah paham tanpa bertanya baik-baik kenyataan yang sebenarnya!"

Chris sadar, ia bereaksi terlalu berlebihan.

Chris mundur beberapa langkah, Hania yang melihat kesempatan itu segera keluar dari ruangan Chris.

Chris duduk di kursinya, ia mengambil figura yang berisi foto Amanda.

"Sayang, aku merindukan kamu." Chris membawa figura berisi foto Amanda dalam dekapannya.

Sementara Dika sejak tadi ingin masuk keruangan Chris namun pintu itu terkunci.

Dika tahu biasanya si Boss sedang ingin sendidi tak boleh diganggu.

"Hania, kamu kan tadi terakhir dari ruangan Pak Chris, apa terjadi sesuatu?" Dika menyelidiki seingat Dika Chris masih baik-baik saja namun tiba-tiba mode seperti beberapa bulan awal-awal kepergian Amanda.

Hania menggeleng.

"Pak Chris itu masih sensitif kalau berbicara tentang mendiang istrinya. Seolah ia merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan istrinya saat itu." Dika flashback.

Hania mengerti sepertinya Chris begini karena kata-kata Hania tadi.

Tapi Hania juga masih kesal dengan tuduhan Chris bilang Hania tidak bisa menjaga harga diri.

"Hania, tolong kamu bujuk lah Pak Chris, siapa tahu mau. Saya sudah hubungi tak diangkat." Dika membaca ada sesuatu antara Hania dan Chris karena sepengetahuan Dika Boss nya mulai begini sejak Hania keluar dari ruangan Chris dan terlihat kesal.

"Tolong lah Hania, ada beberapa dokumen yang harus segera ditandatangani oleh Pak Chris. Oak Chris itu sebetulnya baik, hanya saja belum bisa ikhlas menerima kepergian istrinya, makanya beliau sekarang seperti ini. Padahal meski memang pendiam dan tidak banyak bicara aslinya Pak Chris itu pimpinan yang menyenangkan." sebagai pegawai yang lebih senior dari Hania Dika menceritakan karakter Chris seperti apa aslinya.

Hania lalu menghubungi Chris dari telp kantor di mejanya.

Lama hingga beberapa kali Hania menghubungi tidak diangkat.

"Ga diangkat ya Hania? HP nya juga ga aktif. Ah kita gedor saja kali ya!" Dika menjadi panik takut terjadi sesuatu pada Boss nya.

Dika mengetuk berkali-kali sambil memanggil namun tak ada jawaban.

Akhirnya memberanikan diri memanggil teknisi dikantor untuk membuka pintu ruangan Chris.

Saat pintu berhasil di buka,

"Pak! Pak Chris!"

1
Neng geulis
Luar biasa
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Harry
luar biasa
yunita
lnjut thoorrrrrr bikin hamil bareng semua klu bs ank kembar semua thorrr kan seru......
Riaaimutt
q tak meneng, kekuatan ku wes entek
Riaaimutt
mak2 provokator 😆😀😭👍
Riaaimutt
pake nyalahin orang lagi 😆😆
Riaaimutt
wot 😭😭
Riaaimutt
insting emak2
Kartini Rotua Situmorang
alurnya maju mundur
Riaaimutt
bara yang cerdas 😆😆
Riaaimutt
eak.. 😆😆
Riaaimutt
kocaklah si bia
Erlinda
heran deh Thor trio duda udah pada berumur tapi kok dengan cewek seperti anak ABG malu malu sok jaim hadeeeh..yg wajar napa sih trio duda klo suka yg bilang suka ntar diambil org baru tau udah tua masih aja gengsian ingat umur
Erlinda
rasain lu Tasya jd anak kok kepala batu banget ga sayang sama org tua
Ryan Jacob
baguus...
Hesti Pramuni
Thankyuuu thoor...
😘😘😘
Hesti Pramuni
habiis minum teh tubruk nih, dok...
Hesti Pramuni
lah! situ dah gass pooll lom, Ra..?
Hesti Pramuni
men dramakan hati boss...
melasseh....rek..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!